AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 170 Pernyataan Cinta


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Qin Yinuo menunduk melihat wajahnya, tubuhnya, lalu meninggalkan ciuman di dahinya.Wangi tubuhnya samar-samar tercium, menggodanya.


Ia menatapinya begitu saja, menatapinya, sampai akhirnya wanita itu puas tidur dan terbangun.


Hello! Im an artic!


Dan sudah pukul satu dini hari.


Mu Xue membuka matanya perlahan, sepasang mata yang serjernih kolam air, mengerjap pelan dengan indahnya, bulu matanya yang lebat seindah sayap kupu-kupu. Dan bersamaan dengan nafasnya, tubuhnya bergetar pelan. Sepasang matanya menatapi wajahnya yang ganteng, dan lagi Qin Yinuo menatapinya dengan penuh kasih sayang.


Mu Xue kaget selama sesaat, lalu rasa malu memenuhi pipinya, “Kenapa kau tidak tidur?”


“Aku sedang menatapmu!” Ia berkata dengan suara rendah.


Hello! Im an artic!


“Untuk apa menatapku!” Ia bertanya dengan malu, “Kau tidak lelah kah?”


Bertanya malah membuat Mu Xue semakin tak berdaya, mereka “berolahraga” keras di tengah siang bolong. Bagaimana mungkin tidak lelah, tapi tubuh Qin YInuo sebagus itu pula, memiliki tenaga sebanyak ini!


“Takut kau menghilang!” Ia mendekatkan wajahnya, bibirnya membentuk senyuman, sementara hidungnya menyentuh hidung Xiao Xue. Mereka bisa saling merasakan nafas satu sama lain, udara yang panas seolah membelai wajah Xiao Xue. “Takut– kebahagiaan ini rasanya seperti tengah bermimpi!”


Hati Mu Xue bergetar. Untuk sesaat ia terbuai, untuk sesaat ia sakit hati untuknuya, kemudian mengelus wajahnya, berkata, “Jangan aneh-aneh lagi. Asal hatimu tak berubah, kebahagiaan ini takkan berubah selamanya! Cepat bangun, kau tak lapar kah?”


“Lapar!” Qin Yinuo berkata, wajahnya penuh dengan gairah, membuat hatinya perlahan melembut.


Mu Xue kaget, raut wajahnya makin tak enak dipandang, “Bangun, jangan buat masalah!”


“Istriku, ayo kita menikah!” Mengatakannya, tatapannya berkilat, tapi dirinya serius sekali, berkata sekali lagi, “Ayo menikah!”


Mu Xue agak tertegun, menatapi matanya dalam-dalam. Ini hitungannya sedang melamar kah?


Sepertinya apapun tidak ada? Bukannya seharusnya ada bunga segar, ada cincin, ada banyak, banyak sekali benda yang berhubungan dengan cinta? Memangnya ia hanya ingin menipunya berdasarkan mulutnya itu? Mu Xue mengerjap beberapa kali, lalu menggeleng sambil tertawa. Ternyata dirinya juga senorak itu, menginginkan benda-benda itu!


Melihatnya menggeleng, hati Qin Yinuo langsung gugup, ia semakin tidak yakin, “Kau tak ingin menikah denganku kah?”


Mu Xue masih tak berbicara, tapi hatinya tahu dirinya tak bisa menolak, karena dirinya amat mencintainya. Daddy dari anaknya, pria ini bossy, memiliki perasaan yang mendalam, hangat serta bertanggung jawab. Ia tak memiliki alasan untuk menolak!


Tapi cara melamarnya ini sama sekali tidak romantis! Baiklah! Meski tidak romantis, tapi ia ingin sama seperti wanita lainnya, ia ingin pacaran!


Masih belum pacaran sudah menikah padanya, rasanya agak sayang.


Melihatnya yang tak berbicara setelah lama sekali, hati Qin Yinuo semakin gugup, “Apa kau membenciku?”

__ADS_1


Pertanyaannya sangat tidak percaya diri, tersirat kekhawatiran yang bergetar, dan Mu Xue mulai tertawa, karena menurutnya Qin Yinuo imut sekali.


“Bodoh!” Mu Xue berkata.


“Apa?” Ia menaikkan alisnya.


“Apapun tak ada, kau ingin aku menikah denganmu? Tuan Qin, apa ini tak terlalu merendahkanmu?” Mu Xue menatapnya, senyumnya melebar.


Hatinya kaget, ia masih agak ragu, “Kau tak ingin menikah denganku kah?”


“Bukan!” Ia menggeleng.


“Kalau begitu apa?” Harapannya mulai muncul, tapi masih menyiratkan kekhawatiran.


“Tuan Qin, kau pernah melihat lamaran seperti ini kah? Setidaknya kau harus menunjukkan ketulusanmu dong? Tidak ada bunga, tidak ada cincin, tidak ada candelight dinner, juga tak ada ungkapan cinta yang romantis. Kalau aku menikahimu begitu saja, rasanya rugi sekali! Hanya dengan memikirkan tipuanmu padaku sebelumnya, hatiku kecewa sekali…” Ia tertawa sambil berkata. Melihat perubahan ekspresi Qin Yinuo, ia merasa pria itu makin imut.


“Ini kah! Bukannya kalau ada hal-hal itu kau akan menyetujuiku?” Ia bertanya dengan terburu-buru.


Mu Xue sengaja berpikir sebentar, “Belum tentu!”


“Istirku!” Ia berteriak rendah, memanyunkan mulutnya, “Sebenarnya harus bagaimana agar kau mau menikahiku!”


“Qin Yinuo, kau belum pernah mengejarku! Aku belum pernah pacaran, kenapa tiba-tiba menikah, aku tak mau!” Ia mengatakannya sambil tersenyum sipit, “Dan lagi ayah dan adikku juga takkan setuju!”


Membicarakan Mu Nanbei, ekspresi Qin Yinuo langsung membeku, tiba-tiba hatinya terasa berat, “Xiao Xue, aku pasti akan membuatmu bahagia! Tapi, tak peduli apapun yang terjadi, kau jangan membenciku!”


Tapi wajah Qin Yinuo langsung jadi muram. Tiba-tiba ia sedih. Hati Mu Xue bergetar, ia agak khawatir.


Qin Yinuo malah berkata, “Aku tak akan melakukan hal yang kelewatan. Kupastikan aku hanya akan mencintai mu seorang. Di kedepannya, aku hanya mencintai kau seorang. Meski tua dan gigimu ompong, sampai tua nanti wajah kita berdua akan penuh dengan kerutan, kau tak lagi cantik dan aku tak lagi ganteng, aku tetap hanya akan mencintaimu seorang! Setiap pagi aku akan memberimu ciuman selamat pagi, dan sebelum tidur juga satu ciuman! Kupastikan setiap hari akan berbicara denganmu, dan setiap kalimat yang kau katakan akan kudengarkan dengan serius, setiap hal yang kau minta akan kukerjakan dengan serius! Aku takkan marah padamu, takkan meneriakimu, ketika kau menangis aku akan memberikan dadamu secepatnya untuk jadi tempatumu bersandar…”


Ia mengatakannya dengan sepenuh hati membuat Mu Xue semakin tersentuh, perlahan matanya membasah.


“Tidak! Aku takkan membuatmu menangis lagi. Akan membuatmu tersenyum selamanya, membuatmu merasa kalau memilih pria ini adalah pilihan yang paling cocok di dunia ini! Meski dia memiliki berbagai macam kekurangan, tapi ia akan mengubahnya semampunya! Berikan aku satu kesempatan, biarkan kita menjalani kehidupan ini sambil bergandengan tangan seumur hidup, oke? Jangan benci aku, jangan tinggalkan aku!”


Akhirnya matanya basah, bulu matanya terus mengerjap bagai sebuah kipas dan menggantungkan butiran air mata, ia tersentuh sekali, “Tak peduli apapun yang terjadi, aku takkan membencimu. Selamanya takkan membencimu. Aku akan menjalani kehidupan ini bersamamu, tapi ya Tuan Qin, kau harus pacaran denganku! Aku masih belum pernah pacaran!”


**


“Pacaran? Bukannya kita ini sedang pacaran?” Ia bertanya sambil melongo.


“Ada kah? Kenapa aku tak merasakannya?” Ia bertanya.


Senyum tipisnya yang sekaligus membawa air mata dekat sekali dengan wajahnya. Mu Xue menatapinya dengan serius, sementara hati Qin Yinuo tiba-tiba tenang sekali. “Istriku! Lima puluh tahun kedepannya kita pacaran! Kupastikan setiap hari akan membuat kita merasa seperti pasangan yang tengah jatuh cinta, menyayangimu seumur hidup!”


Mu Xue berpikir untuk sesaat, “Apakah kalau aku tak menyetujuimu itu maka terlalu menyia-nyiakan perasaanmu ini?”

__ADS_1


“Tentu! Menikahlah denganku! Maaf membuatmu menangis lagi!” Sambil berkata, jarinya yang panjang mengusap airmata yang menetes karena tersentuh, “Istriku, kuberikan dadaku padamu!”


Mu Xue mendorongnya, mengusap air matanya, “Aku tidak menangis, aku hanya tersentuh! Tapi entah apa yang kau katakan ini benar atau tidak!”


“Semuanya benar, kupastikan aku akan melakukannya!” Ia berkata.


Mu Xue berpikir sebentar lagi, matanya berputar selama sesaat, seolah tengah perasaan yang telah ditekan bertahun-tahun semuanya keluar. Mu Xue menatapinya, terus menatapinya, kemudian tiba-tiba ia mengenakan rok tidurnya dan turun dari ranjang, berlari untuk membuka laci di samping ranjang, mengeluarkan topeng rubah dan dipakainya sendiri.


Qin Yinuo bingung. Begitu meliha topeng itu, wajahnya jadi malu, “Istriku, aku telah bersalah! Sebelumnya diriku tak seharusnya mengenakan topeng itu untuk mempermainkanmu, tapi ketika itu aku benar-benar tak bisa menahan diri. Kecuali pertama kali itu memang terpaksa, kemudian benar-benar tak bisa menahan diri…”


“Tuan Qin, aku memakai topeng ini untuk menikah denganmu. Kalau kau setuju, maka aku menikah denganmu. Kalau kau tak setuju, maka tunggu saja kapan-kapan ketika suasana hatiku sedang membaik, maka aku akan menyetujuimu!” Tatapan Mu Xue berkilat. Ini adalah pertama kalinya ia bisa merasa setenang ini, perasaan dicintai orang benar-benar membahagiakan!


Beberapa tahun ini ia benar-benar terlalu sengsara, terlalu sengsara! Ia sudah ditekan oleh kenyataan yang kejam sampai tak bisa bernafas rasanya!


Tapi kemudian ia merasa Tuhan ini adil, kehidupan ini adil. Setelah mengalami berbagai macam kesulitan, dirinya juga diberi kebahagiaan. Karena hidup ini terlalu sengsara, sehingga dirinya mendapatkan keberuntungan akan kebahagiaan!


Dirinya bukan sengaja sejahat ini, ia hanya ingin manja. Ia ingin Qin Yinuo terus menyayanginya. Tak perlu seumur hidup, setidaknya saat ini, ia menginginkan Qin Yinuo menyayanginya!


Qin Yinuo tertegun dengan penuh bahagia!


Ia kaget bahagia karena saat ini Mu Xue telah menyetujui untuk menikah dengannya. Yang membuatnya tertegun adalah Mu Xue ingin memakai topeng ini?


Ini?


Ia melihat topeng itu, tiba-tiba merasa wanita miliknya ini licik sekali, dan topeng rubah itu tengah menyindirnya. Akhirnya ia tahu apa itu senjata yang menembaki tuannya sendiri!


“Istriku! Kita berdiskusi dulu, oke?” Nadanya penuh dengan kerendahan diri. Ia menatapi Mu Xue dengan was-was, hatinya semakin tidak enakan.


Karena topeng itu melambangkan dirinya yang pernah serendah itu, sejahat itu. Bagaimana dirinya bisa terpikir untuk memakai topeng tersebut ketika berhubungan dengannya? Heh! Ia benar-benar tak tahan melihat perilakunya sendiri…


Ia melihat topeng itu sekali lagi, kemudian menunduk cepat-cepat, tidak berani melihatnya lagi. Topeng ini membuat dirinya merasa rendah sekali, demi sebuah tujuan ia bisa melakukan apa saja. Ini adalah “noda” yang tak bisa dikatakannya seumur hidup.


Huhu…ia benar-benar telah bersalah!


“Baik! Kau bilang saja! Mau diskusi apa?” Mu Xue bercakak pinggang, berdiri di tempat yang berjarak sejauh tiga meter darinya. Ia tetap mengenakan topeng, matanya yang tersenyum melengkung saat ini mirip sekali seperti rubah.


“Kalau kau memakai topeng itu sambil mengenakan gaun pernikahan tak cantik. Istriku, orang hanya menikah sekali seumur hidup, kita tak usah pakai topeng, oke?” Ia mencoba untuk membujuknya.


Tapi Mu Xue tetap menggeleng, “Aku ingat sepuluh menit yang lalu, ada seorang pria yang berkata sungguh-sungguh padaku akan melakukan apa saja permintaanku! Tapi aku tidak memintamu melakukan apapun, hanya dengan satu hal ini dan pria itu sudah menolakku! Ini kan belum menikah, tapi kalau setelah menikah pasti semakin tidak mendengarku lagi! Sudahlah, tak usah menikah! Pantas saja kata orang-orang, lebih baik percaya sama setan dibanding percaya pada kata-kata pria!”


“Istriku…” Dahi Qin Yinuo mengucurkan keringat dingin.


Ia tak bisa berkata-kata. Benar, dirinya sudh bilang, kedepannya ia akan mendengar kata-katanya, tapi ini…


Ia mendapat ide dan berkata, “Istriku, orang-orang akan mengira aku menikah dengan seekor siluman rubah! Siluman rubah itu kata-kata yang tidak baik, kita tidak usah jadi siluman rubah, oke?”

__ADS_1


“Tidak apa-apa! Aku merasa baik-baik saja. Aku rela menjadi siluman rubah, siluman rubah kan cantik, dan lagi tak usah bersusah payah, aku suka jadi siluman rubah!” Ia mengumumkannya dengan senang, melihat Qin Yinuo yang sepertinya terpaksa, ia tertawa terbahak-bahak.


“Istriku, ini tidak baik! Orang-orang kalau memarahi orang itu pakai kata-kata siluman rubah, katanya siluman rubah itu pengganggu!” Ia mencoba meyakinkannya, “Aku…aku bukannya tidak mau mendengar katamu, benar-benar bukan tidak mendengar kata-katamu! Aku…”


__ADS_2