
Hello! Im an artic!
Qin Yinuo tidak membiarkan Mu Xue merespon, dia menciumi wajahnya sambil menyusuri ke bawah, akhirnya ciuman mendarat di bibir lembutnya Mu Xue, bersentuhan dengan mesra, saling merasakan nafas masing-masing, tangannya tidak lagi memegang badannya yang ramping, menurunkan resleting gaunnya sambil mencium lehernya ke bawah, perlahan mendarat di bagian yang lembut itu.
Tangannya juga tidak berhenti dan membuka pengait bra dengan lincah.
Hello! Im an artic!
Lalu bibirnya menempel di dadanya yang indah, menciumi ujungnya yang penuh itu. Kumisnya membuat Mu Xue merasa geli sekali.
“Qin Yinuo! Jangan begini……” Hatinya bergetar, lemas karena menerima sentuhannya. “Jangan membuatku membencimu!”
“Aku tidak pernah menyentuhnya, aku tidak akan menyentuhnya, aku hanya memilikimu, nantinya hanya ada dirimu, dirimu!” Dia memanggil pelan! “Xiao Xue, aku rindu padamu……”
“Qin Yinuo!” Suaranya seperti kucing, sedikit terburu-buru.
Hello! Im an artic!
Dia menunduk menciumi ujung dadanya, lalu ada rasa hangat yang menjalar dari dada, badannya ikut bergetar dan melemas, juga menjadi lebih sensitif.
Tapi hatinya takut, “Tidak! Jangan menyentuhku! Qin Yinuo! Aku akan membencimu!”
Namun, dia mana mungkin mengerti perasaannya, dia mengira wanita ini juga rindu sepertinya, tidak ada yang tahu seberapa rindunya dia pada wanita ini sekarang, dia tidak ingin lepas darinya sedetikpun!
Dia memukul lengan pria ini, “Qin Yinuo, lepaskan aku, lepaskan aku!”
Tiba-tiba, ada rasa sakit karena lehernya dicium dan digigit, Mu Xue merintih kesakitan, apa dia ini binatang buas? Gigitannya kuat sekali!
Qin Yinuo tidak memelankan gerakannya walaupun punggungnya dipukul sampai sakit, malah dia menciumi badan Mu Xue dengan lebih liar, kecupan dan ciuman yang hangat bergerak ke bawah dari lehernya yang putih, sedikit demi sedikit, seperti mau menciumi setiap inci kulitnya.
Gairah dalam badannya semakin membara, nafas Mu Xue semakin berat, rasa getaran demi getaran yang cepat itu membuatnya seperti terbang ke awan, hanya ada wajah Qin Yinuo dalam cahaya yang silau itu, alis itu, mata itu, pandangan yang penuh perasaan itu, membuatnya terhanyut.
Tapi, muncul wajah Mo Yilan yang menakutkan dalam pikirannya, dia segera tersadar, astaga, apa yang sedang mereka lakukan? Jangan begini!
Cinta segitiga itu terlalu sulit!
Qin Yinuo masih menciuminya, kepalanya dibenamkan ke dada Mu Xue, tangan Mu Xue meraih saklar lampu di pintu dan langsung menyalakannya!
Dalam sekejap, badan pria ini menjadi terpaku.
“Lepaskan aku!” Mu Xue berusaha mendorongnya.
Dia mundur selangkah dan melihat dadanya sudah diciuminya sampai memar, hatinya bergetar dan merasa sedih, ada apa dengan dirinya? “Xiao Xue……”
Dibawah cahaya lampu, dia menarik kembali gaunnya dengan kebas sambil melihat Qin Yinuo, rambutnya berantakan, pakaiannya juga kusut dan hampir terlepas, barusan bra miliknya juga dilepaskan, saat ini ujung dadanya dimainkan sampai menegang.
Ujung dadanya yang setengah terlihat itu menghisap seluruh tenaganya……
Pandangan Qin Yinnuo semakin dalam!
“Jangan kemari!” Dia memanggil pelan, malu dan juga marah: “Jangan membuatku benci padamu!”
__ADS_1
Dia tidak berani maju lagi, karena wanita ini terrlihat malu dan putus asa.
Mu Xue melihatnya, mereka saling bertatapan, pandangan Mu Xue terlihat penuh rasa sakit.
Pria ini terlihat pucat sekali, kumisnya begitu panjang! Biasanya dia selalu rapid an bersih, sangat jarang bisa terpuruk, dalam ingatan Mu Xue, dia tidak pernah terlihat lelah, kali ini dia lebih terpuruk dari saat bertemu dengan Mo Yilan di kediaman Minghao, dia yang tidak merapikan diri lebih membuat orang sedih melihatnya.
“Baik! Aku tidak menyentuhmu! Biarkan aku berada sebentar disini ya? Bolehkah biarkan aku tinggal semalam disini? Hanya melihatmu dan tidak melakukan apapun, ya?” Ada rasa galau yang tersembunyi dalam suara Qin Yinuo, detak jantungnya semakin cepat, matanya melihat setiap ekspresi dan setiap gerakan Mu Xue tanpa berkedip, menanti maaf darinya.
“Qin Yinuo, pulahlah, jangan datang lagi! Jangan datang lagi kalau kamu ingin memaksaku pergi dari kota ini!” Dia bergumam pelan.
“Xiao Xue!” Qin Yinuo berjalan ke hadapannya dan menunduk sambil melihat wajahnya yang tenang, lama kemudian baru berkata, “Jangan pergi, jangan pergi, aku sudah salah! Aku jamin, aku tidak akan bersikap keras padamu lagi tanpa izinmu, aku mohon, biarkan aku bertemu denganmu ya?”
“Kamu pergilah!” Wajahnya menjadi dingin. “Jangan lupa, dia membutuhkanmu!”
Kehangatan didalam ruangan seperti menghilang dalam sekejap begitu dia mengucapkan ini.
Kamar yang kosong tiba-tiba menjadi sedingin es.
Qin Yinuo mengerutkan alis, bibirnya pucat sambil menatapnya lekat-lekat dan terdiam.
Mu Xue langsung menyesal begitu mengatakan ini! Menyesal dan khawatir, dia tidak tega melihatnya begini! Tapi, dia tidak boleh memberi harapan padanya, karena dia tidak bisa menjamin, dia tidak ingin mengacaukan kehidupannya sendiri.
“Apakah kamu tidak memerlukan aku?” Dia bertanya dengan serak.
“Tidak! Aku tidak perlu kamu! Kita akan tetap hidup walaupun berpisah, bahkan sangat tenang dan sangat senang!” Akhirnya dia bertekad dan mengatakan ini, tapi hatinya seperti disayat pisau, sakit sampai dia hampir tidak bisa bernafas.
“Sungguh senang kah?” Suaranya sangat tenang, tapi bisa terasa ada sesuatu yang disembunyikan.
Mu Xue tidak bicara, hanya diri sendiri yang tahu senang atau tidak, orang lain tidak bisa merasakannya, tapi kenapa kalau perlu dirinya? Dirinya tidak sanggup melihat dia yang lembut pada wanita lain, dirinya egois, dia lebih bersedia tidak mau, juga tidak ingin hatinya selalu menderita.
“Senang! Senang sekali! Aoakah kamu tidak melihat aku baru pulang dari menghadiri acarar? Dan ada yang mengantarku pulang!” Mu Xue tiba-tiba melihatnya, mata yang hitam itu berbinar, berkilau seperti mutiara hitam dibawah cahaya lampu.
Dia tidak menangis lagi, dia mengira dirinya akan menangis lagi! Tapi malah tenang. Ternyata dia tidak menangis, dia mengira dirinya akan menangis diam-diam, mengira dirinya tidak bisa berpura-pura lagi.
“Sungguh senang? Benarkah? Senang sekali?” Qin Yinuo memanggil, suaranya penuh kesedihan, kenapa dia bisa terbebaskan, malah dirinya begitu menyedihkan?
Tapi Mu Xue mendengar suara dirinya yang sangat tenang: “Tentu saja, tentu saja sangat senang……”
“Bukankah kamu bilang mencintaiku?”
“Tapi aku lebih mencintai diriku sendiri!” Dia tertawa lebar seperti anggrek di lembah gunung. “Aku tidak ingin terlibat dalam cinta segitiga, jalan ini sudah ditakdirkan ada tiga orang didalamnya, Mo Yilan adalah beban yang tidak bisa kamu buang seumur hidupmu……Aku tidak ingin terus begini lagi……Karena terlalu lelah……Qin Yinuo, kamu segera sembuhkan dia, bilang padanya kalau Tian Yu itu anaknya, juga beritahu pada Tian Yu kalau Mo Yilan itu ibunya……Mungkin, bisa membantu pemulihan kesehatannya.
Terlalu sakit……Sakit sekali……
Hatinya seperti disayat pisau, menyerahkan anaknya sendiri pada wanita lain, menyerahkan pria yang dicintainya pada wanita lain, bagaimana mungkin dia tidak sedih? Mana mungkin tidak menderita? Tapi, hatinya lebih sedih saat melihatnya menderita!
Tapi, bagaimana? Bagaimana?
Qin Yinuo menatapnya, tidak ada ekspresi di wajahnya yang tampan, tiba-tiba dia tertawa dan mendekatinya.
Hati Mu Xue bergetar saat melihat tawanya. Tidak ada sebersit kehangatan pun dalam mata hitam yang indah itu. “Mu Xue, kamu sungguh murah hati!”
__ADS_1
Hati Mu Xue tertahan dan hampir tidak bisa bernafas, dirinya bukan murah hati, tapi tidak berdaya!
Dirinya hanya ingin Mo Yilan lebih cepat pulih, ingin Qin Yinuo tidak begitu lelah, tampangnya sekarang yang lelah ini sungguh membuat orang sedih sekali melihatnya.
Tapi sindirannya menyakiti hatinya, langsung terluka dalam.
Terluka oleh sikapnya, tawa sinisnya, sindirannya dan kata-katanya yang kejam.
Wajahnya memerah, kemudian perlahan memucat dan semakin pucat, dia menggigit bibirnya sampai sedikit berdarah.
Lalu dia menarik nafas dalam sambil melihat pria ini, ingin menebak pikirannya yang sesungguhnya dalam lubuk hatinya, tapi dia hanya bisa melihat lapisan kegelapan……Kegelapan yang dasarnya tak terlihat.
Dia tiba-tiba membalikkan badan, ingin pergi dari ruang tamu sebelum air matanya menetes.
Dia ingin berlari ke kamar tidur, tapi pria ini tiba-tiba menahannya, badannya tegap seperti dinding yang lebar, pandangannya terlihat dingin dan tegas.
Wajah pria ini menjadi pucat, tawa sindirannya sudah menghilang. Tapi, ekspresinya sangat tegas, serius dan dingin.
“Xiao Xue, kenapa kamu bisa begitu nekad untuk tidak menginginkanku dan Tian Yu lagi?” Suaranya terdengar serak.
Dia berdiri disana, dipaksa menatapnya dan harus terus berpura-pura, “Benar, karena aku sangat murah hati! Pergilah, aku tidak ingin melihatmu lagi!”
Qin Yinuo menatapnya lekat-lekat, badan Mu Xue yang kurus dan lemah itu semakin menjauh darinya, dia seperti tidak bisa meraihnya dan tidak bertemu dengannya lagi……
“Baik! Aku pergi! Aku pergi!” Dia mengepalkan tangannya erat dan berkata pelan sampai suaranya hampir tak terdengar. Tiba-tiba, dia tertawa, terdengar kesepian dan sedih.
Qin Yinuo berdiri tegak dan tawanya semakin lebar, tapi dia seperti bisa melihat sebersit sakit hati dan rasa tak berdaya dalam tawanya, kenapa? Kenapa?
Akhirnya pria itu membuka pintu, tawanya menghilang kemudian pintunya tiba-tiba ditutup!
Dia tidak pernah melihat ekspresinya yang begitu putus asa dan juga tawanya yang begitu sedih itu, Qin Yinuo pergi sambil tertawa, tapi dia malah terduduk dan meringkuk di atas lantai.
Dia memberitahu pada dirinya untuk melupakan dan melupakan! Melupakan adalah pilihan yang paling bijak.
Tapi seiring pintu itu ditutup, berbagai perasaan berkecamuk dalam hatinya. Perasaan yang kacau itu menyelimutinya, air mata juga tidak bisa ditahan lagi, memenuhi matanya, mengaburkan pandangannya dan mengalir setetes demi setetes, akhirnya menangis tersedu-sedu.
Dia membenamkan kepalanya dalam lengannya, menangis keras dan sedih sekali.
Dia menunduk dan tidak tahu pintunya kembali dibuka, dan Qin Yinuo memegang sebuah kunci lagi, rupanya tadi mereka lupa melepaskan kunci.
Dia melepaskan kunci dan membawanya masuk, saat membuka pintu, hatinya segera hancur saat melihat Mu Xue menangis diatas lantai! Semua kepura-puraan, rasa tidak rela dan ketegaran itu langsung hancur!
Dia kesana dan berjongkok diatas lantai.
Mu Xue tiba-tiba merasakan ada nafas yang berat dan langsung melihat keatas, kenapa dia kembali lagi?
“Aku mengira, kamu sungguh sedih sampai tidak bisa bergerak!” Wajahnya yang kaku semakin menunjukkan lekuk wajahnya, itu wajah tampan yang paling dikagumi oleh seorang wanita.
Mu Xue membelalakan mata melihatnya, melihat wajah tampan yang membuatnya tidak bisa tidur selama sebulan, air matanya mengalir ke pipinya.
Hatinya tertahan dan membuat seluruh badannya kesakitan.
__ADS_1
“Dasar gadis bodoh! Berdirilah, lantainya dingin!” Dia menariknya bangun.
Dirinya tidak menyangka pria ini akan kembali dan bingung sekali bagaimana dia masuk.