AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 98 Kenapa Harus Terluka


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mu Xue bahkan lebih malu, sial, apa yang ia pikirkan? Apakah dia benar-benar tipe wanita yang dikatakan oleh Mi Ling, pada kenyataannya, dia terlihat polos di luar, tetapi tidak selalu polos di dalam, mungkin dirinya termasuk wanita yang pandak bersandiwara?


Pada saat ini, Mu Xue sedikit curiga!


Hello! Im an artic!


“Karena aku belum makan sepanjang hari dan mencoba menyenangkanmu, bukannya kamu seharusnya memasak untukku?”


“Kamu…” Dia terjebak.


Saat mobil berhenti, Mu Xue turun dan Mi Ling kebetulan berdiri di depan pintu masuk sedang menunggunya.


Begitu melihat Royal Blue Bugatti, Mi Ling tertegun dan berjalan menghampirinya, bukannya berbicara dengan Mu Xue, tapi malah mengetuk kaca mobil Qin Yinuo.


Hello! Im an artic!


Jendela meluncur ke bawah, wajah tampan Qin Yinuo pun muncul, “Ada apa?”


“Presiden Direktur Qin, kamu terbilang sudah melakukan sesuatu. Biarkan Xiao Xue untuk tinggal denganku. Kalau tidak, aku akan mencari masalah denganmu!” Mi Ling juga berpikir, dirinya harus membuat Qin Yinuo menyesal. Tidak disangka, Qin Yinuo akan menghentikannya di bandara.


Qin Yinuo tercengang, mengerutkan bibirnya dan tersenyum, “Nona Mi, bagus sekali Xiao Xue punya teman sepertimu!”


“Tidak usah memujiku, sebenarnya kamu menganggap Xiao Xue itu apa?” Tangan Mi Ling menekan kaca jendela mobil yang setengah terbuka.” Biarkan aku memberi tahumu, kamu tidak diizinkan untuk menggertaknya, bahkan kalaupun kamu adalah kakak kelasnya, kamu juga tidak boleh menggertak Xiao Xue. Aku tidak akan pernah berhenti berurusan denganmu kalau sampai menggertak Xiao Xue!”


“Mi Ling!” Mu Xue berjalan ke sisi lain mobil dan menarik Mi Ling karena malu, “Ayo cepat masuk!”


Qin Yinuo tersenyum main-main, tanpa penjelasan apa pun, tetapi bertanya: “Aku ingin mengajaknya jalan-jalan, apa kamu bisa membantunya mengurus Cheng Cheng?”


Apa-apaan ini? Mi Ling terkejut.


“Hei! Kamu belum menjawab pertanyaanku!” Mi Ling tidak berniat untuk melakukan hal yang ceroboh padanya.


Qin Yinuo memandang Mi Ling, lalu menoleh ke Mu Xue yang sedikit malu berdiri di samping Mi Ling di luar jendela mobil. Tanpa sadar, tatapan matanya langsung melembut.” Kekasih! Nona Mi, apakah jawaban ini membuatmu puas?”


Mi Ling tercengang! Tiba-tiba tertawa, dan berkata dengan berani: “Oke! Kalian pergi berlibur sana, aku yang akan merawat Cheng Cheng, dengan Tianyu juga kan? Aku ingin bertemu dengan anak baptisku yang baru bertemu sekali. Sekalian ajak dia juga, aku akan mengajak dua putramu untuk berlibur juga~!”


“Mi Ling!” Mendengar percakapan mereka, Hati Mu Xue seolah ditabrak oleh sesuatu. Qin Yinuo berkata seorang “kekasih”. Kali ini, dia mengatakannya di depan Mi Ling, dan dengan nada yang begitu serius. Hatinya pun tak bisa menahan rasa haru.


“Jangan khawatir, izinkan aku mengajukan satu pertanyaan lagi!” Mi Ling menepuk Mu Xue, “Qin Yinuo, kamu tidak diizinkan untuk menyakiti Cheng Cheng, Cheng Cheng juga bayi baptisku, aku tidak akan pernah berhenti berusuan kepada siapapun yang berani menyakitinya!”


Qin Yinuo merasa lucu, ia pun mengangguk, “Jangan khawatir! Cheng Cheng sangat imut, bagaimana aku bisa menyakitinya? Apa aku bisa pergi?”


“Baiklah!” Mi Ling tidak menyangka Qin Yinuo akan mengatakan itu, tapi dia puas dengan jawabannya. Baiklah, Adik, ayo kita masuk. Malam ini tidak boleh pulang kalau tidak mabuk!”


Tatapan Qin Yinuo menyapu Mu Xue. Ia berkedip pelan, jendela mobil pun terangkat, dan mobil perlahan pergi dari sana.


Mu Xue malah memerhatikan Bugatti yang perlahan pergi itu, jantungnya berdebar rumit, “Kekasih”, apakah dia memenuhi syarat untuk menjadi kekasihnya? Dengan kata lain, apakah dia memenuhi syarat untuk mencintai seseorang?


“Lihat apa?” Mi Ling membangunkannya dari lamunannya. Dalam hatinya malah terasa sangat gembira.” Xiao Xue, pria ini terlihat cukup bagus, dengar-dengar ada banyak wanita di sampingnya! Tidak disangka bisa terikat olehmu!”


“Jangan bicara sembarangan! Mana ada!” Wajahnya cukup merah berdarah.

__ADS_1


Tapi Mi Ling malah tertawa, ia tiba-tiba melihat ****** di leher Mu Xue, ia pun tersenyum lebih jahat lagi, mendekati wajah cantiknya, dan bertanya dengan ambigu: “Xiao Xue, izinkan aku bertanya padamu ya?”


“Apa?” Mu Xue bingung.


“Kalian baru saja bercinta ya?” Tanya Mi Ling, dia tertawa, “Katakan padaku, bagaimana keahlian Qin Yinuo di atas ranjang?”


“Mi Ling…” Mu Xue mendorongnya sedikit, rasanya ingin sekali mengubur dirinya sendiri.” Kamu…Rusak sekali kamu ini ya!”


“Hahaha…” Mi Ling tertawa, “Kalau begitu, lumayan juga ya, sampai membuat wajahmu semerah ini! Hehe…Oke, kakak berhenti menertawakanmu, ayo masuk!”


Begitu keduanya memasuki restoran, mereka melihat Wu Jingxuan duduk sendirian di dekat jendela, berpakaian sangat sopan, selalu terlihat seperti wanita yang kuat.


“Kak Wu ada di sana!” Kata Mu Xue.


“Hei!” Pupil mata Mi Ling berputar, lalu melihat sosok tinggi yang tidak jauh dari pilar di depan sana. Sosok itu terlihat kesepian. Dia tahu, selama ada Wu Jingxuan, kakaknya pasti akan ada di sana juga.


Mu Xue melihat Mi Ling tidak bergerak, mengikuti tatapannya, lalu melihat Mi Lei, ia tampak sedang merokok di pojok restoran, dan tatapannya hanya melihat ke arah Wu Jingxuan.


Dia terkejut sesaat, ia sedikit bingung.


“Ayo pergi, ayo kita ke sana!” Mi Ling menarik Mu Xue dan berjalan menuju meja Wu Jingxuan. Dia seorang, memesan secangkir kopi. Ada sepiring steak di atas meja, tapi masih belum tersentuh sedikit pun.


“Kak Wu!” Mu Xue sudah lama tidak melihatnya. Setelah konferensi mode itu, Mu Xue melihat Wu Jingxuan untuk pertama kalinya lagi.


“Ya! Xiao xue, itu kamu!” Wu Jingxuan terpana, ketika dia melihat Mi Ling lagi, dia tertegun dan berkata sambil tersenyum: “Mi Ling, halo, kamu baik-baik saja?”


Mi Ling duduk di hadapannya dengan nada menusuk dengan nada agresif, “Aku baik, tapi kamu yang tidak baik!”


Mu Xue tidak tahu kenapa nada bicara Mi Ling begitu agresif, ia pun langsung menariknya.


Pada saat ini, Mi Lei benar-benar datang, mungkin melihat mereka berdua duduk di sini bersama Wu Jingxuan, ia tampak sedikit khawatir, lalu akhirnya datang menghampiri.


“Oh! Orang jahat itu datang!” Mi Ling berkata dengan dingin.


Mu Xue tiba-tiba menyadari, Kak Mi Lei memiliki hubungan khusus dengan Wu Jingxuan?


Wu Jingxuan terpana, ia hanya tersenyum sopan saat melihat Mi Lei, “Kenapa kamu bisa ada di sini? Tidak sibuk?”


Pandangan Mi Lei tertuju pada wajah Wu Jingxuan tanpa ekspresi. Dia hanya berkata dengan lemah, “Xiao Li, beri Mi Ling dan Xiao Xue secangkir kopi dan steak!”


“Kak!” Mil Ling sedikit khawatir, “Duduklah di sini!”


Mi Ling menyerahkan posisinya dan meminta Mi Lei duduk di seberang Wu Jingxuan, sehingga dia bisa menatap matanya dan berbicara.


Dan Mu Xue harus duduk di sebelah Wu Jingxuan. Dia benar-benar tidak tahu apa hubungan antara Kakak Mi dan Kakak Wu. Melihat ini, sepertinya ada sebuah cerita di balik ini semua.


Dia merasa ini sangat membuatnya canggung, ia memberi isyarat kepada Mi Ling untuk pergi. Mereka bisa mengganti meja. Tapi Mi Ling tetap duduk dan tidak pergi.


Wu Jingxuan selalu tersenyum sopan, tersenyum tipis, minum kopi dengan sangat elegan, “Kopinya enak, Mi Lei, restoranmu sangat khas!”


“Apakah ini pujian?” Mi Lei menatap matanya.


“Bagaimana kabar paman dan bibi?” Wu Jingxuan tidak menjawabnya, sebaliknya malah bertanya sambil tersenyum.

__ADS_1


“Menantunya sendiri kabur, satu-satunya putranya pergi mencari wanitanya selama lima tahun, sampai menjadi seorang biksu, apakah bisa baik-baik saja?” Nada suara Mi Ling penuh dengan sarkasme.


Wu Jingxuan sedikit terkejut, ia menundukkan kepalanya, menutupi cahaya gelap yang melewati matanya.


Mi Lei tidak berbicara, ia hanya menatap Wu Jingxuan.


Mu Xue melihat tatapan mata Mi Lei yang rumit, dia mengira kakak Mi pasti sudah jatuh cinta pada Kakak Wu, bukan?


Tetapi Wu Jingxuan menunduk dan tidak mengatakan apa-apa. Pada saat ini, pelayan membawakan kopi dan steak.


Wu Jingxuan tidak berbicara, tetapi dengan anggun mengambil pisau dan garpu dan mulai makan.


Mu Xue bisa melihat dari ekspresi Mi Lie yang sangat sabar, seolah-olah seribu kata tersangkut di tenggorokannya, semuanya berubah hanya menjadi ******* saja pada akhirnya. Dia berdiri dan berkata dengan ringan, “Kalian silakan bersenang-senang, aku masih ada urusan!”


Wu Jingxuan tercengang sejenak, lalu tersenyum tipis: “Kamu sibuk!”


Mi Ling sangat khawatir, ia mengikuti Mi Lei pergi. Hanya Mu Xue dan Wu Jingxuan yang tersisa di meja itu.


“Xiao Xue, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?” Wu Jingxuan bertanya sambil tersenyum, sedikit pun seperti tidak terpengaruh.


“Kak Wu, aku baik-baik saja, bagaimana kabarmu?” Mu Xue tidak tahu harus bertanya apa, jadi dia hanya bisa menjawab seperti ini, tapi melihat Mi Lei yang pergi terburu-buru, dia akhirnya tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Kamu dan Kakak Mi?”


“Kami adalah teman sekelas!” Wu Jingxuan memotongnya, “Xiao Xue, steak di sini enak, cobalah!”


Jelas, Wu Jingxuan tidak mau mengatakan apapun.


Ketika Mi Ling kembali, ekspresi wajahnya sangat jelak, dan dia memegang pisau dan garpu, lalu langsung menusukannya ke dalam steaknya dengan kejam, “Kak Jingxuan, aku benar-benar tidak mengerti. Kalau kamu tidak menyukai kakakku, kenapa harus datang ke restorannya? Bukankah kamu ini sengaja memancing kesedihannya?”


Wu Jingxuan terkejut, tangannya yang memegang pisau dan garpu bergetar, lalu dia tersenyum ringan, “Ini adalah restoran, aku suka lingkungan di sini, datang ke sini untuk makan saja!”


“Tapi kamu hampir menjadi kakak iparku, Kakak Jingxuan, yang tiba-tiba menghilang setelah melihat calon mertua, memberi kabar putus, tapi selalu muncul di hadapan mantan pacarnya, apa kamu tidak merasa aneh?” Mi Ling sangat marah.


Baru pada saat inilah Mu Xue tahu apa yang sedang terjadi. Ternyata Wu Jingxuan benar-benar punya cerita dengan Kak Mi Lei, dan ia juga sudah bertemu dengan kedua orang tua di Keluarga Mi.


Wu Jingxuan menarik sudut bibirnya dan tersenyum, berusaha mempertahankan penampilannya yang elegan, “Mi Ling, lain kali aku akan lebih memperhatikan hal ini dan tidak muncul di depan Mi Lei lagi! Kalian bersenang-senang di sini, aku sudah kenyang!”


“Kak Wu!” Mu Xue meraihnya, “Steakmu bahkan belum disentuh sama sekali!”


“Jangan pergi terburu-buru, mari kita jelaskan semua ini!” Mi Ling memegang pisau dan garpu dan mengunci pandangannya pada Wu Jingxuan dengan tajam. Saat ini Mi Ling seperti seorang pejuang, dan matanya yang tajam sangat gemetar.


Wu Jingxuan sedikit mengangkat alisnya dan duduk lagi, “Oke, silakan, Mi Ling! ”


“Kak Jingxuan, aku memanggilmu Kak Jingxuan hari ini karena kakakku masih menyukaimu, dan selama ini juga kamu masih melajang! Aku percaya kamu masih mencintai kakakku, kalau tidak, kamu tidak akan datang ke sini, tetapi karena kalian saling mencintai, kenapa harus saling menyiksa? Sudah umur berapa kamu ini? Masih berapa tahun lagi akan terbuang percuma seperti ini?”


“Jadi?” Wu Jingxuan bertanya dengan tenang.


Saat dia berbicara, dia melihat sosok putih di lift terbuka. Mu Xue mengenali, gadis itu adalah Gong Tian’er, gadis yang pergi kencan buta dengan Qin Yinuo hari itu, atau lebih tepatnya, putri tiri ibunya.


Gong Tian’er datang ke lantai dua, mengalihkan pandangannya dengan anggun, dan berkata kepada pelayan: “Panggil bosmu, katakan saja Gong Tian’er ada di sini!”


Pelayan segera memanggil Mi Lei. Tak lama kemudian, sosok tinggi Mi Lei berjalan dari salah satu ujung ruang makan, dan semua orang langsung melihat ke arahnya.


Mi Lei melirik ke sisi Wu Jingxuan tanpa sadar, tetapi masih tersenyum dan berjalan menuju Gong Tian’er. Kemudian keduanya berdiri di dekat lift dan mengatakan sesuatu, Mi Lei mengajak Gong Tian’er ke meja sampingnya, lalu duduk.

__ADS_1


“Tidak bisakah kamu menurunkan egomu? Apa kesalahan kakakku?” Mi Ling benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi! Dia terus bertanya.


“Bukan dia yang bermasalah, tapi aku!” Wu Jingxuan melihat Mi Lei berbicara dan tertawa bersama Gong Tian’er. Ia menoleh lagi, tatapannya sangat redup, dia berkata dengan lemah, “Jangan khawatir, aku tidak akan datang lagi!”


__ADS_2