
Hello! Im an artic!
Lagipula dia telah menghinanya sejak dia meminta rekaman itu untuk kakaknya maka dia sudah terbiasa.
Dia menahannya karena dia memberitahukan kepada dirinya sendiri bertahan demi rekaman itu, demi keluarga Song, demi kata-kata ayahnya yang menyuruhnya membuat Yu Jinglan jatuh cinta kepadanya tapi dia tahu jika dia tidak akan jatuh cinta kepadanya! Selamanya juga tidak akan!
Hello! Im an artic!
“Benar! Aku sedang berpura-pura! Aku selama ini terus berpura-pura karena telah memberikan perawanku kepada orang lain, bagaimana hasil penyelidikanmu? Meskipun kamu telah memeriksaku tapi aku tetap memberikannya kepada orang lain!” Dia tidak indin terus dihina dan diancamnya, paling-paling semuanya akan ikut hancur maka dia mengatakan kata-kata ini sambil tersenyum tegas dan tidak mengaku kalah.
Song Yin membiarkan dirinya tenang karena dia melihat pemberontakannya tidak berhasil sambil menatap Yu Jinglan dengan mata besarnya dengan tampang yang menakutkan.
“Kamu berhasil memancing semangatku!” Yu Jinglan menarik tangannya untuk merobek kemeja Song Yin sehingga branya terlihat jelas.
“Ah……” Song Yin kaget dan reaksi pertama adalah menutup dada dengan kedua tangannya sambil berteriak, “Jangan di sini!”
Hello! Im an artic!
Yu Jinglan mana mungkin memberinya kesempatan, dia menekan tangannya di atas kepala dengan tangan besarnya. “Apakah ada bedanya? Cukup selama bisa membuatku puas!”
“Jangan! Kakak besar Yu! Jangan!” Song Yin merasa takut ketika berhadapan dengan Yu Jinglan karena dia merasa sangat panik sehingga dia mendorongnya dan tidak berani menatapnya serta berusaha melepaskan diri darinya dan segera pergi.
Tapi keberadaan pria ini seperti menekan udara yang ada di sekitarnya sehingga membuatnya kehabisan napas dan dia tahu sejak dia menikah dengannya maka kehidupannya dibawa ke neraka bersama monster ini.
“Mengapa tidak bisa? Hah? Song Yin, istriku tersayang?” Yu Jinglan menghinanya dengan tatapan rumit, marah, menghina juga perasaan yang kacau…..
Song Yin memberontak dengan napas terengah-engah, “Kakak besar Yu, kita pulang ke rumah? Jangan lakukan di sini!”
Tampang memohonnya membuat dia tersenyum kejam dan tangannya yang panjang membelai rambut Song Yin lalu menurun ke lehernya…..
Lalu dia mencekiknya dan ingin membuatnya mati karena wanita brengsek ini bahkan memberikan perawannya kepada orang lain, bagaimana dia bisa menahan amarah ini?
Dia segera tersenyum dingin sambil menahan amarah dalam hatinya, “Wanita yang berani membelakangi suami dan berbuat macam-macam bisa takut bercinta di sini?”
“Kakak besar Yu!” Song Yin menggigit bibirnya dan wajahnya terlihat pucat.
“Heng! Menarik, kamu sedang memprovokasi kesabaranku!” Badan Yu Jinglan menempel di tubuh Song Yin sehingga membuat jantungnya berdetak kencang karena kedekatan seperti ini dan dia terus meronta supaya bisa menjaga jarak dengannya…..
Kelembutan yang terus menggosok tubuhnya membuat Yu Jinglan mengerutkan keningnya karena dia tidak menyangka jika wanita ini begitu mudah membuatnya tertarik, perasaan lembut itu segera masuk ke dalam otaknya, badannya…..
Ketika memikirkannya, perasaan dan api menyebar di seluruh tubuhnya dan pada saat ini hatinya bergejolak karena dia awalnya hanya ingin bermain-main dengannya.
“Kakak besar Yu, bolehkah kamu melepaskanku?” Dia tidak bisa memohon lagi dan ingin segera melepaskan diri dan perutnya bersentuhan dengan sesuatu yang keras di saat dia sedang meronta, ini…..
“Kamu menggodaku ya?” Dia bernapas terengah-engah dan matanya menyipit seperti binatang buas dan seluruh badannya menekan Song Yin dengan keras sambil berbisik di telinganya.
Setelah dia mengatakannya, dia tidak peduli apakah dia bersedia atau tidak lalu dia membuka kaki panjangnya dan tangannya masuk ke dalam roknya untuk membuka ****** ********.
“Jangan!” Song Yin berteriak karena panik.
__ADS_1
Dia membuka ikat pinggangnya sambil mengeluarkan naga api yang bersemangat tinggi lalu mengangkat kaki ramping Song Yin sambil melahapnya tanpa perasaan dan amarah sepenuhnya.
“Sakit!” Song Yin mengerutkan keningnya, “Kakak besar Yu…..”
Matanya terlihat membara dan suaranya terdengar serak, “Wanita, ini bukan kali pertama, jangan sok suci?”
“Jangan! Kamu bajingan Yu Jinglan !” Song Yin melampiaskan semua kemarahannya dengan kata-kata kasar karena dia bahkan tidak pernah membayangkan dia akan memperkosanya di sini.
Karena tahu dia tidak bisa memberontak maka dia hanya bisa mengumpat.
“Heng! Wanita ****** dan bajingan adalah pasangan yang cocok!” Kata-kata yang tidak berperasaan dan dingin keluar dari mulutnya dan dia saat ini terlihat seperti binatang buas yang sedang merobek mangsanya.
Dia dipaksa!
Song Yin tidak bisa menolaknya dan dia juga tidak ingin menikmatinya bahkan jika keterampilan Yu Jinglan sangat bagus tapi dia tidak akan mengizinkan dirinya untuk menjadi wanita yang jorok dan sebenarnya dia tahu jika dia akan semakin bersemangat jika dia semakin takut maka dia hanya bisa menatapnya tanpa ekspresi sambil menahan serangannya.
Matanya menyipit melihat ekspresi matanya yang teguh.
Terlihat jelas jika Yu Jinglan terkejut dengan penampilan Song Yin tapi dia tidak marah dan matanya terlihat sinar yang berbeda karena dia tidak menyangka jika ada wanita yang tidak ada ekspresi ketika sedang berada di bawahnya sehingga ini melukai harga dirinya.
Dia tiba-tiba masuk lebih dalam lagi sehingga Song Yin kesakitan sambil mengerutkan keningnya sedangkan Yu Jinglan tersenyum karena permainannya baru saja dimulai…..
Sebuah serangan yang menyakitkan membuat Song Yin menghela napas lalu serangannya semakin dalam lagi yang membuatnya sakit tapi bahagia sehingga dia tidak bisa menahan perasaan asing ini dan pikirannya perlahan-lahan menjadi kacau…..
“Ah…..” Panas seolah-olah merobek tubuhnya sehingga membuatnya kesulitan bernapas dan sebuah erangan keluar dari mulutnya.
Tidak!
Tidak bisa!
Di sini adalah di luar, dia tidak boleh bersikap seperti ini! dia juga tidak bisa membiarkan orang lain melihat tampangnya yang menyedihkan, tidak boleh! Dia menggigit bibirnya dan kukunya menusuk lengan tangan Yu Jinglan .
Kenikmatan membuatnya tidak bisa mengendalikan diri maka dia menggigit bibirnya sampai berdarah tapi dia tetap tidak bersuara dan air mata mengalir dari matanya dan semakin deras karena badannya sakit dan hatinya lebih sakit lagi…..
Meskipun air matanya jatuh tapi dia tetap memilih tidak bersuara.
Kepalanya pusing!
Dia merasa pusing karena benturan.
Dia merasa semakin pusing tapi dia tidak boleh menunjukkan kelemahannya pada saat ini maka dia hanya bisa menatapnya.
Yu Jinglan tiba-tiba menundukkan kepalanya dan napasnya mengenai wajahnya.
Dia tiba-tiba teringat ketika kali pertama melihatnya sambil menyapanya dengan senyuman dan dia berkata : Adik kecil, kamu imut sekali!
Semuanya terlihat dekat tapi berbeda dunia dan pria yang tersenyum cerah itu telah menghilang dan berubah menjadi monster.
Momen indah di depannya segera berakhir dan Song Yin merasa dia sangat lelah lalu dia perlahan-lahan menutup matanya dan membiarkan air matanya jatuh…..
__ADS_1
Sebelum kesadarannya hilang dia seolah-olah mendengar Yu Jinglan berkata, “Kamu seharusnya ingat bagaimana jadinya jika membuatku marah! Lebih baik kamu jangan membiarkanku tahu siapa pria itu, jika tidak dia akan binasa!”
Suaranya yang dingin masuk dalam telinganya sehingga dia menggigil dan masuk ke dalam kegelapan….
Mobil Bugatti melaju dan jari panjang Yu Jinglan disandarkan dengan malas di jendela mobil dan tangan lainnya memegang setir, angin malam menyentuh wajahnya yang tampan lalu dia memalingkan wajah untuk melihat wajah kecil yang kelelahan dan air matanya masih belum kering dan terlihat kasihan.
Tapi dia tersenyum dingin ketika dia mengingat dia memberikan perawanannya kepada orang lain……
Dia melihat sebuah mobil merah mini yang terparkir di halaman ketika masuk ke dalam vila.
Yu Jinglan mengerutkan keningnya dan mobil masuk ke dalam.
Mobil mini merah terbuka ketika dia melihat ada mobil yang masuk dan terlihat sebuah kaki panjang yang ramping dengan sepatu tumit tinggi hitam dengan stoking hitam yang seksi.
Dia membuka pintu mobilnya lalu melihat Song Yin yang tertidur dan dia menutupi tubuhnya dengan jasnya.
“Lan!” Orang yang datang adalah Song Sitong.
Yu Jinglan mengerutkan keningnya sambil mencibirnya. “Ada urusan apa nona besar Song?”
“Lan!” Song Sitong berjalan maju dan tangannya ingin merangkul Yu Jinglan .
Tapi dia menghindari tangannya.
Song Sitong merasa canggung dan menganggap tidak terjadi apa-apa. “Lan, kamu sudah menikah dengan Yinyin sehingga kita tidak ada hubungan lagi maka kembalikan rekaman itu kepadaku!”
Yu Jinglan hanya melihatnya tanpa bicara.
Song Yin sudah bangun sewaktu Yu Jinglan turun dan menutup pintunya, dia melihat kakaknya Song Sitong sedang membicarakan sesuatu dengan Yu Jinglan .
Dia melihat dirinya tertutup jas Yu Jinglan dan dia merasa jika dirinya akan hidup seperti seorang penjahat sehingga dia tidak punya harapan dengan masa depannya dan dia tahu jika dia akan kalah melawannya.
Dia perlahan-lahan memungut bajunya lalu memakainya, turun dan berdiri di samping pintu lalu menyapanya. “Kakak!”
Song Sitong melihat Song Yin yang ada di mobil dengan memakai jas Yu Jinglan maka matanya menjadi tajam sambil memelototinya.
Song Yin tahu jika dia menyalahkannya karena dia masih belum mendapatkan rekamannya maka dia hanya bisa menghela napas tanpa daya.
Song Sitong berkata lagi, “Lan, apakah kamu bisa kembalikan kepadaku mengingat hubungan kita dulu?”
Yu Jinglan tersenyum dan berkata, “Tong tong tercinta, bukankah kamu akan mendapatkan kesenangan jika aku mengembalikannya kepadamu? Kebahagiaan tidak bisa didapatkan dengan begitu mudah.”
Dia adalah Yu Jinglan ! Monster!
Song Yin menghentikan langkahnya dan Song Sitong melihatnya dengan marah.
Ini adalah Yu Jinglan yang bisa dengan mudah mempermainkan orang dan Song Yin perlahan-lahan berbalik dan melihat Song Sitong yang menangis, “Lanlan, aku yang salah! Aku mohon!”
Song Sitong sangat jarang menangis tapi dia sedih melihat Yu Jinglan pulang bersama Song Yin karena ini sebenarnya adalah kebahagiaannya tapi direbut oleh Song Yin dan dia menangis sedih.
__ADS_1