
Hello! Im an artic!
“Jian Yi, kenapa kamu menipuku?”
“Tanyakanlah pada ayahmu tentang ini! Siapa yang menyuruhnya untuk melukai banyak orang, dan akulah salah satu orang yang dia lukai!” Kata Jian Yi dengan suaranya yang merdu, senyum dangkal, dan ekspresi jijik saat melihat Song Sitong. “Kamu yang terlalu liar, kamu tidak bisa menahan godaan. Jika kamu adalah Song Yin, mungkin saja semua tragedi ini tidak akan terjadi! Song Yin lebih baik dari kamu. Dia lebih suka menyakiti dirinya sendiri daripada pergi tidur denganku. Dan kamu? Kamu tidak bisa mengendalikan dirimua! Jadi kamu pantas menjadi orang yang terluka! ”
Hello! Im an artic!
Wajah Song Sitong menjadi pucat. Dia hanya merasa di depannya terlihat seperti iblis.
“Sekarang kamu memiliki dua pilihan. Pertama adalah meninggalkan Kota Feng dan pergi jauh. Setelah waktu yang lama, orang-orang tidak akan mengenalimu lagi dan kamu bisa menghabiskan sisa hidupmu seperti yang kamu mau. Yang kedua adalah terus tinggal di sini dan menderita di bawah mata orang-orang dunia sepanjang hidupmu, sehingga orang akan selalu tahu bahwa kamu adalah wanita yang kotor!”
Jian Yi tertawa dengan anggun, dia melihat Song Sitong lagi dan melanjutkan: “Tentu saja, kamu dapat memiliki pilihan ketiga, yaitu menjadi seorang wanita dan melayani pria yang berbeda setiap malam. Bukankah kamu suka seperti ini?”
Wajah Song Sitong berubah menjadi pucat, “Jian Yi, aku hanya ingin menanyakan satu pertanyaan. Dari awal, apakah kamu tidak punya perasaan padaku?”
Hello! Im an artic!
“Perasaan?” Jian Yi sepertinya mendengar sebuah lelucon, “Memiliki perasaan terhadap wanita sepertimu? Apakah kamu pikir kamu pantas?”
Dalam sekejap, Song Sitong benar-benar sakit hati. Lalu dia melihat Jian Yi, “Sedikit pun tidak?”
“Tidak!” Jian Yi tertawa dengan anggun, “Aku telah menjawab semua yang ingin kamu tanyakan. Bolehkah aku pergi?”
“Jian Yi! Dasar bajingan!”
“Ya, memangnya kenapa?” Jian Yi menaikkan satu alisnya. Tatapan matanya berubah menjadi dingin. “Kamu hanya bisa menyalahkan ayahmu saja. Kamu mempunyai ayah yang sangat baik tanpa batas. Kamu pantas mendapatkan semua ini!”
“Apa yang telah ayahku lakukan padamu? Jelaskan padaku!” Song Sitong menghalangi jalan Jian Yi.
Di malam yang gelap, dia menatap Song Sitong dengan dingin. Dia hanya mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya. Jari rampingnya memegang rokok. Asap putih keluar dan menyemburkannya ke wajah Song Sitong.
Song Sitong menatap wajah Jian Yi dan tiba-tiba dia seperti tidak bisa bernapas. Jantungnya melonjak dengan kencang. Kedua pipinya memerah. Song Sitong membuka mulut untuk memanggilnya, tapi Jian Yi berkata dengan dingin, “Apa yang ingin kamu katakan?”
Song Sitong tercengang. Dia menatap wajah dingin Jian Yi yang kurus namun tegas. Pupil matanya yang dalam dan hitam seperti bintang jatuh di malam hari. Matanya bersinar cemerlang. Kegelapan yang tersembunyi di matanya dan bibirnya tidak menunjukkan ekspresi apapun.
“Jian Yi! Kenapa kamu melakukan ini padaku?”
“Karena kamu adalah keluarga Song!”
“Kupikir setidaknya kamu sedikit menyukaiku!”
“Kenapa? Apakah jantungmu berdebar? Tong Tong?” Jian Yi meraih pinggang ramping Song Sitong, lalu dia mencubit dan meremasnya dengan kuat. Jian Yi tertawa begitu jahat: “Bagaimana? Apakah kamu masih ingin melewati malam yang indah bersamaku?”
Secara samar-samar Song Sitong menyadari maksud jahatnya. Jian Yi memegang pinggangnya begitu kuat, seolah dia ingin mematahkan pinggangnya. Song Sitong memutar tubuhnya dan mencoba mendorongya. Song Sitong berbisik, “Yi …”
__ADS_1
“Jangan panggil aku dengan panggilan itu!” Jian Yi berteriak dengan kencang. Tiba-tiba dengan kuat Jian Yi mendorong Song Sitong ke dinding. Tanpa menunjukkan belas kasihan, Jian Yi tertawa dengan jahat, “Ternyata kamu benar-benar wanita ******! Aku baru saja meninggalkanmu, tapi kamu sudah memiliki banyak pria!”
Wajah Song Sitong yang penuh dengan keheranan, menatap Jian Yi yang melihat dirinya dengan jijik, seperti iblis jahat. Mata Song Sitong yang jernih berangsur-angsur dipenuhi air mata. Dia membuka mulutnya tapi tidak bisa berkata-kata. Benar! Ketika Jian Yi pergi, dia melemparkan rekaman tentang mereka berdua, dan kemudian Jian Yi berkata bahwa rekaman itu berada di tanganYu Jinglan !
Pada saat itu, Song Sitong baru menyadari bahwa Jian Yi mendekatinya dengan suatu tujuan! Song Sitong merasa sangat terpukul, dia mengkhianati Yu Jinglan demi Jian Yi. Sekarang dirinya kehilangan Yu Jinglan , tetapi juga kehilangan Jian Yi. Saat itu, dia merasa dunia ini penuh dengan kebohongan.
Cintanya, begitu rendah hati dan tidak berharga, mudah diinjak-injak oleh Jian Yi!
Jian Yi dengan santai menarik kerah Song Sitong, mengangkatnya dan mendekatan bibirnya. Tangan besar telah masuk ke dalam bajunya, dia memegang bagian tubuh Song Sitong. Lalu Jian Yi berkata kepada Song Sitong dengan provokatif: “Bagian ini sudah lembek dan terkulai pasti karena kamu sudah melayani banyak pria! Sepertinya, lima ratus yuan di klub malam saja, belum tentu ada yang mau, bukan? ”
Song Sitong menggigit bibirnya dengan erat. Kekasaran pria itu membuatnya merasa terhina. Bibir merah lembutnya menjadi pucat. Bulu matanya yang panjang terdapat air yang tipis. Dia menatap pria di depan matanya yang kosong. Apakah ini pria yang dicintainya?
Dia bisa marah pada siapa pun, tapi dia tidak tahu bagaimana harus menghadapinya!
Sambil menekan perasaannya, Song Sitong bertanya lagi. “Pernahkah kamu menyukaiku sedikit saja?”
“Tidak.” Kata-kata tanpa perasaan ini, diucapkan lagi.
“Ternyata begitu!” Song Sitong akhirnya mengerti kalau memang seperti ini. Dia hanyalah boneka saja. Merekalah yang mempermainkan dirinya. Dia hanyalah seorang korban yang menyedihkan, dan dialah yang harus membayar semua tanggung jawab ini.
Wajah Song Sitong sedikit berubah, Jian Yi… Dia adalah pria yang kejam. Mungkin dulu Song Sitong memiliki perasaan padanya, tapi sekarang, sudah tidak ada lagi ilusi tentang Jian Yi. Dengan senyum dingin Song Sitong berbalik dan pergi.
Tidak tahu mengapa, seperti saat ini melihat wajah Song Sitong yang sedih dan diam, alis Jian Yi berkerut, dan bibirnya yang seperti pisaunya mengatup rapat menjadi garis lurus. Dia merasa bersalah terhadap wanita yang pernah mengatakan bahwa dia mencintainya dirinya, meski dirinya tidak mau mengakuiny
“Betul!” Begitu mendongak, Xing Jiabai melihat riasan Song Sitong yang sudah luntur. Song Sitong terlihat sangat berantakan. Xing Jiabai bertanya: “Mengapa kamu bisa seperti ini?”
“Tidak apa-apa!” Song Sitong melambaikan tangannya dan menggelengkan kepalanya, menunjukkan kalau dia tidak apa-apa. Song Sitong duduk di sofa. “Beri aku segelas anggur, aku juga ingin minum!”
Xing Jiabai mengangguk. Dia tidak berusaha menghentikan Song Sitong dan memberikan secanggir anggur padanya.
“Xing Jiabai , aku pergi ke luar negeri!” Song Sitong meminum anggur di cangkir. “Aku akan mendengarkanmu dan pergi ke luar negeri!”
“Anak yang baik!” Xing Jiabai mengulurkan tangan dan menepuk pundaknya, “Ini baru benar! Aku akan mengaturnya untukmu.”
“Xing Jiabai , sepertinya aku salah! Aku baru pertama kali menyadari bahwa aku salah!” Song Sitong meletakkan cangkir di atas meja dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. “Aku benar-benar salah. Aku terlalu bodoh. Aku tidak bisa kembali lagi.”
Sebelumnya dia belum pernah sadar seperti ini. Song Sitong melepas sepatunya dan duduk di sofa. Xing Jiabai merasa kasian pada Song Sitong saat melihat tangannya yang melingkar menutupi wajahnya dan air mata yang mengalir dari jari-jarinya. “Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan, dan jika kamu tahu apa yang salah, kamu bisa memperbaiki semuanya! Semuanya sudah berakhir!”
“Tidak, aku harus menanggung banyak hukuman. Aku tidak akan dapat melewatinya. Akhirnya aku mengerti arti dari kata “Karma”…” Emosi Song Sitong begitu dalam. “Aku juga harus membayar harga yang mahal atas kelakuanku sendiri!”
“Pelajaran bagus!” Kata Xing Jiabai sambil tertawa. “Tapi itu benar. Aku percaya itu. Tapi Tuhan itu pengasih. Kalau kamu tahu kamu salah, kamu tinggal memperbaikinya dan semuanya akan baik-baik saja.”
“Minum!” Song Sitong mengusap wajahnya dan menarik napas dalam-dalam.
Xing Jiabai menuangkan segelas anggur lagi untuknya.
__ADS_1
“Jangan minum terlalu banayk. Kalau minum terlalu banyak, kamu tidak akan tahan!” Mendengarkan suara murni Xing Jiabai dan merasakan kebaikan Xing Jiabai terhadapnya, Song Sitong berkata dalam hatinya bahwa pria seperti Xing Jiabai lah yang harus dia cintai. Di kehidupan selanjutnya, dia harus bisa membuka matanya lebar-lebar dan menemukan pria yang pantas untuk dicintai. Dia tidak akan pernah ditipu sampai begitu menyedihkan lagi seperti dalam kehidupan ini!
“Sudahlah, aku tidak akan mabuk!” Song Sitong menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
Karena sudah menekan terlalu banyak emosi yang rumit, Song Sitong tersenyum lembut dan meminum minumannya sampai habis.
Tidak tahu seberapa banyak yang dia minum, tetapi dia tidak merasa mabuk sama sekali. Otaknya masih sangat jernih.
Xing Jiabai menyalakan TV dan memainkan sebuah lagu. Melodi yang sangat sedih, lagu yang halus dan dalam, membuat orang yang mendengarnya juga merasa tenang.
Song Sitong tenggelam dalam musik yang halus dan sunyi dan ingatannya langsung menyerbunya dengan hebat. Ketidakberdayaan, kemarahan dan kesedihan tidak pernah hilang. Dia masih belum cukup kuat untuk berhati dingin. Jika tidak, mengapa dia terus merasakan sakit?
Perjalanan ini sangat panjang, Song Sitong tidak bisa menebak kemana tujuannya. Di akhir perjalanan, apakah ada yang menunggunya? Apakah benar kalau dia tidak akan pernah mendapatkan kehidupan sederhana yang dia inginkan?
Akhirnya Song Sitong mengerti, apa yang salah dengan langkah-langkahnya.
Satu gelas demi satu gelas Song Sitong meminumnya. Dia membiarkan air mata mengalir bersamaan dengan melodi kesedihan. Minuman keras menyengat tenggorokan, membentuk kepahitan yang tak terkatakan di mulut dan mencapai ke dalam hati yang paling dalam. Song Sitong mengatupkan bibir bawahnya dengan erat, tetapi tangisan yang tak terkendali akhirnya keluar. Saat ini dia setengah mabuk dan setengah bangun.
Kalau saja hari itu dia tidak pergi sembarangan, Song Yin tidak akan mengejarnya, tidak akan mendorongnya untuk menyelamatkannya, ibunya juga tidak akan mendorong Song Yin, dan ibunya tidak akan mati.
Mengapa hari itu dia pergi ke luar? Kalau dia tidak keluar, setidaknya hari itu, ibunya tidak akan mati! Ibu masih memilikinya!
Tanpa ibu, dunianya menjadi berantakan. Ayahnya sangat sedih. Meskipun dia marah, dia bisa melihat betapa ayahnya sangat menyesal saat itu.
Dia tidak mengerti, ayah yang dulu sangat mencintai ibunya, mengapa bisa mengatakan bahwa dia tidak akan mencintai ibunya lagi? Bagaimana bisa ayah yang lembut menjadi begitu berdarah dingin sehingga dia harus memaksa ibunya untuk menceraikan ayahnya?
Ibu, apakah semua ini sebanding dengan orang tanpa perasaan itu? Bu, ibu terlalu egois. Ibu meninggalkanku begitu saja. Apakah ibu merasa bersalah?
Tapi bu, sekarang ibu sudah beba
Tong Tong tahu hati ibu, tahu kepedihan ibu. Ibu, Tong Tong ingin menemanimu, tapi Tong Tong tahu kalau ibu akan sedih! Jadi Tong Tong akan hidup dengan baik.
Hati yang sakit bisa membuat dirinya sangat sedih. Song Sitong meminum habis anggur di gelasnya. Apa itu cinta? Apa itu cinta yang tidak pernah berubah? Yang ada hanyalah cinta yang seperti belenggu. Pernah bersumpah untuk bersama selamanya, tetapi berbalik, satu demi satu menghilang di lautan manusia! Semua ini hanya omong kosong!
Xing Jiabai menatapnya dalam diam. Itu adalahnya dunianya, dia perlu meluapkannya.
Di koridor rumah sakit.
Yu Jinglan berdiri di koridor sambil merokok. Sosok yang kesepian membuat bayangan yang panjang di bawah sinar bulan. Akhirnya, setelah berdiri untuk waktu yang lama, Yu Jinglan berjalan menuju kamar Song Qingquan .
Begitu dia sampai di pintu, dia bertemu dengan Song Yin yang keluar.
Saat berhadapan dengannya, banyak sekali kata tersirat di mataYu Jinglan .
Song Yinmenatapnya sekilas, lalu dia membuka pintu dan langsung pergi.
__ADS_1