AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 244 Pengantin Baru


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kakak besar Yu, apakah kamu bisa kembalikan barang itu kepada kakakku?” Song Yin tidak bisa menahan untuk bertanya sekali lagi meskipun dia tahu jika dia tidak akan menyetujuinya tapi dia masih penuh harapan.


Yu Jinglan tersenyum tipis sambil melihat ke arah Song Yin dengan tatapan yang tajam lalu dia menarik senyumannya, “Barang apa, apakah kamu pernah melihatnya?”


Hello! Im an artic!


“Lan!” Song Sitong memanggilnya.


Yu Jinglan melihat ke arah Song Sitong lagi. “Aduh! Tong tong, kenapa kamu menangis? Apakah kamu tidak takut aku dan Yinyin akan merasa sedih?”


Song Sitong merasa badannya gemetaran sambil berkata dengan pelan, “Lan, aku mohon…..”


“Memohon apa? Aku masih belum makan sehingga tidak ada waktu untuk melayanimu apalagi aku danYinyin masih pengantin baru maka mohon kakak jangan mengganggu kemesraan kami!” Dia mendengus dingin sambil berjalan ke arah Song Yin dan merangkulnya lalu berjalan masuk bersamanya.


Hello! Im an artic!


Wajah Song Yin menjadi pucat karena dirangkulnya, dia hanya bisa membiarkannya merangkulnya masuk ke dalam rumah. Tapi dia merasa setiap langkahnya sangat sulit dan merasa putus asa.


“Yu Jinglan , bagaimana kamu baru akan melepaskanku?” Song Sitong berteriak keras.


“Tergantung suasana hatiku!”


“Kakak besar Yu, mengapa kamu begitu kejam?” Song Yin berkata pelan di samping Yu Jinglan .


Dia menghentikan langkahnya lalu melihat Song Yin kemudian berbalik melihat Song Sitong yang ada di belakang sambil mengerutkan keningnya dan tersenyum.


Tubuh Song Yin membeku karena ekspresi seperti ini membuatnya merinding.


“Aku salah! Lan, aku benar-benar salah karena aku tidak seharusnya mengkhianatimu dan tidak seharusnya melakukan itu, mohon lepaskan aku?” Suara Song Sitong menjadi pelan dan terdengar penuh permohonan.


“Dia sedang memohonku Yinyin.”


“…..” Song Yin menelan ludahnya tapi dia tidak mengatakan apa-apa.


“Bagaimana ini? Aku tidak punya kesabaran lagi!” Yu Jinglan tersenyum, “Karena aku masih ingin bercinta lagi denganmu!”


“Kamu…..” Song Yin kaget.


Dia tersenyum dan wajah tampannya mendekat yang tanpa sadar membuat Song Yin menjadi kaku.


Jangan! Dia tidak akan melakukan perbuatan tidak sopan di depan kakak bukan. “Jangan…..”


Tapi kata-kata selanjutnya langsung ditelan oleh Yu Jinglan .


“Kalian….. kalian…..” Song Sitong marah melihat kedua orang yang sedang ciuman itu dan wajahnya pucat. “Song Yin, kamu tidak tahu malu!”


Karena jika dilihat dari sudut pandangnya maka Song Yin yang terus membisikkan sesuatu kepadanya.


“Jangan….. uh…..” Song Yin meronta karena kakaknya sudah salah paham! Dia menjadi panik!


Yu Jinglan tidak mau melepaskannya sambil mencium bibirnya dengan panas dan tangannya masuk ke dalam bajunya sehingga jaket yang ada di tubuhnya jatuh dan baju Song Yin yang berantakan terlihat.


“Bajingan!” Mata Song Sitong terlihat merah karena marah lalu dia kembali ke mobilnya.

__ADS_1


Tidak!


Song Yin kaget dan dia tidak bisa membiarkan Yu Jinglan memprovokasi kakaknya dan dia berusaha meronta tapi tangannya menjadi lebih kuat lagi.


Suara mesin berbunyi tapi Yu Jinglan menciumnya semakin dalam tanpa mempedulikan perlawanan Song Yin dan wangi tubuhnya membuatnya menghirupnya dalam-dalam seolah-olah ingin menyimpan aroma ini dalam tubuhnya.


Akhirnya Yu Jinglan melepaskannya setelah mobil Song Sitong menjauh.


Song Yin buru-buru memungut jas yang jatuh dan memakainya, matanya melotot dan bibirnya bengkak dan kemarahan terlihat di wajah kecilnya, “Mengapa kamu melakukan ini? Apakah kamu ingin membuatnya lebih sedih?”


Mata Yu Jinglan menatapnya tajam-tajam seolah-olah bisa menembus jantungnya.


“Apakah kamu sangat senang mempermalukan kami berdua?” Song Yin baru sadar jika dia bertemu dengan seorang monster.


Pandangan Yu Jinglan menjadi beku lalu dia berbalik berjalan masuk ke dalam rumah.


“Apakah kamu bisa menghentikannya?” Song Yin mengejarnya.


Yu Jinglan perlahan-lahan berbalik setelah sampai di ruang tamu sambil melihatnya dan berkata dengan suara berat, “Aku lapar, pergi masak!”


Song Yin tertegun, apa yang dia katakan?


Mengapa topiknya berubah begitu jauh?


“Masih tidak pergi?” Suaranya terdengar lebih berbahaya.


Badannya yang tinggi besar penuh ancaman dan matanya yang tajam lebih mengerikan daripada hembusan angin dingin.


Udara di dalam ruangan sangat dingin.


“Apakah kamu tidak mendengarnya?” Yu Jinglan bertanya dengan tajam dengan tatapan dingin.


Dia menatapnya penuh ancaman ketika melihatnya masih tidak bergerak dan dia terlihat lebih kecil lagi dari posisi ini.


Song Yin menegang sambil menggigit giginya, akhirnya dia berbalik ke arah dapur dan dia berpikir akan meracuninya jika dia punya racun!


Tapi dia berbalik lagi sewaktu sampai di pintu dan ekspresinya terlihat rumit, “Kamu mau makan apa?”


“Terserah!” Yu Jinglan menjawabnya dengan suara berat sambil menyalakan sebatang rokok.


Ada bahan di dalam kulkas lantai pertama, Song Yin mengeluarkan daging beku juga sayuran lalu mencairkannya di dalam microwave kemudian dia mulai mencuci sayuran hijau, ada selada, terong juga tomat.


Dia memakai celemek yang tergantung di samping, dia memasak nasi lalu dia mengiris daging yang telah mencair. Menggeprek bawang putih, daun bawang, mengiris jahe, mengaduk telur, menekan mesin penghisap asap, menyalakan kompor gas dan memasukkan sayuran dengan terampil ke dalam wajan.


Yu Jinglan menoleh lalu melihat sosok yang sibuk dari kaca dan gerakannya yang cekatan membuatnya terlihat seperti seorang istri yang baik.


Dalam sekejap dia menyelesaikan terong tumis bawang putih dan daging masak selada, selain itu juga sup telur tomat yang terlihat sangat enak dan membuat orang merasa lapar.


Yu Jinglan menyalakan sebatang rokok lagi sewaktu dia melepaskan celemek dan membawa makanannya keluar.


Song Yin menata mangkuk dan sumpit lalu pergi mencari Yu Jinglan , dia berdiri di depan jendela sambil mengatupkan bibir tipisnya dengan ekspresi datar sehingga orang tidak bisa menebaknya dan sosoknya terlihat suram di dinding yang putih dan ruangan besar terasa sunyi.


Tidak tahu kenapa Song Yin merasa Yu Jinglan sangat kesepian saat ini.


Dia seharusnya masih mencintai kakaknya!

__ADS_1


Yu Jinglan dan Song Sitong adalah pasangan serasi dulu, tapi…..


Yu Jinglan berbalik sewaktu Song Yin berpikir sembarangan dan mata yang tajam menatap wajahnya dan ekspresinya sangat aneh juga berbahaya sehingga Song Yin tanpa sadar menggigil.


“Makanannya sudah siap!” Song Yin memecah keheningannya.


Tangan Yu Jinglan masih menjepit rokok sambil berjalan menghampirinya sehingga Song Yin kaget dan tidak bisa mengatakan apa-apa.


Yu Jinglan menatap Song Yin yang sedang ketakutan lalu tersenyum. “Mari makan!”


Song Yin menghela napas ketika melihatnya duduk dan dia tanpa sadar berkata, “Kamu, kamu belum cuci tangan!”


Dia menyesal setelah mengatakan ini, mengapa dia mempedulikan ini? Benar-benar bodoh!


Yu Jinglan menatapnya lalu tersenyum sehingga membuat wajah Song Yin memerah.


Song Yin tidak menyangka dia akan mendengarkannya untuk pergi cuci tangan dan dia masih tertegun sewaktu dia keluar.


“Handuk!” Yu Jinglan berkata.


“Oh!” Song Yin segera pergi mengambil handuk dan memberikannya kepadanya.


Yu Jinglan melihat tangan kecilnya memegang handuk lalu dia memegang tangan dan handuknya sewaktu dia memberikan handuknya.


“Ah…..” Song Yin buru-buru menarik tangannya dan hatinya sangat gugup.


“Malu?!” Yu Jinglan tersenyum dan dia merasa semakin tertarik sewaktu dia memberontak, tangan panasnya memegang tangan kecilnya. “Yinyin, kamu harus ingat jika kamu adalah nyonya Yu sekarang dan kamu akan lebih menderita daripadanya jika kamu membantu Song Sitong bicara! Selain itu, kesalahanmu sebelumnya juga masih belum tuntas!”


Dia tahu jika dia masih memperhatikan kakaknya dan dia melakukan semua ini untuk membalas kakaknya.


Dia menertawakan dirinya sendiri karena dia tidak bisa melawannya maka Song Yin mengangguk. “Song Yin mengerti!”


Dia melepaskan tangannya dan duduk, Yu Jinglan melihat masakan yang ada di atas meja.


Mereka berdua diam sambil melihat empat lauk dan satu sup di atas meja. “Sepertinya enak!”


Song Yin melihat Yu Jinglan terlihat kaget karena dia bukan nona besar maka dia sudah bisa memasak sejak kecil.


Dia duduk lalu mengambilkan sup untuk Yu Jinglan .


Suasananya sangat canggung karena mereka makan di ruang makan vila sebesar ini meskipun pasangan suami istri tapi mereka adalah pasangan suami istri yang paling asing.


“Rasanya enak!” Yu Jinglan mencoba makanannya karena dia sudah lama tidak makan masakan rumahan seperti ini dan dia merasa mengingat masa lalu.


“Terima kasih!” Karena tiba-tiba disanjung maka Song Yin ingin mengatakan jika dia akan masak untuknya lagi lalu dia mengangkat kepalanya dengan ragu dan dia menelan kata-katanya kembali sewaktu dia ingin bicara yang pada akhir tidak mengatakan apa-apa.


Yu Jinglan mencicipi supnya lalu melihat ke arah Song Yin sehingga badannya menegang dan napasnya sesak karena dia takut dia mengatakan supnya tidak enak tapi tidak diduga dia meminum supnya lalu tersenyum dan senyuman itu sangat lembut dan tidak ada cibiran sama sekali.


Rasanya membuat Yu Jinglan senang dan dia tertegun lalu berkata, “Tidak diduga keterampilan masakmu bagus!”


Song Yin tertegun untuk waktu yang lama sewaktu mendengar kata sanjungannya dan tersenyum ramah, “Aku masak sendiri sewaktu ibu kerja dulu…..”


“Apakah kamu tidak membenci ayahmu?” Yu Jinglan mengangkat kepalanya setelah dia mendengarnya sambil memperhatikan wajah kecil Song Yin, “Karena membiarkan kalian menderita di luar untuk waktu yang lama!”


Song Yin ragu untuk beberapa saat lalu matanya terlihat suram, “Ibu tidak membencinya maka aku juga tidak!”

__ADS_1


Tapi Yu Jinglan merasa sangat tidak masuk akal mendengarnya. Matanya terlihat berubah tapi segera berubah menjadi lembut. “Jika ibumu membencinya, apakah kamu juga akan ikut membencinya?”


“Aku tidak tahu!” Song Yin tidak pernah memikirkan pertanyaan ini.


__ADS_2