
Hello! Im an artic!
“Apakah kamu mau mengatur suasana hatimu?” Xing Jiabai mengerutkan keningnya.
“Haha……” Song Yin tertawa, Song Yin hanya bisa tertawa karena pria ini bisa membaca pikiran orang.
Hello! Im an artic!
“Sudahlah, jangan menginap di hotel, kakak ada tempat yang bisa dipinjamkan untukmu, kamu bisa bersembunyi selama tiga hari dan tidak akan digangu orang termasuk Yu Jinglan juga tidak bisa menemukanmu!”
“Benarkah?”
“Apakah pria sebaik aku akan berbohong?” Mata Xing Jiabai bersinar dan melihatnya sambil mengangkat alisnya.
Hati Song Yin tergerak setelah dia memikirkanya sebentar dan mengangguk, “Baik! Aku percaya denganmu!”
Hello! Im an artic!
“Mari kita pergi!” Xing Jiabai berdiri dan menariknya dengan gentle.
“Aku memang harus bersembunyi selama tiga hari supaya tidak ada yang menemukanku, apakah kamu yakin tempatmu aman?”
“Tentu saja!” Xing Jiabai menjamin dengan percaya diri, bibirnya yang seksi tersenyum, senyumnya selamanya penuh pesona.
Di dalam matanya yang menggoda ada arti dalam yang tidak bisa dilihat. Song Yin meliriknya lalu tertegun, dirinya benar-benar menggoda.
Setelah naik ke mobil Xing Jiabai tidak menyalakan mobilnya dulu tapi mengeluarkan ponselnya, “Halo! Tolong siapkan dua setel baju wanita, dua setel baju tidur, gaun dua setel, selain itu juga perlengkapan harian wanita, benar! Tingginya?”
Xing Jiabai memiringkan kepalanya untuk melihat Song Yin lalu berkata, “Sekitar 163 cm, sekitar dadaku, benar, siapkan yang terbaik!”
Setelah dia menutup teleponnya, dia tersenyum menggoda.
“Apakah kamu siapkan untukku?” Song Yin menatapnya penuh curiga.
“Apakah kamu pikir tempatku sering ada wanita?” Xing Jiabai menjawabnya dengan samar masih dengan senyuman khasnya.
“Terima kasih!” Song Yin merasa hatinya hangat dan berterima kasih dengan perhatian Xing Jiabai.
Apartemen menghadap laut di Kota Feng.
Xing Jiabai membawa Song Yin dari bagasi rumahnya ke lift.
“Tempatmu di sini? Tempat di sini sangat mahal!” Song Yin merasa kaget, di sini dekat pantai yang merupakan apartemen termewah diKota Feng setinggi 28 lantai, katanya setiap hari bisa melihat matahari terbit dari dalam rumah tapi harganya sangat mahal, gaji setahun pegawai negeri sepertinya hanya bisa membeli sebesar satu meter persegi.
Tampang kagetnya membuat Xing Jiabai tertawa. “Benar, memangnya kenapa jika tinggal di sini?”
“Aku pikir orang yang tinggal di sini sangat luar biasa tidak diduga biasa saja!” Song Yin berkata pelan.
Xing Jiabai merasa kaget karena kata-kata ini keluar dari mulut seorang wanita seperti Song Yin dan dia merasa lucu juga merasa sayang, dia sebenarnya juga merupakan seorang wanita yang suka berimajinasi tapi hanya karena suatu alasan membuatnya terlihat lebih dewasa dibandingkan dengan wanita seusianya tapi Xing Jiabai merasa sangat beruntung bisa melihat sisinya ini.
Mereka terdiam untuk beberapa saat. Lift bergerak ke lantai paling atas dan Song Yin melihat jika angka lift menunjukkan angka lantai 27.
Dia masuk ke sebuah apartemen dan Song Yin terkejut dengan dekorasi sederhana dan juga jendela yang besar, “Ah! Cantik sekali!”
Di sini bisa melihat laut dari jendela, meskipun gelap tapi dia bisa melihat lampu indikator di laut maka dia tahu jika dia melihat laut.
“Benaran bisa melihat laut, jika begitu, bukankah besok pagi bisa melihat matahari terbit?” Song Yin kaget dan bersemangat sehingga wajahnya memerah. Di dalam matanya ada malu dan juga putus asa.
__ADS_1
Ternyata dia juga bisa bersemangat seperti ini, dia kembali tenang lagi setelah berteriak kencang dan terlihat bersemangat saat ini seolah-olah telah melupakan semua masalahnya.
Xing Jiabai memiringkan kepalanya sambil tersenyum. “Kamu bisa tinggal dan menutup diri selama tiga hari di kamar pertama di sebelah kiri, kamarku ada di seberangmu, kamu boleh tidak keluar selama tiga hari ini dan aku bertanggung jawab mengantarkan makanan ke depan pintumu, kamu boleh memilih untuk tidak bertemu denganku atau aku juga bisa pergi dari sini jika kamu merasa tidak leluasa dan aku akan tinggal di luar!”
“Ah……” Song Yin kaget dan merasa tidak enak. “Tidak, tidak perlu, terima kasih karena kamu membiarkanku tinggal malam ini, bagaimana aku bisa mengganggumu!”
“Jika begitu kamu bersikap biasa saja, barangnya akan segera tiba dan aku akan pergi mandi dulu, setelah itu akan mencari makanan karena aku sudah lapar!” Xing Jiabai mengangkat bahunya dan langsung masuk ke kamarnya sendiri lalu berkata lagi, “Silakan, jangan sungkan!”
Song Yin membuka pintu kamar yang ada di sebelah kiri dan masuk, desain di dalamnya hitam putih sehingga terlihat sangat kontras, gordennya berwarna putih, bantalnya berwarna hitam dan hanya ada tempat tidur, Song Yin duduk di atasnya dan berbaring sehingga dia merasa kesepian lagi di dalam kamar yang sunyi.
Bagaimana reaksinya?
Hong Jing.
Yu Jinglan sangat marah setelah berbicara di telepon dengan Song Yin tapi meskipun marah dia tidak ragu meneleponnya.
Tapi notifikasi mengatakan jika teleponnya sedang dimatikan.
Dia benar-benar berani mematikan ponselnya.
Dia menelepon lagi. “Maaf! Telepon yang Anda panggil sedang di luar jangkauan! Silakan telepon beberapa saat lagi!”
Ponselnya terus dalam keadaan mati.
Sangat aneh!
Dia merasa tidak tenang.
“Lan, di mana Song Yin?” Du Liling melihat sekeliling tapi tidak melihat Song Yin.
Dia mau pergi setelah itu tapi Du Liling menahannya. “Kamu mau ke mana?”
“Ada urusan!” Nada suara Yu Jinglan sangat dingin sambil melepaskan tangan Du Liling dan berjalan keluar. Hatinya merasa aneh, ada perasaan asing yang datang seolah-olah ada barang penting yang perlahan-lahan hilang dari hatinya.
Yang membuatnya panik dan takut!
Dia mau bertemu dengannya. Segera!!
Suasana hatinya yang kacau tidak bisa dikendalikan, dia ingin segera bertemu dengannya. Ada suara angin di dalam telepon, seharusnya itu laut maka dia segera meluncur ke sana, tapi dia tidak melihat bayangannya di sana, tidak tahu berapa lama dia mencarinya tapi tidak ketemu.
Dia tidak bisa mengendalikan emosinya, dia terus meneleponnya tapi jawabannya tetap sama. “Telepon yang Anda panggil sedang di luar jangkauan!”
Mobilnya mengarah ke komplek Li Yuan lalu dia segera naik ke atas dan membuka pintunya tapi di sana sangat sunyi dan tidak ada orang.
Lalu dia memikirkan asrama yang ada kampus Song Yin, dia membangunkan penjaga asrama dan membiarkan dia mencarinya ke atas tapi dia menemukan dia tidak ada di sana.
Emosi Yu Jinglan sangat kacau dan dia kembali ke mobilnya lalu menyalakan rokok. Mata hitamnya terlihat bersinar tajam.
Song Yin keluar dari kamar.
Pada saat ini, pintu kamar Xing Jiabai terbuka, dia memakai jubah mandi yang memperlihatkan dadanya yang kekar dan keluar begitu saja, “Oh ya, aku lupa memberitahumu jika kamarmu tidak ada sprei dan selimut, aku akan mengambilkannya sebentar lagi!”
Badannya masih basah dan menetes ke lantai dari rambutnya.
Song Yin tertegun lalu segera memalingkan kepalanya karena dia merasa malu melihat pria yang baru selesai mandi di rumah seorang pria asing.
Xing Jiabai seperti menyadarinya sambil tersenyum, “Baik, aku pergi ganti baju!”
__ADS_1
Song Yin menatap Xing Jiabai berjalan ke kamarnya, mulutnya terbuka seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa bersuara.
Tidak lama kemudian, Xing Jiabai mengenakan pakaian rumah yang terlihat santai, dia sudah selesai mandi sambil membawa sprei dan selimut sambil melirik Song Yin. “Kamu lakukan sendiri! Tidak perlu aku melayanimu kan nona?”
“Terima kasih!” Song Yin berterima kasih. “Aku bisa melakukannya sendiri!”
Pintu rumah berbunyi, Xing Jiabai berpaling lalu tersenyum kepada Song Yin. “Pakaian kamu datang, aku akan pergi mengambilnya!”
“Ya!”
Dia melihatnya keluar mengambilkan bajunya penuh semangat sehingga membuat Song Yin menggelengkan kepalanya.
Tidak lama kemudian, dia membawakan bajunya.
Merek Chanel.
Song Yin kaget melihat kedua setel baju itu, “Ini terlalu mahal!”
“Sudahlah, jangan ungkit masalah uang, ada sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang, misalnya kebaikanku! Cepat mandi dan ganti bajunya, aku pergi makan dulu karena sudah lapar, benar-benar lapar!” Xing Jiabai mengedipkan matanya sambil menutup pintunya.
Song Yin sekali lagi tertawa karena kelakuannya, Xing Jiabai mirip anak-anak.
Xing Jiabai tersenyum setelah dia keluar, dia merasa tidak bisa berkata-kata dan dia membuka kulkas untuk mencari makanan dengan hatinya senang.
Semua yang ada di rumahnya sangat sederhana, hanya dapurnya yang rumit, semuanya ada, bisa dikatakan itu benar-benar komplit.
Setelah Song Yin mandi dan merapikan sprei dan berganti baju, dia keluar untuk mengucapkan selamat malam kepada Xing Jiabai, tapi dia terkejut ketika melihatnya sedang sibuk di dapur.
Dia melihat Xing Jiabai memakai sebuah celemek berwarna perak yang sedang menggoreng sesuatu dan di meja makan sudah ada steak yang sudah matang. Warnanya sangat bagus bahkan lebih bagus dari masakan restoran, terlihat seperti gambar yang ada di dalam buku resep.
Dia benar-benar tertegun pada saat ini.
Karena dia tidak menduga Xing Jiabai bisa memasak. Dia lebih tidak menyangka jika Xing Jiabai bisa memasak sebaik ini? Selain itu juga masak makanan barat? Penemuan seperti ini terasa aneh yang membuat orang tertegun.
Mengapa kedua presiden di Grup Yu bisa memasak?
Song Yin menatap Xing Jiabai dengan kaget untuk waktu yang lama.
“Kamu sudah keluar? Mari makan bersama, kamu sepertinya tidak makan malam, kamu kaget bukan?”
Song Yin berdiri di samping meja makan dan matanya berkilau sambil menatap Xing Jiabai dengan kaget dan bergumam, “Kamu, kamu bahkan bisa masak.”
“Oh, aku tidak tahu pria mana lagi yang kamu kenal yang bisa masak selain Lan! Apakah kamu merasa kaget melihatku bisa memasak?”
“Benar!” Song Yin berkata dengan jujur karena dia terlihat seperti seorang pangeran yang suka berfoya-foya, tapi mengapa dia bisa memasak?
“Melihat orang jangan lihat penampilannya saja, sama seperti diriku, aku terlihat terbuka tapi aku sangat terampil, aku jamin orang yang ikut denganku pasti makan enak seumur hidup.”
Song Yin merasa senang. “Kamu sangat bisa membanggakan dirimu sendiri.”
Tapi karena sikap suka bercandanya ini membuat orang merasa tidak lelah ketika berbicara dengannya sehingga bisa santai. “Apakah bagianku juga ada?”
“Tentu saja! Makanan bagus harus dinikmati bersama.” Xing Jiabai mengedipkan matanya sambil melihatnya, dia membawa steak yang sudah siap ke meja makan dan duduk.” Silakan duduk, Nona Song yang cantik!”
“Ah, baik, terima kasih……” Song Yin tidak sungkan dan duduk menikmati steak bersamanya.
Hanya saja, ketika mereka berdua makan steak buatan Xing Jiabai di apartemennya, pada malam di Kota Feng, ada seorang pria yang membawa mobil Bugattinya mencari Song Yin tanpa tujuan.
__ADS_1