AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 158 Ingin Peluk


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia baru tahu, ternyata nyonya dari Mo Jia bukanlah ibu kandungnya dari Mo Yilan dan Mo Yihui, ibu kandung mereka berdua sebenarnya sudah meninggal dua puluh tahun yang lalu di sebuah rumah sakit jiwa, karena menderita penyakit gangguan jiwa bawaan dari orang tuanya!


Sedangkan saat itu, demi Mo Yilan, dia menyarankan untuk mengantarkannya ke rumah sakit jiwa, tetapi Mo Yihui tidak ingin melakukan itu, jadi penyakitnya Mo Yilan menjadi semakin parah.


Hello! Im an artic!


Akhirnya Mo Yihui mau tidak mau mengantarkan kakak perempuannya itu ke rumah sakit.


Han Lie pernah pergi menjenguk dia beberapa kali, tetapi, setiap kali, dia bisa memanggil namanya Qin Yinuo sambil memeluk Han Lie.


Akhirnya dia merasa tidak tega, dan memutuskan untuk pergi mencari Qin Yinuo, dia ingin mengetahui, kenapa pria ini bisa memiliki pesona yang begitu luar biasa, bisa membuat Mo Yilan sampai sulit untuk melupakan dirinya, bahkan sampai mencelakai diri sendiri!


Tetapi, dia masih belum berangkat, tidak disangka Qin Yinuo justru datang untuk menjemput Mo Yilan untuk pulang…


Hello! Im an artic!


“Kejadian berikutnya, kamu sudah tahu semua!” Han Lie berkata padanya.


Mu Xue melihatnya dengan kaget, tiba-tiba merasa sedikit tertekan pada orang ini, kenapa Mo Yilan bisa melakukan hal seperti itu padanya?


“Jangan melihatku dengan ekspresi kasihan!” Han Lie tersenyum dan berkata: “Tidak keberatan jika aku merokok bukan?”


“Rokok saja!” Dia langsung berkata. “Han Lie, apakah kamu sangat mencintai dia?”


“Tidak tahu!” Han Lie menggelengkan kepala. “Sekarang ini, aku sudah tidak tahu apa yang dimaksud ‘cinta’!”


“Iya, Qin Yinuo seharusnya sudah mau keluar, aku juga sudah harus pergi!”


“Aku antarkan kamu!” Dia berdiri, seketika tidak tahu harus bagaimana menghiburnya.


Mereka berdua naik lift turun ke bawah.


“Jangan memperdulikan aku, sebenarnya aku pernah berpikir untuk mengejar kamu, kemudian meninggalkan kamu setelah aku mendapatkan kamu, agar bisa membuat Qin Yinuo menyesal seumur hidup, menderita. Aku ingin membalaskan dendam untuk Mo Yilan.”


Mu Xue merasa kaget sekali, sambil tertawa berkata: “Bukankah kamu tidak melakukan itu? Kamu bahkan menyelamatkan aku, kamu sungguh adalah orang yang baik! Kamu tidak pernah menyiksa Nona Mo Yilan, kamu bahkan sudah tahu Mo Yihui pernah memfitnah kamu, tetapi kamu tidak ada keluhan sama sekali, terlihat jelas jika kamu adalah orang yang baik! Tetapi pada awalnya, aku melihat tatapan matamu kepadaku, seperti ada kekesalan di dalamnya! Aku berpikir mungkin kamu membayangkan diriku adalah Qin Yinuo, jadi merasa kesal padaku!”


Han Lie menggigit giginya sendiri, “Kenapa kamu tahu? Apakah di dalam tatapan mataku terlihat kekesalan?”


“Ada! Saat itu aku paling takut dengan tatapan matamu!” Mu Xue berpikir, merasa sangat lucu sekali.


“Iya! Saat itu aku sungguh benci pada Qin Yinuo! Tetapi aku tidak sangka, jika dia adalah orang yang bertanggung jawab! Semua ini karena Yilan yang terlalu ekstrim, jadi inilah akibat yang dia terima! Dirinya sendiri harus menerimanya!”


“Nona Mo juga takut jika dirinya mencintai seseorang sampai terlalu dalam, setelah jatuh cinta, lalu melakukan berbagai hal yang ekstrim, kemudian merasa menyesal, sehingga membuat diri sendiri merasa tidak nyaman seharian, membuat dalam hati terasa distorsi, jadinya dirinya terlihat sungguh kasihan!”


Han Lie melihatnya. “Xiao Xue, kamu sungguh baik hati!”


Keduanya ngobrol sampai keluar gerbang rumah makan itu.


“Xiao Xue, kamu naiklah ke atas!” Han Lie tersenyum, tiba-tiba terlihat seseorang yang berlari menuju lift dengan cepat, dia pun menolehkan kepala, lalu berkata: “Xiao Xue, biarkan aku peluk kamu, boleh tidak?”


“Ah?” Mu Xue terdiam sejenak.


“Tidak mengejar kamu, apakah peluk saja tidak boleh?” Han Lie mengangkat alis matanya, sambil melihat Qin Yinuo yang sudah berjalan masuk ke dalam.


Mu Xue menggelengkan kepala dan tersenyum, lalu berjalan ke depan. “Aku yang peluk kamu saja, berharap kita bisa menjadi teman yang baik, dan juga, aku sungguh terima kasih padamu, Han Lie!”

__ADS_1


Di dalam hatinya, dia benar-benar respek kepada pria ini.


Tetapi Qin Yinuo sudah turun ke bawah, apa yang dia lihat kebetulan adalah adegan di mana Mu Xue berinisiatif untuk memeluk Han Lie, sedangkan Han Lie justru memberikan Qin Yinuo tatapan provokatif.


Dia berinisiatif untuk memeluk Han Lie?


Qin Yinuo terdiam sejenak, di dalam tatapan matanya penuh dengan kekesalan dan rasa iri.


Han Lie melihat ke arah Qin Yinuo, kemudian mendekatkan mulutnya ke samping telinganya Mu Xue: “Xiao Xue, kamu adalah wanita yang baik, meskipun Qin Yinuo ini banyak sekali masalahnya, tetapi masih oke-oke saja! Kamu sebaiknya baik-baik bersama dia, aku berharap kamu bisa hidup bahagia! Jangan karena Mo Yilan, lalu melepaskan kebahagiaan dirimu sendiri! Kamu pantas untuk bahagia!”


“Terima kasih ya, aku akan bahagia kok, Han Lie, kamu juga harus bahagia ya!” Mu Xue menepuk ringan bagian pundaknya, kemudian mengangkat kepalanya, dan tersenyum kepada Han Lie. “Sampai jumpa!”


Kelakuan mereka yang begitu akrab, membuat Qin Yinuo merasa iri dan kesal, kemudian dia pun segera berjalan menghampiri mereka dengan langkah kaki yang besar, dia berbicara dengan nada bicara yang tidak sopan, menyindir mereka: “Mu Xue, baru sebentar berpisah, apakah kamu sudah tidak tahan sendirian?”


Suara sindiran yang terasa dingin itu, membuat Mu Xue langsung berbalik badan dan melihat ke arahnya, dia baru menyadari jika itu adalah Qin Yinuo, sebelum dia meresponnya, dia sudah melihat wajah Qin Yinuo yang tampak emosi, seperti mengira dirinya akan melakukan perselingkuhan saja.


“Qin Yinuo…” Dia ingin menjelaskan padanya.


“Sudah cukup! Ayo kemari!” Dia merasa hatiku sakit bagaikan tersiram oleh minyak goreng panas, sialan, dirinya sungguh tidak bisa menerima jika ada pria lain yang memeluk wanitanya!


Tetapi nada bicaranya justru membuat Mu Xue berpikir hal lain, dia berbalik badan dan berkata pada Han Lie: “Han Lie, apakah aku boleh ikut mobil kamu?”


Han Lie merasa kaget, lalu tersenyum dan berkata: “Baiklah! Aku tentu tidak akan sungkan!”


“Mu Xue!” Qin Yinuo berkata padanya, dia ingin menarik tangannya, tetapi karena gengsi di dalam hatinya, membuatnya tidak jadi menjulurkan tangan, dia pun berkata dengan nada tegas: “Xiao Xue, kamu kemarilah, sekarang juga!”


Mu Xue menolehkan kepala, kemudian terlihat tatapan matanya yang begitu tajam, sehingga membuat hatinya merasa semakin kesal, ekspresi seperti apa itu? Tidak pergi! Tidak pergi!


“Han Lie, ayo kita pergi!” Dia berkata.


Oleh karena itu, dia pun naik ke mobilnya Han Lie!


Tidak ada suara yang menjawabnya, melainkan hanya suara gas mobil yang menjawabnya, dia pun hanya bisa menghirup udara mesin mobil yang disemburkan dari kenalpot mobil.


Sialan!


Qin Yinuo berkata itu, kemudian segera berlari menuju mobilnya dan mengikuti mobil itu dari belakang.


Saat dia melihat mobil itu mengarah ke Jalan Yong Xiang, dia memutuskan untuk tidak turun dari mobil dan mengikuti mereka lagi, untung saja dia tidak ikut dengan dirinya, tetapi di dalam hatinya sudah ada gelombang yang terus bergejolak!


Ketika dia melihat mereka berpamitan di depan rumah sana, dirinya segera masuk duluan ke dalam rumah untuk menunggu Mu Xue di dalam.


“Han Lie, sampai jumpa!” Mu Xue turun dari mobilnya, keduanya berdiri di samping mobil, Mu Xue berkata: Tidak peduli bagaimana, sebaiknya kamu terus happy saja! Jaga diri baik-baik ya! Terima kasih ya!”


“Baiklah! Jangan sungkan padaku, kamu adalah anaknya Paman Pei, aku sudah anggap kamu sebagai adikku, jadi tidak perlu sungkan lagi! Kalau ada waktu, boleh telepon aku ya!” Han Lie berkata dengan ramah.


“Baiklah! Sampai jumpa!” Mu Xue menganggukkan kepala.


Keduanya berpamitan sambil melambaikan tangan, Mu Xue berjalan masuk ke dalam apartemennya, sudah begitu lama tidak kembali, jadi perlu membereskan barang-barangnya dulu, sambil berpikir ke depannya nanti ingin tinggal di mana?


Baru berjalan masuk ke dalam lift, dia mengangkat kepala, kemudian terlihat di depan sana ada sesosok pria berbadan tinggi sedang berdiri. Di dalam hatinya seketika merasa kesal, dia berpikir, berdasarkan apa dia ingin marah padanya saat tadi itu? Sungguh tidak pantas!


Dia bersandar pada dinding dan melihat ke arah dirinya, kemudian sambil menggoyangkan kakinya yang panjang itu.


Tatapan matanya begitu tajam, dengan begitu fokusnya menatapnya, bahkan sampai terlihat ada suatu maksud tersembunyi di dalamnya.


“Kamu, siapa yang izinkan kamu untuk ikuti aku?” Mu Xue mengerutkan keningnya, lalu mengeluarkan kunci dan membuka pintu.

__ADS_1


“Tidak disangka kamu berpelukan dengan pria lain, bukankah aku sudah pernah katakan padamu, jangan bertemu dengan dia?” Dia menatapnya dengan serius, seperti merasa tidak berdaya, tetapi juga terlihat seperti ingin marah, iya benar, dia sangat marah dan juga iri melihat itu.


“Pelukan apanya?” Mu Xue mengerutkan keningnya, sangat tidak senang mendengar ucapannya itu.” Han Lie adalah orang yang berbudi jasa bagiku, kalau tidak ada dia, mungkin aku sudah meninggal! Aku peluk dia, emang kenapa? aku ingin peluk dirinya, kamu tidak bisa menghalangi aku! Kamu pergilah!”


Tidak ada Han Lie, dia mungkin sudah berlumuran darah dan tidak akan bisa bertahan! Dia berpikir, sambil merasa kesal dan ingin memarahi Qin Yinuo.


Xiao Xue membuka pintu, dan tidak memperdulikan dia, tetapi ketika dia baru ingin berjalan masuk, tangannya ditahan oleh Qin Yinuo.


Tenaganya dia tidak jauh lebih kuat darinya, sialan, tidak disangka dia tidak peduli dengan keberadaannya! Qin Yinuo sangat emosi sekali.


Tiba-tiba dia melangkahkan kakinya, lalu dengan segera masuk ke dalam terlebih dahulu.


Mu Xue juga ikut berjalan masuk, membuka lampu, selama satu bulan dia tidak pulang kemari, kemudian mengingat-ingat kembali kenangannya di dalam ruang tamu yang kecil itu, di dalam sana ada tumpukan debu yang tidak begitu tebal.


Setelah dia berjalan masuk, Qin Yinuo mengarahkan dia ke dinding, kemudian menundukkan kepala melihat ke arahnya, wajahnya terlihat begitu emosi sekali.


Mu Xue mengangkat kepala dan melihatnya, “Kamu ngapain? Emosi bukan? Jika kamu emosi, boleh keluar dari sini, tidak ada orang yang meminta kamu kemari!”


Qin Yinuo tidak ada niat untuk melepaskan dia, tubuhnya yang besar dan tinggi, bagaikan dinding yang menindih dirinya.


“Xiao Xue, kamu kenapa tidak nurut sekali hah? Aku tidak suka kamu bersama dengan dia!” Nada bicaranya sedikit kecil. “Aku panggil kamu kemari, kenapa kamu tidak kemari?”


“Dia adalah temanku, aku dan Han Lie hanya teman biasa saja, kamu tidak boleh menghalangi aku untuk tidak berteman bukan, Qin Yinuo, ini adalah kebebasanku!” Dia berusaha untuk berbicara baik-baik dengannya, tetapi nada bicaranya sulit sekali untuk dikendalikan. “Ada lagi, aku hanya peluk biasa saja, bukankah kamu juga pernah memeluk Mo Yilan? Tidak benar, bukankah kamu juga sudah pernah berhubungan badan dengan Mo Yilan? Jika di bandingkan dengan kalian, aku jauh lebih polos! Aku hanya memeluk biasa dirinya, kamu pun sudah emosi sampai seperti ini, aku sungguh sudah tidak tahah dengan kamu!”


Qin Yinuo terdiam sejenak, iya benar, yang dia katakan itu tidak salah, tetapi… bukankah itu semua sudah berlalu? Bahkan sudah sepakat untuk tidak mengungkit kejadian itu lagi?


Mu Xue langsung mengerutkan wajahnya, merasa emosi sekali. “Kamu pergilah, aku tidak ingin bertemu dengan kamu!”


“…” Qin Yinuo terdiam sejenak, dia kembali mengusir dirinya, dia terus berpikir, sebenarnya dia ada salah di bagian mana? Pria mana yang melihat wanitanya sendiri berpelukan dengan pria lain, kemudian hanya diam-diam saja?


Mu Xue bergerak ke samping secara perlahan, dia ingin lepaskan diri dari Qin Yinuo.


Tetapi Qin Yinuo justru menggunakan tenanganya yang kuat, untuk memeluknya dengan erat, dia tidak membiarkan Mu Xue untuk kabur darinya. Mu Xue tidak bisa lepas darinya, dirinya juga tidak ingin sampai membuat keributan dan mengganggu tetangga, mau tidak mau hanya bisa menggigit giginya dan berkata, “Qin Yinuo! Kamu lepaskan aku! Kamu sungguh tidak logis sekali, aku tidak ingin berbicara dengan kamu!”


Qin Yinuo justru semakin menempelkan tubuhnya kepada Mu Xue, tubuh yang begitu lembut, juga aroma minyak wangi yang begitu harum, ditambah aroma sabun yang juga cukup wangi, semakin membuat dirinya merasa panas dan bergairah, “Xiao Xue, lain kali aku tidak akan mencari wanita lain lagi, tubuhku ini hanya milikmu seorang! Kamu juga jangan mencari pria lain, oke? Kamu berikan aku jaminan, oke?”


Mu Xue berusaha untuk menenangkan perasaannya, dengan kedua tangan mendorong tubuhnya itu, “Kamu lepaskan aku! Aku tidak akan percaya ucapan kamu itu! Kamu tidak pernah menepati ucapanmu, bagaimanapun kejadian hari ini, aku tidak ada maksud lain kok! Huft!”


Dia sengaja berkata seperti itu, untuk apa harus memberikan tubuh ini untuk pria di hadapannya itu.


“Hehe… Xiao Xue, kamu katakan padaku, apakah kamu cemburu?” dia tersenyum, karena dia melihat ekspresi wajahnya Mu Xue, seperti sedikit cemburu, seketika perasaannya menjadi jauh lebih baik.


Mu Xue merasa kesal, “Qin Yinuo, aku tidak akan cemburu dengan kamu!”


Qin Yinuo berusaha untuk menarik bagian pinggulnya agar semakin dekat dengan tubuhnya. “Istriku, aku sungguh senang jika kamu merasa cemburu, tetapi itu semua adalah masa lalu saja, kamu tidak boleh memeluk pria lain untuk balas dendam padaku ya!”


Mu Xue terdiam, lalu mengangkat kepala melihatnya.


Seketika dia mulai panik, “Kamu lepaskanlah aku! Aku tidak ingin berhubungan dengan kamu!”


“Xiao Xue!” Qin Yinuo merasa sedih dan tersakiti, lalu berkata: “Kalau begitu, kamu emang tulus ingin memeluk dia? Kalau tidak peluk dia, emangnya kamu bisa mati?”


Apa maksudnya, tidak peluk dia, bisa mati?


Mu Xue terdiam, dalam hatinya merasa dingin, kenapa ucapan dia itu benar-benar tidak enak didengar?


Mu Xue berusaha untuk mendorongnya dengan kuat, sehingga membuat Qin Yinuo kaget, tidak menyangka dirinya ada tenaga yang cukup kuat.

__ADS_1


“Xiao Xue! Nada bicaranya terdengar tidak begitu senang.


__ADS_2