
Hello! Im an artic!
Ada cahaya yang melintas dalam sepasang mata gelap di wajah dingin itu.
Gayanya membuat Mu Xue tahu kalau pria ini sengaja, pria ini tahu bahwa dia tidak punya uang, “Kamu sengaja!”
Hello! Im an artic!
Mu Xue mengepalkan tangannya, menahan emosinya.
Qin Yinuo tidak berbicara, dan langsung berdiri.
Mu Xue menjadi takut.
Qin Yinuo tersenyum dan berkata, “Kamu takut padaku?”
Hello! Im an artic!
“Aku pergi kerja dulu!” Mu Xue langsung berlari keluar, kalau tidak bisa mengundurkan diri sekarang, dia akan menyelesaikan proyek ini, setelah itu mengundurkan diri.
Mu Xue keluar dari ruangan CEO dengan perasaan kesal.
“Xiao Xue? Apa kata CEO?” Sekretaris Gao jarang sekali ikut campur dalam masalah orang lain.
“Sekretaris Gao, apakah setiap orang yang mau mengundurkan diri harus membayar 30.000.000 yuan?” Dia mulai curiga apakah semua uang Qin Grup didapatkan dengan cara seperti ini, benar-benar sangat menyebalkan.
“Huh?!” Sekretaris Gao tercengang. “Kenapa bertanya begitu? Apakah CEO menyuruhmu membayar 30.000.000 yuan?”
“Lupakan saja, anggap saja aku tidak bertanya!” Mu Xue tidak ingin bicara lagi, dia duduk kembali ke tempatnya.
Sekretaris Gao mengedipkan matanya berulang-ulang, ini pertama kalinya ia mendengar rumor seperti ini, dan ini juga pertama kalinya ia mendengar CEO tidak membiarkan bawahannya mengundurkan diri, apakah CEO dan sekretaris Mu memiliki hubungan spesial?
“Pagi semua!” He jing datang. “Hai! Xiao Xue! Apa yang terjadi semalam? Kenapa aku tidak melihatmu?”
“Aku baik-baik saja, semalam aku terus berada di sana!” Mu Xue berbohong.
“Tidak, Xiao Xue, sayangku, kamu kemarin malam sepertinya sudah pergi duluan!” Tiba-tiba terdengar suara pria yang menyahut.
“Sayangku?!” Sekretaris Gao dan He jing berkata dengan kompak.
“Iya! Kakak Gao sayangku, He Jing sayangku, bagaimana kabar kalian?” Ceng Li menatap ketiga wanita ini, dia memanggil semuanya sayang.
Sekretais Gao dan He jing saling bertatapan, mereka mengerti Ceng Li sangat suka bercanda.
Mu Xue hanya menatapnya sebentar, dan tidak berbicara.
“Kenapa? Kamu sakit?” Ceng Li bertanya dengan penuh perhatian.
“Tidak, aku mau kembali bekerja!” Mu Xue menggelengkan kepalanya.
“Tapi kamu kelihatan tidak sehat!” Ceng Li sedikit curiga. “Apa yang terjadi?”
“Tidak apa-apa! Aku harus membuat kopi untuk CEO dulu!” Mu Xue terlihat cemberut, dia sudah diperlakukan tidak senonoh seperti itu, dan mau mengundurkan diripun harus disuruh bayar dulu.
Dan siapa yang mau mengganti rugi atas kerugian terhadap dirinya? Atas ciumannya yang direbut orang itu,?
Teringat kedepannya harus terus bekerja di Qin Grup ini, Mu Xue sama sekali tidak bersemangat.
“Aku juga mau!” setelah berkata seperti itu,Ceng Li menatap ke arah 2 wanita lain ini dengan ekspresi penuh tanya.
Sekretaris Gao menggelengkan kepalanya, He Jing juga tidak tahu apa yang terjadi.
“Kalau begitu sayangku, aku akan pergi ke ruangan CEO dulu, sampai ketemu!” Ceng Li masuk ke ruangan CEO.
Mu Xue membawa dua gelas kopi ke dalam ruangan CEO, dia mengetuk pintu dan masuk, Ceng Li dan Qin Yinuo sedang duduk di sofa.
“CEO, Manajer Ceng silahkan diminum kopinya!” ucap Mu Xue, saathendak pergi, ia ditahan oleh Ceng Li.
“Xiao Xue, ada apa dengan kamu hari ini? Kamu terlihat aneh!”
__ADS_1
Ceng Li bertanya sambil menatap ke arah Qin Yinuo, tapi matanya terlihat tidak berekspresi.
“Tidak apa-apa!” Mu Xue tersenyum. “Aku kembali bekerja dulu!”
“Sekretaris Mu, hari ini pergilah ke WVL , desak mereka untuk mengurus rencana kerja sama sesegera mungkin, aku berharap bisa secepat mungkin mendapatkan sebuah rencana yang praktis dan efektif!” Qin Yinuo berkata sebelum Mu Xue keluar dari ruangannya.
“Baik!” Mu Xue mengangguk, tapi dalam hatinya, ia terus mengumpat, pria ini benar-benar lebih licik dari rubah.
“Kebetulan aku juga mau pergi, Xiao Xue, aku saja yang mengantarmu!” Ceng Li meminum kopinya dan berdiri.
Qin Yinuo meliriknya, Ceng Li dibuat menggigil oleh lirikannya, tapi dia dengan berani berkata: “Nuo, kenapa melotot padaku?”
Mu Xue membawa dokumen di tangannya, dia tersenyum mengingat debat mulut Ceng Li dan Qin Yinuo tadi, mungkin hanya orang seperti Ceng Li yang bisa membuat Qin Yinuo tidak berdaya.
Ceng Li membawa mobilnya, dia menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum menatap ke arah Mu Xue, tapi Mu Xue sedari tadi menundukkan kepalanya, jadi ia tidak menyadari kedatangan Ceng Li.
“Xiao Xue! Ayo naik!”
“Maaf merepotkan manajer Ceng!” Mu Xue tersenyum dan naik ke atas mobilnya, tapi dia duduk di baris belakang.
“Astaga! Kenapa kamu tidak duduk di sampingku?”
“Aku lebih nyaman duduk di belakang!” Mu Xue tersenyum.
Ceng Li melihat wajah kecil itu lewat kaca belakang, Ceng Li juga tidak berdaya, “Baiklah! Hanya kamu yang berani menganggap aku yang tampan ini sebagai supir kamu!”
“Narsistik sekali orang ini!” pikir Mu Xue dalam hati, tapi Ceng Li memang tampan!
Ceng Li tidak bicara lagi.
Setelah selesai membahas kerja sama dengan Mu Xue, Wu Jingxuan menatap ke arah Mu Xue, memperhatikan pakaian yang berwarna hitam dari atas sampai bawah, pakaian wanita ini seperti pakaian perawan tua.
“Nona Wu, apa masih ada hal lain yang perlu di bahas?”
“Xiao Xue, apa boleh aku memanggilmu begitu?”
“Berapa usiamu?” menurut tebakan Wu Jingxuan, umur Mu Xue kurang dari 24 tahun, “Apa boleh kamu memberitahuku?”
“23!” Mu Xue tidak pernah menganggap umur adalah rahasia.
“Umur yang paling penting bagi wanita.”
“Kenapa begitu?”
“Wanita memiliki 2 umur penting, 17 dan 23!” Wu Jingxuan mengedipkan matanya, “Kamu sedang berada di umur kedua yang paling penting!”
“Ahh?” Mu Xue binggung.
Umur 17?
Baginya, umur 17 adalah umur yang paling gelap baginya, di usia itu, dia mengalami banyak kehilangan …
“Ayo makan!” Wu Jingxuan tiba-tiba tertarik pada Mu Xue. “Aku yang traktir!”
“Apakah boleh?” Mu Xue tidak menyangka desainer nomor 1 di WVL akan mentraktir dirinya.
“Kenapa tidak boleh? Kamu tidak lapar?” Wu Jingxuan menaikkan alisnya yang cantik itu dan menatap ke arah Mu Xue. “Atau kamu tidak ingin makan denganku?”
“Mana mungkin! Kalau begitu terima kasih!” Mu Xue tidak sungkan lagi.
Wu Jingxuan adalah orang yang selalu ia kagumi, ia memiliki banyak sekali design klasik yang luar biasa, tapi dia tidak menyangka Wu Jingxuan akan begitu ramah padanya.
“Pada hari itu, saat kamu bilang desainku cacat, aku benar-benar kaget!”
“Maaf, aku hanya asal bicara saja!”
“Tapi produk itu memang cacat!” Wu Jingxuan tidak ingin menutupinya, “Baju itu ketika di atas panggung sempat robek, aku menggunakan piniti untuk menahannya!”
“Kenapa bisa robek?” Mu Xue sedikit bingung, pantas saja, dia bingung kenapa baju itu terlihat tidak terlalu bagus di bagian pinggangnya, berbeda dengan desain Wu Jingxuan yang lain.
__ADS_1
“Persaingan!” Wu Jingxuan hanya menjawab satu kata, tapi Mu Xue tetap saja tidak mengerti.
Mereka berdua berjalan keluar dari ruangan Wu Jingxuan.
“Nuo! Aku dan Xiao Xue saja sudah cukup, kamu CEO perusahaan kita, kenapa harus sampai datang kesini?” Suara Ceng Li terdengar dari lorong.
Mu Xue tertegun dan menatap ke arah suara itu, di lorong itu juga mulai ramai.
Kedatangan Qin Yinuo menyebabkan keramaian.
Apalagi dia muncul bersama Ceng Li, keadaan menjadi semakin ramai.
Banyak karyawan WVL yang menjulurkan kepala mereka keluar ruangan untuk melihat CEO Qin grup, melihat wajah tampannya yang dingin itu, semua orang langsung terbuai.
Jasnya begitu rapi, sama sekali tidak ada kerutan, sepatunya begitu berkilau, dan tatapannya begitu tajam, ia terlihat sangat menarik.
Dan di sekelilingnya, seperti ada aura yang begitu menekan, saat ia berjalan di lorong itu, ia membuat semua wanita yang melihatnya tenggelam di dalam auranya, dan semua pria yang melihatnya juga merasa takut karena aura menekannya itu.
Pokoknya, aura dari sekujur tubuhnya membuat orang takut sekaligus tertarik untuk terus melihatnya.
Ceng Li tersenyum ramah, ia terlihat hangat, tidak seperti Qin Yinuo yang sedingin es batu, saat mereka berdiri bersama, mereka seperti air dan api! Tapi tetap saja mereka kelihatan begitu cocok.
Melihat kedatangan Qin Yinuo,CEO WVL pun datang menyambutnya .
Tidak bisa dipungkiri, mereka berdua adalah dua pria terbaik di antara pria-pria lain!
Mu Xue merapatkan bibirnya, dia mundur dari kerumunan itu dan menundukkan kepalanya.
Dia tiba-tiba ia merasakan ada sebuah tatapan yang melewati kerumunan dan mengarah ke dia.
Wu Jinxuan menatap ke Mu Xue. “Xiao Xue, kita lewat sana saja!”
“Baik!” Ia langsung menjawabnya, Mu Xue lalu mengikuti Wu Jingxuan turun memalui lorong yang lainnya.
“Kamu sepertinya sangat takut dengan CEO perusahaan kalian!” Di tangga, Wu Jingxuan bertanya sambil tersenyum.
“Uuh! Tidak kok!” Mu Xue kaget.
Wu Jingxuan hanya tersenyum saja, “Sebenarnya CEO Qin itu genit, namun kemampuan kerjanya memang tidak bisa diragukan.”
Iya, CEO-nya itu memang sangat genit, Mu Xue sudah memergokinya dua kali, paling tidak dia sudah mencium 2 kali wanita yang berbeda! Mu Xue berpikir sejenak, lebih baik dia tidak menggosipkan CEO-nya, karena pekerjaannya bukan untuk bergosip!
Wu Jingxuan menatap ke Mu Xue, “Bagaimana jika kita makan di restoran Sichuan dekat sini? Kamu tidak keberatan kalau restorannya kecil kan?”
Mu Xue terkejut, desainer besar seperti dia, ternyata juga pergi ke restoran kecil, dia mengira Wu Jingxuan akan pergi makan ke restoran barat yang mewah. “Tidak keberatan, aku paling suka makan masakan Sichuan.”
“Baguslah kalau begitu!” Wu Jingxuan berkata dengan senang. “Ayo, kita pergi!”
Mereka berjalan keluar dari kantor WVL, tapi di depan kantor, tiba-tiba penuh dengan kerumunan orang.
Ketika mereka menoleh, terlihat Ceng Li dan Qing Yinuo berjalan keluar, kedua orang itu benar-benar sangat menarik perhatian.
“Xiao Xue, kenapa kamu pergi begitu cepat?” Ceng Li berkata dengan keras.
Mu Xue menundukkan kepalanya, sekarang kedua pria itu sudah berada di depan mereka, Mu Xue dengan hati-hati menyapa: “CEO, manajer Ceng!”
Qin Yinuo menatap Wu Jingxuan, dan sedikit mengangguk untuk menyapanya.
“Aku dan Xiao Xue akan pergi makan masakan Sichuan di sebuah restoran kecil, CEO Qin dan manejer Ceng tidak akan pergi ke tempat seperti itu, jadi, aku tidak mengajak kalian!” Wu Jingxuan berkata dengan elegan, “Ayo, Xiao Xue!”
“Iya!” Mu Xue dengan senang langsung berjalan pergi dengan cepat.
“Tidak mau traktir kami? Mana bisa?” Ceng Li berkata dan melirik sebentar ke Qin Yinuo, dia lalu berteriak ke arah mereka, “Aku paling suka makan di restoran kecil, apa lagi masakan Sichuan, aku juga suka! Sayangku, aku juga ikut, tunggu aku sebentar…”
Wu Jingxuan menoleh ke belakang dengan tatapan aneh, Mu Xue merasa tidak berdaya, manajer Ceng ini benar-benar sangat suka ikut-ikutan.
“Nuo! Kamu juga pergi, lagipula sekarang jam makan siang!”
Awalnya mereka mengira Qin Yinuo tidak akan ikut, tapi tidak disangka dia mengangguk, “Kenapa tidak?”
__ADS_1