AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 480 Kehilangan Semuanya!


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Hmm! Tidak ….” Mu Xue menggunakan semua tenaganya dengan menggeliat, meronta dan menendang untuk mendorong Yu Jinglan menjauh. Aku tidak ingin mati lagi! Tidak lagi!


Rupanya lebih sakit jika dibunuh oleh orang lain daripada bunuh diri!


Hello! Im an artic!


“Aku akan membunuhmu, dasar wanita ******!” Yu Jinglan menatapnya dan menjerit kepadanya dengan kejam sambil mencekik lehernya.


Mu Xue membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya. Dirinya yang sedang dicekik menjadi sangat panik, dia pun berusaha menahan tangannya agar tenaga cekikannya tidak bisa begitu kuat. Tidak lama kemudian, pandangan matanya tiba-tiba menjadi berputar dan kabur..


Pintu terbuka dengan sangat kuat, Song Yin terkejut dan berteriak sambil melangkah maju kedepan: “Kakak Yu, cepat lepaskan! Cepat, kamu hampir mencekiknya sampai mati!”


“Yinyin -” Yu Jinglan tidak menduga Song Yin bisa datang. Di sisi lain, dia juga sudah mengila karena Mu Xue. “Aku mencekiknya, aku mencekiknya sampai mati untukmu!”


Hello! Im an artic!


Yu Jinglan melototi Mu Xue dengan tatapan yang sangat mengerikan seperti seekor binatang yang haus akan darah dan dipenuhi dengan kebencian yang mendalam: “Aku ingin mencekiknya sampai mati!”


“Cepat lepaskan, cepat lepaskan! Kakak Yu, jangan jadi seorang pembunuh!” Song Yin merasa sangat cemas dan langsung menepuk tangan Yu Jinglan .


“Semuanya cepata datang, cepat halangi dia!” Song Yin berteriak ke arah pintu.


Dua orang di luar pintu masuk dan menarik Yu Jinglan pergi, tapi dia tetap enggan untuk melepaskannya. Salah satu dari mereka berusaha melepaskan cekikan Yu Jinglan . ” Tuan Yu, jika kamu terus mencekiknya, maka dia akan mati!”


Mu Xue hampir pingsan.


“Jangan tarik aku! “Mata hitam Yu Jinglan dipenuhi dengan kebencian yang mendalam.


“Kakak Yu, lepaskan!” Song Yin merasa sangat ketakutan dan memukul tangan Yu Jinglan dengan sangat keras. Awalnya, dia sudah tertengun setelah mendengar perbincangan antara Yu Jinglan dan Mu Xue. Tetapi tidak disangka Yu Jinglan tidak memiliki akal sehat dan ingin mencekiknya sampai mati.


“Kakak Yu, lepaskan. Jangan seperti ini, cepat lepaskan!” Song Yin berkata sambil memukul-mukul tangannya dan beberapa orang akhirnya berhasil menghentingkan Yu Jinglan .


Begitu tangannya lepas, Mu Xue terjatuh lemas di dinding dan terbatuk beberapa kali: “Uhuk, uhuk -”


Yu Jinglan menutup matanya dan Song Yin memeluk tubuhnya untuk menghentikannya melakukan hal bodoh. “Jangan begini, Kakak Yu!”


“Yinyin, dia benar-benar pantas mati!” Tatapan mata Yu Jinglan sangat dingin seperti pisau yang memotong setiap inci kulit Mu Xue,”Jika dia tidak mati, kita semua tidak bisa hidup dengan nyaman!”


“Apa yang dia lakukan? Biarkan hukum negara kita yang menghukumnya, Kakak Yu tidak memiliki hak untuk menghukumnya!”


“Yinyin – “Mata Yu Jinglan beralih ke mata Song Yin dan ekspresi mukanya langsung berubah menjadi merasa bersalah dan sakit hati, beribu-ribu kata emosi dan beban yang dipikulnya membuat dia merasa sangat terbebani: “Maafkan aku!”


Song Yin tidak mengatakan apa-apa dan hanya merasa hatinya sangat sakit. Dia sudah mendengar bahwa orang yang menabrak dirinya sendiri dan membuat anaknya meninggal adalah Mu Xue, tetapi Mu Xue berkata bahwa dia tidak sengaja.


Song Yin dengan tanpa daya memeluk Yu Jinglan , hatinya pun terasa sangat masam dan tertekan saat ini.


Song Yin menarik napas dalam-dalam lalu mengangkat tangannya untuk mengusap matanya, dan air matanya yang dingin pun membasahi tangannya. Anak mereka sudah mati seperti itu, menyalahkan siapapun sudah tidak ada gunanya, bagaimanapun anaknya tidak akan bisa kembali lagi!


“Kakak Yu, aku tidak ingin kamu membunuh orang!” Meskipun hati Song Yin merasa kehilangan, tetapi dia tetap berada di sisi Yu Jinglan dan berusaha untuk membujuknya, “kita tidak punya hak untuk mengakhiri hidupnya. Bahkan jika ada, dia tetap tidak akan bisa mati!”

__ADS_1


“Yinyin, dia telah membunuh anak kita dan hampir membunuh kamu juga! “Yu Jinglan merasa sakit hati yang tidak bisa ditahankan.


“Aku tahu!” Song Yin hatinya yang sakit dan berkata dengan tenang.


Sekarang mengatakan apapun sudah tidak ada gunanya lagi! Bagaimanapun anak kita sudah tidak akan kembali lagi.


“Wuwuwu…aku tidak sengaja…” Mu Xue duduk di sudut dinding, batuk dan bergumam sambil menangis.


Ketika Gong Ben Yi Nan datang bersama dengan Wen Xiaoxing, mereka langsung melihat adengan ini di dalam ruangan itu.


“Apa yang terjadi?” Wen Xiaoxing tercengang melihat Mu Xue duduk di sudut dinding dengan air mata di wajahnya.


Yu Jinglan yang sedang memluk Song Yin juga terkejut melihatnya.


Sebelum Gong Ben Yinan mengatakan sesuatu, Mu Xue bangkit dan langsung menghampirinya. Sebelum dia sempat menghindar, Mu Xue sudah bergegas memeluknya dan berteriak: “Yi Nan, aku tidak sengaja… kamu harus mempercayaiku… Lan sudah tidak mempercayaiku”


“Lepaskan!” Suara Gong Ben Yi Nan tidak terlalu keras, tetapi terdengar sedikit acuh tak acuh, “tolong singkirkan tanganmu yang berdosa itu!”


Wen Xiaoxing juga terbengong, dia melihat Mu Xue berlari dengan tergesa-gesa untuk memeluk Gong Ben Yi Nan. Tidak diduga sebelum sempat mengatakan apa-apa, Gong Ben Yi Nan telah menyingkirkan tangan Mu Xue dan mendorongnya jatuh ke atas lantai.


“Ah -” Mu Xue berteriak kesakitan.


“Sengaja atau tidak sengajanya kamu, seharusnya dirimu sendiri mengetahuinya dengan jelas. Benar atau tidaknya perbuatan kamu telah menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki, dan kamu juga tidak mau menyelesaikan ini dan memilih untuk menyembunyikan fakta, terlebih lagi kamu masih kabur dari tanggung jawabmu saat ini!” Sosok Gong Ben Yi Nan yang tinggi berjalan ke arahnya dan berjongkok di hadapannya, “Mu Xue, sepertinya dua bulan pemenjaraan ini tidak membuatmu melihat semuanya ataupun kenyataan dengan jelas!”


“Kenapa kalian tidak percaya padaku?” Mu Xue berteriak keras.


“Karena kamu benar-benar sangat jahat!” mata Yu Jinglan dipenuhi dengan kabut. Saat melihat Mu Xue, dia masih ganas seperti macan dan suaranya terdengar seperti menderita kesakitan yang mendalam.” Kamu tidak mau bertobak dan kamu tidak menghargai segala sesuatu yang kamu miliki. Jika kamu mati, kamu pasti akan masuk neraka!”


Song Yin juga menatapnya dan sedikit menggelengkan kepalanya.” Jika kamu memilih untuk melarikan diri maka konsekuensinya akan menjadi lebih serius. Tidak peduli bagaimanapun, aku tidak akan membantumu. Maaf, aku akan menuntut kamu! Biarkan hukum yang akan menghukum kamu dengan berat.”


Mu Xue pun merasa tidak berdaya dan kedua matanya menjadi kosong, lalu menatap ke lantai dengan raut wajah yang sedih. Tidak ada yang tahu apa yang sedang dia pikirkan!


Di dalam kamar Mu Xue, beberapa orang itu berdiri dan membuat suasana yang menekannya.


Semua tidak berbicara dan hanya menatap Mu Xue, tetapi Mu Xue malah menatap Gong Ben Yi Nan dengan bengong. Setelah beberapa saat, tubuhnya mulai bergetar.


Song Yin sangat tenang, atau mungkinkah dia sedang tenggelam dalam kesedihan dan keterkejutan, bagaimana bisa Mu Xue yang menabrak dirinya waktu itu? Tetapi waktu itu, jika dia tidak menolak Yu Jinglan seperti itu, jika dia dengan patuh duduk di mobilnya dan pulang, mungkin tidak akan terjadi masalah seperti ini lagi!


Tetapi dalam kehidupan tidak ada kata jika, masalah apapun tidak ada jika, kehidupan tidak akan memberimu kesempatan untuk mengulang, kehidupan hanya akan memberitahu kamu apa itu penyesalan, karena semua ini adalah untuk memberikan manusia sebuah hukuman!


Tidak peduli sengaja atau tidak, itu telah menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diubah. Meskipun percaya kepada Mu Xue, dia juga akan dihukum secara fisik maupun mental.


Yu Jinglan mengkhawatirkan dia akan bunuh diri, jadi dia memberinya sedikit dukungan.


Wen Xiaoxing menatap Gong Ben Yinan. Dia melihat matanya menatap Mu Xue dengan tatapan yang istimewa namun disertai dengan perasaan rasa sakit yang rumit, belas kasihan, dan ketidakberdayaan!


“Aku tidak sengaja!” Mu Xue bergumam sambil mengangkat kepalanya menatap Gong Ben Yi Nan.


Lehernya sedikit memar dan bewarna ungu karena Yu Jinglan yang mencekiknya tadi. Dari sana bisa dilihat dengan jelas bahwa Yu Jinglan tadi berniat untuk mencekiknya sampai mati.


Gong Ben Yi Nan mengalihkan padagannya kepada Mu Xue seolah-olah sudah melihat dirinya dengan jelas, matanya yang dingin tidak bercammpur dengan perasaan apa pun dan hanya seperti ingin menelan Mu Xue. Suasana disini pun terasa sedikit dingin.

__ADS_1


Tubuh Mu Xue malah bergetar dengan semakin hebat, pikirannya sangat berantakan dan matanya berlinang air mata, tetapi air matanya itu adalah air mata ketakutan.


Betul, dia takut dan semakin lama semakin takut. Melihat Gong Ben Yi Nan yang dulu sangat mencintai dirinya sendiri dan tergila-gila dengannya kini sudah tidak mempercayainya. Dia sekarang pun merasa takut dan panik!


Tidak ada lagi yang percaya padanya! Bahkan Lan yang biasanya berwatak lembut juga tidak mempercayainya lagi!


Wen Xiaoxing melihat Gong Ben Yi Nan masih berjongkok di sana dan tatapannya masih terfokus kepada Mu Xue. Jadi dia berjalan ke sisi Song Yin dan menarik tangannya. “Song Yin, ayo keluar!”


Suasana di sini terlalu buruk dan Song Yin hanya akan terpikirkan dengan kejadian yang menyedihkan itu, jadi dia merasa sangat khawatir. Tetapi dengan tatapan Gong Ben Yi Nan yang seperti itu kepada Mu Xue, membuat dirinya merasa bahwa Gong Ben masih memiliki perasaan, bagaimana dia bisa melepaskannya?


Song Yin mengangguk dan juga menarik Yu Jinglan Keluar.


Yu Jinglan mengikuti Song Yin di belakangnya sambil melangkah perlahan.


Wen Xiaoxing berbalik dan menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas, “Apa yang harus dihadapi maka tetap harus di hadapi. Song Yin, jangan sedih.”


Dia menatapnya dengan tatapan sakit hati namun beserta dengan tatapan pengertian, lalu menghiburnya dan menatap kembali kepada Yu Jinglan . “Kamu bawa dia keluar terlebih dahulu, sebentar lagi aku akan keluar.”


Yu Jinglan mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa, lalu membantunya naik ke atas mobil.


Wen Xiaoxing berada di koridor bersama dengan kedua anggota dari Gong Ben.


Keadaan di dalam kamar sangat tenang.


“Kamu… aku…” Mu Xue hampir tidak sanggup berbicara, menghadapi pria yang pernah memiliki seorang bayi dengannya, hanya air mata yang tak ada habisnya yang bisa mengungkapkan suasana hatinya saat ini.


Rasa sakit!


Rasa sakit itu seakan menembus sumsum tulangnya, lalu melebur ke dalam tubuh, dan perlahan-lahan mengikis mentalnya. Dia merasa bahwa dirinya sendiri sudah hancur.


Dia juga sudah kehilangan pria ini!


Dia sudah kehilangan semuanya!


Sungguh akhir yang menyedihkan, bagaimana dia bisa tidak menerima akhir yang menyedihkan ini? Mereka sudah tidak mencintainya. Dia dari awal tidak pernah mendapatkan Lan, pria yang benar-benar dia cintai juga tidak mencintainya lagi!


Dia tidak bisa menerimanya lalu tiba-tiba menangis dan berkata: “Gong Ben Yi Nan, dasar brengsek, apakah kamu sudah cukup bermain-main? Apakah kamu sudah cukup bersenang-senang? Bukannya kamu mengatakan bahwa kamu menantikanku setiap hari? Bukannya kamu mengatakan bahwa kamu tidak bisa tidur karena memikirkanku setiap hari? Itu semua adalah omong kosong! Bukannya kamu mengatakan bahwa kamu akan mencintaiku seorang seumur hidupmu? Kamu sekarang juga sudah tidak mencintaiku, bukan?”


Ini adalah hasil akhirnya, sebuah perasaan asli begitu rapuh, seperti bunga yang lemah.


Dia tidak tahan dengan penyalahan yang diberikan oleh Gong Ben Yi Nan. Semua orang boleh menyalahkannya, termasuk Yu Jinglan tetapi tidak dengan Gong Ben Yi Nan.


Ya, dia tidak bisa.


Karena dia bilang dia akan mencintainya selamanya!


Dia bilang dia akan memberikan semua cintanya kepadanya!


Dia berpikir bahwa dia tidak akan pernah kehilangan dia, jadi dia menyiksanya dengan sesuka hatinya, seperti seorang penjudi yang mengejar apa yang tidak bisa dia dapatkan dan merusak apa yang sudah dia dapatkan, tetapi –


Tetapi pada akhirnya, dia menemukan bahwa dia tidak punya apa-apa, bahkan dia juga sudah kehilangan Gong Ben! Dia sudah tidak bisa menerimanya!

__ADS_1


__ADS_2