AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 23 Kesukaan Yang Sama


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kemudian Qin Yinuo dan Ceng Li berjalan duluan ke arah gang kecil di samping kantor WVL.


“Astaga! Ini beneran Qin Yinuo yang aku kenal?” Wu Jingxuan masih tercengang.


Hello! Im an artic!


“Nona Wu, kamu kenal CEO kami?” Mu Xue bertanya dengan penasaran.


“Iya! Kamu sudah kenal hampir 10 tahun!”


“Ah!”


“Ah kenapa? Dia itu junior aku!”


Hello! Im an artic!


“Junior?” Mu Xue tertegun, kelihatan Wu Jingxuan dan Qin Yinuo itu tidak beda jauh umurnya, dan CEO harusnya sudah sekitar 30!


“Nggak percaya? Sepertinya aku tidak terlihat begitu tua, tapi aku sudah berumur 32 tahun!” Wu Jingxuan menghela nafasnya! “Waktu beneran tidak menunggu orang!”


“Tidak, nona Wu, anda sama sekali tidak tua!” Mu Xue menggelengkan kepalanya.


“Kamu boleh panggil aku kakak Wu saja!” Wu Jingxuan melihatnya sekilas.


“Iya! Kakak Wu!”


“Kalian cepat dikit! Sayangku, kamu nggak jadi traktir ya?” Ceng Li berteriak dari depan.


“Ayo kiya pergi! Bocah itu sudah tidak sabar!” Wu Jingxuan berkata.


“Kamu juga kenal manajer Ceng?”


“Mereka semua junior aku!” Wu Jingxuan tersenyum. “Hanya saja tidak disangka sifat orang bisa berubah, setelah 10 tahun, sifat mereka beneran berubah total.”


Mu Xue berusaha memikirkan ucapan Wu Jingxuan, sifat bisa berubah? Bukankah kata orang sifat itu tidak berubah segampang itu?


Melihat dua orang ganteng masuk ke dalam, boss wanita restoran itu hampir saja bengong.


“Hai! Bu, buka ruangan VIP nya!” Ceng Li langsung berkata.


“Maaf pak, kami tidak ada ruang VIP di sini!” Boss restoran itu berkata dengan rasa bersalah, dia tidak pernah menyangka ada seseorang yang sepenting akan datang ke restorannya.


Wu Jingxuan baru saja sampai.


“Aah! Nona Wu, anda juga datang!”


“Tempat seperti biasa!” Wu Jingxuan berkata kepada boss restoran: “Mereka bertiga adalah teman aku, kamu pergi sibuk saja!”


Wu Jingxuan berjalan ke tempat yang paling dekat dengan jendela, walaupun di restoran ini tidak punya ruangan VIP, tapi setiap meja dipisah dengan batu bata yang antik, jadi bisa dibilang privat juga.


“Kalian berdua nggak suka tempat seperti ini?” Wu Jingxuan sudah menyuruh xiao xue untuk duduk di dalam.


“Kelihatan masih bisa!” Qin Yinuo juga duduk ke dalam, dan pas duduk di depan Mu Xue.


Mu Xue yang menatap wajahnya, hatinya sedikit khawatir, tapi pada akhirnya dia berusaha menyambut tatapannya, dan tidak ada rasa takut sama sekali.


Mata yang bersih itu menatap Qin Yinuo dengan tenang, tiba-tiba dia berkata, “CEO, masakan Sichuan sangat pedas loh!”

__ADS_1


“Ooiya?” Qin Yinuo menatapnya dan merapatkan bibirnya.


Wajah yang dingin itu walaupun tidak ada ekspresi, tapi terlihat ada perasaan senang, “Aku memang suka masakan pedas!”


Ketika dia berkata hal ini, dia menatap ke Mu Xue, tidak tahu masakan yang dia masuk itu apa!


Lalu, dia mengeluarkan sebuah mancis, sebuah mancis berwarna silver yang sangat bagus, kemudian dia menyalahkan sebatang rokok, dan dengan elegan menyemburkan asapnya ke depan Mu Xue.


“Uhukk uhukk….” Dia tersedak oleh asap rokoknya, Mu Xue menutup mulutnya, dia mengira dia akan pergi, tapi sekarang sepertinya tidak.


“CEO Qin, mau rokok silahkan keluar!” Wu Jingxuan mengerutkan keningnya sambil berkata. “”Ini adalah daerah publik, tolong jaga perasaan kami berdua, kami tidak mau jadi perokok pasif!”


“Sayangku, kalau nggak kamu juga hisap sebatang juga, biar kita semua jadi perokok pasif, biar tidak rugi!” Ceng Li berkata sambil tersenyum, kemudian dia juga menyalakan sebatang rokok.


“Keluar!” Wu Jingxuan merebut rokoknya dan melemparkannya ke atas meja.


“Xuan! Kamu tidak adil!” Ceng Li berteriak. “Kenapa kamu nggak rebut punya Nuo?”


“Matikan sendiri atau perlu aku yang melakukannya?” Wu Jingxuan bertanya kepada Qin Yinuo.


Qin Yinuo menghisapnya sekali dan berkata, “Aku lebih suka melakukannya sendiri!”


Sambil berkata, dia beneran mematikan rokoknya.


“Ini beneran tidak adil!” Ceng Li terus berkata.


Wu Jingxuan tersenyum ke arah Ceng Li, “Kalau tidak adil kamu tidak usah makan, nggak ada yang mengajak kamu ke sini!”


“Wu Jingxuan!” Ceng Li terlihat kesal, kenapa wanita ini selalau membulinya? Kenapa dia tidak membully Qin Yinuo!


“Xiao Xue, kamu mau makan apa silahkan pesan!” Wu Jingxuan malah meladeninya, dia bertanya langsung kepada Mu Xue.


“Astaga! Tidak diduga wanita seperti kamu begitu suka darah!” Ceng Li berteriak lagi. “Nuo! Aku ingat kamu juga sangat suka dengan darah bebek pedas! Tidak disangka kalian berdua memiliki kesukaan yang sama!”


Bibir Qin Yinuo merapat dan tidak berbicara, wajah tampan yang dingin itu menatap ke arah Mu Xue.


Mu Xue juga menatap pria di depannya dengan canggung, dia tidak menyangka pria di depannya ini juga bisa suka dengan darah bebek pedas.


“Xuan, aku pesanin kamu ikan rebus saja ! aku ingat kamu suka makan itu!” Ceng Li tidak peduli dengan tatapan Wu Jingxuan yang begitu tajam, dia tersenyum dan berkata. “Makan di tempat ini membuat aku teringat waktu kuliah dulu, sayangku Xuan, tidak disangka kamu begitu suka tempat lama!”


“Apa hubungannya?” Wu Jingxuan tertegun, dia lalu tersenyum dan melihat Ceng Li sebentar. “Aku ingat waktu itu kamu juga pernah menangis karena pedas!”


“Marga Wu, kamu kejam!” Ceng Li langsung berubah ekspresinay ketika mendengar Wu Jingxuan yang membocorkan rahasianya, “Siapa yang nangis? Xiao Xue, kamu jangan dengarin kata dia, kakak kamu ini sangat berani, hanya pedas doang, kakak tidak takut!”


Wu Jingxuan juga tersenyum, dia berkata kepada Mu Xue, “Xiao Xue, Ceng Li ini playboy, kamu jangan sampai tergoda oleh kedua matanya. Kalau beneran mau milih 1 diantara 2, aku menyarankan kamu memilih Qin Yinuo!”


“Kenapa bicara jahat tentang aku? Tolong jaga citra aku di depan Xiao Xue.” Ceng Li menatap ke arah Wu Jingxuan yang tersenyum senang itu, “Kenapa aku baru sadar kamu begitu licik?”


“Baru tahu, sayang sudah terlambat.” Wu Jingxuan tersenyum dan mulai menuangkan teh.


Tatapan Ceng Li kepada Wu Jingxuan berapi-api, “Marga Wu, kamu beneran sangat jahat!”


“Ai! Makanannya sudah datang!” Mu Xue lalu memecah pembicaraan mereka, dia tidak lupa menatap ke arah Qin Yinuo yang tidak berbicara.


Walaupun Qin Yinuo terlihat begitu indah, dan wajahnya begitu tampan, tetapi ketika teringat dirinya dicium olehnya, dan tidak boleh dirinya mengundurkan diri, dia langsung merasa kesal.


“Ini darah bebek pedas yang kalian suka! Darah, beneran darah semua! Cepat makan!” Ceng Li berkata kepada Qin Yinuo dan Mu Xue.


Qin Yinuo mengambil sendoknya dengan elegan, sedikit mengangkat alisnya, kemudian dia mengambil darah bebeknya dan diletakkan ke dalam mangkoknya, kemudian makan dengan pelan.

__ADS_1


Bahkan makan saja begitu elegan, tapi kenapa tingkah lakunya begitu tidak elegan? Mu Xue melihat makan kesukaannya, tapi juga belum mulai makan!


Lalu, semua makanan datang dengan cepat.


Ceng Li juga tidak mulai makan, dia bertanya, “Xiao Xue, kenapa tidak makan?”


“Uuh! Aku masih belum lapar!” Mu Xue tidak ingin makan semangkok dengan Qin Yinuo.


Setelah mendengarnya, Qin Yinuo terlihat senang, “Ooiya? Tidak tahu perut siapa yang berbunyi!”


Baru saja berkata, tiba-tiba, perut seseorang mulai mengeluarkan suara lapar.


Ceng Li dan Wu Jingxuan langsung menatap ke arahnya, mereka sedikit tercengang.


Wajah Mu Xue langsung memerah, dia sangat canggung.


“Cepat makan! Jangan sungkan!” Wu Jingxuan tersenyum, “Jangan merugikan dirimu sendiri, jangan belajar dengan Ceng Li, dia memang takut pedas!”


Dia menatap ke arah Qin Yinuo, Mu Xue masih saja merasa tidak nyaman.


“Siapa yang takut cabe? Aku panas dalam belakangan ini, jadi tidak berani makan terlalu banyak, boss, tolong masakin telur goreng!” Ceng Li berteriak ke arah luar.


“Palsu!” Qin Yinuo tiba-tiba berkata, dan melanjutkan makan darah bebeknya.


“Uuh!” Mu Xue mengerutkan keningnya, tidak peduli lagi, dia tidak peduli Qin Yinuo akan berkata apa, dia mulai makan, sama sekali tidak terlihat sungkan, seperti sedang marah dengan siapa.


Melihat ekspresi Xiao Xue, Ceng Li tidak bisa menahan tawanya, dan di samping, Qin Yinuo juga mulai berekspresi aneh.


Dia semakin mengerutkan keningnya ketika bertatapan dengan Mu Xue, dan ketika tatapan tajam itu tertuju kepada Ceng Li.


Ceng Li langsung menutup mulutnya, sekarang, boss restorannya sudah membawa telur gorengnya, Ceng Li mengerutkan keningnya melihat telur itu, dan Qin Yinuo beserta Wu Jingxuan juga tertawa.


“Astaga, masih mau orang hidup atau tidak!” Ceng Li berteriak, dan teriakan dia membuat semua orang melihat ke arahnya.


“Kenapa?” Mu Xue yang terus makan itu bertanya penasaran kepada Wu Jingxuan.


Dan dia juga melihat Qin Yinuo ikut tersenyum, dia semakin bingung.


“Tidak apa-apa, cepat makan.” Wu Jingxuan menahan tawanya.


Qin Yinuo kembali ke ekspresi dinginnya, Mu Xue menatap ke Wu Jingxuan dan kembali ke Qin Yinuo.


Ketika merasakan tatapan anehnya, Qin Yinuo mengerutkan keningnya, kenapa dengan tatapannya itu?


“Manajer Ceng tidak apa-apa?” Mu Xue bertanya dengan penuh perhatian.


“Hehe! Tidak apa-apa! Aku baik-baik saja!” Ceng Li langsung merasa malu ketika Xiao Xue memerhatikannya.


“Kalau begitu kenapa tidak makan?”


“Karena di telurnya juga ada cabe!” Wu Jingxuan menjawab.


“Diam kamu!” Ceng Li melotot ke Wu Jingxuan, “Marga Wu, pantesan kamu sampai sekarang masih tidak bisa menikah, kamu jahat sekali!”


Ekspresi Wu Jingxuan langsung berubah, dia tidak berbicara, hanya tersenyum saja, “Iya, aku memang sangat jahat!”


Ceng Li berkata. “Baiklah, demi tidak membuat Xiao Xue merendahkan aku, kakak akan makan pedas hari ini!”


Dia lalu mulai mengambil sumpit dan makan telurnya.

__ADS_1


Mu Xue hanya membuka matanya besar-besar, manajer Ceng juga takut sesuatu?


__ADS_2