AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 591 Malam Semakin Panjang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia memilih untuk mengangkat tangannya dan memanggil taksi.


Feng Baiyi tidak menghentikannya. Mobil Veyron tersebut perlahan mengikuti di belakang, dan Su Yan mengetahui bahwa mobil itu terus mengikutinya.


Hello! Im an artic!


Setibanya di pintu apartemen, Su Yan turun dari mobil dan mobil Veyron tersebut juga masuk ke pintu apartemen.


Dia tidak melihatnya, dan langsung naik ke atas.


Yang mengejutkannya adalah, Feng Baiyi tidak ikut naik ke atas.


Su Yan pergi untuk membasuh wajahnya lalu melihat dirinya di cermin. Tersenyum sedih, punggung rampingnya tampak dipenuhi dengan rasa sedih dan rasa sepi yang tak tertahankan!


Hello! Im an artic!


Entah mengapa, tiba-tiba dia sangat merindukan kakak Chi.


Merindukan hari-hari di Swiss dan Amerika! Sederhana dan bahagia!


Dengan air mata kepedihan di matanya, Su Yan tersenyum dengan sedih. Melihat air mata yang jatuh ke bawah mengelilingi riak di wastafel, dan perlahan mulai kehilangan kesadarannya. Kakak Chi sudah berhenti menghubunginya belakangan ini. Sekarang dia adalah kakak besarnya, dan dia juga sudah menikah dengan Feng Baiyi.


Dia sudah bukan lagi Su Yan yang sama!


Sampai dia selesai mandi dan mengganti pakaian. Feng Baiyi baru kembali. Ia membuka pintu, dan bau asap yang menyengat datang menyerang. Su Yan bertingkah seakan tidak melihatnya sama sekali, berganti pakaian tidur, lalu duduk di atas sofa dan menonton televisi.


Sekali lagi melihat duka mendalam di wajahnya di mana senyumnya yang mulai memudar membuat Feng Baiyi hanya bisa menghela nafas tak berbicara.


Su Yan menonton televisi dan terus menonton, tetapi tiba-tiba air matanya jatuh mengalir dari matanya.


Feng Baiyi melepas mantelnya dan duduk di sofa.


“Menangis?” Dia mengulurkan jemarinya yang ramping dan menyeka air mata yang tergantung di pipinya. Apakah dia benar-benar sedang menangis?


Setelah terkejut, Su Yan mengumpulkan semua perasaannya lalu memalingkan wajahnya dan mengabaikannya!


Dia juga tidak berbicara, lalu menghela nafas panjang dan pergi mandi.


Su Yan pergi ke ruang kerja sampai larut malam. Ketika dia keluar, dia melihat Feng Baiyi yang sedang duduk di atas sofa sedang menghisap rokok dalam-dalam.


Ketika Su Yan hendak memasuki kamar tidur, dia tiba-tiba berdiri dan memeluknya. Dia berdiri di belakangnya, dan membenamkan wajahnya di lehernya.


Hati Su Yan bergetar, dia tidak bergerak, tidak meronta, tidak menolak.


Dia mengangkat kepalanya dari belakang, menggapai wajah Su Yan dan bibirnya di tempelkan kepada bibirnya.


Hati Su Yan menegang, dia menyusut tanpa sadar. Dia tidak menginginkannya, dia tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang kembali!


Dia dapat merasakan kegugupan dan ketakutannya, hatinya menegang. Tangannya tidak bisa menahan lalu merangkul bahunya, dan bibirnya semakin menciumnya dengan lebih erat.


Su Yan memejamkan matanya. Dia meronta di dalam hatinya, haruskah dia mendorongnya, apa …… yang harus dia lakukan?


Mungkin karena naluri. Dia mengangkat tangannya, lalu mendorong dan menjauhkan wajahnya, “Feng Baiyi ––”


Feng Baiyi menatap matanya. Wanita itu sedang menolak dirinya sendiri, dia terus menatapnya tanpa bergerak.


Feng Baiyi menatapnya selama satu menit penuh, lalu mengelus wajahnya, “Oke, kamu tidur dulu.”


Setelah berbicara, dia berbalik dan duduk di sofa lagi.

__ADS_1


Su Yan menatapnya dengan tatapan kosong, hatinya yang menegang perlahan sedikit melega. Tetapi kekhawatiran lain yang tak dapat dijelaskan muncul lagi, dia tidak mengatakan apa-apa!


Su Yan kembali ke tempat tidur. Perlahan ia berbaring di tempat tidur, mematikan lampu yang ada di samping tempat tidur, lalu dengan tenang mendengarkan suara yang ada di luar.


Tidak bisa tidur, dia menyadari bahwa dia benar-benar tidak bisa tidur. Dia ingin tidur, tetapi tidak bisa.


Tidak tahu sudah berapa lama, tiba-tiba dia dibangunkan oleh bunyi suara pintu yang tertutup. Suara pintu anti-maling. Feng Baiyi keluar? Dia menyalakan lampu yang ada di samping tempat tidur, melihat jam waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua subuh. Dia mengangkat selimutnya dan dengan cepat keluar dari kamar tidur.


Menyalakan lampu di ruang kerja. Su Yan tertegun, kosong, Feng Baiyi benar-benar pergi keluar! Entah kenapa, Su Yan kembali merasa sangat kecewa.


Malam semakin panjang!


Mu Siyuan ditarik keluar dari tempat kehangatannya oleh Feng Baiyi. Ketika dia bergegas ke bar, Feng Baiyi sedang minum alkohol dengan cemberut sendirian, tidak terburu-buru, dan terus meminum segelas alkohol yang ada di tangannya.


“Ada apa?” Mu Siyuan mengerutkan kening melihat padanya. “Apa yang terjadi antara dirimu dan adikku?”


Feng Baiyi mengangkat alis, uh! Hampir lupa, sekarang Su Yan adalah adik perempuan dari Mu Siyuan . Feng Baiyi hanya bisa mengernyitkan dahinya menanggapi identitas tersebut, tidak mengatakan apa-apa!


“Kamu meninggalkan gadis kecil itu di rumah dan keluar sendiri?”


Feng Baiyi tidak bersuara, dia mengangkat tangannya memanggil pelayan untuk menambahkan sebuah gelas kosong, menuangkan alkohol, dan menyodorkannya ke hadapannya. Dia mengangkat gelasnya sendiri, dan bersulang kepadanya. Mu Siyuan mau tidak mau ikut mengangkat gelasnya, bersulang, dan menenggaknya habis.


“Hei! Feng Baiyi, ada apa dengan Su Yan?” Mu Siyuan langsung bertanya pada intinya. Ekspresi diam Feng Baiyi semakin membuat orang tidak tertahankan. Meminta orang untuk menebak apa yang ada di pikirannya? Sepertinya, permasalahannya sangat sulit.


“Menurutmu, wanita seperti apa yang dapat berselingkuh?” Mulut Feng Baiyi bergerak ringan, tersenyum tipis, dan mengeluarkan ekspresi yang tidak dapat diprediksi.


Mu Siyuan terkejut, apa maksud dari pertanyaan Feng Baiyi?


“Maksudmu, Su Yan berselingkuh?” Ucap Mu Siyuan dengan nada suara yang tinggi.


Feng Baiyi hanya mendengus dingin, lalu kembali menyesap alkohol miliknya tersebut.


“Kamu sangat peduli kepadanya?”


“Dia adalah adikku! Omong kosong!”


“Bagaimana kalau dia bukan adikmu?”


“Sial! Orang gila. Feng Baiyi, jika Su Yan bukan adikku. Aku akan memberitahumu hari ini, aku pasti akan memilikinya! Siapa yang tidak menyukai gadis kecil yang imut sepertinya. Bisa-bisanya kamu meninggalkannya sendirian di rumah, kamu benar-benar kejam!” Mu Siyuan meliriknya, hanya saja tampaknya lelucon ini membuat Feng Baiyi sedikit tertegun, dan tiba-tiba menuangkan segelas alkohol. “Sudahlah, tidak bercanda lagi, ayo jalan! Sekarang sudah subuh. Bisa-bisanya kamu lari keluar untuk minum di tengah malam seperti ini. Sialan, apakah kamu benar-benar adalah sang tuan muda dari keluarga Feng?”


Feng Baiyi tidak beranjak.


Mu Siyuan menendangnya. “Apakah kamu benar-benar mencurigai Su Yan? Dia bukan orang yang seperti itu. Feng Baiyi, Su Yan adalah seorang yang sangat polos, kamu jangan lihat penampilan luarnya yang suka tertawa dan bercanda, sebenarnya dia adalah orang yang lebih kesepian dibandingkan orang lain!”


“Kamu mengerti tentang dirinya?”


“Mengerti tentang dirinya? Aku hanya mengerti akan diriku sendiri!” Mu Siyuan tersenyum pahit, “Orang seperti apa yang menampar dirinya ketika dia baik-baik saja? Aku beritahukan kepadamu, Su Yan, gadis kecil itu berada di bawah banyak tekanan. Dia menampar dirinya sendiri di tempat yang tidak ada orang sama sekali, bahkan dia selalu berbicara sendiri. Mengapa kamu bsia dengan tega meninggalkannya sendirian di rumah? Kalau kamu tidak pulang, aku yang akan membawanya pergi. Bagaimanapun juga ibuku tidak memiliki anak perempuan, biarkan Su Yan yang menjadi putrinya!”


Feng Baiyi yang depresi kembali menenggak segelas alkohol lagi.


“Yi! Kamu tidak bisa seperti ini! Kamu harus bisa menyerang hati wanita, itu yang terpenting.” Mu Siyuan melihat kondisi Feng Baiyi yang sepertinya sangat tertekan pun akhirnya mulai merasa simpati kepadanya, “Bagaimana kamu yang biasanya begitu cerdas dalam kehidupan sehari-harimu, bisa menjadi seperti ini? Sepertinya pesona Su Yan terlalu besar!”


“Apa yang harus aku lakukan untuk mencegah agar dia tidak berbohong?” Feng Baiyi langsung mengatakan inti dari kegalauannya. Dia marah karena dia telah berbohong, terutama berbohong karena seorang pria tertentu!


“Huh! Ternyata hanya karena berbohong?” Mu Siyuan tertegun. “Hanya karena hal kecil seperti berbohong ini saja sudah bisa membuatmu datang kemari untuk minum alkohol? Berbohong adalah sebuah hal yang sangat biasa, pria dan wanita yang sedang jatuh cinta memang sudah gila! Ini pepatah yang paling masuk akal. Aku berbohong setiap hari, lalu kenapa? Berbohong itu demi kebaikan, begitu juga dengan Su Yan yang berbohong, itu demi kebaikan!”


“Tutup mulutmu!” Feng Baiyi mengambil jasnya dan bersiap untuk pergi. Dia memanggilnya datang bukan untuk mendengarkan ocehannya.


Ketika Feng Baiyi kembali ke rumah, Su Yan masih belum tertidur.


Tetapi dia juga tidak bergerak, dan jarum penunjuk waktu telah menunjuk ke arah pukul empat pagi. Feng Baiyi masuk ke kamar mandi dengan ringan dan menutup pintu.

__ADS_1


Su Yan membuka matanya, Feng Baiyi sudah kembali. Dia belum tertidur sama sekali, dan terus mengkhawatirkan Feng Baiyi di dalam hatinya. Pikirannya sungguh kacau dan sama sekali tidak ada rasa kantuk.


Selang beberapa saat, pintu kamar mandi ditarik dan dibuka. Su Yu buru-buru memejamkan matanya, dia menahan nafasnya dan bernafas dengan pelan, mencegah Feng Baiyi menyadarinya bahwa dia sedang berpura-pura tidur.


Dia merasa sisi lain di tempat tidurnya tenggelam ke dalam. Hati Su Yan menegang, dia naik ke tempat tidur. Dia mengangkat selimut, dan berbaring perlahan.


Su Yan menahan nafas dengan gugup, dan dia tertidur dengan memunggunginya!


Su Yan perlahan membuka matanya dalam kegelapan. Mendengarkan hembusan nafasnya, lalu merasa sedikit lega. Sepertinya dia sudah kembali, suasana hatinya juga menjadi lebih lega, dan dengan perlahan dia pun ikut tertidur.


Pukul tujuh pagi.


Feng Baiyi mengguncang-guncangkan tubuh Su Yan, “Bangun! Waktunya kelas!”


Su Yan membuka matanya setengah sadar, dan Feng Baiyi sudah berbalik dan bangkit dari tempat tidur. Su Yan menatap punggungnya, dia tidak menciumnya untuk membangunkannya. Dia biasanya selalu membangunkannya dengan sebuah ciuman pagi. Meskipun mereka tidak bersama dalam waktu yang lama, tetapi hampir setiap hari mereka melakukan hal tersebut! Namun, tidak hari ini!


Keduanya mandi dengan cepat. Pria itu tidak memasak sarapan dan tidak berbicara, hanya mengantarnya ke sekolah secara pribadi.


Duduk di dalam mobil, keduanya tetap diam. Su Yan menatap lurus ke depan, sementara Feng Baiyi fokus mengemudi. Su Yan meremas tangannya, ragu-ragu untuk mulai berbicara atau tidak. Karena khawatir, dia pun bertanya. “Tadi malam …… Pergi kemana?”


Feng Baiyi melirik kepadanya, tanpa ekspresi, “Minum bir.”


“Oh.” Hati Su Yan menegang, dia pergi minum tadi malam!


“Apakah kakak Chen sudah membaik?”


“Sudah lebih baik!”


Hanya beberapa kata, sangat dingin, keduanya berhenti berbicara satu sama lain.


Keduanya tidak berbicara lagi di sepanjang jalan. Mereka pun tiba di sekolah begitu saja. Feng Baiyi menghentikan mobilnya, membalikkan badannya dan menekan membuka sabut pengaman Su Yan.


Su Yan bersandar di punggung kursi, duduk dengan tegak, di dalam hati dia khawatir dia akan tiba-tiba menciumnya. Feng Baiyi sudah mencondongkan badannya, lalu membukakan pintu untuknya.


Su Yan seketika membeku, lalu berkata dengan pelan, “Sampai jumpa.”


Berdiri di dekat mobil, mobil Feng Baiyi pun langsung pergi begitu saja.


Su Yan berdiri di sana dengan linglung, apakah mereka sedang perang dingin?


Feng Baiyi tidak menelepon lagi. Ketika Su Yan selesai dari kelas, dia bertemu dengan supirnya. Sang supir memberitahunya bahwa tuan muda telah memerintahkan bahwa untuk tidak memaksa nyonya apabila nyonya tidak ingin menaiki mobil pribadi di masa depan nanti. Jika ingin dijemput, harap untuk menelepon lebih awal. Tuan muda berkata untuk memberinya banyak kebebasan!


“Kembalilah, selanjutnya aku tidak akan membutuhkanmu untuk menjemputku lagi! Aku bsia naik kendaraan umum sendiri!” Kata Su Yan kepada supir itu dengan ringan. “Dan juga, beri tahu Feng Baiyi untuk menyingkirkan beberapa orang yang mengikutiku dengan diam-diam. Aku tidak membutuhkan perlindungan siapa pun! Aku bisa menjaga diriku sendiri!”


Supir itu tercengang lalu pergi. Sepuluh menit kemudian, Su Yan juga melihat bahwa mobil yang selalu mengikutinya secara diam-diam belakangan ini juga telah pergi. Ia benar-benar bebas.


Su Yan tidak mengerti apa maksud dari Feng Baiyi.


Hanya saja tiba-tiba dia merasa sangat kecewa. Dia tidak menyangka begitu dia meminta, dia akan langsung setuju begitu saja. Dia ingin memberikannya kebebasan, bukan? Tidak disangka dia akan begitu senang!


Su Yan berjalan di sepanjang jalan dengan suasana hati yang buruk. Kepalanya sedikit pusing, dan terik matahari sehabis hujan ini sangat menyilaukan. Melihat ke jalan di kejauhan, dia akan merasa sangat terbuka, dan suasana hatinya yang buruk pun akan sangat berkurang.


Feng Baiyi menyakitinya kemarin, mengapa dia marah?


Su Yan merasa sebal di dalam hatinya dan bergumam. “Jahat, jahat. Aku benci Feng Baiyi!”


Sebuah mobil mengikutinya dengan perlahan dari belakang. Jendela mobil terbuka, menampilkan sosok wajah yang tampan, lalu berkata dengan suara yang dalam: “Apakah kamu mau naik ke mobil?”


Su Yan dikejutkan oleh suara ini dan tiba-tiba berbalik, Zuo Shaofeng? Dia terkejut, mengapa dia selalu bertemu dengannya?


“Mengapa kamu ada di sini?” Su Yan berhenti dan melihatnya yang sedang mengemudi sendiri mengendarai sebuah Pagani berwarna putih.

__ADS_1


__ADS_2