AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 257 Binatang Berbisa


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Song Yin baru mau bicara tapi mereka sudah pergi dan dia membeku sambil berpikir beberapa saat dan berjalan ke arah tangga, kamar Yu Jinglan hanya beda dua lantai dari ruang pertemuan maka dia naik tangga ke atas.


Dia baru berjalan di koridor dan sesosok tinggi keluar dari lift dan Song Yin kaget karena dia juga baru tiba dari lift.


Hello! Im an artic!


Dia tidak bicara dan hanya meliriknya.


“Kakak besar Yu!” Song Yin memanggilnya. “Ada apa kamu mencariku?”


Dia tidak bicara dan langsung membuka pintu maka Song Yin hanya bisa mengikutinya dan atmosfernya terasa aneh.


Sampai pintu ditutup dan menghalangi semua pandanan dari luar, Song Yin masih tertunduk menunggunya bicara.


Hello! Im an artic!


“Kamu berani sekali ya!” Dia berkata dengan dingin.


Dia menyusut dan hatinya merasa perih, apakah yang dia maksud masalah manajer Chen memanggilnya tadi? Dan dia tiba-tiba merasa hatinya gelisah.


Song Yin, kamu payah, buat apa sepanik ini? jika kamu berani menolaknya maka kamu harus berani menangggung akibatnya, videonya telah dihapus, apa yang kamu takutkan lagi? Dia tidak bisa mengancammu!


Selain itu, sehebat apa pun dia tapi bukankah Yu Jinglan masih tetap seorang manusia? Dia bukan monster, mengapa kamu setakut ini?


Hatinya menjadi lebih tenang setelah dia berpikir seperti ini dan dia perlahan-lahan mengangkat kepalanya tapi hatinya menjadi takut lagi sewaktu menatap matanya, tarik napas, tarik napas, jangan takut, jangan takut!


Song Yin menghibur dirinya sendiri sambil berusaha tersenyum dan berkata, “Aku tidak tahu maksud Kakak besar Yu!”


Yu Jinglan mendengus dingin setelah mendengarnya sambil menarik dasinya dengan kesal sehingga kancing kemejanya terbuka dua sehingga bekas gigitan itu kelihatan lagi dan Song Yin langsung melihat ke arah lain karena matanya merasa sakit.


“Kamu pura-pura bodoh ya?”


“Aku tidak tahu maksud Kakak besar Yu!” Dia masih tetap mengatakan kata yang sama.


“Apakah manajer Chen tidak menemukanmu?” Yu Jinglan bertanya dengan sabar.


Sebuah aura yang dominan mengalir di tubuhnya dan Song Yin merasa merinding dan dia menarik napas dalam-dalam sekali lagi.


Ternyata memang benar karena masalah ini! dia menggerakkan bibirnya sambil tersenyum cerah. “Manajer Chen menemukanku!”


Lagipula dia tidak menurut, waktu itu juga dan sekarang harus menyelesaikan masalahnya dengan baik.


Yu Jinglan meliriknya dan matanya terlihat kembali tenang dan dia berkata dengan datar, “Apakah kamu menganggap kata-kataku sebagai kentut?”


Senyum di wajah Song Yin membeku setelah dia mendengar kata-kata Yu Jinglan karena dia merasa canggung mendengar dia menyebut kata-katanya sebagai kentut dan berkata pelan, “Tidak!”


Mata Yu Jinglan terus menatapnya sewaktu dia bicara dan ekspresinya masuk dalam matanya dan dia mendengus. “Kamu berani melawanku tapi tidak berani mengakuinya?”


“Aku sudah janjian dengan rekan kerjaku!” Dia berkata, “Selain itu ini masih jam kerja sehingga aku tidak punya waktu datang ke sini!”

__ADS_1


“Benarkah?” Yu Jinglan perlahan-lahan berjalan ke samping Song Yin sambil membungkuk sambil menatap matanya dan berkata dengan dingin, “Apakah jika tidak ada waktu bisa bersembunyi di tangga sambil membaca novel online?”


“Hah!” Dia tertegun dan hatinya kaget dan dia tidak berani percaya jika dia tahu dia sedang membaca novel di tangga siang tadi.


Dia mengenggam tangannya dengan erat sambil memainkan ujung bajunya dan pada saat ini Song Yin ingin berbalik dan melarikan diri.


“Masih mau mengatakan apa lagi?” Akhirnya Yu Jinglan berkata setelah melihat dia tertunduk dan tidak bicara dalam waktu yang lama.


“Aku memang tidak mau naik dan terserah kamu mau melakukan apa!” Wajah Song Yin tiba-tiba terangkat sambil menatap matanya lalu dia segera menunduk lagi. “Pokoknya aku tidak mau ke atas!”


“Apakah aku binatang berbisa?” Yu Jinglan berkata dengan kesal ketika melihatnya menunduk lebih dalam lagi.


“Ah….. kamu lebih menakutkan dari semua itu!” Badannya menegang sambil menggigit bibirnya karena dia tidak bisa menahan dirinya untuk membalasnya. Dia adalah orang yang kejam sehingga dia takut dan bahkan dia mungkin tidak akan tahu bagaimana dia mati.


“Apa katamu?” Matanya melotot.


“…..” Song Yin terdiam.


“Angkat wajahmu, apakah kamu tidak tahu jika berbicara harus menatap mata lawan bicara?” Suaranya terdengar sangat kesal.


Dia tidak tahu bagaimana ekspresinya dan dia lebih tidak berani mengangkat kepalanya, kepalanya semakin rendah dan akhirnya dia mengangkat wajah Song Yin dengan tangannya lalu memperhatikannya dari kepala sampai ujung kaki dan matanya berhenti pada matanya yang terlihat keras kepala dan memberontak dan ekspresi ini benar-benar aneh.


Song Yin melihatnya lalu bekas gigitan di lehernya terlihat lagi dan dia tidak tahu apakah dia bisa menahan karena dia setiap malam bersama wanita lain dan dia langsung mengatakan apa yang dipikirkannya. “Kita bercerai saja!”


“Apa?” Tatapannya dingin dan wajah tampannya yang dingin terlihat sangat marah.


“Cerai!” Song Yin menggigit giginya sambil mengalihkan pandangannya ke samping, “Memang tidak ada cinta di antara kita sehingga pernikahan seperti ini sama sekali tidak ada artinya! Lebih baik selesaikan saja.”


Song Yin kaget karena dia tidak mengerti maksudnya. “Apa yang ingin kamu lakukan?”


Yu Jinglan lalu meniup lehernya sehingga Song Yin merinding dan jantungnya berdegup kencang karena lelaki ini selain jahat juga penuh pesona sehingga wajahnya menjadi merah. Dia berusaha menarik tangannya sambil menunduk.


Memangnya dia masih bisa berbuat apa setelah videonya dihapus?


Dia seharusnya tidak perlu takut kepadanya karena dia tidak bisa mengancamnya lagi tapi mengapa dia masih merasa tidak tenang?


“Apakah kamu berpikir bisa tidur tenang karena sudah menghapus video itu? Apakah kamu tidak tahu jika ada yang namanya cadangan di dunia ini? Istriku tersayang, apakah aku harus memujimu polos dan imut atau kamu bodoh dan imut?” Mata Yu Jinglan menatapnya dengan tajam.


Wajah Song Yin menjadi pucat. “Kamu, kamu masih ada cadangannya?”


Mengapa dia bisa tidak tahu malu seperti ini?


Yu Jinglan tersenyum jahat sambil mengangkat bahunya.


Song Yin tidak tahu apa maksudnya dan dia memberanikan diri untuk bertanya, “Kakak besar Yu, kamu masih memiliki cadangannya atau tidak?”


Dia tidak berani memikirkannya lagi jika dia masih memiliki cadangannya tapi apakah pebisnis handal seperti Yu Jinglan akan begitu mudah membiarkan dia menghapus barangnya? Ini terlalu mudah, dia bahkan begitu bersemangat dan tersentuh.


Ternyata…..


“Kamu sedang bercanda bukan?” Dia memberanikan diri menatap matanya setelah mengatakan kata ini dan menemukan ekspresinya seperti mau tertawa tapi juga tidak dan dia tidak tahu apa maksudnya, dia ingin tahu jawabannya sambil tersenyum canggung. “Benarkan?”

__ADS_1


“Heng!” Yu Jinglan mendengus ringan lagi dan ekspresi di wajahnya semakin jahat sambil menyipitkan matanya dan berkata, “Apakah kamu pikir aku sedang bercanda?”


“Apakah bukan seperti itu?”


“Memangnya kamu mau apa jika bukan?”


“Benar-benar bukan?”


“Apakah masih mau bercerai?”


“……” Song Yin tersendak, apakah dia benaran masih punya cadangannya.


“Apakah menurutmu aku akan begitu bodoh sehingga begitu mudah membiarkanmu menghapus dokumen aslinya?” Yu Jinglan balik bertanya. “Apakah kamu pikir jika sudah mendapatkannya sudah merasa tidak ada ancaman lagi dan ingin bercerai untuk membuatku malu?”


“Kakak besar Yu, aku tidak pernah berpikir untuk membuatmu malu, kita bercerai saja karena masih belum banyak orang yang tahu dan aku tahu kamu tidak mencintaiku dan aku juga tidak pantas dengan kamu yang luar biasa dan jika kamu merasa kakak bersalah padamu dan merasa dirimu terluka maka kamu bisa melampiaskan semua kemarahanmu kepadaku lalu lepaskan kami berdua?”


Yu Jinglan tertawa dingin dalam hatinya, lepaskan? Mana mungkin!


“Benar apa yanag kamu katakan, tidak banyak orang yang tahu dengan pernikahan kita dan aku juga tidak berencana membiarkan lebih banyak orang tahu, kamu tidak pantas denganku dan kakakmu juga bersalah padaku tapi semua itu bukan poin pentingnya!”


“Apa poin pentingnya?” Song Yin merasa kaget.


“Apakah kamu ingin tahu?” Mata Yu Jinglan terlihat tertarik dan tajam sambil menatap mata besarnya dan berkata dengan kejam, “Aku tidak akan memberitahumu!”


Song Yinlangsung menjadi bengong ketika mendengarnya, dia benar-benar gila! Benaran gila!


“Aku pikir di dunia bisnis Kakak besar Yu adalah seorang yang punya prinsip dan bisa dipercaya dan begitu dengan orangnya tapi tidak diduga Kakak besar Yu adalah orang yang licik!” Song Yin berkata dengan serius.


“Sudah bukan sekali kamu mengatakan aku orang licik dan aku tidak pernah mengatakan aku orang mulia!”


Yu Jinglan kembali ke sofa dan duduk di atasnya sambil bersandar lalu berkata, “Jika kamu suka membantah perintahku dan menganggap kata-kataku sebagai kentut, kamu coba saja dan coba bagaimana aku memainkan permainan ini!”


Song Yin menggigit giginya sambil mengangkat kepalanya dan tersenyum, “BagaimanaKakak besar Yumau bermain? Song Yin akan menemanimu dan aku tidak akan membantah perintahmu lagi kelak.”


“Sini!” Dia melambaikan tangannya.


Dia tertegun sambil berjalan pelan ke arahnya. “Kakak besar Yu!”


“Duduk di atas pahaku!”


Setelah Song Yin mendengarnya dia merasa ingin mati dan dia juga menyuruhnya duduk di pahanya sewaktu di ruang kerja pada waktu itu dia dan dia kaget lalu segera berjalan ke sana serta duduk di atasnya. “Kakak besar Yu suka menjadi bangku!”


Matanya terlihat dingin selama beberapa saat lalu menjadi tenang sambil tersenyum dan menatapnya setajam pisau dan berkata, “Nyalakan rokok untukku!”


“Sakit jiwa!” Dia mengatakan kata ini dalam hati tapi dia tahu jika dia tidak boleh menyinggungnya dan dia memeluk pinggangnya sewaktu dia berdiri untuk menyalakan rokoknya.


“Rokok ada di dalam kantong kanan jasku!”


Song Yin merabanya dan dia menemukan rokoknya juga korek api, napas pria yang kuat di tubuhnya tidak berhenti menari di hidungnya sehingga membuat hatinya bergetar dan tangannya menggigil karena dia tidak bisa mengeluarkan rokoknya dan dia tidak tahu apa yang mau dia lakukan maka dia hanya mengambil rokoknya dan meletakkannya di mulut Yu Jinglan , Song Yin melihat bulu matanya yang panjang dan matanya yang dalam terlihat sangat berbahaya dan hatinya bergetar lagi.


Dia menatap Yu Jinglan dengan takut, “Kakak besar Yu, aku bantu kamu nyalakan!”

__ADS_1


Dia menyalakan koreknya dan asapnya mengebul dengan tangan yang menggigil ketika menyalakan rokoknya lalu Yu Jinglan mengisapnya sehingga ujung rokoknya menyala.


__ADS_2