AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 546 Benar-benar Memohon


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kata-kata Feng Baiyi membuat suasana menjadi ambigu dan menarik perhatian mereka bertiga, lalu mereka langsung mengalihkan perhatian mereka ke arah Su Yan.


“Untuk apa kalian melihatku? Aku tidak berbohong, awalnya akulah yang menyukai pria itu, tapi malah direbut olehnya!” Su Yan segera mengungkapkan isi hatinya.


Hello! Im an artic!


“Kamu membeli gigolo?” Mu Siyuan terkejut: “Ternyata kamu membeli gigolo. Sudah ku duga, Yi tidak mungkin seorang gay!”


“Ya Tuhan!” Song Yan juga tercengang, “Aku tidak menyangka kamu begitu hebat, bahkan kamu berani bermain dengan gigolo! Su Yan, apakah gigolo itu menyenangkan?”


Feng Ling’er bahkan lebih tercengang lagi. Dia mengira bahwa Su Yan adalah wanita yang sangat polos, tetapi tidak disangka…


“Kalian salah paham, aku membeli gigolo itu karena aku kasihan padanya!” Mata Su Yan melotot, dia tidak menyangka situasinya akan jadi seperti ini. Kali ini, dia benar-benar merasakan apa yang disebut mengangkat batu dan menimpa kaki sendiri. “Aku ingin menyelamatkan orang itu, oke? Bukan untuk digunakan, orang itu terlihat berbeda dari pria lainnya, tapi sayangnya dia malah dibeli oleh Kak Xiaobai. Tidak tahu kemana perginya dia sekarang!


Hello! Im an artic!


Feng Baiyi sialan, setiap kali dia tidak perlu banyak bicara, tapi sudah bisa menciptakan suasana yang ambigu dan membuatnya merasa malu.


Dalam sekejab, mereka bertiga kembali menatap Feng Baiyi.


“Apakah kamu benar-benar membeli pria itu?” Tanya Mu Siyuan .


Feng Baiyi terdiam sambil menatap Su Yan, melihat Su Yan bersenang-senang, matanya terbakar dan dipenuhi tatapan berbahaya.


“Kenapa kamu menatapku?” Su Yan berkata dengan marah.


“Su Yan, apakah Yi sudah berada di Wuyelunhui Bar saat kamu pergi kesana?” Mu Siyuan bertanya dengan rasa ingin tahu.


“Iya, benar!”


“Yi, untuk apa kamu kesana?”


“Kak, apakah itu benar?” Feng Ling’er menggelengkan kepalanya karena tidak percaya.


Su Yan melihat bahwa situasinya telah berubah lagi, tampaknya mereka mulai berspekulasi tentang Feng Baiyi yang tidak normal. Mata Su Yan pun berputar dengan bahagia, dia sedikit merasa puas.


Feng Baiyi memandang Su Yan dengan tenang sambil tersenyum, melihat wajahnya dipenuhi rasa puas, Su Yan terlihat sangat manis, “Sayang, apakah kamu sedang marah padaku? Maafkan aku karena semalam terlalu…”


“Apa yang terjadi semalam?” Mu Siyuan menjadi semakin penasaran ketika mendengar kata-kata Feng Baiyi.


Feng Baiyi tiba-tiba berhenti berbicara, tetapi kata-katanya berhasil membuat semua orang penasaran.


“Iya! Ada apa semalam?” Song Yan juga bertanya dengan bahagia.


Rasa terkejut melintas di mata Feng Ling’er. Jika kakaknya menjalin hubungan dengan Su Yan atau seperti apa yang ditulis di koran, maka dia tidak perlu khawatir lagi.


Su Yan mengerutkan kening, tiba-tiba dia kehilangan nafsu makannya. “Aku sudah kenyang, aku keluar dulu mencari udara segar!”


“Aku juga sudah kenyang, aku ikut denganmu!” Kata Feng Ling’er sambil berjalan keluar dari ruangan pribadi bersama Su Yan.

__ADS_1


“Katakan saja apa yang ingin kamu bicarakan denganku!” Su Yan tahu dia ingin mengatakan sesuatu, kalau tidak dia tidak akan mengikutinya keluar.


“Kamu dan kakakku?” Feng Ling’er menatapnya, “Aku tahu apa yang kamu katakan tadi itu tidak benar, setidaknya kakakku bukan gay, aku sangat yakin akan hal ini. Su Yan, apa hubunganmu dengannya? Apakah sama seperti apa yang tertulis di koran?”


“Kamu berharap bagaimana hubungan kami?” Su Yan merasa kesal. Setelah selesai bercanda, dia tiba-tiba merasa lemas. Dia tidak menang dari Feng Baiyi, bahkan sepertinya dia selalu kalah darinya.


Feng Baiyi adalah nasib buruk untukknya! Dia selalu mendapat kesialan saat bertemu dengannya.


“Aku berharap kalian sama seperti apa yang tertulis di koran!” Feng Ling’er menjawab dengan jujur.


“…” Su Yan tidak bisa berkata-kata. Di koran tertulis bahwa dia adalah kekasih Feng Baiyi.


Jika sudah ditiduri, apakah itu berarti dia sudah menjadi wanita milik Feng Baiyi? Pikir Su Yan.


“Su Yan, tahukah kamu? Aku iri padamu, aku iri karena Rong Hanchi mencintaimu! Oleh karena itu, aku berharap bahwa apa yang tertulis di koran itu benar, aku berharap lebih dari siapa pun.”


Su Yan tertegun, saat ini, nada bicara Feng Ling’er terdengar sangat menyedihkan. Su Yan pun merasa sedih ketika mendengarnya, “Apakah KaKak Chi memperlakukanmu dengan baik?”


Feng Ling’er menertawakan dirinya sendiri: “Aku telah gagal, aku tidak bisa mendapatkan hatinya. Jadi, Su Yan, tolong tinggalkanlah dia, oke? Jangan beri dia harapan lagi, biarkan dia menyerah sepenuhnya, aku mencintainya, aku tidak bisa hidup tanpa dia!”


“Bagaimana mungkin dia tidak mencintaimu, bagaimana dia bisa menikahimu jika dia tidak mencintai?” Su Yan tersenyum tipis.


“Aku tidak tahu!” Feng Ling’er menggelengkan kepalanya sambil tertawa ringan, tetapi tawa itu tidak bisa menghilangkan kesedihan yang telah menumpuk di antara kedua matanya. “Tapi aku mencintainya, cinta itu sangat menyakitkan!”


“Kamu?” Su Yan tertegun, menatap wajah cantik Feng Ling’er yang terlihat sangat sedih. Dia tidak akan bisa hidup tanpa Kak Chi? Sampai sebesar itukah cintanya pada Kak Chi?


Su Yan bertanya pada hatinya sendiri, dia mencintai Kak Chi, tetapi dia sepertinya tetap bisa hidup tanpa Kak Chi. Apakah karena dia tidak mencintainya dengan dalam?


Su Yan merasa mata Feng Ling’er terlihat sangat menyedihkan, bahkan terlihat seperti sedang mengemis. Dia paling takut jika orang lain memandangnya dengan tatapan mengemis seperti itu.


Dia berkata dengan sangat jujur: “Kakak ipar, aku tidak akan mengelak. Aku memang mencintai Kak Chi, tapi dia tidak mencintaiku. Jika dia mencintaiku, dia tidak akan menikahimu! Sekarang, aku hanya ingin menjauh dari hidup kalian. Terserah kamu percaya atau tidak, segera setelah Nona Muda Chen Huilun pulih, aku akan pergi dari sini! Aku akan sepenuhnya hilang dari pandangan mata kalian!”


“Tapi Su Yan, aku harap kamu bisa bersama dengan kakakku. Selama bertahun-tahun, kakakku tidak memiliki skandal dengan wanita lain selain dirimu. Meskipun dia di gosipkan sebagai seorang gay, tapi aku tahu dia bukan gay. Caranya menatapmu itu berbeda. Jika kamu tidak ada hubungannya lagi dengan Chi, aku menyambutmu sebagai kakak iparku. Jika kamu ingin bersama Chi, maka aku tidak punya jalan lain lagi selain mati! Aku tahu bahwa permintaanku ini terlalu berlebihan, tapi bagaimanapun juga aku sudah menikah dengannya!”


“Jangan khawatir, aku sudah tidak menjalin hubungan lagi dengan Kak Chi!” Su Yan melipat bibirnya: “Apa yang tertulis di koran itu memang benar, hubunganku dan Feng Baiyi memang tidak biasa. Aku adalah wanita milik Feng Baiyi sekarang. Tapi aku tidak bisa menjadi kakak iparmu, maaf!”


Ketika Feng Ling’er memohon padanya, Su Yan berusaha sekuat tenaga untuk menjamin kata-katanya. Dia pun sekarang merasa sangat sangat lelah, guntur pun bergemuruh di luar dan hujan turun dengan deras.


“Aku pergi dulu!” Su Yan melihat ke langit, dia tidak mood dan tidak berminat lagi untuk kembali ke dalam. “Tolong kamu beri tahu pada Song Yan dan Direktur Mu juga!”


“Oke!” Feng Ling’er mengangguk dan berkata dengan tulus, “Terima kasih, Su Yan!”


“Kamu harus bisa bahagia dengan Kak Chi!” Su Yan tersenyum pahit, lalu berbalik dan pergi.


Di bawah gedung restoran, dia melihat hujan yang turun dengan deras, hatinya terasa sangat sedih. Saat ini sedang hujan, tapi dia lupa membawa payung.


Dia pun teringat masa lalu, kapan pun dan di manapun saat hujan turun, Kak Chi akan muncul di hadapannya sambil membawakan payung dan mengantarnya ke mobil. Dia pun akan selalu meraih lengannya dengan genit dan keduanya akan berlari bersama ke mobil. Kak Chi akan membantunya untuk menyeka air hujan di tubuhnya, memanjakannya dan menyerahkan segelas teh susu hangat untuknya.


Tapi sekarang, itu tidak akan pernah terjadi lagi.


Tiba-tiba hembusan angin bertiup, air hujan yang dingin bercampur dengan angin, menerpa wajahnya, menariknya keluar dari ingatan masa lalunya.

__ADS_1


Kak Chi! Dia bergumam diam-diam, air mata langsung jatuh dari matanya, mengalir di wajah pucatnya, membuat wajah cantik itu terlihat menyedihkan, hancur dan putus asa. Dia tidak akan bisa melihat ke belakang lagi, juga tidak akan pernah melihat ke belakang lagi. Mulai saat ini kesepian akan selalu mengikutinya.


Ketika Feng Ling’er kembali ke ruangan pribadi, Feng Baiyi melihat ke arah pintu tanpa sadar, tetapi dia malah tidak melihat Su Yan.


Mu Siyuan dan Song Yan baru saja mengintrogasi Feng Baiyi, tetapi dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, itu membuat semua orang merasa semakin aneh dengan hubungan antara dia dan Su Yan.


“Di mana Su Yan?” Tanya Mu Siyuan .


Feng Ling’er sepertinya sedang dalam suasana hati yang baik, setelah dia mendapat jaminan dari Su Yan, dia merasa hatinya jauh lebih tenang, dan segera berkata, “Su Yan bilang dia pulang duluan!”


Begitu kata-kata itu terlontar, Feng Baiyi langsung berdiri dan siap untuk pergi.


Mu Siyuan dan Song Yan saling memandang, “Yi, kamu mau kemana?”


“Aku pulang duluan!” Feng Baiyi langsung keluar dari ruangan pribadi setelah berkata-kata.


Lantai pertama.


Feng Baiyi mengambil sebuah payung di meja resepsionis restoran. Dia tidak melupakan bekas luka di punggung Su Yan. Luka itu tidak boleh kena air. Jika kena air lagi, luka itu akan membekas di punggungnya.


Sambil memegang payung, dia melihat dengan dingin ke arah sosok kurus yang bersembunyi di sudut jalan yang kedua tangannya sedang memeluk bahunya, angin meniup pakaiannya, di bawah tirai hujan, dia terlihat seperti orang yang akan terbang ditiup angin. Pada saat ini, Su Yan benar-benar memberi Feng Baiyi kesan bahwa dia adalah wanita yang sangat rapuh.


Melihat sosoknya yang basah kuyup karena air hujan, ditambah lagi dia yang sedang menyeka air matanya, membuat hati Feng Baiyi menegang dan melangkah mendekat.


Air matanya seperti tidak bisa dihapus bersih, kesedihan mengalir dari dalam hatinya, sedikit demi sedikit menelan hatinya yang hancur dan putus asa, Su Yan menarik napas dalam-dalam, mencoba mengeluarkan senyuman ketegaran dan kemudian berjalan ke dalam hujan.


“Yanyan!” Feng Baiyi dengan cepat mengejarnya, tetapi di balik tirai hujan, sebuah mobil tiba-tiba berhenti, pintunya terbuka dalam sekejap dan seseorang keluar dari dalam mobil dengan membawa payung.


Feng Baiyi tertegun, ternyata orang itu adalah Rong Hanchi. Dia turun dari mobil dengan membawa payung dan berjalan menuju ke arah Su Yan. Tatapan Feng Baiyi semakin dalam, melihat Rong Hanchi yang tiba-tiba muncul, Feng Baiyi menatap seperti elang. Mata hitam yang awalnya tenang dan dingin langsung bercampur dengan api amarah, nafas dingin terpancar dari seluruh tubuhnya, tangannya mengepal erat, lalu dia melangkah ke dalam hujan dan berjalan ke arah Su Yan dan Rong Hanchi…


Di tengah hujan deras.


Su Yan mengangkat kepalanya dengan bingung, melihat payung besar di atasnya, hitam, seperti suasana hatinya, sangat gelap dan tidak dapat menemukan sedikit pun cahaya.


Seolah-olah, dia seperti kembali ke masa dimana Kak Chi menjemputnya di tengah hujan. Jantungnya berdebar, air matanya mengalir. Di dalam pandangannya yang samar-samar, ada sosok tinggi dengan wajah yang tidak asing.


“Yanyan, kamu lupa membawa payung lagi?” Dengan nada bicara tak berdaya, di tambah sedikit rasa manja dan cinta kasih: “Ayo masuk ke mobil!”


“Kak Chi?” Su Yan termenung sejenak. Dia baru saja memikirkan tentang Kak Chi, tidak disangka dia tiba-tiba muncul. Perasaan Su Yan terasa rumit dan bercampur aduk.


Perasaan yang rumit terus bergejolak. Entah itu adalah perasaan sakit, perasaan terharu atau mungkin perasaan rindu yang telah mendarah daging. Air mata pun mengalir begitu saja, membasahi kelopak mata dan melukai hati.


Tidak tahu apakah itu air mata atau air hujan, dia hanya terus menatap Rong Hanchi, wajahnya terlihat kusut dan lesu.


Ternyata ada beberapa hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Ada beberapa hal yang telah terukir di dalam tulang dan akan terasa sakit ketika darah sedang mengalir. Kak Chi yang telah bersamanya selama sepuluh tahun, kaKak Chi tercintanya!


Jelas-jelas dia sudah mengatakan bahwa dia akan melupakan pria ini, tetapi setiap kali dia melihatnya, hatinya terasa sakit lagi, bahkan bernapas pun terasa sakit. Dia sudah terbiasa dengan hari-harinya bersama pria ini, jadi ketika tiba-tiba pria ini menghilang, dia tidak terbiasa.


“Kak Chi, tidak perlu repot-repot, kakak ipar ada di ruang pribadi di lantai atas, pergi dan jemput dia!” Su Yan menolak Rong Hanchi. Dia baru saja berjanji pada Feng Ling’er bahwa dia akan menjauh dari Rong Hanchi, dia tidak ingin menjadi masalah untuk mereka.


Tapi Rong Hanchi menahannya, suaranya cemas dan sedih: “Yanyan, aku akan mengantarmu pulang!”

__ADS_1


__ADS_2