
Hello! Im an artic!
“Iya!” Chen Huilun mengangguk, “Sebelumnya aku libur lalu terjadi kecelakaan, aku sudah istirahat selama setengah tahun, sudah saatnya kembali kerja!”
“Ya! Baiklah!”
Hello! Im an artic!
Su Yan baru tahu jika Chen Huilun adalah sekretaris di perusahaan Feng Baiyi. Ini berarti Chen Huilun akan bekerja di Grup Feng, Uh! Tidak, dia tidak pernah meninggalkan Grup Feng. Selain itu, dia adalah sekretaris Feng Baiyi sebelumnya!
Chen Huilun tersenyum bangga kepadanya lalu berkata, “Aku pergi kerja dulu!”
“Baiklah! Selamat bekerja kembali!” Feng Baiyi berkata.
Feng Baiyi tidak menjelaskan apa-apa tapi Su Yan merasa tidak tenang.
Hello! Im an artic!
Kemudian.
Su Yan dan Feng Baiyi masuk ke dalam kantor.
“Kring, kring…..” Telepon di dalam kantor berbunyi.
Feng Baiyi mengangkatnya dan dia mendengar suara Chen Huilun, “Presiden, jam sepuluh pagi ini presiden dari Grup Qin yang ada di kota H, Qin Zonghan ada janji denganmu dan dia sekarang sudah tiba.”
“Bawa dia masuk.” Feng Baiyi berkata lalu menutup teleponnya.
Chen Huilun menerima panggilan dari lobi lalu menghubungi atasannya. Setelah dia mendapat persetujuan dari Feng Baiyi maka dia berdiri dan menyambutnya di depan lift. Liftnya bergerak ke lantai paling atas. Chen Huilun tersenyum profesional sewaktu pintu liftnya terbuka, “Presiden Qin, silakan.”
Dari lift berjalan keluar seorang pria tampan yang tinggi dan dia tersenyum sewaktu melihat Chen Huilun, “Nona Chen sudah sembuh?”
“Terima kasih atas perhatian presiden Qin, saya sudah sembuh!” Chen Huilun tersenyum.
“Ya! Baguslah!” Qin Zonghan tersenyum sambil mengangguk.
Chen Huilun mendorong pintunya dan tersenyum profesional, “Presiden, presiden Qin sudah tiba!”
Su Yan melihat seorang pria tampan masuk tapi yang menarik perhatiannya bukanQin Zonghan tapi Chen Huilun, dia yang sedang bekerja penuh pesona!
Chen Huilun mengangguk ke arah Feng Baiyi lalu segera menutup pintunya kembali dan berjalan keluar.
“Duduklah.” Feng Baiyi melihatnya dan berkata.
Orang yang datang melirik ke arah Su Yan dan dia merasa aneh karena dia tidak menyangka ada seorang gadis di kantor Feng Baiyi yang terlihat sangat imut, wanita yang masih sangat muda, matanya melihat Su Yan penuh minat.
Su Yan sangat pintar dan dia mengangguk pelan ketika melihat tatapan anehQin Zonghan lalu segera berkata kepada Feng Baiyi, “Aku masih ada urusan dan aku sudah ada janji dengan Guan Xiaojin sore ini! Aku pergi dulu!”
Feng Baiyi tertegun lalu dia mengangguk, “Baiklah, jangan lupa masih ada kelas sore nanti!”
“Ya!” Su Yan mengangguk lagi ke arahQin Zonghan, dia mengambil ranselnya dan pergi.
“Yi? Siapa itu?” MataQin Zonghan terlihat mencibirnya. Dia duduk di kursi yang ada di depan meja lalu menyilangkan kakinya dan gayanya terlihat santai.
“Istriku!” Feng Baiyi tiba-tiba berkata di dalam ruangan kantor yang sepi.
“Kamu benaran sudah menikah?” Qin Zonghan mengerutkan keningnya.
“Ya!” Dia hanya menjawabnya dengan singkat.
“Aku pikir kamu akan menikah dengan Chen Huilun!” Qin Zonghan tersenyum datar.
Su Yan melihat Chen Huilun yang sedang sibuk ketika dia keluar dari kantor presiden, dia tersenyum dan Chen Huilun juga tersenyum sambil mengangkat alisnya, “Sudah mau pergi?”
__ADS_1
“Ya!” Su Yan mengangguk dengan kesal.
“Tidak antar ya!” Chen Huilun berkata sambil tersenyum.
Su Yan langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa.
Chen Huilun adalah sekretaris Feng Baiyi! Mengapa dia tidak mengatakan sebelumnya? Atau dia berpikir tidak perlu menjelaskannya? Apakah dia yang terlalu pelit? Pokoknya fakta ini membuat Su Yan merasa kesal.
Ponsel yang ada di dalam sakunya berbunyi sambil bergetar. Biasanya tidak ada yang meneleponnya pada waktu seperti sekarang maka dia merasa penasaran dengan siapa yang meneleponnya.
Dia mengeluarkan ponselnya sambil melihatnya dan ternyata itu adalah nomor asing, dia memegang ponselnya dengan ragu lalu dia mengangkatnya dan berkata dengan pelan.
“Wawa?” Terdengar suara Zuo Shaofeng yang juga sama pelannya sehingga Su Yan merasa ada kehangatan di telinganya.
“Kamu ya, Zuo Shaofeng!”
“Benar! Ini aku!” Terdengar suaranya yang enak di dengar, suaranya di ponsel sangat enak di dengar.
“Ada apa?” Su Yan tidak tahu mengapa dia mencarinya.
“Apakah tidak boleh mencarimu jika tidak ada urusan?”
“Haha, bukan begitu!” Dia menggelengkan kepalanya sambil masuk ke dalam lift, “Aku hanya penasaran saja, kamu terlihat sangat santai, apakah kamu tidak perlu kerja?”
“Tidak ada apa, aku hanya menelepon untuk menanyakan kabarmu saja karena aku akan meninggalkan Kota Lu untuk beberapa waktu, ingat nomor ini dan telepon aku jika ada sesuatu, misalnya tidak bisa pulang ke rumah atau suasana hatimu sedang tidak baik, kamu boleh meneleponku kapan saja!”
“Uh!” Su Yan kaget, “Haha, kamu terlihat seperti seorang ayah! Apakah aku boleh mencarimu jika aku benar-benar tidak bisa pulang ke rumah?”
“Ada apa? Feng Baiyi tidak baik kepadamu?”
Dia baru berkata tapi dia sudah curiga seolah-olah sangat mengkhawatirkannya, hati Su Yan merasa hangat dan tersenyum, “Bukan! Aku tidak akan mencarimu!”
Tapi Zuo Shaofeng memberikan perasaan nyaman kepadanya, dia seperti bisa membantunya menghadapi semua masalah dan ada suatu perasaan khusus.
Su Yan tertegun, bagaimana dia tahu dengan hari ulang tahunnya.
“Aku akan mengganti hadiahnya setelah aku pulang nanti!” Setelah itu Su Yan menutup teleponnya, otaknya merasa kacau tapi dia tidak memikirkannya dengan lebih teliti lagi.
Su Yan ikut ke rumah Guan Xiaojin dan dia menemani Mo Mo main dalam waktu yang lama, sudah jam tujuh dan tidak tahu kenapa Feng Baiyi tidak meneleponnya.
Hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Apakah dia lupa dengan hari ulang tahunnya? Mengapa dia masih belum meneleponnya, juga tidak merayakan bersamanya!
Dia berpikir, bagaimana dia masih bisa berulang tahun karena dia bahkan tidak ingat siapa orang tuanya. Hari ulang tahun ini mungkin dibuat sembarangan tapi Zuo Shaofeng bahkan tahu dengan hari ulang tahunnya, dia sangat penasaran!
Dia menerima ucapan selamat dari Zuo Shaofeng, menerima kado dari Kakak Chi tapi Feng Baiyi tidak.
Feng Baiyi agak sibuk hari ini.
Dia masih ada urusan sampai jam tujuh malam.
“Huilun, kirimkan semua dokumen ini kepada manajer semua departemen.” Feng Baiyi berkata kepada Chen Huilun setelah merapikan beberapa dokumen terakhir.
“Baik.” Chen Huilun mengambil dokumennya.
Feng Baiyi melihat jam tangannya dan hari ini adalah hari ulang tahun Wawa dan dia tidak melupakannya, dia memesan restoran terlebih dahulu, meskipun sudah malam tapi untung pekerjaannya sudah selesai dan dia memesan seikat bunga.
Dia bersiap untuk pergi.
Dia mengambil jas dan berjalan buru-buru.
Chen Huilun yang kembali buru-buru setelah membagikan dokumennya berjalan di koridor, mereka berdua bertabrakan.
__ADS_1
“Ah…..” Chen Huilun berteriak, dia tidak bisa berhenti dan sepatu hak tingginya miring lalu dia terjatuh dan Feng Baiyi memegang pinggangnya lalu menariknya dengan pelan, karena sepatunya licin maka dia menabrak dada Feng Baiyi dan bibirnya yang merah menempel di kerah bajunya.
“Ah! Maaf, Yi!” Chen Huilun minta maaf dan merasa canggung, dia segera berdiri, “Aku yang tidak hati-hati!”
“Tidak apa-apa! Aku yang buru-buru!” Feng Baiyi tersenyum sambil memapahnya, “Aku pergi dulu!”
Dia melihat jam tangannya lagi karena waktunya agak mendesak!
Di mana gadis itu sekarang, dia berjalan sambil meneleponnya.
Sedangkan Chen Huilun yang ada di belakang melipatkan tangannya di dada, tadi adalah sebuah kecelakaan, dadanya sangat kekar tapi sayang bukan miliknya dan apa yang harus dia lakukan supaya dia menjadi miliknya?
Matanya bersinar dan dia melihat dia berjalan masuk ke lift khususnya, dia sadar kembali dan bersiap untuk pulang.
Dia akhirnya menerima telepon dari Feng Baiyi, semua kemarahan Su Yan telah sirna begitu dia menerima telepon darinya.
Tapi dia tidak mengungkit masalah tentang ulang tahun, dia hanya berkata, “Ada di mana?”
Dia merasa agak kecewa tapi tetap berkata, “Ada di rumah Guan Xiaojin!”
“Aku akan pergi menjemputmu! Kamu keluar ke depan gang setelah aku sampai! Aku akan tiba dua puluh menit lagi!” Dia berkata lalu menutup teleponnya.
Su Yan melihat ponselnya dan berkata kepada Mo Mo, “Mo Mo yang lucu, apakah kamu mau pergi makan besar bersama bibi?”
Mo Mo tersenyum sambil berkata terputus-putus, “Be….. besar…..”
“Kapan kamu baru bisa bicara?” Su Yan merasa agak khawatir.
“Sekarang baru sebelas bulan, mungkin akan bicara jika sudah setahun lebih! Tidak lama lagi!” Guan Xiaojin berkata.
“Ya! Aku akan menunggunya bicara!”
Dua puluh menit kemudian, seseorang muncul tepat waktu di depan gang rumahGuan Xiaojin!. Su Yan pergi sambil membawa ranselnya! Dia melihat mobil Veyron terparkir di depan gang dan seseorang sedang bersandar di kursi sambil menunggunya.
Sosok yang tinggi bersandar di kursi yang terlihat malas dan tampan! Apakah dia mengatakan tentang Feng Baiyi?
Dia melihatnya dari kejauhan dan jantungnya berdetak kencang.
Dia melihatnya dan tangannya diletakkan di belakang.
Dia menghampirinya dan tiba-tiba mengeluarkan bunga dari belakangnya lalu berkata kepadanya, “Selamat ulang tahun!”
Dia tertegun dan berdiri diam di tempat lalu tersenyum kaget, “Kamu mengingatnya?”
“Tentu saja!” Dia berkata dengan suara berat, “Naiklah!”
Su Yan memegang bunganya, itu adalah mawar merah, meskipun agak kuno tapi melambangkan cinta dan dia memegang bunganya dengan senang, pintu mobil dibuka dan dia mempersilakannya naik dengan gentle.
Dia yang memilih restorannya dan yang mengejutkan adalah dia menyewa seluruh tempatnya. Kue ulang tahun tiga tingkat dan makan malam romantis.
Dia menyanyikan lagu ulang tahunnya.
Wajah Su Yan memerah “Terima kasih!”
Dia lalu mengeluarkan sebuah kotak dan ada sebuah rantai yang berkilau dan dia memakaikannya sewaktu dia masih kaget.
“Semoga aku selamanya bisa mengikatmu, bisa abadi seperti berlian!”
Mereka makan malam romantis sampai jam sepuluh malam dan kembali ke apartemen.
Tapi, sewaktu lampunya dibuka, mata Su Yan melihat ke arah jejak merah yang ada di kerahnya, bekas bibir, matanya membeku karena dia berpikir pandanganya kabur, dia menggosok matanya tapi masih tetap ada!
Dia merasa matanya mendadak sakit dan perih.
__ADS_1