
Hello! Im an artic!
“Aku akan mengantarmu pulang!” Luo Weihan berkata, “Sudah malam, takutnya tidak ada mobil lagi sewaktu kamu berganti mobil di Gunung Nantong!”
“Ah!” Song Yin tertegun, “Tidak perlu dan aku bisa naik taksi!”
Hello! Im an artic!
“Aduh, apakah aku ular? Mengapa kamu begitu membenciku?” Luo Weihan mengangkat alisnya yang bagus, “Perlukah seperti itu? Kamu juga mengatakan jika aku tidak mengejarmu bukan?”
“Hah!” Song Yin merasa tidak enak mendengar Luo Weihan berkata seperti itu dan dia menggeleng sambil tertawa, “Aku benaran bisa pulang sendiri!!”
“Song Yin, aku menemukan jika kamu sangat keras kepala! Apakah kamu tidak bisa menganggap aku sedang mengejarmu?”
“Aku tidak senarsis itu! Jika menganggap semua pria yang muncul di depanku sebagai orang yang ingin mengejarku maka itu pasti orang gila dan aku yakin jika diriku tidak segila itu selain itu aku tidak suka merepotkan orang, hanya itu saja!”
Hello! Im an artic!
“Jika begitu kamu bisa naik ke mobil sekarang karena aku hari ini membawa taksi dan jika kamu merasa tidak enak maka kamu bisa membayar ongkosnya!” Luo Weihan sama sekali tidak merasa canggung sambil mengedipkan matanya dan berkata, “Bagaimana jika aku menerima setengah ongkosnya?”
Song Yin tertegun dan melihat matanya yang bersinar di balik kaca matanya dan dia merasa dirinya sangat tidak berperasaan jika menolaknya lagi. “Baiklah! Jika begitu terima kasih ya tapi aku akan membayar semua ongkosnya supaya kamu tidak rugi.”
Setelah naik ke mobil, Luo Weihan melihat Song Yin dari kaca belakang dan dia terlihat sangat stabil dan dia telah menjadi pegawai negeri pada usia yang masih muda meskipun gajinya lumayan dan pekerjaannya santai bagi seorang wanita tapi usianya masih muda dan sangat sayang jika tidak keluar mencari pengalaman lain.
Ponsel Song Yin berbunyi sewaktu dia baru naik ke mobil bahkan mobilnya masih belum dinyalakan.
Di atas layar tertulis nama Yu Jinglan , hatinya merasa kaget dan tanpa sadar dia melihat ke arah luar jendela dan dia seperti melihat mobilnya.
Dia mengangkat teleponnya, “Halo?”
“Turun!” Terdengar suara dingin.
“Hah! Apakah kamu ada di sini?” Song Yin bertanya dengan hati-hati.
Teleponnya sudah mati bukan tapi ponselnya kehabisan baterai maka mati sendiri sehingga Song Yin melihat ponselnya dengan bingung dalam waktu yang lama sedangkan Luo Weihan sudah menjalankan mobilnya dan Song Yin tidak turun.
Mengapa harus turun?
Dia tidak turun dan hatinya langsung merasa tidak tenang.
“Ada apa?” Luo Weihan melihat Song Yin dari kaca.
“Tidak apa-apa!” Dia menggelengkan kepalanya dan matanya melihat ke luar jendela, dia tidak melihat mobil itu, mungkin dia salah melihatnya, dia menggelengkan kepalanya karena pasti dirinya yang terlalu sensitif sehingga selalu merasa kemunculannya, mengapa dia masih mengharapkannya karena dia tahu jika dia sedang bersama orang lain? Dia sudah tiga hari tidak bertemu dengannya, mengapa dia memikirkannya terlalu banyak?
Mobil berjalan dan Song Yin melihat Luo Weihan yang ada di depan lalu bertanya, “Oh ya, mengapa kamu ada di sini?”
“Aku sedang menunggumu!” Luo Weihan berterus terang, “Ayahku juga lembur malam ini dan aku baru tahu dan ingat jika tidak ada mobil lagi jika kamu sudah selesai lembur maka aku menunggumu sekalian mau menanyakan bagaimana dengan lukamu? Apakah lukanya infeksi?!”
Hati Song Yin merasa tersentuh mendengarnya, Luo Weihan mengkhawatirkannya meskipun tidak ada cinta di matanya sehingga ini lebih menakutkan tidak peduli apa yang dia maksudkan dan dia tidak punya waktu untuk memikirkannya sekarang. “Sudah tidak apa-apa!”
__ADS_1
Dia teringat luka yang diobati oleh Yu Jinglan itu dan pikiran Song Yin melayang.
“Ha! Akhirnya aku bisa tenang!” Luo Weihan tertawa.
Song Yin juga tertawa, “Apakah kamu benar-benar pengemudi taksi?”
Luo Weihan tertawa sambil menggelengkan kepalanya. “Bukan!”
“Jika begitu kamu?”
“Aku adalah seorang wartawan surat kabar yang sedang mencoba menjalani kehidupan seorang pengemudi taksi karena sedang berencana menulis laporan tentang kehidupan pengemudi taksi dan aku menyewa mobil ini! Sehingga aku akan keluar membawanya jika sedang tidak sibuk sekalian menarik beberapa penumpang!”
“Aku sudah tahu jika kamu tidak mungkin seorang pengemudi taksi!” Song Yin ingat jika mobil yang melukainya hari itu bukan sebuah taksi selain itu putra Direktur Luo setidaknya adalah pejabat generasi kedua sehingga tidak mungkin menjadi pengemudi taksi?
“Mengapa tidak mungkin?” Luo Weihan mengerutkan keningnya.
“Karena kamu tidak punya wajah seorang pengemudi taksi!” Song Yin tersenyum dan tanpa sadar meliriknya lagi, wajah pria ini terlihat agak feminin.
“Jika begitu, wajahku terlihat seperti apa?” Luo Weihan bertanya dengan penasaran.
“Gigolo!” Song Yin langsung berterus terang lalu dia juga menambahkan. “Kamu memiliki potensi itu!”
“Hah!” Mata Luo Weihan melotot dan ekspresinya terlihat canggung sambil batuk. “Tidak perlu mengejekku seperti itu bukan!”
“Aku bercanda!” Song Yin menirunya dan tertawa.
Song Yin mengatupkan bibirnya, “Kamu benar-benar seorang wartawan yang profesional karena kamu bahkan mengeluarkan uang sendiri untuk mencoba merasakan kehidupannya!”
“Salah! Perusahaan yang membayarnya karena aku tidak sebodoh itu mengeluarkan uangku sendiri, apakah aku tidak punya otak?”
“Hah! Aku pikir kamu memakai uangmu sendiri!”
“Aku tidak sebodoh itu!” Luo Weihan tertawa, “Oh ya, katakan kepadaku jika ayahku menyulitkanmu, aku akan membantumu balas dendam!”
“Direktur Luo sangat baik, mana mungkin dia akan menyulitkanku?”
“Benar juga karena kamu adalah putri Walikota Song sehingga mana mungkin ayahku berani menyinggung ayahmu!”
“Apakah ayahku sangat menakutkan?” Song Yin sedang berpikir apakah pilihan yang tepat karena dia bekerja di departemen pemerintahan? Semua orang di luar tahu jika dia adalah putri tiri Walikota Song dan sangat jarang yang tahu jika dia adalah anak kandungnya.
“Ayahmu adalah seorang pemimpin yang tegas dan semua orang berkata seperti itu! Tapi tidak tahu bagaimana dengan yang sebenarnya!”
Song Yin tertawa mendengar ayahnya adalah pemimpin yang tegas dan dia tidak ingin berdebat seperti apa ayahnya karena dia tidak sepenuhnya setuju dengan beberapa sikap ayahnya misalnya hubungannya dengana ibunya, dia mengkhianati bibi, diam-diam melahirkan dirinya dengan ibu dan berselingkuh selama dua puluh tahun lebih tapi itu karena ibunya bersedia maka dia tidak akan ikut campur urusan generasi yang lebih tua. Tapi dia tidak suka dengan perbuatan ayahnya ini sehingga dia ikut tidak menyukai ibunya! Tapi keadaan sebenarnya tidak memungkinkan dia memiliki begitu banyak keberatan.
“Song Yin, mengapa kamu menikah di usia yang masih muda?”
Song Yin tertegun lalu tersenyum pahit. “Cepat lambat juga akan menikah sehingga tidak ada bedanya menikah sekarang atau menikah kemudian!”
Ekspresi mata Luo Weihan berubah setelah mendengar jawabannya, “Apakah senior baik kepadamu?”
__ADS_1
“Baik!” Dia tidak ingin membicarakan masalah pernikahannya karena itu masalah pribadinya, baik atau tidak, hangat atau dingin, dia yang tahu sendiri sehingga orang lain tidak perlu tahu.
“Oh!” Mata Luo Weihan terlihat suram dan tidak bicara lagi.
Mereka berdua turun setelah tiba di rumah dan Song Yin memberikan uang kepada Luo Weihan tapi dia tidak mau, Song Yin memberikannya lagi sehingga Luo Weihan memegang tangannya untuk mengembalikan uangnya, “Aku bercanda denganmu dan kamu malah benaran mau membayar ongkosnya, aku tidak mau uangnya, bagaimana jika kamu mentraktirku makan besok. Haha, kamu lucu sekali, baiklah, selamat malam nona cantik!”
“Jika begitu terima kasih ya! Aku akan mentraktirmu makan!” Song Yin tersenyum dan dia tidak menolaknya lagi, mobil Bugatti masuk ke dalam vila sewaktu dia bicara.
Song Yin kaget karena ternyata benar jika mobil Yu Jinglan mengikuti di belakang, ya ampun, apakah mobil yang dia dilihat di balai kota adalah mobilnya?
Dan Luo Weihan juga melihat ke arah Bugatti itu dan matanya terlihat sedih…..
Yu Jinglan benar-benar tidak bisa mengendalikan emosinya, tebak apa yang dia lihat?
Melalui kaca belakang dia melihat istrinya Song Yin diantar pulang oleh seorang pria pada larut malam dan tertawa mesra dengannya?
Song Yin berbalik setelah dia mengantar Luo Weihan, dia dikelilingi aura yang berbahaya yang membuatnya merinding karena dia tahu jika dia telah membuatnya marah tapi ini bukan salahnya karena ponselnya sudah tidak ada baterai lagi, “Kakak besar Yu, ponselku….”
“Kamu sangat senang bersama pria lain ya?” Dia segera menyela kata-kata Song Yin. “Apakah kamu anggap kata-kataku sebagai angin?”
Song Yin ingin mengatakan jika ponselnya mati karena baterainya habis tapi dia menghentikannya dan berdiri diam di situ dan bibir tipis Yu Jinglan terlihat terangkat dan tidak tahu apa yang ada di dalam matanya.
Song Yin mengaku jika dirinya sial dan berdiri di situ sambil menunggunya.
Dan kemarahan Yu Jinglan yang dia tahan sepanjang jalannya akhirnya bisa dilampiaskan ketika melihat wanita yang sedang menunduk itu. “Apakah kamu pikir dirimu gadis penghibur? Kamu tidak bisa tidak melihat pria? Apakah kamu akan terlihat seperti anjing betina ketika melihat pria?”
Song Yin hanya menunduk sambil menatap ujung kakinya karena kata-kata ini sangat menyakitkan seperti pisau yang menusuk hatinya tapi dia tidak bisa melawannya dan tidak ingin mengatakan apa-apa dan dia hanya menunduk melihat sepatunya sendiri yang ternyata kulit depannya sedikit terkelupas.
Yu Jinglan merasa semakin aneh karena tidak ada penyesalan di wajahnya tapi malah sangat tenang sehingga Yu Jinglan tiba-tiba berhenti.
Song Yin menunggu sebentar dan dia mengangkat kepalanya ketika melihatnya terdiam dan berencana menjelaskan masalah baterai ponselnya yang mati tapi tidak disangka dia melihat wajahnya yang sangat suram sehingga dia menghela napas, pria ini bisa bersama wanita berbeda setiap malam tapi dia bahkan tidak boleh bicara dengan pria lain?
Yu Jinglan melototinya dan Song Yin mengeluarkan sebotol air mineral lalu menyodorkan kepadanya.
Yu Jinglan tertegun sambil mengerutkan keningnya.
“Kakak besar Yu, apakah kamu haus? Minumlah!” Dia sudah marah untuk waktu yang lama maka seharusnya minum sedikit.
“Sial!” Akhirnya Yu Jinglan mengerti maksudnya, dia berteriak marah sambil menatapnya ternyata dia tidak peduli dengan kata-katanya tapi dia tidak ingin terlalu banyak marah maka dia berbalik dan masuk ke dalam rumah.
Song Yin melihat air di tangannya sambil memgangkat bahunya dan memutar botolnya dan dia meminumnya, air mineral jauh lebih manis dari air murni maka dia akan minum air mineral kelak.
Dia juga ikut masuk ke dalam rumah dengan lampu yang terang, Yu Jinglan berdiri di ruang tamu dan ada aura yang suram menyebar sambil menatapnya dengan tajam.
Di udara hanya tersisa kedinginan dan ketegangan, Song Yin berdiri di situ sambil bernapas dalam-dalam lalu dia naik ke lantai atas.
Dia melihat punngungnya dan amarahnya yang tinggi mendadak turun. Ekspresi matanya berubah dan dia ikut naik ke lantai atas.
Song Yin masuk ke kamar mandi untuk berganti baju lalu dia menerima panggilan dari Song Sitong. “Song Yin, apa yang kamu lakukan? Yu Jinglan brengsek itu telah menyebarkan videonya di internet, apakah kamu tidak tahu?”
__ADS_1