AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 84 Apakah Mau Menikah?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kalau kamu berani mengenalkan Tian Yu dengan wanita murahan yang rela hamil akan anak orang itu, maka kembalikan perusahaanku! Selamanya jangan pernah mengenallku!” Qin Maoxiang berteriak marah.


“Ayah! Tian Yu membutuhkan mami di sisinya, ia butuh kasih ibu!” Qin Yinuo mencoba menjelaskan.


Hello! Im an artic!


“Kalau begitu kamu jangan lagi bekerja di perusahaan Qin! Mulai hari ini, kamu bukan lagi Presiden di perusahaan Qin!” Selesai berkata, Qin Maoxiang menutup teleponnya.


Mu Xue menyadari keseriusan dari permasalahan, meski ia tidak tahu apa yang dikatakan orang di seberang telepon, tapi yang dikatakan Qin Yinuo bahwa Tian Yu perlu berada di sisi maminya itu telah mengagetkannya!


Atau mungkin, ia tidak sejahat itu!


Pria yang bisa memikirkan kalau seorang anak membutuhkan kasih ibu, mungkin tidak sejahat yang dipikirkannya? Saat ini hati Mu Xue bergetar sesaat, seolah ada sesuatu yang bergerak-gerak dalam hatinya!


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo membalikkan tubuh, melihat Mu Xue yang berdiri di samping meja makan, sementara Tian Yu berdiri ketakutan di depan pintu dapur, berkata dengan suara kecil: “Daddy, itu kakek kah? Kakek marah ya?”


Di ingatannya, kakek itu galak sekali!


Qin Yinuo menggeleng dalam diam. “Tidak, kakek tidak marah, kakek bilang agar kamu bermain yang senang seharian ini!”


Mu Xue agak kaget, karena jelas sekali ia tengah berbohong.


Tapi Qin Yinuo hanya meliriknya sekilas, sementara matanya melihat jauh, seolah tengah memikirkan sesuatu.


“Benarkah! Kalau begitu hari ini aku bisa bermain bersama mami seharian?” Tian Yu bertanya lagi.


“Tentu!” Qin Yinuo mengangguk. “Cepat makan!”


“Baik! Ayo makan!” Tian Yu tidak pernah sebebas ini, ia tidak perlu pergi ke TK, kakek tidak marah, bagus sekali!


“Tian Yu, sini, makan ini!” Mu Xue menjepit telur dan diletakkan di atas piring Tian Yu, “Masih ada susu, minum susu ya baru kuat!”


Ia sudah selesai menggoreng beberapa telur. Ia menyadari di dalam kulkas ada tambahan beberapa macam sayur yang segar sekali, seolah Qin Yinuo menyuruh orang untuk pergi membelinya pagi-pagi? Maka ia masih memasak bubur sereal.


Ia menyiapkan sarpan untuk Tian Yu, tapi memikirkan entah bagaimana keadaan Cheng Cheng di sekolah sekarang, maka dirinya juga mulai mengkhawatirkan Cheng Cheng, meski telah mengenal anaknya sendiri, tapi hatinya belum juga tenang.


Qin Yinuo juga ikut duduk, Mu Xue tidak mengambilkannya sumpit, tapi ia mengulurkan tangan untuk mengambil sumpit Mu Xue dan mulai makan.


“Kamu?” Mu Xue melototinya, sementara ia hanya mengangkat alisnya. “Kamu tidak mengambilkan sumpit untukku!”


“Daddy, kuambilkan untukmu! Daddy kembalikan lah sumpit mami, mami sudah mau nangis!” Tian Yu melompat turun dari kursi, lalu pergi ke dapur untuk mengambil sumpit.


Mu Xue menunduk, dalam hati diam-diam ia memaki-maki, semua ini gara-gara orang itu. Namun apa yang dikatakan ayah Qin Yinuo di telepon tadi? Kata-kata Qin Yinuo membuatnya hatinya bergetar.


Selesai makan sarapan, Qin Yinuo pergi.


Mu Xue menelepon untuk minta izin kerja pada Mi Lei, dan saat ini ia baru tahu kalau ternyata Qin Yinuo sudah membantunya mengundurkan diri!


Pria sialan! Sebossy itu ia membuatnya mengundurkan diri dari kerja!


Benar-benar parah sekali!


“Xiao Xue, apa yang terjadi? Pagi-pagi Nuo menelepon untuk bilang kalau kamu tidak kerja lagi! kamu tak apa-apa kan?” Mi Lei khawatir sekali, entah apa yang telah terjadi.


“Tidak apa, kakak Mi, aku tidak apa-apa, hari ini ada sesuatu yang terjadi, boleh aku izin sehari dulu? Aku tidak akan tidak kerja disana, pekerjaan ini penting sekali untukku!” Mu Xue malu sekali, meski Mi Lei adalah kakaknya Mi Ling, tapi kalau izin terus membuatnya juga jadi tidak enakan.


“Baik, tidak masalah, lalu bagaimana dengan kata-kata Nuo?”

__ADS_1


“Kata-katanya tidak dihitung, kakak Mi, aku tidak akan mengundurkan diri!” Mu Xue berkata dengan pasti: “Besok aku pergi kerja!”


“Baiklah!” Mi Lei menutup teleponnya, namun ia makin bingung. Kelihatannya Xiao Xue dan Qin Yinuo ini memiliki hubungan istimewa.


“Tian Yu, kita pulang ke rumah mami, oke?” Mu Xue bertanya.


Ia memutuskan untuk membawa Tian Yu pulang ke apartemen!


“Mami, kita tak perlu menunggu daddy pulang kah? Daddy bilang kita harus menunggunya di rumah sampai ia pulang!Dan bilang lagi kalau malam ia akan menjemput Cheng Cheng kesini! Cheng Cheng itu kakakku atau adikku? Kata daddy, aku dan Cheng Cheng adalah anak kalian!” Tian Yu menatapnya dengan mata besar yang kebingungan.


“Benar kah? Kapan ia bilang begitu.” Mu Xue sama sekali tak menyangka orang itu akan berkata seperti ini pada Tian Yu, si Qin Yinuo ini, dia sebetulnya makan obat apa sih? “Mami juga tidak tahu apakah Cheng Cheng lebih besar atau kamu lebih besar!”


Seharusnya kurang lebih kan?


Tian Yu menatapinya dengan bingung, lalu menunduk dan mengangkat alisnya. “Kenapa mami tidak tahu?”


Mu Xue menatapnya, Cheng Cheng lebih pintar dan lebih dewasa darinya, kalau begitu anggap saja Cheng Cheng lebih besar. “Tian Yu, Cheng Cheng lebih besar, Cheng Cheng itu kakak, ke depannya kamu akan punya kakak untuk melindungimu! Tian Yu suka pada Kak Cheng Cheng?”


Ia mencoba mencari tahu dengan hati-hati, takut kedua anak ini kalau bersama jadinya akan saling iri.


“Ya! Suka!” Tian Yu mengangguk, kalau ada kakak mah bagus sekali!


“Daddy benar-benar bilang hendak menjemput Kak Cheng Cheng pulang? Ia tahu tidak kalau Kak Cheng Cheng sudah pindah sekolah?” Mu Xue bertanya.


“Daddy tidak bilang!” Tian Yu mengangkat alisnya. “Kalau begitu bagaimana jika kita yang menjemputnya? Lalu kita telepon daddy?”


“Em! Ya, Tian Yu pintar sekali!” Mu Xue membawa Tian Yu berjalan-jalan seharian, ketika sore mereka pergi menjemput Cheng Cheng, kemudian ibu dan dua anak itu pulang ke apartemen.


“Mami, kenapa Tian Yu bisa jadi anak mami?” Cheng Cheng masih belum terbiasa.


Mu Xue tidak tahu harus bagaimana menjelaskan pada Cheng Cheng, namun saat ini Tian Yu malah berkata: “Cheng Cheng, menurutmu kita ini kembar bukan?”


Cheng Cheng menggeleng, ia menatap Mu Xue dengan curiga, kalau Tian Yu adalah anak mami, maka paman dan mami bukannya sudah kenal sedari dulu?


“Kalau begitu apakah mami akan menikah dengan paman?” Cheng Cheng menanyakan pertanyaan yang paling dikhawatirkannya.


Wajah Mu Xue memucat, ia mengubah pembicaraan mereka. “Mami pergi memasak untuk kalian!”


Saat ini, handphonenya berdering. Mu Xue melihat nomor Qin Yinuo yang menelepon, maka langsung ditutupnya!


“Mami, itu daddy kah?” Tian Yu memikirkan kalau mereka pulang kemari tanpa memberitahu daddy!


“Bukan, orang salah sambung!” Mu Xue menutupinya.


Namun dua puluh menit kemudian, orang salah sambung itu memasuki apartemen Mu Xue bagai angin topan. Begitu melihat kedua anak itu ada di sini, ia langsung lega. Ia melototi Mu Xue, rasanya ingin menelannya hidup-hidup! Wanita sialan! Membuatnya mengira anaknya telah menghilang!


***


Melihat kedua anak itu, Qin Yinuo jadi lega.


Mu Xue malah tidak berkata apapun, ia bahkan tidak meliriknya sedikitpun. Setelah membiarkannya masuk, Mu Xue berbalik dan berjalan beberapa langkah, namun tiba-tiba ia menoleh lagi.


Qin Yinuo terlihat agak buru-buru, rambutnya berantakan, jasnya yang rapi jadi terlipat-lipat, sekarang jadi agak kusut.


Qin Yinuo menatapnya, sementara Mu Xue berkata sambil menaikkan alisnya: “Kamu sudah boleh pulang, besok aku akan antarkan Tian Yu ke TK! Kami tidak menerima kedatanganmu di sini!”


Qin Yinuo malah tertawa, tatapannya memiliki kehangatan yang agak aneh, dirinya yang diam sedingin gunung es. Mu Xue menatapinya, tapi ia malah tertawa, suara tawa rendahnya terdengar di telinga, membuat Mu Xue menaikkan alisnya dengan makin kesal. “Apa yang kamu tertawakan? Apa yang lucu?”


“Kamu sedang marah atas kejadian semalam?” Ia pikir, wanita ini pasti sedang marah atas paksaannya semalam.


Wajah Mu Xue memerah, ia membalikkan tubuh dan tak memedulikannya lagi.

__ADS_1


“Daddy kenapa?” Tian Yu menyadari kelainan. “Hari ini aku bisa tidak pulang ke rumah kakek?”


Qin Yinuo belum menjawab, sementara Mu Xue sudah mulai gugup.


Ia melihat Mu Xue sekilas, kemudian mengangguk. “Ke depannya tak perlu kembali ke rumah kakek lagi!”


“Benarkah?” Tian Yu langsung senang. “Tapi bagaimana kalau kakek marah?”


“Biarkan saja!” Qin Yinuo menjawab.


“Paman…” Cheng Cheng mengerutkan wajahnya, ia agak khawatir, namun tidak mengatakan pertanyaannya.


“Kenapa?”


“Kita bisa berdiskusi?” ia berkata setelah berpikir sesaat.


Mu Xue diam saja, namun ia merasa cara bicara Cheng Cheng makin mirip orang dewasa, ia melihat wajah kecilnya yang khawatir, hati Mu Xue langsung terasa sakit untuk sesaat, ia merasa bersalah karena seharian ini ia terus menemani Tian Yu dan melupakan Cheng Cheng.


Qin Yinuo mengangguk. “Baik, katakan saja!”


“Paman mau menikahi mami kah?” Cheng Cheng bertanya. “Maksudku, kalian akan menikah kah?”


Hati Qin Yinuo mengerut, tatapannya langsung menajam melihat wajah Cheng Cheng. Anak ini sangat melindungi Mu Xue, ia tengah berbicara dengan nada bicara orang dewasa dengannya.


“Paman tidak bisa menjawab kah?” Cheng Cheng terus bertanya. “Atau paman memang tidak ingin menikahi mami?”


Mu Xue juga terkejut, tak disangka Cheng Cheng akan bertanya seperti ini. Seketika ia jadi gugup, ia tahu Qin Yinuo tidak akan mungkin melakukan ini, karena ia adalah bintang di langit, sementara Mu Xue juga tidak pernah bermimpi untuk meraih bintang di atas langit.


Ia berkata dengan tenang: “Cheng Cheng, mami dan paman hanya teman. Mami tidak akan menikah dengan paman, mami sudah senang jika memilikimu dan Tian Yu! Paman punya kehidupannya sendiri, Cheng Cheng jangan tanya lagi, oke?”


Mendengar kata-kata Mu Xue, tatapan dingin Qin Yinuo jadi lebih hangat, tapi ekspresinya tetap dingin dan tak berperasaan. Ia tertawa ringan, bahkan ia tak tahu apa yang dikatakannya, “Kita akan tinggal bersama!”


“Kalau begitu hitungannya kumpul kebo ilegal!” Cheng Cheng berkata, menoleh menatapi Tian Yu. “Kamu bersedia jadi anak haram kah?”


“Apa artinya anak haram?” Tian Yu tak mengerti.


Hati Qin Yinuo dan Mu Xue langsung berdenyut, kata-kata “anak haram” ini membuat hati mereka bergetar. Qin Yinuo berkata: “Tian Yu bukan anak haram, kamu juga bukan! ke depannya nama kalian akan tercatat dib awah namaku. Ingat, aku ini daddy kalian! ke depannya Cheng Cheng ganti nama jadi Qin Tian Cheng! Biar sama dengan Tian Yu!”


Cheng Cheng memutar bola matanya dengan tidak bertenaga, ia merasa paman ini terlalu bossy. “Mami, bagaimana menurut mami?”


Mendengar nada suara Qin Yinuo, Mu Xue agak marah. Atas dasar apa ia mengambil keputusan? Masa ia juga menginginkan Cheng Cheng? Mu Xue tertawa, ia merasa kata-kata itu lucu sekali.


“Cheng Cheng tetap akan bermarga Mu!”Mu Xue berkata dengan keras kepala.


“Aku setuju! Aku mau bermarga Mu!” Cheng Cheng berkata.


“Kalau begitu aku boleh bermarga Mu tidak? Aku juga ingin ikut mami bermarga Mu loh!” Tian Yu berkata, sama sekali tidak menyadari ketegangan ini. “Daddy, bolehkah?”


“Pergi mati!” Qin Yinuo mengumpat pelan.


Tatapannya jatuh pada Mu Xue, seolah tatapan itu tengah menusuk-nusuknya. Kalau tatapannya adalah peluru, sekarang seluruh tubuh Mu Xue sudah penuh dengan lubang.


“Daddy bilang mami pergi mati kah?” Tian Yu bertanya lagi.


Qin Yinuo semakin tak berdaya, “Aku…”


“Daddy! Tian Yu tidak ingin mami mati, Tian Yu baru menemukan mami, daddy jangan mengatakan kata-kata mengerikan lagi, oke?” Ketika mengatakannya, Tian Yu jadi sedih sekali.


“Heh!” Qin Yinuo jadi terbata-bata.


Ini pertama kalinya Mu Xue melihatnya secanggung ini, ia membalikkan tubuhnya dan tak bisa menahan senyum.

__ADS_1


Cheng Cheng juga ikut tertawa, Tian Yu ini imut sekali, pikirnya.


“Benar, Tian Yu. Daddymu sedang mengutuk agar mami mati, kamu cepat memohon padanya, suruh dia tarik kembali kata-katanya, kalau tidak ke depannya kita tidak bisa bertemu mami lagi!” Cheng Cheng tengah menambah minyak di atas api.


__ADS_2