AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 519 Benar-Benar Berdarah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Hai Baolan tertegun dan mengangguk, “Baiklah! Cepat ambil kotak obatnya!”


Dan mereka sama-sama tenggelam dalam kepanikan, Hai Baolan juga tidak menyadari bahwa Xing Jiabai berlari dengan cepat tanpa menggunakan kruknya.


Hello! Im an artic!


Sebenarnya, kakinya sudah sembuh sejak lama, hanya saja tiba-tiba dia tidak ingin seseorang itu pergi meninggalkannya! Mungkin bisa dibilang semacam ketergantungan dengannya, karena walau bagaimanapun mereka telah bersama selama sembilan bulan lamanya, dan perlahan sedikit rasa mulai muncul di dalam hatinya!


Pokoknya, dia tidak berharap dirinya sembuh dan wanita itu meninggalkannya!


Saat dia kembali, Xing Jiabai telah membawa kotak obat di tangannya dan duduk di sana.


Hatinya ikut terluka ketika dia melihat darah yang terus bercucuran dari punggung kaki Hai Baolan, “Kenapa tidak hati-hati? Bagaimana jika terkena pembuluh darah, bisa-bisa nyawamu ikut terancam!”


Hello! Im an artic!


“Bukankah sekarang tidak kena?” Hai Baolan menyela, “Aku takut sakit, kamu pelan-pelan saja ya!”


“Oh, kamu juga takut sakit?”


“Sialan, siapa yang tidak takut sakit?” Hai Baolan mendengus, “Ya! Pelan-pelan, alkohol itu sakit! Aku lebih baik dicincang daripada disterilkan seperti ini, sakit sekali!”


“Tahan, ini akan segera berakhir!” Xing Jiabai menggunakan alkohol untuk membersihkan lukanya.


“Pelan-pelan, aku ini perempuan bukan babi, kamu tidak perlu menggunakan kapas beralkohol ke lukaku, cukup oleskan di pinggiran luka saja, kenapa kamu harus membuka lukaku! Sakit sekali!”


***


“Tapi kalau tidak seperti ini lukamu tidak steril, pisau itu sudah memotong daging dan banyak bakteri di sana, jika aku tidak membersihkan luka yang ada di dalam nanti akan infeksi, kalau sudah infeksi ringan mungkin hanya opname saja di rumah sakit, tapi kalau sudah infeksi berat kamu bisa diamputasi!”


“Aku lebih baik diamputasi daripada disterilkan seperti ini!”


“Bodoh! Sudahlah, jangan bergerak!” dia memeluk kakinya dengan paksa, lalu membersihkan lukanya dengan seksama.


Seketika Hai Baolan merasa aneh saat melihat dia memeluk kakinya, dia yang tadinya sedang berteriak, seketika menjadi diam tak bersuara.


Suasana sedikit canggung!


Perlahan-lahan, Hai Baolan mulai mengangkat kepalanya, pandangan matanya tertuju kepada wajah cantik yang sangat serius untuk membantunya mensterilkan luka dan mengobatinya. Lalu dia pun tersenyum, “Sebenarnya tidak terlalu sakit juga, mungkin aku yang sudah berlebihan.”


“Jangan bergerak, aku akan membaluti lukamu dengan kain kasa biar tidak infeksi.” Suaranya sangat pelan dan pandangan Xing Jiabai sangat serius. Setelah dia selesai membaluti lukanya, dia menatap Hai Baolan dan berkata, “Sudah mendingan, bukan? Steril tidak sakit!”


Hari-hari yang dilewati mereka berdua di saat Hai Baolan merawat Xing Jiabai , dia juga ikut mendapatkan perhatian dan perawatan darinya.


Dia tidak pernah lupa dengan setiap kali dia bermimpi buruk, selalu ada Xing Jiabai yang menemaninya, perlahan dia mulai teringat dengan masa lalunya di mana Lin Yang yang selalu menemaninya, tapi sekarang dia dan Lin Yang telah berpisah di dunia yang berbeda.


Pada saat ini, Hai Baolan bisa merasakan kehangatan dari rasa peduli Xing Jiabai padanya, dia tersenyum bahagia, lalu melirik ke kakinya yang tengah terluka dan berkata dengan kesal, “Aku benar-benar tidak menyangka, memotong sayur saja hampir mengenai pembuluh darah, sungguh sangat bahaya!”


Mendengar dia berkata dengan nada pelan, Xing Jiabai tersenyum lembut padanya, “Untung saja tidak, kamu sangat beruntung, apa yang kamu pikirkan saat sedang memotong sayur? Kenapa bisa ceroboh seperti ini!”


“Aku sedang berpikir, kamu sepertinya telah sembuh!” sambil berkata, mata Hai Baolan terbelalak, “Ka… ka… kamu benar-benar sudah sembuh!”


Xing Jiabai terkejut, dia menunduk dan memperhatikan dirinya, oh iya! Dia telah melupakan kruk tunggalnya.


Hai Baolan tertawa, “Xing Jiabai , kamu sudah sembuh! Kamu sudah bisa berlari! Tadi kamu tidak menggunakan kruk tunggalmu, kamu sepertinya sudah bisa berjalan tanpa alat itu! Coba jalan, aku ingin melihatnya!”


Melihat Hai Baolan yang begitu bersemangat, Xing Jiabai akhirnya berdiri dan berjalan beberapa langkah.


“Wah, kamu benar-benar sudah sembuh!” teriak Hai Baolan terkesima memandang pria berkulit putih yang tinggi nan tampan, dia sangat bahagia, “Baguslah kalau sudah sembuh! Aku juga sudah seharusnya pergi dari sini dan mencari orang lain lagi untuk aku rawat!


Wajah Xing Jiabai kaku seketika, lalu bergegas berkata, “Mungkin saja aku belum sembuh total, atau bisa jadi juga di saat hujan kakiku akan kembali sakit dan tidak bisa jalan!”


“Dokter sudah bilang kalau kamu seharusnya sudah sembuh!” Hai Baolan menggelengkan kepalanya, “Kamu sudah sembuh, aku juga harus pergi!”


Tampaknya tidak ada alasan yang bisa mencegah dia pergi dari sini!


Xing Jiabai juga hanya bisa terdiam!


Sesaat kemudian, dia berkata, “Kamu jangan bergerak, aku akan menggendongmu ke ruang tamu untuk menonton televisi dan aku yang akan memasak!”


“Kamu bisa masak?” tatapan Hai Baolan tidak yakin padanya.

__ADS_1


“Selama sembilan bulan ini kamu yang selalu merawatku, kamu yang selalu memasak untukku, dan sekarang aku harus memasak untukmu! Apalagi, kamu terluka seperti ini!”


“Baiklah! Kalau begitu aku akan sangat berterima kasih padamu!”


Malam itu, Hai Baolan menyantap makanan yang dimasak oleh Xing Jiabai , satu meja penuh oleh hidangan dari Xing Jiabai , dia merasa sangat senang dan hangat.


Hingga tengah malam, Xing Jiabai menggendongnya kembali ke kamar dan meletakkannya di atas tempat tidur, ketika dia hendak meninggalkan kamarnya, Hai Baolan berkata, “Bisakah kamu menemaniku untuk sebentar saja?”


Entah kenapa setiap kali dia bersamanya, dia kembali merasakan kehangatan dan keamanan yang belum pernah terjadi. Rasa hangat yang menyentuh hatinya yang begitu kesepian membuat dia merasa sangat nyaman, layaknya seperti seekor burung yang telah menemukan sarangnya, dia tidak lagi takut akan hujan angin dan salju yang menerpa di luar sana.


“Tidurlah, aku tidak akan pergi.” Xing Jiabai tersenyum ketika mendengar permintaannya, senyumnya terlihat sangat manis.


Hai Baolan yang sedang berbaring mulai berbicara dengan pelan, “Xing Jiabai , setelah aku pergi nanti, kamu jangan lupa untuk mengunjungi bibi, kemarin dia masih meneleponku dan menanyakan kabarmu! Dan kamu jangan lupa memberitahunya kalau kamu sudah sembuh! Atau tidak kamu jemput saja dia ke sini, agar lebih mudah untuk merawatnya, dia sudah berumur dan kamu juga tidak ada sanak keluarga lain lagi!”


“Ya! Aku memang mempunyai rencana seperti ini!” ucap Xing Jiabai .


“Aku tahu orang yang kamu sukai adalah Song Yin, beberapa bulan ini aku juga sudah menyadarinya, setiap kali Song Yin datang untuk menjengukmu, kamu selalu merasa tidak nyaman. Tapi aku ingin memberitahumu bahwa dia sudah mempunyai kebahagiaannya sendiri, dan bahkan dia akan segera mempunyai anak! Kamu jangan terus memikirkannya! Sekarang kakimu juga sudah sembuh, cepat cari seorang wanita dan menikahlah!”


Dia sedikit terkejut dan berkata, “Apakah terlihat begitu jelas kalau aku menyukai Song Yin?”


“Awal-awal bulan pertama begitu! Tapi, setelah melihat perut Song Yin yang semakin membesar, tatapanmu kepadanya juga mulai berangsur-angsur tenang!” ujar Hai Baolan dengan jujur.


“Kamu benar-benar memperhatikannya dengan teliti!” Xing Jiabai tersenyum dan menggelengkan kepalanya, lalu dengan pandangan yang penuh kekhawatiran dia juga bertanya, “Lalu, bagaimana denganmu? Bukankah kamu juga seharusnya mencari seorang kekasih? Demi membuat orang itu merasa tenang, bukankah kamu juga harus mencari seorang kekasih?”


“Apanya?”


“Bao Lan! Sebenarnya tanpa kamu mengatakannya aku sudah bisa mengetahuinya setiap kamu menyebut namanya di mimpi burukmu, aku juga bisa menebaknya, entah apa masalah itu, sudah waktunya untuk membuat dirimu merasa nyaman! Sudah sembilan bulan! Dan kamu terus bermimpi buruk yang sama! Setiap kali kamu pasti menangis dan ada kalanya masalah itu harus dilepaskan!”


Mendengar kata-kata dari Xing Jiabai , Hai Baolan hanya bisa memejamkan matanya dan ada rasa sakit di sana!


“Terima kasih!” dia yang selalu memendamnya, “Kita juga sudah berteman! Aku akan memberitahumu kisahku, aku sudah mengenal Lin Yang saat aku menginjakkan kaki di SMA, kami menjalani cinta monyet, hubungan yang sangat sangat polos, hingga kelas tiga SMA di tahun di mana kami sedang mempersiapkan ujian dan hari valentine saat itu, dia memberikan aku bunga mawar dan ditabrak oleh mobil! Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri dia terjatuh di aspal yang diselimuti salju dan kepalanya pecah, aku melihat bunga-bunga itu bertebaran di mana-mana…… seperti itulah, dia meninggal……”


Xing Jiabai menatapnya dengan dalam, hatinya ikut merasa sedih dan mengangguk.


“Aku dimaki-maki oleh keluarganya, dan mengatakan aku adalah pembawa sial, aku benar-benar tidak sengaja, saat aku bermimpi buruk, adegan itu terus muncul di benakku! Ini semua salahku, semua salahku, jika bukan karena aku yang terus meminta untuk merayakan hari valentine, jika bukan karena dia terburu-buru untuk membelikan aku bunga, mungkin sampai hari ini dia masih hidup! …… semua ini adalah salahku…… aku yang membuatnya meninggal…… dia meninggal dan aku terus menangis selama seminggu……”


Setelah teringat kejadian itu, Hai Baolan kembali merasakan rasa sakit yang dia alami saat itu, hawa dingin kembali mengelilingi seluruh tubuhnya, dan tiba-tiba dia berteriak, “Kenapa Tuhan harus mengambil nyawa Lin Yang? Kenapa? Dia baru berumur 18 tahun! Baru 18 tahun!”


“Bao Lan, Bao Lan!” Xing Jiabai berteriak dengan keras, untuk kali pertamanya dia melihat Hai Baolan begitu panik, wajahnya pucat pasi, dan sekujur tubuhnya gemetaran, dia mengigit bibirnya dengan keras seolah-olah tidak kuasa menahan rasa sakit yang ada.


Xing Jiabai menggenggam tangannya, seakan-akan ingin memberinya kekuatan.


Napas Hai Baolan terengah-engah, hatinya masih terasa sangat sakit, ternyata selama ini hatinya masih belum bisa melupakannya, hanya saja rasa sakit ini telah bersembunyi di lubuk hati yang paling dalam, dia berpikir dengan dia mengatakannya dia tidak akan merasakan sakit, tapi ternyata tidak, dia seperti membuka luka lama yang sangat sakit.


“Ini bukan salahmu, tidak ada seorang pun yang menginginkan hal ini!” Xing Jiabai panik, dia menggenggam tangan dinginnya yang tengah gemetaran, dia masih belum bisa keluar dari bayangan hitam itu, atau mungkin bayang hitam itu terlalu dalam!


Dia menangis dengan tersedu-sedu dan lama, dia seperti ingin mengeluarkan semua rasa bersalah dan kesedihan yang ada di dalam dirinya.


Dia menemaninya, dan ikut merasa sangat rumit!


Setelah puas menangis! Hai Baolan mendengus.


Suasana di dalam kamar kembali terasa sunyi, Hai Baolan menghelakan napasnya, setelah adegan demi adegan masa lalu yang melintas di dalam benaknya, dia akhirnya bisa tersenyum dan berkata, “Maaf, sudah membuatmu terlihat konyol!”


Melihat tatapan matanya yang kosong dan ekspresi sedih yang begitu menyakitkan, Xing Jiabai akhirnya mengulurkan tangannya dan menggenggamnya dengan erat, dia bisa merasakan kesedihan yang ada di dalam dirinya.


“Tidak perlu khawatir! Sepertinya kakiku kembali berdarah!” dia berkata dengan tidak pasti, karena dia merasakan sesuatu yang aneh.


“Sebentar!” Xing Jiabai mengangkat selimutnya dan terlihat kakinya berdarah. Di atas selimut seputih salju ini terdapat bercak darah yang menodainya, “Benar-benar berdarah!”


“Iya!”


“Aku akan menggantikan obatmu!” Xing Jiabai keluar untuk mengambil kotak obat dan membantunya mengobati kakinya, dari dia memberi obat hingga kembali membalutnya, Xing Jiabai melakukannya dengan sangat telaten.


Hai Baolan menatap sosok Xing Jiabai yang sedang berjongkok untuknya, “Aku sudah tidak apa-apa! Kembalilah ke kamarmu!”


“Kamu yakin?” Xing Jiabai terlihat sedikit khawatir.


“Ya! Aku ingin beristirahat sendiri!” Hai Baolan berkata dengan pelan, tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Xing Jiabai , “Terima kasih!”


“Tidurlah!” ujar Xing Jiabai , lalu melangkah keluar, kemudian berhenti dan berkata lagi, “Jika aku tidak salah menebak, kamu selalu mengirim uang hasil kerjamu setiap bulan ke suatu tempat, apa ke keluarga ayah ibu Lin Yang?”


“Kenapa kamu bisa mengetahuinya?” Hai Baolan terkejut.

__ADS_1


“Karena kamu berusaha sekuat tenaga untuk menebus hutangmu pada orang tua Lin Yang, oleh karena itu, kamu bekerja mati-matian dan hidup dengan sederhana, menangis di malam hari dan tertawa di siang hari, wanita sepertimu terlalu kontradiktif dan hidup terlalu lelah! Sebenarnya, bisa mati karena orang yang kita cintai itu adalah suatu kebahagiaan, setidaknya dia mati dengan bahagia! Dan orang yang sebenarnya tidak bahagia itu adalah orang yang masih hidup itu! Selamanya dia akan merasa menanggung kutukan yang ada di dalam hatinya! Jadi, karena kamu masih hidup, jangan biarkan dia selalu merasa cemas di surga! Kamu harus hidup bahagia demi dia, jangan lagi merasa bersalah, karena sebanyak apa pun kamu merasa bersalah, orang itu juga tidak akan kembali!”


“Apakah seperti itu? Bolehkah aku menghabiskan hidupku dengan tenang?” ucap Hai Baolan tanpa sadar, tiba-tiba hatinya merasa terbuka, sesekali dia kembali teringat dengan hari bahagianya dengan Lin Yang, teringat dengan dia yang begitu polos dan baik hati, tiba-tiba dia merasa hatinya sangat lega dan dia harus hidup dengan baik!


Xing Jiabai memandangi Hai Baolan yang pikirannya masih melayang ke mana-mana, dan seketika dia kembali melihat aura matanya yang sedari redup, kini kembali bersinar dengan terang. Cahaya ini mewakili awal kehidupannya.


Hai Baolan tiba-tiba tertawa, meskipun air mata masih membasahi matanya, tapi terdapat banyak kebahagiaan di sana, “Xing Jiabai , terima kasih!”


“Istirahatlah!” dia kembali menyelimutinya, lalu menepuk tangannya dengan lembut. Dia memandangi Hai Baolan yang perlahan-lahan memejamkan matanya, seketika membuat dirinya kebingungan, lalu segera melangkah keluar.


Keesokan harinya, saat Xing Jiabai terbangun, suasana di luar kamarnya terasa sangat sunyi dan tenang.


“Bao Lan? Bao Lan?” dia berteriak, lalu segera beranjak dan tidak ada seorang pun yang menjawabnya.


***


Saat dia berjalan keluar, tidak ada seorang pun di ruang tamu.


Tidak ada seorang pun di kamar.


Dan hanya ada selembar surat di atas meja.


Xing Jiabai , setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, aku mengucapkan selamat atas kesembuhanmu dari lubuk hatiku yang paling dalam, kamu adalah orang yang baik, dan kamu harus bahagia! Jangan lagi kamu mengkhawatirkanku, karena aku juga akan bahagia!


Saat itu, ambisi terasa sangat tinggi,


Berkelana sendirian di alam yang jauh.


Jangan sedih ketika putus cinta.


Saat matahari terbenam,


Suara parau,


Mengapa kedua mata harus berkaca-kaca?


Siapa yang menyanyikan lagu di luar sana?


Irama lagu membawaku kembali ke alam mimpi.


Meskipun berjarak ribuan mil,


Langit belum tua,


Dan bumi masih berputar,


Malam ini cahaya bulan akan menyinari. Hai Baolan!


Grup Yu.


“Sudah sembuh?” pagi ini Yu Jinglan melihat Xing Jiabai dengan setelan jas dan sepatu kulit datang menghampirinya, dia sangat terpana dan terkejut, lalu melayangkan sebuah pukulan di dadanya, “Benar-benar sudah sembuh!”


Xing Jiabai tersenyum ringan, “Jika aku masih tidak sembuh-sembuh, aku akan merasa tidak enak dengan kalian! Dan pas sekali bisa menghadiri acara perjamuan satu bulanan putra Wen Xiaoxing dan Gongben, aku tidak ingin lagi berpartisipasi dengan kursi roda! Jika kelamaan, aku takut aku akan akan merasa malu!”


“Kamu bisa malu?”


“Tentu saja, hatiku ini sangat rapuh!”


“Uh! Baguslah, setelah cacar selama sepuluh bulan, kamu tidak menderita penyakit mental, dan aku juga merasa tenang bisa menyerahkan urusan kantor padamu!”


“Tenang saja, kesehatan mentalku bintang lima! Oh iya, kapa Song Yin melahirkan?”


“Dalam beberapa hari ini, aku hanya mengambil beberapa dokumen dan segera pulang, aku serahkan perusahaan ini padamu!” mata hitam Yu Jinglan berkedip-kedip, pancaran matanya seolah-olah seperti sempoa yang begitu cepat, “Oh iya, bagaimana dengan Hai Baolan?”


“Dia sudah pergi!”


“Apa maksudnya?”


“Dia sudah meninggalkanku!”


“Kamu tidak mencegahnya?”


“Kenapa aku harus mencegahnya?”

__ADS_1


“Aku pikir kamu akan mencegahnya!”


Xing Jiabai mengerutkan keningnya, “Aku akan bekerja!”


__ADS_2