
Hello! Im an artic!
“Ah, benar-benar! Jangan telepon, aku sekarang bawa kamu pergi!” Mi Ling menariknya pergi.
Ketika keduanya sampai di restoran Mi Lei, ia sedang pusing-pusingnya karena belum menemukan orang yang cocok, begitu melihat Mu Xue, Mi Lei langsung menetapkan, “Baik, Xiao Xu, jabatan asisten ini milikmu, besok datanglah kerja, aku akan menyuruh orang untuk memberitahu pekerjaanmu!”
Hello! Im an artic!
Dengan begitulah ia kerja lagi.
Jarang sekali ada yang berjalan pelan pulang ke rumah seperti ini, juga jarang ada yang melihat santai akan pemandangan.
Ia hanya berjalan, tiba-tiba melihat layar besar di samping jalan, tengah memutar informasi mengenai Perusahaan Qin, dan wajah Qin Yinuo muncul di layar, Mu Xue langsung menoleh untuk membuang muka, mulai saat ini dirinya tak perlu diganggu oleh orang itu lagi!
Hanya saja, si tuan rubah itu, begitu memikirkan orang itu, hati Mu Xue jadi sedih sekali, sebenarnya kapan ia baru bisa bertemu anaknya?
Hello! Im an artic!
***
Baru memasuki gang, Mu Xue langsung berkedip, ia melihat dengan jelas seorang pria yang baru turun dari mobil, Zeng Li.
“Kakak Zeng?”
“Xiao Xue, kabar bagus, kata Presiden game ini harus dikembangkan!” Entah kenapa, Zeng Li kelihatannya agak lelah, alisnya agak berkedut, tapi meski begitu, ia tetap tidak kehilangan auranya, wajahnya malah tengah tersenyum.
“Bukannya sudah disuruh hentikan?” Mu Xue kaget dalam hati, tapi ia malah menenangkan ekspresinya.
“Katanya diteruskan!” Zeng Li berkata sesuai keadaan sebenarnya: “Aku bisa minum secangkir teh di rumahmu?”
Selesai berkata ia langsung berjalan terlebih dahulu ke arah rumahnya.
“Oh…baik!” Mu Xue melongo, lalu mengangguk, mengikutinya dari belakang.
Ia menengadah melihat sosok Zeng Li yang besar, kelihatannya ia agak lelah. “Kakak Zeng, kamu kelihatannya lelah sekali?”
“Jangan ngomong lagi, entah ada apa dengan Nuo, ia tidak peduli dengan pekerjaan, semuanya suruh aku yang urus, aku ini capek sekali!” Begitu memikirkannya Zeng Li langsung kelelahan, “Xiao Xue, sejak kamu pergi, dalam ruangan itu setiap harinya bagaikan rumah duka, suasananya berat!”
“Eh!” Mu Xue menggeleng sambil tertawa, “Kakak Zeng, teh!”
“Ah! Sejak kamu pergi aku tidak bisa meminum teh dan kopi seenak ini lagi, kopi yang dibuat Xiang Jing cuma lebih enak sedikit dari air putih, cuma lebih enak sedikit!”
Sudut bibir Mu Xue langsung tersenyum. Memangnya seburuk itu kah?
Melihat ekspresi Mu Xue, ia langsung berkata: “Kamu tidak percaya?”
“Bukan, kakak Zeng, mengenai game, aku tidak ingin membiarkan Cheng Cheng meneruskannya lagi, kamu beritahu Presiden, kami tidak akan terus lagi, kamu beritahu dia sendiri, aku tidak ingin dia plin-plan!” Mu Xue mengatakannya dengan hambar sekali, seolah tidak ada sedikitpun penyesalan dalam hatinya.
“Jangan, Xiao Xue, ini kan kesempatan bagus!”
“Cheng Cheng masih kecil, aku tidak berharap ia harus memikirkan hal-hal ini!”
“Tapi kemampuan anakmu itu benar-benar jenius!” Zeng Li tiba-tiba teringat akan hal semalam. “Oh ya, semalam, semalam sistem perusahaan kita diretas oleh hacker, dalam suatu waktu, semua tempat yang ada nama Nuo ditempeli gambar kotoran, kata Nuo si hacker itu anakmu!”
“Ah!” Mu Xue tertegun. “Bagaimana mungkin?”
Ia tahu semalam Cheng Cheng bermain lama sekali di depan komputer, tapi ia tidak menyangka anaknya akan berbuat seperti ini, “Bagaimana Presiden bisa tahu kalau itu perilaku Cheng Cheng?”
“Katanya berdasarkan insting!”
“Eh!” Mu Xue tertegun. “Tidak ada bukti?”
__ADS_1
“Ya, aku juga tak terlalu percaya!” Zeng Li menggeleng. “Harus tahu kalau Li He dari departemen pengurusan komputer itu punya gelar Master, dia itu orang hebat di universitasnya, sementara umur Cheng Cheng baru lima tahun, bagaimana mungkin bisa merusak firewall yang dibuatnya, pasti Nuo yang sudah curigaan, salah sangka dengan Cheng Cheng!”
“Besok kutanyakan padanya!” Hati Mu Xue juga mulai merasa aneh, jangan-jangan benar adalah Cheng Cheng? Mu Xue mulai menyesal karena telah membiarkan Mi Ling mengajari ilmu komputer. Tapi Mi Ling itu orang hebat di bidang IT, bagaiamana Cheng Cheng bisa belajar secepat itu? Tidak bisa, ia harus menelepon pada Mi Ling apakah Cheng Cheng benar-benar bisa merusak firewall orang lain.
“Masalah game?” Zeng Li bertanya lagi.
“Kakak Zeng, aku tidak akan menyetujuinya lagi, minggu depan Cheng Cheng akan pindah ke sekolah yang tinggal di asrama, aku menghormati pilihannya, aku menyetujui ia melompati kelas, kalau bersekolah di tingkat SD ia pasti akan kelelahan sekali, aku tidak berharap demi game ia menunda pendidikannya!” Mu Xue tidak ingin berhubungan dengan Qin Yinuo lagi, siapa sangka ia akan mengeluarkan keputusan seaneh ini, membuat mereka senang sesaat.
“Aku akan menjawab seperti ini pada Presiden?” Zeng Li menaikkan alisnya.
“Ya! Katakan seperti ini saja!” Xiao Xue berkata–
Restoran western milik Mi Lei, namanya adalah Penungguan.
Mu Xue menatap plat nama yang kreatif itu, tidak tahu apa arti penungguan itu.
Di dalam kantor.
“Kakak Mi, aku sudah bisa mulai kerja!” Ia masih memakai pakaian kerja, Mu Xue muncul di hadapan Mi Lei dengan penuh semangat, tersenyum lembut.
“Ya! Bagus sekali, Xiao Xue, akhir pekan ini kita sudah menerima sebuah pesanan untuk acara keluarga, waktunya malam Sabtu, akan ada tiga koki beserta mobil makanan yang pergi ke rumah tamu, lalu memasak untuk acara mereka, sementara tugasmu adalah pergi mendiskusikan masakan dengan pengurus rumah mereka, lalu mencatatnya, lalu berikan pada koki!”
“Pergi hari ini kah?” Mu Xue bertanya.
“Betul! Pergi hari ini!” Mi Lei memberikan alamat padanya, “Memuaskan segala kebutuhan tamu adalah tujuan dari restoran kita!”
“Baik!” Ia mengangguk dengan serius, lalu Mu Xue pergi ke alamat yang diberikannya.
Mobilnya berhenti diantara vila, ini adalah rumah tua yang sangat bergaya, kelihatannya seperti bangunan Perancis tua, tapi malah terlihat megah sekali, masih ada taman yang cantik pula.
Ia dipimpin masuk oleh para pelayan masuk ke ruang utama, setelah melirik pada sekitar, selain beberapa pelayan, masih ada seorang kakek tua disana. Entah kenapa Mu Xue agak gugup, tapi ia masih memperkenalkan diri dan tujuannya hari ini.
Wajah orang tua itu amat galak, bibir tipisnya tertutup rapat, meski kelihatannya seperti berusia enam puluhan, tapi bisa dilihat kalau waktu muda ia adalah pria yang ganteng, hanya saja orang ini kelihatannya sepertinya ia kenal, entah pernah melihatnya di mana.
“Ya!” Mu Xue langsung mengangguk-angguk.
“Restoran kalian ini dikenalkan oleh anakku, aku berharap masakan Sabtu nanti selain terlihat khas namun juga bisa menampilkan maksud perjamuan keluarga Qin kami!”
“Ya! Tuan Besar, Anda tenang saja, kami pasti akan berusaha untuk memenuhi permintaan yang Anda berikan!”
“Aku setua itukah?” Qin Miao Xiao menaikkan alisnya, sangat tidak suka orang lain memaggilnya begitu.
Hati Mu Xue langsung berdetak kencang, ia gugup, langsung meminta maaf. “Maaf tuan!”
Wajah Qin Maoxiang hanya terlihat tidak sabaran sesaat, ia terus berkata: “Kalian berdiskusi dengan pengurus rumah lah!”
“Baik!” Mu Xue berdiri dengan sopn, menatapinya naik ke lantai atas, langsung ia lega, hanya saat ini, dari lantai atas turun sosok orang yang tinggi dan besar, Qin Maoxiang berdiri untuk melihat anaknya Qin Yinuo, ia agak kaget, berkata dengan nada rendah: “Kenapa kamu belum pergi ke perusahaan?”
“Demam!” Suara rendah Qin Yinuo membuat Mu Xue kaget, ia menengadah, tatapan mereka berdua bertemu di udara, dan sesaat itu, Mu Xue merasa tatapan itu sungguh dikenalnya!
“Panggil dokter saja!” Wajah Qin Maoxiang meski terlihat galak, tapi perhatiannya terlihat jelas.
Hanya saja begitu Qin Yinuo melihat orang yang berdiri di hall utama, ia langsung tertegun, kenapa wanita itu ada di sini?
Mu Xue mengangguk perlahan, ia tidak mengatakan apapun, dan ia mulai mendiskusikan detail dengan pengurus rumah. Qin Yinuo langsung mengerti, keberadaannya tengah mewakili Mi Lei. Sialan, mengapa secepat ini ia sudah mendapat pekerjaan!
Ia membuang tatapannya, lalu Qin Yinuo berkata pada ayahnya: “Aku tidak apa-apa, aku pergi ke perusahaan dulu!”
Qin Maoxiang mengeratkan bibirnya, naik ke lantai atas.
Qin Yinuo turun ke lantai bawah, ia tidak berhenti, langsung berjalan keluar.
__ADS_1
“Tuan Muda! Anda minum sup panas dulu, Anda kan masih demam tinggi!” Bibi Zhang mengejarnya, menarik ujung pakaian Qin Yinuo. “Tuan Muda, Anda tidak boleh pergi, minum sup dulu baru pergi!”
Mu Xue terpaksa menatap ke arah pintu, ternyata orang itu demam, padahal orang yang kelihatannya kuat sekali, kenapa bisa demam?
Qin Yinuo tak berdaya, maka ia hanya bisa kembali, berjalan ke meja makan di samping ruang utama, “Bibi Zhang, aku tidak punya selera makan!”
“Tidak bisa, Anda minum sedikit sup, bukannya Anda semalam kedinginan tertiup angin malam? Sekarang cuaca sudah mendingin, kenapa malah keluar menikmati angin? Cepat minum sup!” Bibi Zhang membawakan sup panas dengan cemas ke depannya, Qin Yinuo ini orang yang dirawatnya dari kecil, hampir sama seperti anaknya sendiri, sehingga kata-katanya biasanya akan didengar oleh Qin Yinuo!
Setelah minum du ateguk, Qin Yinuo berhenti, mengerutkan alisnya.
Mu Xue sudah hampir selesai berdiskusi dengan pengurus rumah, ia melirik sekali lagi pada Qin Yinuo, kemudian memalingkan tatapannya. “Baik, pengurus rumah Qin, kalau begitu seperti ini saja, sampai bertemu Sabtu nanti!”
“Kalau begitu terima kasih Nona Mu!”
“Sama-sama!” Mu Xue mengangguk dnegna sopan, ia berjalan keluar.
Saat ini Qin Yinuo juga sudah berdiri, berjalan keluar.
“Tuan Muda, Anda belum menghabiskannya!” Bibi Zhang langsung berteriak.
Tapi Qin Yinuo sudah memasuki mobil.
Mu Xue keluar dari rumah Qin, ia berjalan ke bawah, tapi ini adalah tempat di punggung gunung, ada banyak sekali vila, tapi malah jarang sekali ada taksi, sehingga ia hanya bisa berjalan turun, berharap bisa mencari taksi.
Bugatti biru lewat perlahan, Mu Xue menarik nafas dalam-dalam, berjalan dengan santai.
Qin Yinuo menginjak gas dan melesat dengan penuh gaya.
Mu Xue melihat Bugatti itu menghilang dari pandangan, lalu mengembalikan tatapannya, bergumam pelan, “Tak disangka ini adalah rumahnya…”
Setelah berjalan sekitar lima ratus meter, Mu Xue masih saja belum menemukan taksi, begitu menengadah, ia melihat Bugatti di depan sudah mulai mundur, membuatnya kaget, langsung berjalan ke samping.
Mobilnya berhenti di samping tubuhnya, pintunya sudah terbuka, wajahnya yang ganteng terlihat. “Naik!”
“Tidak…… Tidak usah!” Mu Xue menggeleng.
“di sini tidak akan ada mobil yang lewat, naik!” Wajah Qin Yinuo agak pucat, setelah berkata, ia langsung terbatuk-batuk, membuat Mu Xue melongo.
“Naik!” Qin Yinuo berkata, demam benar-benar tidak enak sekali rasanya.
“Tak perlu, terima kasih! Mu Xue mengedutkan bibirnya, dirinya bukan lagi karyawannya, ia tidak perlu menerima perintahnya, sehingga tidak perlu takut lagi padanya, meski nada suaranya penuh dengan tekanan, tapi dirinya tidak takut lagi.
Sambil berkata, ia menutup pintu mobil, lalu berjalan ke bawah gunung.
Mobil itu melesat sejauh tiga puluh meter, berhenti sekali lagi, hanya saja kali ini Qin Yinuo turun sendiri, memutari mobilnya, lalu menarik pergelangan tangan Mu Xue. “Kusuruh kamu naik mobil!”
“Tak perlu!” Ia agak gugup.
Ia melototinya dengan garang, lalu Mu Xue tidak berkata-kata lagi, meski sekarang ia bukan atasannya lagi, tapi ia masih takut dengannya.
Dengan begitulah dirinya dimasukkan ke dalam mobil, kemudian Qin Yinuo memutari mobilnya sambil terbatuk, masuk juga ke dalam mobil.
“Persiden, tak perlu repot-repot!”
“Kenapa kamu tidak setuju game itu dikembangkan?” Ia menatap kedepan, menarik selembar tisu untuk mengelap ingusnya, tak disangka setelah diterpa angin malam bisa membuatnya sakit seperti ini, kelihatannya dirinya benar-benar sudah tua.
Ia terpikir akan ini untuk sesaat, hatinya benar-benar kesal.
“Oh! Karena tidak perlu!” Mu Xue berkata dengan hambar.
“Ayah dari anak itu siapa?”
__ADS_1
“Tidak tahu!” Mu Xue berkata sekali lagi, Cheng Cheng itu dipungutnya, mana dirinya tahu orangtua anak itu siapa?
“Memang kamu ini diperkosa?” Qin Yinuo meneriakinya.