AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 30 Aku Punya Pacar


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tidak!” Dia menggelengkan kepala, matanya terlihat membesar, pria ini beneran sangat menakutkan.


“Phaak” dia langsung memukulnya, dan Qin Yinuo tidak sembunyi, dia berdiri diam ditampar olehnya, Mu Xue juga terkejut olehnya.


Hello! Im an artic!


Qin Yinuo menatapnya dengan tatapan dingin, dia tersenyum dan menjilat sudut bibirnya yang berdarah itu.


“Kamu adalah wanita pertama yang berani memukulku, tapi aku menghargaimu!” ucapan dia begitu sombong dan juga lembut.


Dia menatapnya dengan bengong, detak jantungnya menjadi lebih cepat, dia takut dengan pria ini, karena pria ini bisa membuat jantungnya berdetak dengan kencang.


“Yang baik ya, jangan membuat aku kesal!” Ancaman dia yang begitu sombong membuat Mu Xue terkejut.


Hello! Im an artic!


“Kamu gila ya!” Dia saking terkejutnya sampai lupa tujuan datang ke sini, dan berlari keluar dengan cepat.


“Xiao Xue, kenapa dengan bibirmu?” He jing melihat dia keluar dari ruangan CEO dengan tergesa-gesa, dan menatapnya dengan penasaran, “Uuh! Bengkak! CEO menciummu?”


“Apa yang kamu katakan!” Mu Xue tiba-tiba terkejut.


Dia berusaha tersenyum, tapi baru sadar sudut bibirnya kaku. Dia dengan cepat berlari ke toilet. Di depan cermin, dia meraba pelan bibirnya yang pecah itu, masih terasa sedikit pedas.


Apa maksudnya?


Pengumuman yang begitu sombong, apa sebenarnya yang dia inginkan?


Ketika keluar dari toilet, dia sudah menenangkan dirinya.


Lalu, Qin Yinuo tidak keluar dari ruangannya lagi.


Ketika sudah mau pulang kerja, Mu Xue menerima telepon dari Mi Lin, anak ini akhirnya selesai berlibur dari singapura dan pulang. “Hai! Xiao Xue, malam ini kita pergi makan yuk, bawa anak kita, pergi makan western food, kakak yang traktir!”


“Ada hal baik apa?” Mu Xue juga ikut tersenyum, dia melupakan ciuman Qin Yinuo tadi. ” Kamu sepertinya sangat senang!”


“Iya, nanti saja kita bicarakan! Ooiya, aku pergi jemput Cheng Cheng dulu, baru pergi ke kantor kalian, jam enam, jangan lupa!” Mi Lin mengingatkannya.


“Baik! Sampai ketemu!” Mu Xue menutup teleponnya.


“Xiao Xue, pacar kamu!” He Jing mulai pensaran lagi.


“Uuh!” Mu Xue baru saja ingin menjawab, tapi ketika melihat Qin Yinuo, hatinya bergetar dan langsung mengangguk.


“Xiao Xue, nggak disangka kamu sudah punya pacar?” He Jing tiba-tiba berteriak.


Mu Xue melirik ke Qin Yinuo, “Iya! Sebentar lagi dia akan datang menjemputku!”


Dia seperti sedang memberitahu Qin Yinuo, jangan mengganggunya, dia sudah punya pacar!


Tatapan Qin Yinuo tiba-tiba menjadi serius, dia langsung pergi ke ruangan Ceng Li.


Mu Xue menghela nafas, harusnya sudah bisa, CEO tidak akan aneh-aneh lagi.


Ketika pulang kerja, Mu Xue naik lift turun, rekan kerja yang melihatnya, awalnya masih ngobrol dengan senang, tapi ketika dia keluar dari lift, semuanya menjadi diam dan menatapnya dengan tajam.


Ketika keluar dari lobi, dia melihat mobil Mi Lin tidak jauh.


Dan di saat ini, lift CEO juga terbuka.


Mu Xue dengan cepat berlari ke mobil Mi Lin, Mi Lin membawa mobil SUV, mobil yang sangat pria. Dari mobil itu turun seorang bocah, dengan cepat berlari ke arah Mu Xue, “Mami, aku datang menjemputmu!”


“Pelan-pelan!” Mu Xue memeluknya, “Anakku, kita cepat pergi!”


Qin Yinuo berjalan keluar lobi, dan tiba-tiba melihat seseorang memeluk anak kecil berjalan ke arah mobil.

__ADS_1


“Mu Xue?!” Qin Yinuo tertegun, anak itu?


Mu Xue menoleh ke belakang, dan melihat Qin Yinuo yang berdiri di depan sana, tiba-tiba dia menjadi panik, dan melihat Qin Yinuo yang juga menatap ke arahnya……


“Mi Lin, cepat jalankan mobilnya!” Mu Xue memasukkan anaknya, dan dengan cepat masuk ke mobil.


“Kenapa? Kamu seperti melihat setan saja?” Mi Lin langsung menjalankan mobilnya


Qin Yinuo mengecilkan matanya, tatapannya terlihat sangat berbahaya, dia beneran punya pacar? Mngkin kah?


“Mami, ada mata belang?” Cheng Cheng melihat ke belakang dengan bingung, tapi sayang mobilnya sudah berbelok.


“Belakangan ini sering bertemu orang gila!” Mu Xue menjelaskan: “Tapi tidak apa-apa, kalian tenang saja, kita mau pergi ke mana?”


“Iya! Kakak aku buka restoran makanan barat, jadi ada makanan gratis buat kita!” Mi Lin berkata dengan senang.


“Kenapa kita seperti pengemis!” Mu Xue tersenyum, dan melupakan semua kejadian hari ini.


“Kakak, ini teman aku Mu Xue, ini anak angkat aku Mu Cheng, kita datang meramaikan restoran kamu!” Mi Lin terus menggenggam tangan Cheng Cheng.


Dan Mu Xue memberikan seikat bunga, “Kakak Mi, selamat atas pembukaan restorannya!”


Mu Xue bukan pertama kali bertemu Mi Lei, dan Mi Lei yang memakai jas hari ini terlihat ganteng.


“Xiao Xue, kita sudah lama tidak bertemu!” Mi Lei sedikit bengong, dia kemudian melihat anak yang digenggam oleh Mi Lin itu, “Uuh! Anak ini terlihat tidak asing!”


“Kak! Aku lapar banget, cepat bawain makanan!” Mi Lin memotong pembicaraannya.


“Mulai hari ini, kamu adalah punya aku…..” Ucapan Qin Yinuo terus berkumandang di telinga Mu Xue.


Mu Xue, kenapa detak jantung kamu begitu kencang?


Ah ah ah ah…


Sudah mau gila!


Tapi bibir dia, rasa pedasnya masih ada, hati dia beneran sangat kacau!


Dia seperti sedang bermimpi, sebuah mimpi buruk. Semoga setelah dia bilang sudah punya pacar, dia tidak akan mengganggunya lagi.


“Xiao Xue? Xiao Xue? Kenapa bengong?” Mi Lin melihatnya bengong, “Kamu lagi pikirin seseorang?”


Mu Xue tiba-tiba sadar kembali, wajah merah dia membuat orang semakin curiga. “Uuh!”


“Beneran ada ya!” Mi Lin memastikannya.


“Tante Mi Lin, beneran ada apa?” Cheng Cheng juga penasaran.


“Aku pergi ke toilet dulu, aku segera pulang.” Selesai berkata, Mu Xue langsung berlari ke toilet.


“Selamat atas pembukaan restorannya!” Dari jauh, Ceng Li berteriak ke arah Mi Lei.


Qin Yinuo hanya diam saja dan tidak berbicara, tapi ketika melihat Mi Lei dia juga tersenyum, “Selamat!”


“Terima kasih, tidak disangka kalian beneran datang!” Mi Lei melihat ke arah belakang juga datang Wu Jingxuan, ekspresinya langsung berubah.


“Kenapa? Tidak menyambut aku?” Wu Jingxuan berkata.


“Ti, tidak, hanya tidak menduga kamu akan datang juga!” Mi Lei tersenyum malu.


Qin Yinuo dan Ceng Li saling bertatapan, dan mereka akhirnay mengerti.


“Kalian ngobrol dulu, kami naik dulu!” Ceng Li langsung berjalan naik.


Mi Lei dengan cepat menyuruh orang membawa mereka, ketika melihat wajah Qin Yinuo, tiba-tiba dia berteriak, “Nuo, anak kamu datang juga?”


“Tian Yu?” Qin Yinuo berkata, “Tidak kok!”

__ADS_1


“Aku melihat seorang anak sangat mirip denganmu, terutama matanya!” Mi Lei berkata: “Aku mengira anakmu! Ternyata bukan!”


“Uuh! Mata Tian Yu tidak mirip dengan Nuo kok, Tian Yu lebih mirip anaknya!” Ceng Li berpikir sejenak, “Nuo, siapa ibunya Tian Yu? Kapan kamu akan memberitahu kami?”


“Aku pergi ke toilet dulu!” Qin Yinuo berkata dan langsung berjalan ke arah toilet.


Mi Lei menatap ke Ceng Li. “Kenapa kamu harus mengungkit hal itu?”


“Baiklah, kalian lanjutkan bicara saja! Aku pergi ya!” Ceng Li kemudian masuk ke dalam restoran


Setelah menenangkan dirinya, Mu Xue keluar dari toilet, dan berjalan keluar.


Qin Yinuo juga berjalan ke arahnya, tiba-tiba dia seperti melihat sesuatu, dia mengecilkan matanya, ternyata Mu Xue juga di sini, beneran kebetulan sekali!


Qin Yinuo langsung berjalan ke arahnya.


Mu Xue yang menundukkan kepalanya itu melihat sebuah sepatu yang berkilau, dia mengangkat kepalanya, tiba-tiba dia beneran sangat terkejut, “CEO!!”


Detik selanjutnya, dia sudah dipeluk oleh CEOnya.


“CEO——” Terdengar suara teriakan, CEOnya menundukkan kepalanya seperti mau menciumnya.


Tapi ketika sudah hampir tersentuh, dia tiba-tiba berhenti, Mu Xue sedikit pusing karena mencium bau tembakaunya.


“Kita beneran berjodoh! Mu Xue!” Dia tersenyum licik, “Mana pacar kamu? Yang mana? Coba kenalin kepada CEO!”


Mata Mu Xue membesar, dia menelan ludahnya, “CEO, pacar, pacar aku ada di depn, cepat lepaskan aku, kalau nggak aku akan berteriak!”


“Teriak apa?” Dia berkata, dan langsung menggendongnya masuk ke dalam toilet wanita.


Kenapa pria genit ini bisa di sini? Dan juga, kenapa dia masuk ke dalam toilet wanita, waktu itu dia menciumnya di toilet wanita.


“Panggil, kamu boleh panggil sekarang.” Dia berkata dengan dingin, dan menimpanya di pintu toilet.


Tatapan itu, beneran sangat dingin.


“……” Mu Xue sudah membatu.


Tatapan dia begitu tajam, membuat dia tidak bisa bernafas. Itu….seperti aura yang dimiliki seorang raja.


“Kamu gila ya, ini toilet wanita!” Dia akhirnya menemukan lidahnya.


“Putus dengan pacar kamu! Cepat! Sekarang!” Dia menatapnya, seperti mau menelannya.


“Kamu, kamu gila ya?” Mu Xue tertegun, pria ini beneran diluar dugaan, semua ucapannya di luar dugaan, jangan bilang dia tidak punya pacar, walaupun punya, tidak seharusnya dia memerintahkannya begitu?


Kenapa dia bisa di sini? Apa yang mau dia lakukan?


Qin Yinuo tersenyum aneh.


Dia tidak berbicara lagi, tapi terus menatap Mu Xue. Melihat tatapanya yang panik itu, membuat perasaannya semakin baik.


“CEO, lepaskan aku, kenapa kamu begini?”


“Aku kenapa?” Qin Yinuo tersenyum, kedua tangannya semakin bertenaga, dia memeluk dengan sangat erat, tidak membuatnya bergerak.


Dia menundukkan kepalanya, seperti ingin menciumnya. Dia suka melihat wajah paniknya, membuat perasaan dia sangat baik!


Mu Xue terpaksa mundur terus, dia mulai kesal, “Kamu jangan macam-macam! Pacar aku akan membunuhmu, lepaskan aku!”


“Kalau begitu cepat panggil dia! Suruh dia datang bunuh aku di toilet wanita!” Qin Yinuo tersenyum.


Mu Xue menutup matanya, dia beneran sangat kesal dengan kesombongan orang ini, “Kamu, kamu, kenapa begitu gila, kamu ini CEO loh!”


Dia merusak citranya sendiri, kenapa dia bisa memperlakukan sekretarisnya seperti ini, Mu Xue bukan orang yang sembarangan.


“Putus dengan pacar kamu!” Dia berkata.

__ADS_1


__ADS_2