AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 183 Harap Kembali


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“An Qian sering berkontak dengan manajer bagian luar mu si Mao Zhiyan…”


Begitu Qin Yinuo mendengar kata “Mao Zhiyan”, dirinya tenang sekali. Bisa dikatakan ia tak bereskpresi sama sekali. Meski ia agak kaget, tapi tak ditunjukkannya, “Bantu aku periksa asal-usulnya, aku ingin tahu kenapa!”


Hello! Im an artic!


Setelah menutup teleponnya, wajah Qin Yinuo tenang, hanya menampakkan kilatan yang gelap.


“Sudah keluar hasilnya?” Zeng Li bertanya.


“Belum!” Qin Yinuo mengelak, hanya bertanya pelan, “Li, apa itu teman baik?”


Zeng Li berpikir selama sesaat, agak bingung. Tapi ia masih menjawab, “Teman baik adalah orang yang kau telepon di tengah malam, dan dia akan bertanya dengan penuh khawatir ada apa denganmu. Setelah tahu tidak ada masalah apapun, dia akan mulai mengomelimu. Teman baik adalah orang yang bisa melepaskan dunia untuk seorang wanita, tapi juga bisa melepaskan wanita itu demi dirimu. Teman baik adalah orang yang menepukkan tangan dan tertawa keras-keras ketika kau dalam keadaan memalukan, tapi setelahnya dia adalah satu-satunya yang akan membantumu. Teman baik adalah orang yang rela mati demi dirimu. Teman baik adalah orang yang bisa minum sampai mabuk bersamamu ketika tahu kau sedih…”


Hello! Im an artic!


“Kalau teman baik mengkhianati teman baik…” Qin Yinuo berkata pelan.


“Dia bukan teman baik lagi!” Zeng Li berkata dengan serius.


“Mungkin ada kata-kata yang sulit dikatakannya, tapi dia tetap teman baik!” Mengatakan hal ini, ekspresi Qin Yinuo agak rumit, “Sudah hampir sampai, hentikan mobilnya! Tunggu aku diluar!”


“Bisakah kau seorang diri?” Zeng Li agak tidak tenang.


“Dia tak tahu aku datang!” Qin Yinuo tersenyum, “Seharusnya tak ada bom kan? Kalau ada, bantu pindahkan jasadku!”


“Pergilah!” Zeng Li menepuk-nepuknya, “Kalau dia seberani itu, aku pasti akan membunuhnya!”


Qin Yinuo menangguk. Ini baru teman! Sementara Mao Zhiyan…ia mengeratkan bibirnya, tidak percaya akan teman baiknya selama bertahun-tahun bisa mengkhianatinya!


An Qian menyewa sebuah apartemen kecil yang tua sekali di Kota Lu.


Qin Yinuo berjalan ke arah apartemennya dan mengetuk pintu. Terdengar suara yang tak asing dari dalam, “Segera datang! Siapa?”


Mungkin An Qian sama sekali tak menyangka Qin Yinuo akan datang. Begitu pintu dibuka, ia melihat wajah yang dikenalnya, dan ia langsung melongo.


“Lama tak bertemu, An Qian!” Suara dingin Qin Yinuo terdengar.


Tubuh An Qian bergetar. Suara yang dikenalnya dan penuh dengan nada licik menekan hatinya. Rasanya hatinya seperti dipukuli, ia menatapi wajah dingin yang takkan dilupakannya seumur hidup dengan gugup, membelalakkan matanya.


“Pre, Presiden?” Setelah An Qian tertegun, ia menatapi pria itu dengan was-was. Sebuah tatapan dingin yang tak bisa dimengertinya. An Qian langsung gugup, jangan-jangan sudah ketahuan?


“Bagaimana kabarmu, An Qian!” Tiba-tiba tubuh Qin Yinuo yang tinggi mendekat, ia menatapinya dari atas, wajahnya yang dingin tidak berekspresi.


“Dengan keberuntungan yang diberikan presiden, lumayan!” An Quan langsung menatap suasana hatinya. Kalau ia sudah bersedia melakukannya, seharusnya ia sudah mempersiapkan dirinya, “Untuk apa presiden datang? Kalau tidak ada apa-apa harap keluar!”


“Tidak mengundangku masuk?” Qin Yinuo mengerutkan alisnya, sudah melangkahkan langkah pertamanya.


An Qian hanya bisa membiarkannya. Apartemennya rapi sekali, sepertinya baru dibereskan.


Setelah An Qian menutup pintu, ia menoleh kembali pada sosok yang tinggi dan besar ini. Sosok ini pernah jadi sosok yang paling dikenalnya, pria yang paling dekat dengannya, membuatnya jatuh cinta, tapi ia malah memberikannya pada pria lain! Pria ini yang menyebabkannya tak bisa kembali ke Kota H.

__ADS_1


“Presiden, Anda datang untuk?” Nada suara An Qian penuh dengan was-was.


“An Qian, nyalimu sekarang jadi besar sekali!” Qin Yinuo langsung menoleh. Tangan besarnya terangkat, lalu menarik dagu An Qian. Tenaganya besar sekali, seolah hampir melepas tulang-tulangnya, “Bilang, kenapa?”


“Aku tak tahu apa yang tengah Presiden katakan!” An Qian menghindari tatapannya yang galak.


“An Qian, aku Qin Yinuo pernah berbuat salah padamu kah?” Nada suaranya terdengar muram. Qin Yinuo mendekat wajah An Qian, nafasnya yang hangat tertiup ke wajahnya, mungkin agar ia bisa melihat dengan jelas api kemarahan dalam mata hitamnya.


“Presiden selalu kuhormati. Kenapa bisa bersalah pada An Qian?” Ia menengadah. Meski kelihatannya lemah, tapi An Qi menengadahkan tatapan yang dingin untuk saling bertatapan dengan Qin Yinuo. Yang pasti adalah Qin Yinuo sudah tahu kalau dirinya yang menyebarkan berita di koran itu.


Tapi, ia pasti tak tahu di belakangnya masih ada orang lain!


Ia ingin menghancurkan perusahaan Qin. Meski hal ini tak ada gunanya sama sekali untuknya, tapi sekarang dirinya memang tidak punya keuntungan apapun lagi kan?


Bibir tipis Qin Yinuo terangkat, sebuah senyum sedingin es merekah di wajahnya. Sebuah senyum yang membuat benda-benda di sekitarnya merinding.


Setelah meantapinya dengan dingin, QIn Yinuo langsung mendorongya hingga ke sofa, “Menyerahlah, An Qian!”


An Qian tersenyum dingin dan segera duduk, “Presiden, aku tak tahu apa maksudmu?”


“Bagus sekali! An Qian, kau ini benar-benar berani!” Qin Yinuo tersenyum merendahkan, “Kelihatannya kau ini benci sekali padaku?”


“Presiden sungguh pandai mengatakan lelucon. An Qian sudah melakukan sesuai permintaan presiden, tidak akan melangkahkan kaki sedikit pun ke Kota H. Sekarang An Qian sudah melakukannya, dan kali ini Presiden datang mencari An Qian, apakah karena dendam lama? Atau karena Mu Xue yang tak bisa memenuhi keinginan Presiden, sehingga presiden kangen pada tubuh An Qian yang indah ini?Anda ingin An Qian menemani Anda, maka An Qian takkan menolak. Tak perlu mengancamku dengan ini semua, bukannya hanya ingin naik ranjang? Ayo, An Qian temani!”


Sambil berakta, An Qian melepas pakaiannya sendiri.


Mata Qin Yinuo yang penuh bahaya itu menyipit, “An Qian, kau lebih memilih berpura-pura bodoh dibanding menyerah, kan?”


Saat ini, An Qian sudah melepaskan semua pakaiannya. Ia berdiri di depan Qin Yinuo tanpa takut, “Presiden, meski sudah tak bertemu lama, tapi tubuhku tetap sama indahnya kan?”


Kata-kata Qin Yinuo bagai pisau yang menusuk hatinya.


Wajah Qin Yinuo dingin, tidak ada sedikit pun keinginan dalam tatapannya, maka wanita itu kaget sekali. Tapi ia tidak menyerah, ia langsung memeluk ke arahnya, masuk ke dalam peukannya, “Presiden, An Qian kangen sekali denganmu!”


***


Qin Yinuo tidak bergerak, hanay menyipit melihat wajahnya.


An Qian menggesekkan tubuhnya pada tubuh Qin Yinuo, tapi tidak ada efeknya. Maka wanita itu langsung gugup, bagaimana mungkin? Tidak ada pria yang bisa menyangkal godaan tubuhnya.


Wajah An Qian yang indah saat ini penuh dengan kekalahan dan kemarahan, menghancurkan gayanya yang indah sebelumnya.


Qin Yinuo melirik sekilas pada An Qian yang mulai kacau. Ia mengembangkan senyum tipis dengan dingin, membuat tubuh An Qian yang mengeras jadi kaget.


Dirinya tidak tergoda olehnya!


An Qian merasakan suatu aura yang menekan, lalu ia menoleh dan tidak berani menatapi tatapan Qin Yinuo yang tajam, “Kalau presiden bukan datang untuk naik ranjang bersama An Qian, maka pulang lah!”


Ia membalikkan badannya dan duduk di atas sofa, lalu memakai baju di hadapannya.


Tatapan Qin Yinuo tidak jatuh pada tubuhnya yang telanjang. Dari awal sampai akhir, dirinya tidak tergoda. Karena ada janji dalam hatinya, maka ia memiliki kekuatan pertahanan yang kuat. Kedepannya, ia hanya menginginkan Mu Xue seorang. Ia takkan tertarik pada siapapun, ia bukan binatang!


“Kalau kau tak ingin menyerah, maka aku juga takkan segan-segan lagi!” Qin Yinuo tersenyum tipis, “An Qian, kukirim kau ke Asia Tenggara, agar setiap malam ada banyak pria yang melayanimu!”

__ADS_1


Hati An Qian bergetar. Ia tahu apa maksudnya. Ia akan menjualnya di klub malam di Asia Tenggara menemani pria-pria bau. Tidak mau! Ia tak mau pergi! Kalau pergi ia takkan kembali lagi, lebih baik dirinya tak usah hidup lagi!


Tapi dirinya tidak boleh kacau. Ia tidak boleh mengakui dirinya yang melakukan hal itu, “Presiden, aku benar-benar tak tahu apa yang Anda katakan!”


Kalau tidak mengakui ia juga takkan bisa berbuat apa-apa, ia menenangkan diri dalam hati. Ia menurunkan wajahnya yang menampakkan emosi untuk balas dendam. Qin Yinuo, tak usah berharap aku akan menyerah. Meski aku menyerah, masih ada Mao Zhiyan, dan dirinya takkan menyerah begitu saja.


Qin Yinuo terbatuk pelan, lalu menatapi wajah An Qian yang tengah menunduk, “Kalau begitu maaf saja.”


Ia mengeluarkan handphone dan menelepon, “Kirimkan beberapa orang kesini, tahan An Qian!”


Hanya kata-kata yang sederhana langsung membuat An Qian bengong, “Kau tak boleh, Qin Yinuo. Ini adalah perilaku ilegal! Bagaimana kau bisa menekan kebebasanku? Aku mau lapor polisi!”


Qin Yinuo tertawa dingin, lalu menekan bahu An Qian keras-keras, berkata dingin satu demi satu patah, “Bermain taktik denganku, kau ini terlalu polos!”


An Qian langsung kaget. Bibirnya yang lembut terangkat pelan, tidak bisa menahan perasaan tak berdaya, “Terlalu mencintaimu juga sebuah kesalahan kah?”


Pertanyaannya menyedihkan sekali.


“Cinta? Pernah ada cinta di antara kita?” Suara yang keluar dari tenggorokan Qin Yinuo terdengan dingin. Tatapannya yang tajam menatapi matanya, “Kita hanya bernegosiasi, sementara kau sudah lewat batas. Kau kira dengan begitu kau bisa menghancurkan perusahaan Qin? An Qian, menurutmu mungkin kah? Aku tak tahu keuntungan apa yang akahn diberikan Mao Zhiyan padamu, sehingga kau mau membuatku marah?”


“Kau…” Kali ini An Qian benar-benar kaget.


Qin Yinuo tahu Mao Zhiyan juga ambil bagian dari masalah ini?


Saat ini, telepon di atas meja An Qian berdering, mengagetkannya sampai bergetar. Ia segera mengambil handphonenya, namun Qin Yinuo lebih cepat selangkah darinya. Melihat nama yang tertera di layar adalah M.


“Singkatan dari nama Mao Zhiyan?” Ia mengerutkan alisnya.


“Ternyata kau sudah tahu semua! Aku tak bisa berkata apa-apa lagi!” An Qian menunduk, “Aku hanya tak rela, tak rela kau merendahkanku seperti ini!”


“Tak ada yang merendahkanmu, hanya kau yang merendahkan diri sendiri!” Qin Yinuo memberikan handphone padanya, “Terimalah, bekerja sama dengannya dan aku berjanji takkan mengirimmu ke kantor polisi. Kalau kau tak bekerja sama, maka aku hanya bisa mengirimmu ke Asia Tenggara!”


An Qian bergetar, “Baik! Aku bekerja sama!”


Ia menerima panggilan tersebut, sementara tidak ada suara yang terdengar dari seberang. Terdengar suara nafas, An Qian tahu Mao Zhiyan dari dasarnya licik, maka ia berkata terlebih dulu, “Katakanlah!”


Saat ini, begitu mendengar suara An Qian, maka suaranya yang muram juga terdengar, “Kenapa kau baru angkat selama ini?”


An Qian melirik sekilas pada Qin YInuo, berkata pelan, “Tadi aku sedang mandi!”


“Sebarkan dokumen kedua!”


“Sekarang kah?”


“Benar!” Mao Zhiyan langsung memutus teleponnya.


Begitu telepon diputus, An Qian menoleh menghadap Qin Yinuo, “Dia mau aku menyebarkan bukti, bukti yang tidak menguntungkan perusahaan Qin!”


Qin Yinuo terdiam, berkata dengan muram, “Bukti dari mana?”


“Dia yang memberikannya padaku!” Sambil mengatakannya, ia mengeluarkan sebuah USB. Semuanya ada di dalam.


Qin Yinuo mengangguk, “Baik, aku akan merepotkanmu dulu selama beberapa hari. Setelah masalah ini selesai, aku akan melakukan apa yang kukatakan!”

__ADS_1


Saat ini, terdengar suara langkah kaki dari luar–


__ADS_2