AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 61 Ternyata Presiden Adalah Kotoran…


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Wanita yang asal-asalan sepertimu ini, asal tidur seranjang dengan pria lain kamu senang sekali kan? Memang mereka bisa memuaskanmu? Bisa?” Ia berteriak, tidak tahu apa dirinya tengah iri atau apa.


Matanya perlahan mendingin, kata-katanya yang tajam menusuk-nusuk hatinya.


Hello! Im an artic!


“Ya aku orangnya memang sembarangan sekali, karena aku orangnya sembarangan barulah bisa melahirkan anak denganmu!” Pria itu berhasil menyakitinya, ia kira ini gara-gara perihal kontrak yang ditandatanganinya.


Benar, dirinya bukan wanita baik-baik, ini adalah kesakitannya seumur hidup! Sakit dalam hatinya!


Mu Xue tidak bisa berkata-kata lagi. Ia menekan dadanya, karena terasa sakit sakit sekali, seolah ia tidak bisa bernafas–


Lagi-lagi sehari lewat.


Hello! Im an artic!


Di mansion Ming Hao.


Qin Yinuo tidak menyalakan lampu, di dalam rumah penuh dengan asap, rokok di tangannya terus mengepulkan asap, dirinya duduk di atas sofa, jelas saja, ia sudah duduk dengan gaya yang sama lama sekali.


Tiba-tiba telepon berbunyi.


Ia tidak ingin menerimanya, tapi telepon itu terus berdering, maka akhirnya ia mengangkatnya.


“Presiden, akhirnya Anda mengangkat telepon, keadaan sedang gawat!” Ini adalah telepon yang berasal dari ruang kantor manajer, seorang pria, suaranya yang nyaring terdapat sedikit rasa ketakutan di dalamnya, ia berkata dengan tergesa-gesa: “Presiden, sistem komputer kita sudah diretas oleh hacker!”


“Apa yang terjadi, jelaskan perlahan!” Ia bertanya dengan nada suara rendah, ini pertama kalinya Qin Yinuo menerima telepon seperti ini.


“Presiden, hacker telah meretas sistem komputer kita. Seluruh sistem internet perusahaan dan cctv telah dilumpuhkan!”


“Aku segera kesana!” Qin Yinuo menutup teleponnya.


Kemudian telepon berdering lagi, dan telepon itu berasal dari Li He, si insinyur dari departemen komputer. “Presiden, kali ini kita menghadapi seseorang yang hebat sekali!”


Li He orangnya selalu meninggikan dirinya sendiri, ia tidak pernah berbuat seperti ini. Ia selalu percaya diri sekali pada firewall yang dibuatnya, kali ini dia malah takluk pada hacker itu, maka Qin Yinuo akhirnya sadar kalau masalahnya semakin parah.


Ia berkata dengan muram: “Li He, aku segera pergi ke perusahaan!”


Ketika Qin Yinuo mencapai kantor, ia melihat Li He sedang mengetik dengan cepat di atas keyboard, ia tidak tersenyum, kelihatannya serius sekali, seiring dengan jarinya yang mengetik, akhirnya terdengar suara ‘plak’ sesaat, sepasang tangannya yang mengetik tadi sekarang menutupi wajahnya. “Astaga, benar-benar runtuh!”


“Tidak bisa dikembalikan kah?” Qin Yinuo bertanya dengan muram.


“Nuo, Nuo!” Zeng Li juga sudah datang, ia berteriak. “Kamu ini tidak membiarkan orang istirahat ya, kenapa tengah malam begitu memanggil orang datang?”


Qin Yinuo melirik padanya sekilas, lalu Zeng Li segera menutup mulutnya, menyadari kalau masalah yang mereka hadapi bukan masalah biasa. “Sulit dihadapi kah?”


Meski tidak tahu alasannya, tapi Qin Yinuo tahu kalau pihak hacker itu hebat. “Sistem dalam perusahaan juga sudah dilumpuhkan kah?”


“Betul, Presiden!” Li He sambil mengetik, namun semenit kemudian wajahnya jadi menampakkan ekspresi aneh. “Astaga, orang ini benar-benar pintar sekali, aku bahkan tidak bisa mengecek alamatnya, ini pasti adalah hacker hebat, ia bisa menghindari sistem pengamanku, dan masih berhasil memasukkan virus jenis baru ke dalam perusahaan, ia sudah hack keseluruhan sistem, astaga, orang ini IQ-nya tinggi sekali!”


Li He berkata dengan senang, memuji lawannya itu.


“Memang kamu bukan lawannya?” Zeng Li merasa aneh.


“Aku harus menemukannya!” Li He terus mengetik di keyboard.

__ADS_1


Qin Yinuo menaikkan alisnya, orang itu bisa melumpuhkan sistem perusahaan dalam waktu singkat, jelas sekali kalau orang ini bukan orang biasa, hacker sehebat ini, sebenarnya ini karena persaingan bisnis atau apa?


Sebenarnya orang itu ingin berbuat apa?


“Ini terjadi sejak kapan?” Qin Yinuo bertanya.


“Sudah setengah jam!” Li He berkata. “Si Hou tua menelepon padaku, untung saja aku sedang ada di dekat perusahaan, maka aku segera kemari, tak disangka ternyata sudah dilumpuhkan!”


“Nuo, kamu mau turun tangan sendiri?” Zeng Li juga jadi serius, “Kelihatannya orang itu benar-benar hebat!”


Qin Yinuo menaikkan alisnya, langsung bertanya pada Li He. “Kamu bisa mengatasi ini?”


“Kurang lebih!” Li He berkata: “Kelihatannya orang itu tidak bermaksud buruk, aku sudah masuk ke dalam sistem! Presiden, astaga! Anda lihat, orang itu ternyata menaruh setumpuk kotoran di nama Anda!”


Li He memasuki halaman web tersebut, begitu melihat halaman pengenalan perusahaan, ia melihat nama Qin Yinuo sudah ditempeli kotoran berwarna kuning keemasan.


“Hah! Tidak mungkin, Nuo, kamu sudah membuat marah siapa?” Zeng Li merasa kalau orang itu sedang membuat lelucon.


Wajah dingin Qin Yinuo tidak berubah, ia hanya menatapi halaman web tersebut, sedang berpikir.


“Sepertinya orang itu telah menempelkan gambar kotoran itu di nama Presiden pada setiap komputer perusahaan kami, astaga!” Li He berteriak, “Apa maksudnya ini?”


Zeng Li tiba-tiba tertawa, sekali dipelototi Qin Yinuo, ia langsung menahan tawanya, tapi masih berkata: “Masih belum jelas kah? Orang itu sedang bilang kalau Presiden adalah kotoran!”


Begitu Li He menoleh dan melihat tatapan Qin Yinuo yang bagai es, ia rasa suasana dalam ruangan perlahan membeku.


Li He bertatapan dengan Zeng Li sesaat, Zeng Li terbengong. Oh betul juga, sejak kemarin emosi Qin Yinuo membara sekali, mana ada suasana hati untuk melawak?


Zeng Li yang selalu tidak serius pun setelah tertawa ekspresinya langsung berubah memberat, ia menaikkan alisnya, “Kelihatannya orang itu punya dendam pribadi, bukan persaingan gelap, mungkin ini hanya lelucon, Nuo, kamu tak perlu terlalu khawatir.”


“Aku sendiri yang akan mengurusnya!” Qin Yinuo sambil duduk di samping komputer, jarinya yang panjang mulai mengetik di keyboard, cepat sekali ia langsung memasuki halaman web–


“Mami, aku sudah hampir selesai, mami tidur saja!” Cheng Cheng tidak menoleh, terus tenggelam dalam komputernya, ia bermain dengan senang sekali, sambil bermain sambil tertawa.


“Nak, masalah kemarin…”


Masih belum selesai berkata, kata-katanya sudah diputus oleh Cheng Cheng: “Mami jangan khawatir, aku tidak apa-apa, kalau tidak kirim kan sudah oke kan? Kita bukannya masih punya satu juta? Mami bisa membeli barang-barang yang mama suka, aku akan menghasilkan uang, tunggu sampai uang yang kuhasilkan banyak, mami tak perlu lelah bekerja!”


“Cheng Cheng, mami katakan sekali lagi, mami tidak perlu kamu membantu mami menghasilkan uang, besok mami akan pergi mencari kerja! Dan lagi, aku akan membantumu mengontak masalah SD, kamu benar-benar yakin sudah ingin masuk SD?”


“Ya!” Cheng Cheng mengangguk-angguk.


Mu Xue melihatnya yang bermain dengan senang, maka ia tidak mengatakan apapun lagi, ia mengangguk, menoleh dan keluar dari kamarnya.


Cheng Cheng awalnya senang sekali, tapi saat ini, tiba-tiba ia menaikkan alisnya, wajahnya yang ganteng langsung mengernyit, setelah ragu untuk sesaat, sambil melihat layar, mata hitamnya berkilat, sudah dibalas kah?


Cheng Cheng langsung penuh dengan was-was, ia tahu lawannya itu hebat, cepat sekali ia memasuki sistem, lalu memasuki halaman web tadi, aneh, kenapa sekarang ia tidak bisa masuk?


Cheng Cheng menghentikan gerakannya, ia tahu pihak lawan sudah mulai melawan, maka ia langsung memutuskan koneksi, ketika ia mematikan komputer, ia juga mencabut kabel internet.


Benar-benar perusahaan yang besar, cepat sekali mereka sudah melawan, ketika Cheng Cheng ragu, alis di atas wajahnya yang keren mengernyit.


Sementara di Perusahaan Qin.


Setelah Qin Yinuo memasuki sistem, ia terus mengetik di atas keyboard, dan pihak lawannya malah kabur! Qin Yinuo menaikkan alisnya, karena ia menyadari banyak sekali file perusahaan yang sudah dibajak, sialan!


Hacker ini sungguh hebat. Alis Qin Yinuo bertautan.

__ADS_1


Cheng Cheng mematikan komputernya, setelah memutuskan koneksi internet, bibir merahnya yang kecil langsung manyun.


Berani menganggunya, maka orang itu harus tahu seberapa hebat dirinya! Dia kira dirinya paman yang baik, tak disangka ternyata sejahat itu, setelah memecat Mami, ia malah menggalaki mami tanpa alasan yang jelas, benar-benar jahat sekali!


Paman itu sebetulnya cuma kotoran. Tapi kalau berpikir demikian, sebenarnya dalam hatinya ia masih merasa bersalah. Tapi kalau dipikir-pikir paman itu jahat sekali kan orangnya?


“Cheng Cheng, kenapa belum tidur? Bukannya Mami menyuruhmu untuk tidur lebih awal?” Pintu terbuka tiba-tiba, Mu Xue melihat anaknya yang tengah berpikir sambil berbaring di atas ranjang, sekali dilihat sekarang sudah pukul sepuluh, maka ia hendak menyuruhnya tidur. “Apa yang kamu pikirkan?”


“Mami, kenapa paman itu memecatmu?” Cheng Cheng tidak mengerti.


Ia tertegun setelah ditanyai anaknya, Mu Yu tidak terlalu mengerti. “Mami juga tidak tahu kenapa, tapi mami sedari awal memang sudah tidak ingin kerja disana, cari tempat lebih bagus!”


“Aneh sekali, padahal dulu paman baik sekali, kenapa tiba-tiba berubah lebih jahat dibanding kotoran manusia?” Cheng Cheng bergumam sendiri.


“Dia kah orangnya? Dia kah orang yang kamu kenal sebelumnya?” Meski sudah memastikan kalau Qin Yinuo adalah orang yang telah membeli semua barang itu di pesawat, tapi Mu Xue masih bertanya.


“Betul! Kurasa dia itu orang yang penuh dengan cinta!” Cheng Cheng masih tidak mengerti, tiba-tiba merasa kalau menge-hack sistem perusahaannya apakah terlalu jahat, kalau ia berbuat seperti ini, apakah dirinya sama saja seperti orang itu yang tidak berbudaya?


“Jangan dipikirkan lagi!” Mu Xue menepuk-nepuk wajah anaknya, lalu menyelimutinya. “Tidur lah!”


“Baik! Selamat malam, Mami!” Cheng Cheng mengecup wajah Mu Xue dengan penurut.


“Anak baik!” Mu Xue tersenyum hangat, membantu anaknya mematikan lampu.


Sekembali ke kamar, pandangannya jatuh pada sebuah kontak yang indah, itu adalah pemberian dari Tian Yu, anak yang kasihan, ia sungguh tulus sekali.


Mu Xue mengambil kotak tersebut, ia memegangnya sesaat, lalu menghela nafas, barang ini, ia perlu memberikannya pada Qin Yinuo, ia tidak ingin berhutang sesuatu padanya.


Setelah Mu Xue tidur, Cheng Cheng malah tidak bisa tidur, ia selalu berpikir apakah dirinya telah membuat kesalahan! Meski paman itu jahat seekali, tapi dirinya tidak boleh berbuat jahat sama seperti dirinya.


Maka ia bangun, lalu mencolokkan kabel internet, lalu ia menyalakan komputer, dan menghubungkan komputernya.


“Cek cctv, setelah menemukan keberadaannya segera telepon aku!” Qin Yinuo berdiri dengan dingin, berani menantangnya, betul-betul orang yang segan hidup!


“Baik, Presiden!” Li He masih sedang membersihkan virus trojan. “Ah! Dia kembali lagi!”


Qin Yinuo yang baru berdiri langsung terduduk.


Barang-barang yang belum dibersihkan sepenuhnya di halaman web tersebut mendadak menghilang.


Tiba-tiba, seluruh sistem perusahaan kembali menjadi normal, kemudian file yang hilang juga muncul kembali, setiap komputer juga kembali jadi normal.


“Tidak mungkin, orang ini sedang mempermainkan kita!” Li He berkata.


Qin Yinuo ingin mengejarnya, tapi hacker itu menghilang lagi.


Akhirnya segalanya kembali normal, maka Li Hesong langsung menghembuskan nafas lega.


Qin Yinuo memerintahkan: “Besok perkuat pertahanan, firewall juga perlu dibuat ulang!”


Tak terbayangkan kalau file rahasia perusahaan diserang, hal itu pasti akan membuat bencana besar.


Hacker ini telah memperingatinya. Ke depannya file rahasia tak boleh disimpan di internet, satu halaman pun tak boleh.


***


“Nuo! Mau minum segelas tidak?” Keluar dari gedung, Zeng Li berkata.

__ADS_1


Setelah memecat Xiao Xue, ia selalu ingin mencarinya berdiskusi, tapi dirinya selalu menolak untuk berbicara, Zeng Li juga tidak tahu apa yang telah terjadi, ia hanya merasa aneh, tapi juga khawatir akan Xiao Xue yang sudah kehilangan pekerjaannya, meski masih ada cek senilai satu juta yuan, tapi ibu dan anak itu sungguh kasihan, dan yang terpentig mereka kan tidak bersalah.


Tatapan Qin Yinuo berpindah, dibalik tatapannya itu seolah ia tengah memikirkan hal yang rumit dalam pikirannya. “Baik!”


__ADS_2