
Hello! Im an artic!
Qin Yinuo bersiap untuk memeluk anaknya, namun siapa sangka Tianyu tidak memperdulikannya dan berlari ke arah Mu Xue, “Tante, kenapa kamu bisa di sini?”
Qin Yinuo tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Ketika melihat Tianyu, hati Mu Xue terasa perih. Dia merasa kasihan melihat anak yang tumbuh tanpa ibu ini.
Hello! Im an artic!
“Tante datang mengunjungimu. Bagaimana sekolahmu? Apakah kamu belajar dengan baik?” tanya Mu Xue.
“Tentu saja! Aku senang sekali melihat tante datang mengunjungiku,” ujar Tianyu dengan bahagia. “Tianyu, apakah kamu sudah melupakan daddy?” tanya Qin Yinuo melihat kedekatan mereka berdua. “Daddy,” Tianyu berlari ke dalam pelukan Qin Yinuo sambil menggandeng tangan Mu Xue.
Di depan kelas, anak-anak berteriak, “Qin Tianyu, apakah daddy dan mamimu datang melihatmu?”
“Qing Tianyu, daddymu sangat tampan!” ucap salah seorang anak, “Wah! Lebih tampan dibanding daddyku!”
Hello! Im an artic!
“Ternyata Tianyu memiliki ibu!”
__ADS_1
“……”
Dengan berani Tianyu berteriak, “Siapa bilang aku tidak punya ibu! Ibuku di sini, ibuku datang melihatku!”
Mata Mu Xue berkaca-kaca melihatnya …. Qin Yinuo mendekat dan merangkul pinggang Mu Xue, “Terima kasih telah membuat anakku senang!”
Meskipun tidak suka berbohong, namun melihat Tianyu yang bahagia hati Mu Xue merasa sangat puas. “Ayo kita pergi bermain,” ajak Qin Yinuo.
Tianyu senang, namun dia menggelengkan kepalanya, “Hari ini bukan akhir pekan, aku masih ada pelajaran nanti siang.Meskipun sangat ingin pergi Tianyu mengingat pesan kakeknya menyuruhnya untuk rajin belajar.”
Qin Yinuo mencubit hidung Tianyu, “Wah, rajin sekali kamu!”
“Wah, Tianyu sangat pintar dan rajin. Tante akan sering mengunjungimu,” ujar Mu Xue sambil menggosok kepala Tianyu.
“Bagus juga ide anakku, tolong kamu pertimbangkan baik-baik,” ujar Qin Yinuo sambil tertawa menggoda.
“Tante, bukankah kamu menyukaiku? Aku sangat penurut, apakah kamu mau menjadi ibuku? Aku berjanji akan menjadi anak yang baik. Orang lain memiliki ibu, sedangkan aku tidak …,” Tianyu memandang Mu Xue membujuknya.
Mu Xue terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia tampak sangat gelisah dan salah tingkah.
__ADS_1
Qing Yinuo memeluk Tianyu kemudian berkata, “Sudah, jangan memaksa tante!”
“Tante …,” Tianyu memandang Mu Xue.
“Tianyu memiliki ibu kandung, jangan khawatir. Ibumu pasti juga menyayangimu dan beruntung memiliki anak sepertimu.”
Mendengar ucapan Mu Xue, hati Tianyu sangat sedih. Dia memeluk leher ayahnya dan terdiam. Wajahnya tampak sedih dan tatapannya kosong.
Mu Xue menghela napas panjang hingga meneteskan air mata, dia menggendong Tianyu sambil berkata, “Maaf, maafkan tante!””Tante, jangan menangis. Tianyu sudah tahu jawabannya. Tianyu tidak akan meminta tante menjadi mamiku lagi,” ujar Tianyu sambil menghapus air mata Mu Xue.
“Tianyu, ibu bukanlah seseorang yang dapat digantikan dengan begitu saja. Tante berjanji akan menjadi ibu angkatmu. Tianyu memiliki ibu kandung, jika ibumu kembali dia pasti akan menyayangimu,” Mu Xue menjelaskan.”Benarkah itu? Lalu kenapa mami meninggalkan Tianyu?” Mu Xue tidak menjawab, dia melirik kecil ke arah Qin Yinuo dan berkata-kata.
Setelah bermain sejenak, Qin Yinuo mengantarkan Mu Xue kembali ke rumah.
Setelah sampai Mu Xue langsung turun dari mobil tanpa berkata apapun.
“Mu Xue …,” Qin Yinuo memanggilnya.
“Pak, aku tahu anakmu sangat menginginkan seorang ibu. Seharusnya kamu mencarikannya ibu, bukan karena hanya untuk memuaskan nafsumu sendiri,” ujar Mu Xue.
__ADS_1
“Maksudmu? Apakah kamu berpikir aku sedang mempermainkanmu?” Qin Yinuo tidak menyangka bahwa Mu Xue akan berkata seperti itu. “Hatimu tahu apa yang aku maksud. Aku bukanlah seorang gadis muda, aku memiliki anak. Aku tidak pantas menjadi pacarmu, apalagi istrimu!” Mu Xue memandang Qin Yinuo dengan tegas. Qin Yinuo tersenyum, dia memandang Mu Xue sambil menggenggam erat tangan Mu Xue kemudian berkata, “Bagaimana jika aku memang serius denganmu? Aku tidak perduli apakah kamu memiliki anak.”
Mu Xue terdiam, dia menatap Qin Yinuo dengan tatapan tidak percaya. Jarak mereka yang terlalu dekat membuat Mu Xue tidak tahu harus berbuat apa.