
Hello! Im an artic!
Mu Xue masih belum bicara, Mi Ling sudah menjerit. “Wah! Bertambah satu anak kecil lagi ya! Siapa anak kecil yang giginya putih ini!”
Dia berpikir, apakah ini anak yang dia temui sekali saat 5 tahun yang lalu?
Hello! Im an artic!
Mi Ling melihat Mu Xue dengan semangat, dia mengangguk, “Mi Ling, ini Tian Yu! Putraku……”
“Ah! Aku punya dua putra angkat! Sayang, sini, tante tidak pilih kasih, ayo cium sekali!” Mi Ling berkata sambil mendekat dan memeluk Tian Yu, lalu menciumnya tanpa banyak bicara.
Tian Yu malu dan wajahnya segera memerah sambil menoleh melihat Mu Xue.
Mu Xue tertawa. “Tian Yu, ini tante Mi Ling!”
Hello! Im an artic!
“Sayang, tante pernah memelukmu saat kamu lahir, aku orang pertama yang melihatmu setelah dokter, lebih awal dari mami kamu, kenapa, malu ya?” Mi Ling segera berkata.
“Halo tante!” Tian Tu akhirnya bicara tapi dengan sangat takut.
“Anak pintar!” Mi Ling terus memeluknya, lalu memeluk kedua anak itu, baru melihat ada seseorang yang tinggi besar yang berdiri di dalam ruangan.
“Wah! Dia siapa?”
Du Jing baru sadar wanita yang berdandan cantik dihadapannya ini baru melihat dirinya sampai sekarang, Mu Xue tertawa. “Mi Ling, ini kolegaku, Du Jing!”
Mi Ling sedikit tidak enak hati setelah diperkenalkan. “Maaf ya, tadi aku terlalu senang karena melihat putra angkatku dan tidak melihatmu!”
“Tidak masalah!” Du Jing tidak keberatan, dan membawa sayur yang dipegangnya kedalam dapur. “Xiao Xue, kamu istirahatlah, aku akan memanggil kalian kalau sudah selesai masak.”
“Paman Du, kamu bisa memasak?” Cheng Cheng segera bertanya.
“Ya!” Du Jing mengangguk.
“Wah! Keren sekali!”
Mi Ling baru melihat mata Mu Xue yang merah dan bengkak, lalu bertanya ragu: “Kamu baik-baik saja?”
“Dia tidak enak badan, dokter memintanya banyak istirahat dan perlu makan yang bergizi!” Du Jing berkata.
“Begitu ya, aku juga lihat sepertinya raut wajahnya tidak bagus, aku bantu memasak, anak-anak bermainlah di kamar, Xiao Xue, kamu istirahatlah, aku bantu tuan Du!”
“Kamu bisa?” Mu Xue tertawa, dia tahu Mi Ling tidak pandai memasak!
Mi Ling segera mengerutkan alis lalu memperingati pelan: “Hei, walaupun aku bukan ibu yang baik tapi juga bisa berpura-pura menjadi begitu kan? Aku bisa cuci sayur, tidak boleh membiarkan tamu yang pertama kali datang untuk memasak kan?”
“Hehe……Baiklah, kamu bantulah Du Jing, aku kembali ke kamar!” Ponsel Mu Xue kembali berdering, dia menunduk dan menjadi pucat saat melihat nomor Qin Yinuo.
“Xiao Xue, itu Qin Yinuo?” Mi Ling menyadari perubahan ekspresinya. “Kamu dan Qin Yinuo sungguh putus begini?”
“Tidak apa-apa! Aku baik sekali, cepatlah pergi membantu Du Jing!” Dia kembali ke kamar tidurnya sambil bicara.
Mu Xue meletakkan ponsel diatas meja setelah menutup telepon.
Qin Yinuo melihat teleponnya ditutup dan semakin memegang erat setir sambil mengemudikan mobil. Wajahnya suram dan menelepon lagi, tapi menyadari tangannya gemetar hebat!
Ponsel Mu Xue berdering lagi, dia harus mengangkat telepon ini.
__ADS_1
“Xiao Xue, kamu ada dimana? Aku pergi menjemputmu!” Qin Yinuo memanggil panik.
“Kamu salah sambung! Aku akan ganti nomor kalau kamu telepon kesini lagi!” Mu Xue berkata pelan, suaranya bergetar.
“Xiao Xue, bisakah katakan padaku kamu ada dimana? Ada yang bilang kamu check-in hotel dengan pria lain, apa itu benar? Aku mau memastikan!” Dia panik dan mengatakan kekhawatirannya.
Hati Mu Xue ikut dingin begitu mendengar ucapan ini.
Check-in hotel?
Check-in hotel dengan pria lain?
Dia memegang gelas dengan erat dan minum air dengan menyedihkan, airnya sangat panas tapi dia malah merasa dingin sampai seluruh badannya gemetar.
“Xiao Xue, kamu sungguh mau berbuat begitu?” Suara Qin Yinuo gemetar sambil bertanya. “Sungguh mau menyiksaku begini?”
Hati Mu Xue terpuruk jatuh ke jurang tak berdasar, hanya merasa punggungnya berkeringat dingin, dia meletakkan gelas diatas meja dengan gemetar sambil menopang meja, hatinya terasa sakit.
Sebenarnya siapa yang mengatakan itu padanya?
Tapi Mu Xue marah karena dia tidak percaya padanya! Marah karena dia mudah percaya pada perkataan orang lain, dirinya check-in hotel dengan pria lain? Kalau dirinya sebebas itu, mungkin tidak akan sakit hati begini!
Tapi Qin Yinuo yang tidak percaya membuat hatinya dingin dan gemetar, lalu balik bertanya dengan sinis: “Benar! Aku check-in hotel dengan pria lain! Tuan Qin, ini ada urusan apa denganmu?”
Mu Xue mendengar tidak ada suara dalam telepon itu, lalu ada suara rem mendadak yang terdengar……
“Qin Yinuo? Qin Yinuo?” Hati Mu Xue tertahan, tapi disana tidak ada suara lagi, lalu terdengar suara “Tut tut”, telepon terputus!
Darahnya berhenti mengalir, Mu Xue terpaku dan udara didalam ruangan juga ikut mendingin sampai dia gemetar.
Dia kembali menelepon kesana, tapi tidak ada yang menjawabnya……
“Xiao Xue, kamu kenapa?” Mi Ling melihat Mu Xue berlari keluar dari kamar dengan panik.
“Apa yang terjadi?” Mi Ling terkejut.
“Kecelakaan mobil, pasti kecelakaan mobil!” Mu Xue mendengar suara rem mobil yang tajam, pasti terjadi kecelakaan mobil. “Aku keluar sebentar! Tolong jaga anak-anak!”
Mu Xue berlari keluar dengan tidak sempat menjelaskan apapun——
Mobil Bugatti biru itu miring di jalan yang paling ramai, ada antrian mobil yang panjang yang macet dibelakangnya yang terus membunyikan klakson, tapi orang didalam mobil tidak merespon sama sekali.
Qin Yinuo duduk didalam mobil, tidak perduli berapa banyak mobil yang berbaris dibelakangnya, saat ini dia merasa hatinya kosong!
Seperti akal sehatnya sudah menghilang juga!
Rasa sakit, berontak, pedih, marah, menyesal, tidak aman, berbagai perasaan berkecamuk di sekelilingnya. Dia merasa saat ini dirinya jatuh ke jurang yang dalam, badannya terjatuh ke bawah, dia tidak meninggal tapi terus terjatuh.
Badannya sakit, tapi dalam rasa sakit dari badannya itu, muncul wajah datar yang lemah lembut dengan penuh air mata itu dalam pikirannya, saat ini, dia hanya merindukan Mu Xue!
Saat ini, dia merasa sedih, rasa sakit ini, lebih dalam dari saat Mo Yilan mengkhianatinya!
Lebih sakit berkali-kali lipat!
Ponselnya terus berdering tanpa henti tapi dia tidak menjawabnya, mungkin jiwanya sudah terlepas, sama sekali tidak sadar ada telepon masuk, juga tidak tahu sudah ada polisi lalu lintas yang berjalan kemari dari depan.
Pikirannya kacau, semua akal sehatnya kusut, Qin Yinuo tidak bisa menemukan ujungnya, hanya merasa setiap syarafnya sakit.
Mu Xue bilang dia pergi check-in dengan pria lain……
__ADS_1
Jangan begini……
Hatinya sakit seperti dicambuk saat mengingat Mu Xue mungkin bersama pria lain……
Didalam taksi, Mu Xue terus menelepon Qin Yinuo, tapi tidak ada yang menjawab.
Dalam panik, Mu Xue tiba-tiba teringat Zeng Li, “Kak Zeng, mungkin terjadi sesuatu pada Qin Yinuo, aku tidak bisa menghubunginya……”
“Xiao Xue! Kamu jangan panik, sekarangg aku sedang dalam perjalanan ke kantor polisi lalu lintas, dia memang ada sedikit masalah, kamu jangan panik, Nuo baik-baik saja!”
“Dia tidak apa-apa?”
“Katanya tidak apa-apa, aku mau pergi lihat dulu baru tahu! Kamu ada dimana?”
“Aku juga pergi ke kantor polisi lalu lintas!” Mu Xue segera meminta supir taksi memutar mobil.
Saat Mu Xue dan Zeng Li sampai di kantor polisi lalu lintas, mereka melihat mobil Bugatti biru itu berhenti di belakang mobil derek.
“Qin Yinuo dimana?” Mu Xue terpaku, mobil masih bagus, dimana orangnya?
Dia menghela nafas dan khawatir dalam waktu bersamaan. “Pak, dimana orangnya?”
“Nuo? Nuo?” Zeng Li langsung menyadari Qin Yinuo masih ada didalam mobil, dia mengetuk mobil, tapi menyadari Qin Yinuo hanya duduk di kursi pengemudi, pandangannya kosong seperti membatu.
“Pak, jangan takut, bapak ini tidak mau membuka pintu mobil walaupun kami sudah mengetuk sampai tanganku kebas, kami tidak berdaya barulah mendapat telepon kantornya setelah memeriksa plat mobilnya. Dia menghentikan mobil di jalan yang paling ramai dan membuat kemacetan panjang, kami curiga dia mengemudi sambil mabuk dan tidak berani buka pintu, takut SIM nya di tahan! Kami tidak berdaya barulah menderek mobilnya……”
“Tidak mungkin!” Zeng Li menjelaskan: “Mana mungkin minum-minum di siang bolong! Eh! Sepertinya masih belum siang, tidak seharusnya minum alkohol!”
“Aku pergi memanggilnya!” Mu Xue menghela nafas dan merasa hatinya sakit sekali, orang bodoh ini! Ternyata dia menghentikan mobil di jalan raya.
“Qin Yinuo, buka pintunya, ini aku, Mu Xue!” Dia mengetuk kaca mobil.
Tapi orang didalamnya tidak merespon, Mu Xue terus mengetuk. “Qin Yinuo, aku tidak akan memaafkanmu selamanya kalau kamu tidak buka pintu! Apa kamu dengar?”
Polisi menghela nafas, dan tiba-tiba menyadari sesuatu, “Apa dia putus cinta?”
“Tepat sekali, temanku memang putus cinta barulah kehilangan akal sehat!” Zeng Li menjelaskan dengan canggung.
“Putus cinta juga tidak boleh sengaja membuat kemacetan! Berdasarkan peraturan yang berkaitan dengan undang-undang lalu lintas, akan dihukum penjara kalau membuat kemacetan dan mengacaukan ketertiban umum!”
“Eh! Pak, lebih baik didenda saja!” Zeng Li mengatakan hal baik dan akhirnya dimaafkan polisi lalu lintas.
“Baiklah, tunggu dia keluar dulu baru kita pastikan dia bukan mengemudi karena mabuk, lalu didenda saja!”
Ancaman Mu Xue sudah habis digunakan, Qin Yinuo masih tidak merespon. “Qin Yinuo! Qin Yinuo, buka pintunya……”
Mu Xue berjalan kedepan mobil dan berdiri disana, memandangi orang didalam mobil itu.
Qin Yinuo seperti tenggelam dalam pikirannya dan tidak tersadar, dia seperti sedang bermimpi panjang.
Mu Xue terus melihatnya dari luar mobil sambil menelepon, tapi dia malah tidak bergerark, atau bida dibilang pandangannya tidak tertuju padanya, dirinya ingin menghancurkan mobilnya.
Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan dalam hati saat melihat Qin Yinuo begini, pedih, sakit hati sekali, dia yang begini membuat dirinya tidak bisa melepaskannya!
Mu Xue tiba-tiba menangis lagi, sudah tidak tahu berapa banyak air mata yang sudah mengalir sepanjang pagi ini. Dia menangis tersedu-sedu saat melihat Qin Yinuo tidak membuka pintu, Zeng Li melihatnya menangis begitu sedih sampai badannya sempoyongan sepeti mau pingsan dan segera menopangnya. “Xiao Xue, sudah tidak ada masalah, dia baik-baik saja, tenanglah!”
“Kak Zeng!” Mu Xue menahan bibirnya yang pucat, wajahnya yang memutih itu penuh air mata. “Dia tidak buka pintu……”
“Aku pergi panggil!” Zeng Li juga berdiri didepan dan melambaikan tangan. “Nuo, buka pintu, Xiao Xue sudah menangis, ayo cepat buka pintu! Buka pintunya!”
__ADS_1
Tiba-tiba Mu Xue teringat pembicaraannya dengan Qin Yinuo barusan kalau dirinya pergi check-in hotel dengan pria lain, apakah karena ini?
Dia tiba-tiba berdiri dan berjalan kehadapan mobil, dia memiringkan badan ke jendela mobil disamping, “Qin Yinuo, itu tidak benar, aku tidak bersama pria lain, aku tidak pergi check-in hotel, buka pintunya ya?”