
Hello! Im an artic!
Masuk ke dalam mobil, Song Yin bernapas lega, menoleh ke arah Yu jing lan .
Dagunya kena pukulan satu kali, sedikit bengkak dan merah, tangan mungilnya mengelus dagunya, bertanya dengan suara rendah: “Apakah sakit?”
Hello! Im an artic!
Dia panic sesaat, menatapnya dalam-dalam, tangan besarnya juga menyusuri mukanya yang mungil, menundukkan kepala mencium bibirnya, dengan lembut berkata: “Sesakit apapun tidak akan lebih sakit dari sakitmu!”
Song Yin menggigit bibirnya dan bergumam. “Tidak mengira ternyata kamu begitu hebat!”
“Jika semalam tidak sekuat itu, kupikir aku akan lebih baik dibanding ini!” Dia berbisik di telinganya, melihat wajahnya yang memerah lagi, lalu memasang sabuk pengamannya sambil tertawa.
Dia membawanya pergi makan, setelah makan lalu membawanya jalan-jalan di taman, menyusuri jalanan yang dipenuhi pohon dari Prancis, angin sepoi-sepoi, sungguh menyenangkan dan romantic. Berjalan berdampingan, tangan besarnya menggandeng tangan kecilnya sepanjang jalan.
Hello! Im an artic!
Cahaya lampu menyinari, sisi wajahnya terlihat bersinar dan tampan. Dia tersenyum kecil, perasaan sepanjang perjalanan sampai dengan hari ini sungguh tidak mudah, mereka berdua, ke depannya, akan mengalami hal apa lagi?
Hanya berharap, apapun yang terjadi, mereka bisa terus berjalan.
Mereka berdua keluar dari taman, berjalan sampai di sebuah gang, Song Yin mendengar alunan suara piano, memainkan lagu (Kemudian).
Kemudian, sepertinya dia mendengar suara yang dikenalnya, terkejut sesaat, lalu bereaksi kembali, itu adalah Wen Xiao Xing, suara nyanyian Wen Xiao Xing ––
Kemudian,
Aku akhirnya belajar bagaimana mencintai.
Sayang kamu sudah pergi jauh,
Menghilang di tengah lautan manusia.
Kemudian,
Akhirnya mengerti di dalam tangisan,
Ada orang yang jika sudah terlewat maka akan berlalu.
Bunga Melati, kelopak bunga putih,
Jatuh di atas rok biruku.
“Mencintaimu!” Kamu berkata dengan lembut.
Aku menundukkan kepala mencium aormanya.
Malam abadi itu,
Pertengahan musim panas tujuh belas tahun,
Di malam kamu menciumku,…..
Entah kenapa, Song Yin merasakan sebuah duka. Saat mendorong pintu, dia dan Yu jing lan tercengang di sana.
Terhenti…..
Pemandangan terus terhenti di sana.
Song Yin melihat Wen Xiao Xing yang kelihatan kurus dan lesu, beberapa hari tidak bertemu, dia seperti mati beberapa hari lalu keluar lagi, mukanya pucat, rambutnya berantakan, sosoknya bahkan lebih kurus.
“Wen Xiao Xing?” Song Yin berlari ke arahnya, pandangnya beralih ke wajahnya.
“Song Yin?” Suara piano berhenti tiba-tiba, Wen Xiao Xing tertawa pahit, memaksakan senyumannya. “Mangapa kamu di sini?”
“Aku jalan-jalan dengan Kakak Yu, kamu kenapa? Mengapa kamu sangat kurus?” Hati Song Yin terasa sakit, berjalan masuk dan melihatnya, hatinya semakin sakit. “Apa yang terjadi?”
“Kebetulan sekali…..” Wen Xiao Xing melihat sekilas Yu jing lan , itu termasuk sapaan.
Yu jing lan terdiam, juga sangat terkejut karena beberapa hari lalu Wen Xiao Xing masih sangat bersemangat, hanya beberapa hari sudah seperti berganti kulit saja.
Song Yin semakin kuatir, “Sebenarnya kamu kenapa?”
***
__ADS_1
Mungkin karena ada Yu jing lan di samping, Wen Xiao Xing tidak mengatakan apapun.
Song Yin melihat kecanggungannya, berjalan dan berbicara dengan suara pelan kepada Yu jing lan : “Kakak Yu, bolehkan kamu keluar dulu? Ada yang tidak beres dengan Xiao Xing!”
Raut wajah Yu jing lan menegang, sedikit menggelap, lalu melihat sekilas wanita itu, mengerutkan dahinya, sepertinya sedikit marah, tetapi tidak tega menolak Song Yin, mengganguk-anggukkan kepalanya, “Cepat, hanya memberimu lima menit!”
“Baik!” Dia sungguh sangat pelit, tetapi Song Yin tetap berterima kasih padanya karena menuruti permintaannya, mengangkat wajahnya dan tertawa, dia kelihatan seperti anak kecil yang puas dan berjalan keluar pintu.
Song Yin membalikkan badannya, masih belum bertanya, sudah melihat air mata Wen Xiao Xing mengalir ke bawah, air mata sebesar kacang mengalir turun dari matanya.
Begitu melihatnya Song Yin menjadi cemas. “Ada apa ini?”
“Ah ––” Wen Xiao Xing menangis dengan keras, suaranya sangat keras, membuat pemilik toko piano itu ketakutan!
“kamu jangan menangis, kamu kenapa? Katakanlah!” Song Yin sangat panic melihatnya menangis.
Tetapi, tidak peduli apa yang dikatakan Song Yin, air mata Wen Xiao Xing seperti mutiara yang putus talinya, berderai turun. Kelihatannya dia memiliki banyak keluhan, tiba-tiba semuanya meledak keluar saat melihat Song Yin, seperti melihat keluarga dekatnya, air matanya tidak bisa berhenti mengalir.
“Kamu bicaralah!” Song Yin sangat cemas.
“Song Yin, Kamu…. Kamu katakan kepadaku kenapa Tuhan mempermainkanku seperti ini?”
“Sebenarnya apa yang terjadi?”
“Aku hamil!” Dia berkata sambil terisak.
“Ah ––” Song Yin tertegun. “Punya siapa?”
“Kamu jangan tanyakan lagi! Yang tidak punya hati nurani itu akan segera menikah! Aku tidak akan mau dengannya lagi! Tidak mau lagi!” Wen Xiao Xing meratap, perkataannya membuat Song Yin tercengang, kenapa baru beberapa hari, Wen Xiao Xing ini hamil anak siapa?
“Xiao Xing, tidak ada gunanya menangis, kamu jangan menangis! Kita cari jalan keluar!” Song Yin seperti tersambar petir di hari yang cerah oleh berita dasyat ini, membuat pikirannya terasa kosong, sungguh tidak ada ide.
Air mata Wen Xiao Xing tidak berhenti mengalir menetes di kerah bajunya, dengan tercekat dia berkata dengan suara rendah. “Dia mau menikah! Pengantin wanitanya bukan aku!”
Sebenarnya siapa?” Song Yin tertegun.
“Masih ada siapa lagi? Ye Jin Tang!” Wen Xiao Xing menangis tersedu-sedu, “Aku harus bagaimana? Song Yin aku harus bagaimana?”
“Ah! Dia!” Song Yin menebak adalah dia, tetapi begitu dikatakan keluar terasa sedikit di luar dugaan. “Jika begitu katakan kepadanya, kamu sudah hamil! Lihat dia bagaimana!”
Satu kalimat, membuat Song Yin tidak berdaya, benar, pria yang tidak punya hati, untuk apa menginginkannya? Terakhir hanya akan ada tragedi. “Tapi Wen Xiao Xing, apakah kamu yakin dia tidak memiliki hati?”
“Apakah kamu tahu siapa yang mau dinikahinya?”
“Siapa?”
“Putri dari Sekretaris Komite Partai Kota! Jabatannya lebih besar dari ayahmu, kamu bilang apakah dia akan membatalkan pernikahannya?” Wen Xiao Xing berjongkok di bawah dan menangis. Berteriak sambil menangis: “Mengapa air mataku begitu banyak, setelah mencintai Ye Jin Tang, air mataku seakan menjadi air keran, mau datang langsung datang, sedikit bersedih langsung menangis, aku tidak akan mencintainya lagi! Tidak akan lagi!”
“Xiao Xing, sebenarnnya ada apa dengan kalian?” Song Yin sungguh sangat cemas.
“Song Yin, aku beritahu padamu, aku kenal dengannya dua puluh tahun lebih, kami teman dari kecil, aku kira aku yang paling mengerti dia, aku kira aku bisa menunggu dia, tetapi ditunggu-tunggu, aku malah kehilangan dia! Eh! Tidak, dialah yang meninggalkanku!”
Wen Xiao Xing dan Ye Jin Tang teman dari kecil, kemudian karena pekerjaan orang tua di tempat lain sehingga berpisah, lalu kemudian bertemu lagi, Wen Xiao Xing merasa ini adalah jodoh yang diberikan oleh Tuhan, ini adalah takdir.
Bulan lalu, dia melihat Ye Jin Tang dengan seorang gadis menginap di hotel, Ye Jin Tang sangat suka bermain wanita, benar-benar adalah kekasih orang banyak, dalam hal ini dia selalu tahu, dia yang baru saja minum sedikit anggur dan keluar dari bar lalu mengejarnya, menghadangnya, dia tidak tahu kenapa, dia hanya tidak ingin melihatnya menderita dengan orang lain, dia keluar untuk menghadang mereka.
Ye Jin Tang tertegun sejenak. “Wen Xiao Xing apa yang kamu lakukan?”
Wajahnya penuh dengan keheranan, itu adalah wajah tampan yang dicintai Wen Xiao Xing, melihatnya dengan pandangan penuh ketidakpercayaan.
Dengan penuh kegilaan dia berlari ke arahnya dan menendangnya, memukulnya. “Apakah kamu bisa mati jika tidak bersama dengan wanita? Ye Jin Tang, mengapa kamu seperti kuda pejantan, mengapa?”
Begitu gadis itu melihat pembawaan Wen Xiao Xing, sesaat mencari alasan untuk pergi, sedangkan Wen Xiao Xing dan Ye Jing Tang masih berkutat di lobi hotel sekitar setengah jam lamanya, sampai manager di lobi hotel sudah tidak tahan dan berjalan kemari, bertanya kepada mereka apa yang terjadi?
“Tidak apa, tidak apa, aku dan istriku sedang berdiskusi mengenai hal membuka kamar! Tetapi dia bersikeras ingin pulang!!”
“Siapa yang mau membuka kamar denganmu? Siapa yang istrimu?” Wen Xiao Xing berteriak.
Mana tahu Ye Jin Tang langsung merangkul pinggangnya dan menggendongnya, membuka sebuah kamar dan membawanya naik ke atas.
“Mengusirnya pergi, kamu harus bertanggung jawab!” Dia berkata dengan suara rendah di sisi telinganya dengan mesra.
Akhirnya, Wen Xiao Xing menyadari sesuatu, dia ingin menjadi perawan, sampai menjadi pengantinnya nanti, tetapi dia tidak berdaya. Dia menyadari dia tidak bisa menahan lagi melihatnya bersama dengan wanita lain, dia juga langsung memeluknya begitu masuk ke dalam kamar, langsung memeluknya naik ke atas ranjang.
Mereka seperti tanaman rambat yang melilit satu sama lain, saling menarik, di tengah belitan, dia menangis, tetapi dia tetap tidak berhenti, berteriak juga mencium, dia menggigit bibirnya sampai luka! Dan dia juga menggigit lehernya sampai luka, mereka berciuman, seperti binatang liar.
__ADS_1
Mereka berciuman, tangannya menjulur kemari, seperti ular lalu menyusuri tubuhnya, dia merasa tubuhnya seperti mengisi daya yang tidak henti-hentinya, seperti sudah mau meledak.
Ye Jin Tang sudah merobek rok Wen Xiao Xing, dia mendengar detak jantungnya yang sangat cepat, dia memanggil namanya, lagi dan lagi, matanya yang dalam menatap ke dalam matanya, mata yang mengandung air mata kesedihan, membuatnya terlihat sangat kasihan, tidak seperti biasanya yang terlihat kuat.
Dia melihat padanya, melihatnya selama beberapa menit, lalu bertanya: “Wen Xiao Xing, apakah boleh?”
Dia menatapnya dengan tatapan kosong, air matanya seperti mata air yang mengalir, “Ye Jin Tang, jika menyentuhku maka tidak boleh lagi menyentuh wanita lain!”
Dia tidak memiliki keraguan apapun, memasuki tubuhnya, rasa sakit membuatnya mengerutkan alisnya, tetapi bersikeras tidak mau mengeluarkan suara kesakitan, dorongan yang dilakukannya tidak mulus, tetapi tanpa ragu memasukinya sampai dasar.
Saling melebur bersama, berlama-lama seperti itu, sakit seperti itu!
Malam itu, mereka terus berlama-lama, terus berulang-ulang, tidak berhenti sampai kehabisan tenaga.
Itu adalah pertama kali yang tidak bisa dilupakan Wen Xiao Xing, di atas sprei itu, ada sekuntum mawar yang mekar, sangat cerah, indah, suci.
Dia masih ingat saat hari kedua Ye Jin Tang melihat darah perawan di atas sprei itu, ada berapa puas, dia berkata sambil tersenyum: “Wen Xiao Xing, apakah kamu sudah diam-diam mencintaiku bertahun-tahun?”
Wen Xiao Xing memberikannya dia kata. “Pergi mati!”
Tetapi, saat Wen Xiao Xing mengira, tidak ada lagi yang bisa membuatnya dan Ye Jin Tang berpisah, dia lalu mengubah arah dan pergi kencan buta!
Mungkin pikirannya terlalu sederhana, selalu mengira cinta itu cukup lama dan cukup dalam, juga sudah memukul, bikin ribut, menangis, saling jerat, bahkan, keperawanan di malam pertama sudah tidak ada, mengira, sudah tidak ada yang bisa memisahkan mereka.
Tetapi jelas-jelas dia bertemu lagi dengannya sedang kencan buta, bahkan dengan Putri dari Sekretaris! Wen Xiao Xing lalu muncul begitu saja dengan sinis di depan mereka, “Wah! Lagi berkencan?”
Habislah, Ye Jin Tang dengan canggung menjelaskan kepada Putri Sekretaris. “Ini adalah salah satu adikku!”
Wen Xiao Xing terluka!
Dia mengatakan dia adalah adiknya, saat itu, hatinya sudah mati, tidak ada keributan besar, tidak mengatakan apapun, dia berbalik dan pergi dalam kesendirian.
Kemudian bertemu satu kali lagi dengan Ye Jin Tang, itu adalah hari di mana Keluarga Xing mengantarnya kembali ke Qiao Ban, dia marah, melihatnya bersama dengan pria lain.
Kemudian, Wen Xiao Xing cuti! Lalu kemudian, dia menemukan dirinya hamil.
Kemudian, saat dia bersiap untuk menyampaikan kabar kehamilannya kepada Ye Jin Tang, dia kembali ke Qiao Ban, menerima kartu undangannya, pernikahannya minggu depan, dia sungguh mau menikah dengan Putri Sekretaris!
“Kamu pasrah begitu saja?” Hati Song Yin sungguh sakit dan sedih.
Akhirnya air mata Wen Xiao Xing berhenti, mengerutkan bibirnya, dan mendengus: “Maaf, membuatmu melihat lelucon ini!”
“Lalu bagaimana sekarang?” Pandangan Song Yin berhenti pada perutnya.
“Gugurkan!” Wen Xiao Xing lalu mengeluarkan ingusnya, “Besok temani aku ke rumah sakit!”
“Wen Xiao Xing!” Song Yin berteriak dengan panik. “Ini adalah sebuah nyawa, bagaimana kamu tega?”
“Song Yin, ini jelas-jelas adalah anak yang tidak diharapkan, mempertahankannya, hanya akan membuatkan terperosok dalam neraka seumur hidup, aku adalah orang yang seperti ini, cinta maka cinta, tidak cinta maka tidak cinta, tidak akan kabur!” Wen Xiao Xing tersenyum datar, “Jika teman, temani aku pergi!”
“Tidak masalah menemanimu pergi, tetapi aku harap kamu memikirkannya lagi dengan baik!”
“Hal ini jangan beritahukan siapapun, Song Yin, anggap aku mohon padamu!”
Wen Xiao Xing masih ingin menyanyi, dia mengatakan dia tidak apa-apa, lalu meminta Song Yin segera pulang, dia ingin menenangkan dirinya.
Saat berjalan keluar, hati Song Yin begitu sedih, mengangkat kepalanya melihat sosok tinggi besar di depan pintu toko piano, saat ini sedang berdiri di sana merokok, bagaikan sebuah sosok pahatan, tegak lurus, sepertinya sudah tidak sabaran, begitu melihatnya keluar dari pintu toko piano, dia membuang rokoknya, menginjak untuk mematikan apinya, lalu dengan langkah lebar bergegas menyebrang jalan ke arahnya.
Song Yin melihatnya berjalan kemari dengan mengerutkan keningnya, dalam hatinya berpikir, jika suatu hari, Yu jing lan memperlakukannya seperti itu, dia harus bagaimana? Saat berpikir seperti itu, hatinya terasa kecut, rasanya seperti tercekik.
“Apakah sudah bisa pergi?” Dia berjalan kemari dan menatap Song Yin dengan dalam, di bawah mata, terdapat kecantikan, terlebih ada keinginan yang tidak bisa ditahan lagi dan sedikit tergerak hatinya.
“Kenapa kamu pergi ke seberang jalan?” Dia sedikit heran.
Dia mengeryitkan alisnya, dengan acuh tak acuh berkata: “Apakah dia memotong babi di dalam?”
Song Yin tertegun, apakah ini candaan Kakak Yu yang dingin? “Dia bertemu sedikit masalah, hatiku sangat sedih!”
“Masalah orang lain, kita tidak bisa mengurusnya!” Bibir tipisnya sedikit terbuka, seperti bergumam mengeluarkan kalimat ini, nada suaranya sedikit masam, menunjuk ke jam tangan. “Kamu di dalam setengah jam!”
“Maaf!” Sejenak dia lupa waktu, terpikir dia menunggu begitu lama di luar dan tidak masuk untuk mengganggu, pasti mendengar suara tangisan Wen Xiao Xing yang seperti membunuh babi, dia menangis seperti itu sungguh tidak memikirkan penampilannya lagi, pasti dia sudah sangat sedih.
Beginilah jika mencintai seseorang, selalu akan terluka, bahkan akan terluka sampai ke sumsum, dari darah sampai ke dalam sumsum, sakit seperti itu sampai ke jantung.
***
__ADS_1
Tiba-tiba dia mengulurkan tangannya, merangkul pinggangnya, membenamkan wajahnya di dadanya, bergumam: “Kakak Yu, bolehkah kita tidak akan berpisah selamanya?”