AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 186 Menghilangkan Efek Obat


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mu Xue menggeliat di dada Qin Yinuo. Tubuhnya bergerak-gerak, tersiksa sekali! Tapi ia masih terus pingsan. Mungkin karena obat itu telah bereaksi, gerakannya jadi semakin seritn.


Mendengar suaranya, Pei Lingfeng langsung membalikkan tubuhnya, “Xiao Xue, anak baik. Ayah disini, bagaimana keadaanmu sekarang?”


Hello! Im an artic!


“Zeng Lingfeng, beraninya kau memarahi ibu. Kuberi kau pelajaran!” Zeng Yefeng mengarahkan pistolnya.


“Zeng Yefeng, nanti saja kuurus kau!”


Zeng Li juga langsung menahan Zeng Yefeng, “Ayah! Bukannya kau bilang paman kedua sudah meninggal? Kenapa?”


Tubuh Mu Xue bergerak-gerak, panas sekali. Rasanya seluruh tubuhnya terbakar, keinginan itu muncul lagi, ia berteriak tanpa suara, “Qin Yinuo…tolong aku…”


Hello! Im an artic!


“Xiao Xue!” Qin Yinuo berteriak pelan, “Pak mertua, Xiao Xue sudah diberi makan obat oleh mereka! Kubawa dia pergi dulu!”


“Diberi obat? Obat apa?”


“Obat ****!” Qin Yinuo berkata dengan merasa bersalah.


“Sialan, berani-beraninya berbuat seperti itu pada putriku!” Pei lIngfeng memukuli beberapa orang itu lagi, “Du Jing, cepat antar Xiao Xue dan Qin Yinuo ke vila daerah sini!”


Qin Yinuo langsung memeluk Xiao Xue menaiki mobil Du Jing tanpa sempat berkata apa-apa.


Saat ini terdengar suara marah Pei Lingfeng di belakang, “Sialan, Zeng Yefeng. Berani-beraninya kau mengutukiku untuk mati! Aku akan melawanmu!”


“Hari ini aku harus memberi pelajaran pada orang sepertimu!”


“Kau yang mati!”


“Ayah, paman kedua, berhetni!” Zeng Li berteriak keras.


Para polisi juga mulai melerai. Kalau begini terus, takutnya Kepala Zeng hanya akan makin marah. Dilihati bawahannya kalau adiknya memarahinya sendiri, dan mereka masih ingin saling bertarung pula, itu kan parah sekali?


Du Jing membawa Qin Yinuo dan Mu Xue ke sebuah vila dekat laut yang letaknya tak jauh dari gudang, “Aku pergi mencari dokter. Akan ada orang yang berjaga diluar. Kau tak usah khawatir, pasti aman!”


Qin Yinuo menunduk menatapi Xiao Xue lagi, berkata, “Aku akan meneleponmu!”


Saat ini bagaimana mungkin mereka boleh diganggu orang lain?


Du Jing langsung mengerti dan mengangguk.


Qin Yinuo menggendongnya naik ke lantai atas. Begitu masuk ke kamar tamu, ia meliaht tubuh Mu Xue yang terus menggeliat. Maka ia hanya bisa memeluknya erat-erat.


Akhinya Mu Xue membuka matanya, tapi tatapannya kosong, sepertinya tidak fokus! Qin Yinuo tahu Mu Xue sudah sepenuhnya dikontrol obat!


Melihat Mu Xue yang berusaha menggerakkan bibirnya namun tak ada suara yang dikeluarkannya, dahi Qin Yinuo langsung berkerut. Ia berkata terburu-buru, “Xiao Xue, aku disini! Aku disini!”


Ia meletakkannya di atas kasur, dan wanita itu langsung memeluk lehernya. Semua gerakan ini tak disadarinya, semuanya ini gerakan yang alami. Tapi bibirnya terus meneriakkan nama Qin Yinuo.


Meski tak ada suara, tapi Qin Yinuo bisa melihat bentuk mulutnya.


Hatinya berkedut sakit, “Xiao Xue, maaf. Ini salahku, ini salahku! Aku yang tidak melindungimu! Ini semua salahku!”


Suaranya yang rendah menyiratkan rasa sedih. Rasa sakit hati ini membuatnya hampir sesak nafas. Melihat wanita yang dicintainya dipermainkan seperti ini oleh obat ****, ia langsung menciumi bibirnya, pipinya, telinganya, lehernya, membantunya mencuci bekas lukanya dengan bibirnya.


Tiba-tiba Mu Xue melawan, seolah masih ketakutan.

__ADS_1


Qin Yinuo langsung menyadari, “Xiao Xue, ini aku! Aku ini Qin Yinuo! Lelakimu!”


Sepertinya Mu Xue mendengar gumamannya, maka tubuhnya perlahan merileks.


Qin Yinuo menciuminya.


Mu Xue perlahan tersadar, sepasang matanya terbuka dan melihat tubuh Qin Yinuo yang mendekatinya, dan ia langsung menyusutkan tubuhnya dengan penuh ketakutan.


“Ini aku!” Qin Yinuo menekan rasa sakit dalam hatinya, mengelus pipinya dengan lembut, lalu berbisik di telinganya, “Xiao Xue, jangan takut! Ini aku! Percaya padaku!”


Tatapan Mu Xue jauh, tapi ia menerimanya. Ia mengulurkan tangan dan meletakkan tangannya yang lembut, lalu mengelus bagian tubuhnya yang baru mengeras.


Bibirnya memerah sekali, dan bekas darah di wajahnya sudah diusap Qin Yinuo.


Belum sempat mengurusi luka di dahinya, Mu Xue sudah ditaklukkan oleh obat. Rambutnya menempel di leher dan pipinya, sementara tatapannya menyipit.


Dirinya yang seperti ini amat menggoda. Ia tak pernah seperti ini di hadapannya.


Ketika Qin Yinuo sakit hati, sedih, sekaligus merasa bersalah, sekaligus ia berterima kasih pada Tuhan karena wanita ini tidak kenapa-kenapa. Untung saja tidak kenapa-kenapa, kalau tidak Qin Yinuo tak tahu harus bagaimana menghadapinya!


Qin Yinuo berpikir, meski jika hal itu terjadi, ia masih menginginkannya!


Saat ini, ia tahu dirinya menginginkan wanita ini. Tapi ia amat bersyukur karena tidak ada kejadian yang mengerikan terajdi.


Untung saja tidak!


Karena kalau benar-benar terjadi, meski dirinya tidak peduli, tapi takutnya Mu Xue akan peduli!


Melihat dahi yang terluka, hati Qin Yinuo berkerut sakit. Mu Xue sendiri yang menabrak dahinya sampai terluka?


Tangan Mu Xue menggantung di lehernya, wajah kecilnya digosokkan padanya, seolah tidak tahu harus bagaimana melepas bajunya.


Melihat gerakan Mu Xue yang kaku, Qin Yinuo merasa sakit hati untuknya sekaligus tergoda. Mengingat bagaimana biasanya wanita ini ketika merasa nikmat di bawah tubuhnya, tapi ia selalu menahan erangannya. Kali ini ia berani sekali, Qin Yinuo belum pernah melihatnya yang seperti ini, maka ia merasa sakit hati untuknya!


“Sayang, aku disini!” Ia menciumi bibirnya seekali lagi.


Tubuhnya panas sekali, pikirannya tidak sepenuhnya sadar. Ia mengulurkan tangan untuk melepaskan pakaiannya sendiri dan wanita itu. Ketika keduanya telanjang, ia memisahkan kedua kaki wanita itu dan melihat bagian yang lembut berwarna merah muda. Seketika, hatinya langsung lega.


Karena Mu Xue benar-benar tidak diperkosa orang-orang itu! Meski apapun yang terjadi padanya ia tetap menginginkannya. Tapi setelah yakin, batu di hatinya akhirnya terangkat!


Mu Xue miliknya, hanya miliknya! Tidak ada sosok manpun, ia hanya miliknya. Inilah sikap dasar para pria, dirinya merasa senang sekali.


Ia mengulurkan tangannya yang panjang untuk mengelus pipinya. Mengelusnya dnegna lembut sekali. Jarinya yang hangat malah membuat Mu Xue terus bergetar.


Qin Yinuo mengangkat pantat Mu Xue yang bulat, langsung masuk ke dalamnya.


Mu Xue mendesah puas, tapi tetap tak bersuara!


Wanita itu bergetar perlahan, bagai seekor kambing kecil yang kelihatannya kasihan sekali. Ia menikamti di bawah tubuh Qin Yinuo. Ekspresinya bagai kehausan, membuat darah dalam Qin Yinuo mendidih dipenuhi hasrat.


Ia menciumi bibirnya, lalu membuka mulutnya. Lidahnya masuk ke dalamnya, membangkitkan lidah kecilnya dan mengepungnya diantara giginya.


Qin Yinuo menciuminya dengan menggila, sementara Mu Xue menerimanya. Nafas mereka yang terengah-engah bergabung menjadi saut.


Ia terus bergerak tanpa henti di dalam tubuhnya, sekaligus juga takut menyakitinya. Sementara Mu Xue tak puas dengan kelembutannya. Ia menerimanya, sekaligus meminta lebih banyak.


Qin Yinuo bernafas dengan susah payah, sementara Mu Xue juga menghela nafas berat. Nafas beratnya bagai sebuah obat yang membuat QinYinuo menggila dalam hasratnya, dan ia tak bisa menahan diri untuk menggila!


Mu Xue bergumam pelan, “Qin Yinuo…”


“Xiao Xue, ini aku!”

__ADS_1


Wanita itu mengerutkan alisnya, merasakan sesuatu yang keras dalam tubuhnya, dan ia melengkungkan tubuhnya mendekati Qin Yinuo.


Namun gerakan ini malah semakin membangunkan hasrat Qin Yinuo, membuatnya semakin gerakan tenaganya.


Setelah sebuah badai menggila, akhirnya Mu Xue puas di bawah tubuhnya.


Tapi obat itu membuatnya tetap tidak puas. Hanya dalam beberapa detik, ia mulai menempelkan tubuhnya padanya.


Qin Yinuo tertawa tanpa suara, ia puas sekaligus kasihan sekali padanya, “Istriku, meski kalau kau tidak diberi obat, aku berharap kau masih bisa seantusias ini!”


Sambil mengatakannya, ia menciumi bibirnya. Ia melakukan gerakannya dengan penuh irama, berusaha selembut mungkin padanya. Ia mulai menciuminya mulai dari bibir, menggigiti dagunya perlahan, lalu meninggalkan bekas ciuman pada lehernya yang indah. Awalnya bekas itu berupa warna merah muda yang tipis, kemudian memerah perlahan. Tulang belikatnya diciuminya. Awalnya bekasnya berbentuk sebuah bunga yang merekah, namun bagai sebuah kupu-kupu, terbang dengan perlahan.


Tubuhnya yang putih dan wangi membangkitkan gairah Qin Yinuo. Ternyata, dirinya takkan pernah puas dengannya! Ia selalu menginginkannya!


Sedari awal dirinya sudah berubah jadi rubah ganas, kenapa rasanya dirinya yang sudah diberi obat! Rasanya ia menginginkannya dengan menggila.


Hasrat muncul dalam tatapannya, ia punya hasrat untuk memasukkannya dalam dirinya sendiri. Maka Qin Yinuo memasukinya sekali lagi…


Meski sudah sekali, tapi ia tak bisa berhenti. Ia terus masuk ke dalamnya sekali demi sekali, barulah melepaskan kehausan dirinya.


Ia merasakan tempat yang menakjubkan ini, merasakan celah sempit itu, rasanya ia sudah dihisap habis oleh diri wanita ini. Semua ini mampu membuat seorang pria kehilangan segala akal sehatnya, menggila sepenuhnya.


Efek obat dalam tubuh Mu Xue tetap menggila, dan ia hanya bisa terus melengkungkan dirinya menghadap Qin Yinuo… Ia terus mengulang nama itu dalam mulutnya.


Entah berapa lama ekmudian, setelah tekanan sekali demi sekali, akhirnya ia mengeluarkan sebuah suara, “Eh…ah…”


Akhirnya ia mendengar suara Mu Xue. Hatinya ikut bergetar. Suara seindah itu membangkitkan keinginannya yang semakin dalam.


Dirinya anggun, dirinya murni, dirinya cantik, membuatnya tak bissa lepas dan semakin menggila.


“Qin Yinuo…” Kesadaran Mu Xue belum pulih, ia hanya terus meneriakkannya, seolah menginginkannya tanpa sadar.


Kenapa ia semenawan ini?


Akhirnya ia menggila, hanya memeluknya sambil menggila.


Ia membuka kaki wanita itu hingga semakin besar, dibuka hingga ke sudut-sudut terbesar, lalu masuk tanpa halangan ke dalamnya. Ia masuk dan keluar dengan gerakan tercepat, terus menekannya selama beberapa saat, membuat kedua buah dadanya yang bulat bergetar dan menghasilkan godaan tanpa suara.


Di dalam kamar tenang sekali, hanya ada suara nafas mereka yang terengah-engah, suara erangan dan ******* Mu Xue, menciptakan suara yang indah diantara mereka.


Mereka berputar-putar di atas ranjang, saling berciuman dengan menggila, seperti tengah bermimpi, siapapun tak bisa membedakan apakah ini kenyataan atau hanya mimpi.


Nafas yang berat serta ciuman yang panas, dan sedikit rasa sakit diantara kemanisan itu.


Tatapan Mu Xue tetap jauh.


Perasaan yang berkobar-kobar, mereka saling bertautan dengan menggila.


Akhirnya, entah setelah berapa kali, Qin Yinuo mendesah puas. Sementara tubuh Mu Xue yang lembut bagaikan air yang telah meleleh, dirinya pingsan…


Ia tak bisa berhenti. Qin Yinuo yang agak kelelahan mengenakan pakaiannya dan turun dari kasur. Lalu ia membungkus tubuh Mu Xue, dan menelepon lagi pada Du Jing, untuk mencarikan dokter agar memberikannya obat anti bakteri dan alkohol, dan ia masih juga meminta satu set pakaian milik Xiao Xue. Untung saja Du Jing sudah mempersiapkannya dengan detail, setelah Qin Yinuo mematikan bakteri di luka Mu Xue, membungkusnya, lalu membantunya berganti pakaian.


Kemudian ia mengecup dahinya sesaat, berkata pada wanita itu dalam hati dengan tak rela, kalau ia akan segera kembali setelah mengatasi semuanya.


Setelah melakukan semua itu, ia memberitahu Du Jing dengan tak rela, “Kau jaga dia baik-baik, aku keluar sebentar!”


Ia tidak lupa akan orang dibelakang layar yang dikatakan Feng Baiyi, ia ingin mengurusinya sendirian.


Qin Yinuo menyerahkan Xiao Xue pada Du Jing, “Aku akan kembali sesegera mungkin, kumohon!”


“Ya! Kau tenang saja, kalau dia sadar, aku akan membawanya kembali ke rumah keluarga Pei. Nanti kutelepon!” Du Jing berkata, “Dadn lagi anak-anak sudah dijemput oleh Tuan Besar Qin!”

__ADS_1


Mereka jarang datang ke vila tepi laut ini, terkadang Pei Lingfeng akan datang membawa Wu Jingxuan untuk tinggal sesaat. Kalau musim dingin angin laut terlalu kencang, sehigga mereka sudah kembali ke atas gunung.


Qin Yinuo menelepon pada Feng Baiyi, “Yi, siapa orangnya?”


__ADS_2