
Hello! Im an artic!
“Kamu boleh memberiku sebuah tamparan, Mi Ling, asalkan kamu gembira, berikan lagi satu tamparan! Aku tidak ingin berhutang denganmu!” lima tahun yang lalu, dia pernah menjadi calon istrinya. Setelah lima tahun, Gong Tian’er adalah calon istri, dirinya bukanlah lagi siapa pun!
“Kamu……” tangan Mi Ling yang mengambang itu kemudian ditarik kembali, “Aku tidak ingin menamparmu lagi. Tamparan ini untuk karena kamu berhutang pada kakakku!”
Hello! Im an artic!
“Baik! Jadi sekarang aku tidak berhutang lagi kan?” Wu Jingxuan tidak mempedulikan jejak telapak tangan di wajahnya itu, sambil tertawa, kemudian naik ke lantai atas!
Mi Ling termenung di sana cukup lama, dia berbalik badan, berjalan ke sudut ruangan, melihat Mi Le bersandar di dinding dengan satu tangan, bahunya bergetar. Dia tidak lagi berani mendekatinya, dia takut kakaknya menangis!
Mata Mi Ling memerah, dia berdiri di belakangnya, “Kak, lepaskan tanganmu! Gong Tian’er itu gadis polo situ sudah sangat cocok denganmu! Wu Jingxuan ini sangat rumit!”
Mi Le tidak berbicara.
Hello! Im an artic!
Mu Xue terus memperhatikan Wu Jingxuan, dia tampak mengkhawatirkannya. Saat melihatnya kembali, di wajahnya ada jejak tangan. Tapi dia tetap tersenyum. Mu Xue tiba-tiba teringat hari itu dia di Apartemen Ming Hao melihat foto Qin Yinuo dan Mo Yilan saat beradegan, dia juga tertawa seperti itu!
“Jingxuan, wajahmu?” dia menarik tangannya dengan merasa sayang.
“Tidak apa!” Wu Jingxuan menggelengkan kepala.
Saat itu, Mei Xiyun berdiri di depan lift. Dia melihat Mu Xue dan Wu Jingxuan, tatapannya sangat berantakan, apalagi saat melihat Wu Jingxuan.
Mu Xue meliriknya tanpa ekspresi. Sepertinya kondisinya sudah membaik. Sementara Gong Peixin tampak cukup baik. Mu Xue berpikir, dia seharusnya sangat bahagia!
Inilah ibu kandungnya!
Seorang wanita yang membuatnya tidak bisa memberikan kesimpulan!
Dia mengikuti Pei Lingfeng, lalu mengikuti Mu Nanbei, sekarang mengikuti Gong Peixin!
Dia memiringkan bibir, tertawa dengan pahit. “Jingxuan, aku temani kamu berjalan keluar!”
Wu Jingxuan melihat ke lantai atas, ia berpikir sebenarnya ingin datang ke acara ini dengan sikap lebih baik, tidak disangka berakhir seperti ini! Dia sudah tidak punya harga diri lagi. “Bagus juga, ayo kira keluar!”
“Tunggu sebentar!” Mei Xiyun tiba-tiba berbicara.
Mu Xue termenung, “Ada apa Nyonya Gong?”
Mei Xiyun tidak mempedulikan Mu Xue, kemudian berjalan ke hadapan Wu Jingxuan.
“Apa yang mau kamu lakukan?” Mu Xue menjadi panik.
Tatapan Mei Xiyun menjadi tajam, “Tidak peduli kamu siapa, sebaiknya kamu menjauh dari Mi Le, aku tidak akan mengijinkan siapa pun untuk melukai Gong Tian’er! Mu Xue, meskipun itu kamu juga tidak boleh! Apalagi Wu Jingxuan!”
Wu Jingxuan heran, kebencian dari mata Mei Xiyun itu membuatnya spontan melangkah mundur, “Nyonya Gong, bagaimana kamu tahu namaku? Dan juga, kamu telah salah paham. Aku dan Mi Le tidak ada hubungan!”
“Jingxuan, kamu tidak perlu menjelaskan padanya!” Mu Xue menggelengkan kepala, “Ayo pergi!”
“Huft!” Mei Xiyun tertawa dingin.
Mu Xue menghentikan langkah kakinya, meliriknya sekilas, “Apa yang kamu tertawakan?”
“Mu Xue, apakah kamu ingin membiarkan wanita yang umurnya tidak jauh beda denganmu menjadi ibu tiri?”
“Hal ini tidak ada hubungannya denganmu!” Mu Xue sangat marah.
“Kamu jangan kira dengan mengandalkan Pei Lingfeng kamu bisa memiliki sandaran! Kamu selamanya tidak bisa menjadi nona besar!” cibiran itu telah terucap, kemudian Mei Xiyun menatap Wu Jingxuan, “Kamu juga, jangan kira dia bisa menyukaimu, tidak akan! Dia bukan orang yang memiliki perasaan dalam, siapa pun sama!”
__ADS_1
Mu Xue dan Wu Jingxuan mengetahui bahwa “dia” yang dia sebut ini adalah Pei Lingfeng. Mereka bersamaan menatap Mei Xiyun dengan heran, kemudian mencibir: “Kamu sudah menjadi wanita milik kepala gangster, masih ingin menggoda menantuku. Sebaiknya kamu jangan punya pemikiran seperti ini!”
“Kamu sungguh kotor!” jawab Mu Xue, “Jingxuan, ayo pergi!”
Qin Yinuo khawatir Xiao Xue dan Wu Jingxuan jika turun dari lift akan melihat adegan menyebalkan ini. Dia terkejut, kemudian segera berlari, “Ada apa?”
Mei Xiyun tertawa dingin, dia melihat ke arah Qin Yinuo, berputar badan dan pergi.
Saat ini seorang yang berjalan dari luar terburu-buru berbicara pada Mei Xiyun: “Nyonya, Nona diculik!!”
“Apa?” Mei Xiyun terkejut, “Bagaimana mungkin diculik?”
“Orang yang menculik itu aneh, dia tidak menginginkan uang. Dia hanya ingin nona membatalkan tunangannya dengan Tuan Mi, dan berjanji untuk tidak menikah dengan Tuan Mi, jika tidak……”
“Jika tidak apa?”
Orang itu berkata dengan panik, “Tiada ampun!”
***
Gong Tian’er diculik!
Acara tunangan kehilangan pengantin, seketika acara tersebut menjadi riuh!
Mi Le juga merasa bersalah dan heran!
Wu Jingxuan sangat bingung, orang-orang juga sangat panik.
Gong Peixin wajahnya memucat, lalu menunjuk ke sekelompok anak buahnya: “Bangsat! Orang tidak berguna! Bagaimana cara kalian menjaga nona?!”
“Tuan, sebaiknya kita cari cara untuk jangka panjang!” kata Mei Xiyun di sampingnya dengan rasa segan.
“Cara apanya!” Gong Peixin memarahi Mei Xiyun di hadapan orang banyak, seketika sekitar tidak bersuara, sementara dia merasakan kata-kata yang dia ucapkan tadi keterlaluan, tapi tidak meminta maaf, wajahnya menegang. “Kalian cepat carikan!”
Er Lao keluarga Mi juga kebingungan. “Kenapa bisa seperti ini? Dia adalah menantu yang kita harapkan dengan tidak mudah!”
Mereka sudah lama sekali menunggu untuk memeluk cucu, namun……
Sekarang dengan tidak mudahnya bisa mendapatkan menantu, tapi malah dihadapkan dengan masalah ini. Terakhir kali di tunangan itu, Wu Jingxuan seketika menghilang. Kali ini……
Setelah Mei Xiyun mengatakan hal itu, wajah Mu Xue menjadi tidak baik. Qin Yinuo dengan tatapan tajamnya itu sadar bahwa suasana hatinya memburuk, lalu melirik Mei Xiyun, melirik Xiao Xue lagi. Seketika dia merasa kedua raut wajah ini ada kemiripan!
Saat ini ponsel Mi Le berdering. Dia sebenarnya sangat kesal, namun tetap mengangkat telepon. Tiba-tiba ekspresi wajahnya menjadi tegang, kemudian segera berlari ke sudut gedung untuk menelepon! Setelah itu, dia keluar dengan ekspresi kacau.
Keluarga dari kedua belah pihak sedang berdiskusi……
“Kenapa bisa diculik?”
“Iya! Sungguh mengkhawatirkan!”
“Aduh, benar benar!”
“……”
“Kak, kira-kira siapa? Apakah kita perlu menelpon polisi?” Mi Ling segera berlari ke hadapannya untuk membahas, tiba-tiba dia sadar kondisi Mi Le tidak baik, bahkan merasa aneh.
Kemudian, Mi Le tidak berbicara, dia berjalan ke hadapan Wu Jingxuan, di hadapan orang banyak, ketika Wu Jingxuan heran, dia memegang tangannya, berlutut dengan satu kaki, “Jingxuan, menikahlah denganku! Sebenarnya orang yang kusuka itu adalah aku!”
“Aaa!” suasana riuh.
“Dasar! Mi Le, apa yang kamu lakukan?” Gong Peixin sangat marah.
__ADS_1
Mu Xue dan Qin Yinuo juga kebingungan, yang paling membingungkan adalah Wu Jingxuan. Wajahnya memerah, bukan malu melainkan kaget. “Mi-Mi Le, kamu cepat bangun!”
“Menikahlah denganku!” Mi Le tetap berbicara dengan ekspresi heran.
Wu Jingxuan menggelengkan kepala, “Mi Le, kamu cepat cari cara untuk selamatkan Nona Gong. Jangan bercanda di sini. Semua orang sedang melihatmu!”
Zeng Li juga heran melihatnya, lalu berkata dengan suara kecil, “Kenapa bisa begini? Masalah ini terlalu rumit!”
Kedua orang tua keluarga Mi juga bengong.
Respon yang Mi Le berikan kepada orang-orang sangat tidak terduga. Mereka berdiskusi dengan suara sangat keras.
“Kenapa bisa begitu?”
“Dasar Mi Le kurang ajar. Kamu anggap anak perempuanku sebagai apa?” Gong Peixin menendangnya dengan kaki, tendangan itu di arahkan ke bahu Mi Le. Mi Le terjatuh di lantai, menahan rasa sakit, lalu bangun lagi dengan pose tadi.
Dia masih mengucapkan kalimat itu: “Jingxuan, menikahlah denganku!”
“Aaa!” Wu Jingxuan semakin kebingungan, spontan dia meminta bantuan kepada Qin Yinuo dan Mu Xue.
“Mi Le, sebenarnya apa yang terjadi?” Qin Yinuo langsung bertanya. “Mi Le, di saat seperti ini seharusnya kamu menyelamatkan Gong Tian’er. Sedangkan apa yang kamu lakukan sekarang?”
Mei Xiyun saat ini terkejut: “Aku tahu siapa yang menculik Gong Tian’er! Tuan……”
Melihat Mei Xiyun berbisik di samping telinga Gong Peixin dengan suara kecil, tatapan mata Gong Peixin perlahan menjadi tajam, lalu menyipitkan mata, menatap Mu Xue, mendengus dingin.
Mu Xue terdiam, tidak menanggapinya. Gong Peixin telah berjalan ke sisinya.
Ketika semua orang belum meresponnya, Gong Peixin menarik tangan Mu Xue, menyeretnya, kemudian ada senjata yang entah muncul dari mana di arahkan ke kepala Mu Xue, lalu dia tertawa dingin lagi: “Pei Lingfeng, anak perempuanmu juga ada di dalam tanganku. Lepaskan anakku, maka aku juga akan melepaskan anakmu!”
“Aaaa!” Mu Xue merasa sakit karena seretan itu, dia ingin memberontak, namun senjata itu sudah diarahkan ke kepalanya. Spontan dia menatap Mei Xiyun, namun dalam mata Mei Xiyun tidak ada rasa bersalah sama sekali.
Mu Xue tidak percaya, berani-beraninya dia menyuruh Gong Peixin menggunakan senjata ke arahnya. Kepanikannya itu, seketika menjadi penuh dengan kesedihan. Ibu kandungnya, inilah ibu kandungnya.
“Kurang ajar!” Qin Yinuo semakin tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat situasi ini. Bersamaan dengan kekhawatiran, dia juga mengaktifkan kembali mode kewaspadaannya: “Paman Gong, sebaiknya kita bicara baik-baik, tolong lepaskan Xiao Xue!”
Xiao Xue saat ini merasa sangat sedih, dia tiba-tiba ingin menangis, tapi tidak bisa menangis keluar. Inilah ibu kandungnya. Ini ibu kandungnya!
Tatapan matanya berpindah ke Qin Yinuo. Dalam mata Qin Yinuo terlihat ada kepanikan. Mu Xue tiba-tiba tersenyum pada Qin Yinuo.
Saat ini, dia merasa ada baiknya memiliki Qin Yinuo, setidaknya dia bisa mengkhawatirkan diri sendiri!
Melihat dia tersenyum, hati Qin Yinuo menjadi tegang: “Xiao Xue, jangan takut, aku di sini!”
Mu Xue tahu Qin Yinuo ada di pihaknya, jadi dia tidak takut.
“Beritahu Pei Lingfeng, cepat lepaskan dan kembalikan anak perempuanku!” Gong Peixin telah menarik Mu Xue berjalan keluar.
“Berhenti!” suara Qin Yinuo emosi dan berserak dingin, raut wajah Qin Yinuo sekarang tegang, sikapnya yang serius dan tegas, membuat semua orang menjadi termenung. “Paman Gong, Xiao Xue adalah wanitamu, jika kamu membawanya seperti itu, berarti kamu tidak memberiku harga diri?”
“Qin Yinuo.” Raut wajah emosi itu seketika tertegun, Gong Peixin bukannya tidak mengetahui latar belakang Qin Yinuo, dia mengetahui jaringan bisnisnya, jadi pilihan pertama menantunya adalah Qin Yinuo, di dalam tubuh anak ini memiliki aura pemimpin, tapi Mi Le tidak ada! “Ini adalah budi dan dendam ku terhadap Pei Lingfeng! Kamu tenang saja, asalkan anak perempuanku baik-baik saja, wanitamu juga tidak akan ada masalah!”
“Jadi Paman Gong bersikeras mau membawa pergi istriku?” Suara rendah Qin Yinuo dipenuhi dengan ketidakpedulian, matanya menyipit, tatapan tajam itu mengunci wajah tua Gong Peixin, dan dia menatap juga Mei Xiyun.
Semua orang kebingungan.
Mi Le juga sama sekali tidak menyangka, Wu Jingxuan terburu-buru membangunkannya, “Mi Le, kamu berdiri. Kamu beritahu aku, apakah ada orang yang mengancammu?”
Mi Le terdiam, lalu berbicara: “Paman Gong, lepaskan Xiao Xue! AKu jamin bisa membawa pulang Gong Tian’er!”
“Jangan harap! Kamu jangan harap bisa menikahi anak perempuanku lagi! Kurang ajar!” teriak emosi Gong Peixin: “Anakku memang sudah dibutakan, bisa-bisanya dia memilih orang lemah yang tidak konsisten dan tidak berpendirian sepertimu!”
__ADS_1
Mi Le tidak berbicara, dia hanya menerima amarah Gong Peixin dengan berdiam diri.
Sedangkan Qin Yinuo, saat ini ekspresinya tidak lagi sungkan seperti pada mulanya.