AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 118 Dialog Yang Keras


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mu Xue hanya segera berkata: “Tuan, tolong jangan mengangguku lagi, anda sungguh salah sambung!”


Dia segera menutup telepon setelah selesai bicara.


Hello! Im an artic!


Du Jing bengong, ini kedua kalinya dalam sehari melihat wanita ini menangis dengan sedih dan putus asa begini, tiba-tiba ada sebuah pikiran buruk dalam hatinya. “Xiao Xue, apakah ayah anak ini tidak mengakuinya?”


Mu Xue terpaku dan tidak menjawab, dia mendengar Du Jing berkata lagi: “Xiao Xue, kamu jangan takut, aku akan membantumu kalau kesulitan! Anak ini tidak bersalah!”


Mu Xue lebih bengong lagi, apakah Du Jing salah paham kalau dia mau aborsi?


Dia dan Du Jinga hanya kolega, tapi hatinya menjadi hangat saat mendengar ucapannya. “Terima kasih…… Aku bisa sendiri! Aku akan melahirkan anak ini!”


Hello! Im an artic!


“Kamu jangan sungkan, kita ini teman, aku juga tidak punya banyak teman, selain ayah angkatku aku juga biasanya tidak begitu bergaul dan punya waktu, aku bisa membantumu menjaga anak!” Du Jing bicara begitu banyak, sampai dirinya sendiri merasa aneh, ini pertama kalinya dia begitu banyak bicara!


Dukungannya membuat mata Mu Xue semakin memanas, dia menunduk dan air mata semakin banyak!


“Jangan menangis!” Dia sungguh tidak tahan melihat gadis yang menangis, dia langsung tidak tahu harus bagaimana begitu Mu Xue menangis! Dia hanya melihatnya dengan terpaku. “Jangan menangis lagi ya! Bukankah langit tidak runtuh?”


Ucapan “Langit tidak runtuh” itu membuat Mu Xue terkejut, ini ucapan yang sering dikatakan ayahnya, ternyata dia juga mengetahuinya, sungguh terasa akrab! Hati Mu Xue menghangat seperti ada keluarga saja dan segera mengusap air matanya, tiba-tiba tersenyum lebar: “Du Jing, benar apa katamu, langit tidak runtuh!”


Du Jing terkejut, sikap Mu Xue berubah drastis sekali!


“Ya! Ayo kita pergi! Bukankah mau menjemput Cheng Cheng?”


“Ya! Tapi apa kamu punya waktu?”——


Seluruh badan Qin Yinuo menjadi dingin saat melihat telepon yang diputus, dia terkejut, tidak mungkin, mana mungkin Xiao Xue check-in hotel dengan pria lain?


Tidak! Dia bukan orang yang begini!


Qin Yinuo tidak percaya! Dia segera keluar dan mengabaikan orang di sofa itu, langsung berlari keluar.


“Kakak ipar, kamu mau kemana?”


“Yihui, aku mau keluar sebentar!” Dia pergi tanpa menjelaskan apapun!


Orang di sofa itu malah meringkuk. “Nuo……Jangan pergi……”


Du Jing mengantar Mu Xue ke rumah keluarga Qin, Mu Xue tidak menyangka Qin Maoxiang akan meminta Tian Yu keluar juga!


Tian Yu langsung memeluk Mu Xue begitu melihatnya. “Mami! Mami! Aku rindu sekali padamu!”


Du Jing terpaku! Muncul lagi anak lainnya!


Anak ini juga memanggil Mu Xue mami?


Cheng Cheng memiringkan kepala melihat Qin Maoxiang sekilas, menyadari pandangannya yang sangat tidak senang, “Kakek, sungguh ingin membiarkan Tian Yu tinggal bersama mami? Bukankah kamu tidak setuju?”

__ADS_1


Qin Maoxiang mendengus dingin, dia bisa bagaimana? Hanya bisa berkompromi dan mengalah, wanita ini tidak bisa diancam, dia hanya bisa berbuat begini!


“Mu Xue, kamu bawa Tian Yu pergilah! Aku izinkan dia tinggal sebulan denganmu!” Qin Maoxiang berkata dingin, “Biarkan dia pulang menjengukku seminggu sekali!”


“Ah——” Mu Xue bengong, apa maksud kakek Qin ini?


Qin Maoxiang lebih marah saat melihat Du Jing dan Mu Xue datang bersama, dia menarik Cheng Cheng ke pintu untuk menghindari Mu Xue dan Du Jing sambil berkata pelan: “Lihatlah, paman itu disana mau menjadi ayah tirimu!”


“Kakek, kamu sungguh tukang gosip! Paman Du tidak berniat mengejar mami! Lagipula, paman Du begitu keren, juga lebih tinggi dari paman Qin, kalau dia menikah dengan mami, anak mereka pasti tinggi dan tegap, pasti lebih gagah dari Tian Yu!”


“Anak bandel, kamu ingin mencarri ayah tiri untuk dirimu sendiri dan Tian Yu?” Qin Maoxiang mengernyitkan alis. “Wanita yang baik tidak menikah lagi, kamu ingin mami kamu menikah dengan dua pria?”


“Tapi mami juga belum pernah menikah kan?” Cheng Cheng berkata bingung: “Apa dia pernah menikah dengan paman Qin? Apakah mami pernah bercerai dengan paman Qin?”


Cheng Cheng bicara sambil melotot dan terlihat curiga sekali.


“Anak kecil, untuk apa kamu urusi mami kamu pernah menikah atau tidak? Pokoknya mami kamu bukan wanita yang baik kalau menikah dengan pria lain, apa kamu ingin mami kamu menanggung reputasi yang buruk ini?” Qin Maoxiang ini pria licik, langsung menjebak rasa penasaran Cheng Cheng.


“Kakek, akan ada orang yang memarahi mamiku? Kalau begitu, bukankah para tante yang menikah lagi juga akan dimarahi orang? Kenapa rupanya kalau bukan wanita baik? Wanita baik itu selalu ditindas! Paman Qin sendiri menghilang, untuk apa aku membantunya? Aku mau mami menikah dengan Paman Li, atau dengan paman Du! Ya! Paman Du saja, paman Du satu kantor dengan mami, akan gampang berangkat kerja! Nanti juga tidak perlu khawatir mami diganggu orang mesum, aku juga tenang kalau ada paman Du yang keren dan melindungi mami.” Cheng Cheng tidak masuk perangkap dan bicara sendiri.


Ini membuat Qin Maoxiang marah sekali! “Anak kecil, sudah adat lama kalau wanita baik itu tidak menikah lagi, mengerti?”


“Tapi juga terlalu tidak adil! Kenapa harus begitu? Bukankah masih ada pepatah lain? Kakek, apakah kamu belum pernah mendengarnya? Tante Mi Ling bilang pada mami, kenapa harus menggantung diri di satu pohon?” Cheng Cheng bicara dengan semangat.


“Eh! Kamu liat Tian Yu itu manis atau tidak?” Qin Maoxiang segera menahan sifat dirinya yang panik dan mulai menipu begitu melihat anak ini tidak terjebak.


“Manis! Tian Yu sangat manis, tapi dia akan semanis aku kalau hidup bersama ibuku, mungkin lebih manis dariku! Kamu lihatlah, sekarang Tian Yu ditakuti olehmu sampai menjadi anak perempuan!”


“Anak bandel, kenapa kamu selalu melawanku?”


“Siapa yang menyenangkan hatinya?”


“Kakek tidak bermaksud begitu ya? Baiklah, biarkan mami bersama paman Du saja!” Cheng Cheng melihat kedua orang di luar pintu, merasa paman Du lebih tinggi besar dari paman Qin saat melihatnya. “Ya! Paman Du sangat cocok dengan mami! Putri mereka nanti juga pasti akan jadi model! Ya, keren sekali kalau adikku seorang model!”


“Huh!” Qin Maoxiang mendengus dingin. “Tapi dia tidak setampan putraku, walaupun nanti putri mereka tinggi juga tidak pasti cantik! Akan susah menjadi model kalau jelek lho!”


“Bisa operasi plastik di Korea! Di televisi bilang kalau bedah plastik di Korea hebat sekali! Kakek, kamu juga pergi mengencangkan kulit ya, agar kerutan di keningmu hilang, itu jelek sekali! Kalau paman Qin sama sepertimu, bukankah mami akan rugi! Mami tidak pantas berdampingan dengan orang tua yang jelek!”


“Kamu——” Qin Maoxiang hampir mati muntah darah!


Bibi Zhang melihat wajah kakek yang menahan emosi dengan bengong dan tiba-tiba tertawa. “Kakek, anak ini sungguh pandai bicara, manis sekali! Aku sungguh suka padanya!”


“Bisa membuatmu kesal sekali!” Qin Maoxiang terdengar sedikit sayang.


“Kakek, emosimu juga terlalu besar.” Cheng Cheng mengerutkan alis, alis itu ternyata sedikit mirip dengan Qin Maoxiang, bibi Zhang terpaku, anak ini sungguh berjodoh dengan kakek, juga satu-satunya orang yang bisa membuat kakek tidak bisa bicara!


“Anak kecil, kita berdiskusi sebentar ya?” Qin Maoxiang meneruskan triknya.


“Kakek! Katakan saja apa yang ingin kamu katakan! Pasti ada sesuatu kalau tiba-tiba memanggilku ke rumahmu! Semalam tidak bilang, hari ini juga tidak bilang, aku sudah mau pergi!”


“Perusahaan paman Qin besar atau tidak?” Qin Maoxiang bertanya.


“Besar! Sangat keren!” Cheng Cheng berkata jujur. “Dulu pernah melihatnya, ada gedung yang tinggi sekali!”

__ADS_1


“Nantinya kamu ingin punya perusahaan yang begini?”


“Ya! Ingin!”


“Bagaimana kalau kamu jadi penerus keluargaku?” Qin Maoxiang terus berkata.


Bibi Zhang terpaku! Apa maksud kakek ini? Apa mau menghadiahkan Qin Shi pada anak ini?


“Kenapa?” Cheng Cheng bingung.


“Mintalah ibumu menikah dengan paman Qin, kamu juga ikut marga Qin dan jadi cucuku, ikut mengurusi Qin Shi, menjadi CEO, semangat kan?”


Cheng Cheng menahan bibirnya dan menggeleng. “Kakek, aku tidak mau menjadi CEO keluargamu!”


“Eh!” Qin Maoxiang juga terkejut.


“Aku mau buka perusahaan sendiri, tidak mau milik orang lain!” Cheng Cheng tertawa saat bicara, matanya yang besar melengkung seperti bulan sabit. “Nanti kalau aku sudah punya perusahaan, aku akan menjadikan mami sebagai komisaris, kakek, nanti jabatan mami akan sama denganmu! Lebih baik kamu urusi baik-baik perusahaanmu! Hati-hati jangan sampai nanti aku hancurkan!”


“Arogan sekali!” Qin Maoxiang tertawa terbahak-bahak.


Ucapan ini sama persis dengan dirinya saat kecil dulu.


Suara tawanya segera menarik perhatian Mu Xue diluar pintu dan baru sadar kalau mereka sudah lama sekali diluar pintu, hampir melupakan Cheng Cheng, hatinya merasa bersalah.


“Kakek tidak percaya?” Cheng Cheng masih bicara dengan Qin Maoxiang. “Tunggu saja kalau begitu! Kakek harus panjang umur, kalau tidak, tidak akan bisa melihatnya!”


***


Kembali kedalam mobil.


Mu Xue duduk di samping pengemudi, kedua anak di barisan belakang, Du Jing mengemudikan mobil dengan tenang.


Kedua anak mengobrol dengan senang, Tian Yu seperti burung kecil yang keluar dari sangkar dan bicara tanpa henti. “Mami, aku rindu sekali padamu! Sudah lama aku tidak melihatmu, kenapa mami tidak datang menjengukku?”


“Tian Yu, mami yang salah! Kakek sudah setuju mengizinkan kamu tinggal bersama mami selama sebulan, senang tidak?” Mu Xue merasa sedih, tidak disangka kakek Qin akan melepaskan mereka, tapi kakek Qin memperingatinya sebelum datang.


“Menjadi seorang ibu harus menjaga sikap, jangan sembarangan berhubungan dengan pria lain, akan mempengaruhi kesehatan mental anak-anak!”


Mu Xue masih tidak mengerti apa yang terjadi? Akhirnya baru sadar kalau kakek Qin mungkin salah paham padanya dan Du Jing, sebenarnya mereka hanya kolega yang baru kenal saja!


“Mami, sebenarnya kakek Qin ini juga tidak terlalu jahat kan?” Cheng Cheng tiba-tiba bicara, “Kakek Qin seperti anak kecil yang tua, tidak tahu apakah dia akan sedih begitu kami pergi!”


Mu Xue terkejut, tidak disangka Cheng Cheng akan perhatian begini pada kakek Qin, hatinya merasa nyaman. “Cheng Cheng, sebenarnya kakek Qin itu baik sekali, hanya saja orangnya tegas sedikit, karena kakek itu kehilangan orang yang dicintai, makanya tidak bahagia!”


“Maminya paman Qin tinggal di surga bersama paman?” Cheng Cheng bertanya.


Mu Xue merasa hatinya gemetar, sudah lama tidak pergi ziarah ke makam Mu Xiao dan ayah dan menghela nafas, kali ini, dia mau membawa kedua anak dan pergi ziarah bersama-sama!


Du Jing melihat kedua anak ini melalui spion tengah, merasa sedikit kagum pada Mu Xue yang punya begitu banyak keluarga, sedangkan dia hanya punya ayah angkatnya seorang.


Mereka berempat pergi ke pusat pembelanjaan besar dan kembali setelah belanja, mereka melihat Mi Ling begitu membuka pintu.


“Tante Mi Ling!” Cheng Cheng memeluknya, “Tante Mi Ling, aku rindu sekali padamu! Kenapa kamu tidak datang menjengukku?”

__ADS_1


“Aduh, Cheng Cheng sudah rindu sekali pada tante ya, sini, cium sekali!” Mi Ling mendekat dan mencium pipi kecil Cheng Cheng, “Cup” sekali baru melepaskannya, membuat anak kecil itu merasa geli.


__ADS_2