AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 547 Merendah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Dia tidak peduli dengan Feng Ling’er. Dia tidak mencintai Feng Ling’er, jadi dia tidak bisa memberikan harapan kepadanya. Cepat atau lambat dia dan Feng Ling’er akan bercerai, jadi untuk apa dia harus berpura-pura mesrah?


“Kak Chi, lain kali jangan gunakan GPS ponselku untuk menemukan posisiku lagi. Lain kali aku akan ingat untuk membawa payung.” Su Yan menunduk dan menolak banTuannya.


Hello! Im an artic!


“Yanyan!” Rong Hanchi sedikit berteriak menderita, “Jangan tolak aku, aku mohon!”


Selama ini, Kak Chi tidak pernah berbicara dengan cara merendah seperti ini, hati Su Yan merasakan tidak tega dan nyaris goyah. Rong Hanchi menarik tangannya, “Aku akan mengantarmu pulang!”


Feng Baiyi melangkah mendekat. Di bawah tirai hujan, melihat Rong Hanchi memegang erat tangan Su Yan, jantungnya tiba-tiba seperti sedang tertusuk jarum, dia merasakan sakit yang tak tertahankan. Langkah kakinya pun semakin besar dan dia berjalan dengan wajah yang muram, meraih tangan Su Yan, tindakannya yang tiba-tiba itu membuat Su Yan terkejut. “Feng Baiyi?”


Rong Hanchi pun juga terkejut, dia tidak menyangka bahwa dia akan bertemu Feng Baiyi. Dan saat dia teringat mengenai berita di koran yang mengatakan bahwa Yanyan adalah wanita Feng Baiyi, mata Rong Hanchi langsung menajam.


Hello! Im an artic!


Feng Baiyi menarik Su Yan ke dalam pelukannya, payung pun terbuka lebar di atas mereka berdua, mata Feng Baiyi menatap ke arah Rong Hanchi dengan tajam, sedikit menyipit dan terlihat berbahaya.


“Feng Baiyi?” Su Yan menggenggam pakaian Feng Baiyi, dia seakan-akan telah mendapatkan seorang penyelamat hidup. Tubuhnya mulai tidak kuat, tapi dia tidak bisa pergi dengan Kak Chi, dia pun hanya bisa mengandalkan Feng Baiyi.


“Feng Baiyi?” Rong Hanchi melihat Su Yan bersandar di pelukan Feng Baiyi, perasaannya yang terluka pun muncul, matanya langsung merah dan dia langsung ingin menyingkirkan Feng Baiyi, dia pun berkata sambil ingin menarik Su Yan, ” Yanyan, aku akan mengantarmu pulang!”


Feng Baiyi tidak memandang Rong Hanchi, dia terus memeluk Su Yan erat-erat, lalu berkata kepada Su Yan: “Ayo pulang, besok kita langsung menikah!”


“Menikah?” Su Yan tertegun, menatap Feng Baiyi dengan heran, dia tidak pernah menyangka bahwa Feng Baiyi tiba-tiba mengatakan hal ini.


Mata Feng Baiyi terus menatap mata Su Yan dan wajahnya tetap sangat dingin, tidak ada emosi yang terlihat, dia pun berkata dengan yakin: “Ya, kita akan menikah besok! Aku dan kamu!”


Seolah ingin mengumumkan sesuatu, dia berkata dengan serius.


Su Yan kaget, apa yang dibicarakan Feng Baiyi? Su Yan tanpa sadar menoleh dan menatap Rong Hanchi, melihat Rong Hanchi terpana kesakitan, hatinya juga ikut sakit.


Lalu dia menoleh kembali ke arah Feng Baiyi, mencari tahu maksud kata-katanya, tapi yang dia lihat hanyalah wajah yang serius dan tenang, Su Yan pun tercengang kesal. Feng Baiyi, dia benar-benar sudah gila, dasar menyebalkan!


Feng Baiyi mengabaikan Rong Hanchi dan menarik Su Yan pergi.


Tangan Rong Hanchi yang memegangi lengan Su Yan sama sekali tidak dilepaskan.


“Lepaskan!” Feng Baiyi berkata dengan serius, nadanya memerintah.


“Kamu yang lepaskan!” Nada suara Rong Hanchi juga sangat tegas. “Yanyan, ikut denganku!”


“Kak Chi, maaf!” Su Yan menggelengkan kepalanya.


Penolakannya membuat Rong Hanchi tertegun, “Kamu, kamu ingin pergi bersamanya?”


Hatinya terasa sangat sakit, hampir tidak bisa bernapas, tetapi Su Yan tidak melupakan janjinya pada Feng Ling’er tadi. “Pergi dan jemputlah kakak ipar, dia sangat mencintaimu, karena kamu telah memilih menikahinya, maka kamu harus bertanggung jawab padanya!”


Setelah mengatakan kalimat itu, Su Yan meraih pakaian Feng Baiyi, berkata dengan nada memohon, wajahnya dipenuhi air mata, “Feng Baiyi, bawa aku pergi!”


Feng Baiyi setengah merangkul setengah memeluk Su Yan dan berjalan menuju mobilnya…


Di malam yang gelap, payung Rong Hanchi jatuh ke lantai dan seluruh tubuhnya langsung basah kuyup…

__ADS_1


Mu Siyuan , Feng Ling’er dan Song Yan berjalan keluar dari gedung restoran, begitu mereka sampai di depan pintu, mereka melihat payung Rong Hanchi jatuh di tengah hujan, sedangkan Feng Baiyi membawa payung dan pergi bersama Su Yan.


Ketika Feng Ling’er melihat Rong Hanchi kehujanan, dia bergegas lari. “Chi…”


“Ling’er…” Mu Siyuan juga berteriak cemas, mencoba menahannya. Di tengah hujan deras seperti ini, dia malah berlari keluar. Mu Siyuan juga melirik kakaknya, dia berdiri dan tidak bergerak sama sekali di tengah hujan, sosoknya terlihat kesepian, penuh dengan keputusasaan dan kesendirian. Melihat kakaknya seperti itu, Mu Siyuan pun langsung melihat ke arah Su Yan yang sedang dibawa oleh Feng Baiyi.


Kakak seperti ini pasti karena Su Yan. Mu Siyuan tidak mengerti, jelas-jelas saling mencintai, tetapi kenapa malah memilih untuk tidak mencintai? Mengapa hal ini bisa terjadi?


Song Yan juga tercengang, sambil memegang payung dan menyerahkannya ke Mu Siyuan . “Apa yang terjadi, sepertinya ada yang tidak beres!”


Rong Hanchi juga sudah gila, dia malah berdiri di tengah hujan deras, dia pasti akan masuk angin.


“Siyuan, apa yang harus kita lakukan?” Song Yan ingin membantu, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. “Apakah kita perlu mengantarkan payung?”


“Sudahlah, mereka pasti bisa menyelesaikannya dengan baik!” Mu Siyuan melirik ke arah Rong Hanchi dan Feng Ling’er dengan cemas.


“Chi…” Feng Ling’er membungkuk dan mengambil payung, tubuhnya juga basah kuyup, “Chi, ayo kita pulang, jika terus seperti ini, kamu bisa masuk angin!”


“Tinggalkan aku sendiri!” Rong Hanchi menangkis payungnya. “Kamu tidak perlu mengurusku! Pergi, cepat pergi!”


“Chi, jika kamu ingin mandi hujan, aku akan menemanimu!” Dia tahu rasa sakit di hati Rong Hanchi, dia pun menatapnya dengan keras kepala, menjatuhkan payung di tengah hujan dan berdiri bersamanya di tengah hujan. “Chi, aku tahu kamu sangat menderita, tapi kamu tidak bisa menyiksa dirimu sendiri!”


“Kamu tidak perlu menemaniku!” Ucapnya dingin, air hujan membasahi pipinya, menetes ke matanya, mengalir ke mulutnya, rasanya tidak enak, seperti rasa di dalam hatinya.


“Chi!” Air mata Feng Ling’er keluar, tidak tahu apakah itu air mata atau hujan, air hujan dingin dan air mata panas. Air mata terus menetes sambil dengan bodoh melihat sosok di hadapannya. “Aku bukan menemanimu, aku hanya merasakan perasaan yang sama denganmu, kamu kira hanya kamu orang satu-satunya yang merasakan cinta yang tidak bisa dimiliki?”


Saat Su Yan berjalan ke mobil Feng Baiyi, tanpa sadar dia menoleh ke belakang dan menemukan Feng Ling’er juga berdiri di tengah hujan. Hatinya bergetar, apakah mereka semua sudah gila?


Feng Baiyi juga menoleh ke belakang, wajahnya dingin tanpa ekspresi.


Su Yan mengertakkan giginya dengan sedih, Kak Chi, jangan menyiksa dirimu sendiri, jangan menyiksa Feng Ling’er, apalagi menyiksa Yanyan…


Feng Baiyi akhirnya menariknya sampai ke mobilnya, Su Yan pun bertanya dengan panik: “Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan?”


“Aku ingin menikah denganmu!” Dia tetap mengatakan hal yang sama.


Tatapan Su Yan pun langsung kosong, dia tidak tahu apa yang dipikirkan pria itu, dia semakin bingung, menikah, dua kata yang sangat asing tapi juga tidak asing dan dia sepertinya tidak sedang bercanda.


Su Yan kembali menoleh ke arah Rong Hanchi, dia masih berdiri di tengah hujan dan Feng Ling’er masih terus menemaninya.


Namun, dia dimasukkan ke dalam mobil oleh Feng Baiyi, melihat sosok di tengah hujan itu melalui kaca jendela mobil dari kejauhan, hati Su Yan tiba-tiba semakin sakit, matanya redup dan air mata pun berjatuhan.


“Tidak tega?” Feng Baiyi duduk di dalam mobil, melihat mata Su Yan yang berkaca-kaca, sudut bibirnya pun di naikkan, nada suaranya agak dalam dan rendah, seolah-olah ada perasaan tidak senang.


“Apa hubungannya denganmu?” Balas Su Yan tajam sambil diam-diam mengutuk Feng Baiyi ratusan kali di dalam hatinya, lalu bertanya dengan marah, “Sebenarnya apa maksudmu? Berhenti terus mempermainkanku, oke?”


Tiba-tiba kesedihan datang dari hatinya, dia putus asa dan menderita, melihat bahwa Kak Chi masih berada di tengah hujan lebat, melihat Feng Ling’er menemani Kak Chi menggila, melihat Kak Chi terkejut ketika Feng Baiyi mengatakan akan menikah dengannya.


Merasa sangat tersiksa, air mata pun menumpuk di matanya. Dia pun berniat menoleh ke samping, dia tidak mau membiarkan siapa pun melihat sisi rapuhnya, tetapi tepat ketika dia menoleh, air matanya yang masih hangat justru menetes di tangan Feng Baiyi.


Dia menangis lagi!


Wajah dingin Feng Baiyi terkejut, melirik air mata di tangannya, perasaannya jadi terasa rumit, dia pun berkata dengan suara yang dalam, “Jika kamu tidak tega, pergi dan temui dia, aku akan memberimu satu kesempatan terakhir!”


Apa? Su Yan segera mengangkat kepalanya dan menyeka air mata di wajahnya, “Apa katamu?”

__ADS_1


“Jika kamu benar-benar tidak bisa melepaskannya, temuilah dia, jika kamu bisa melepaskan, menikahlah denganku besok!” Wajahnya yang dingin berubah kaku, dia berusaha membuka mulutnya, “Aku hanya memberimu waktu satu menit. Jika kamu tidak keluar dari mobil, kamu akan menjadi wanita milik Feng Baiyi!”


Dengan wajah yang dipenuhi air mata, Su Yan tampak bingung, dia masih terus mencoba menemukan ekspresi bercanda di wajah Feng Baiyi, tetapi sayangnya hanya ada ekspresi acuh tak acuh di wajahnya yang tegas dan dingin itu.


Dia tidak akan turun karena dia telah berjanji pada Feng Ling’er.


Tapi, apakah dia akan menikah dengan pria ini?


Kak Chi, Su Yan sekali lagi melirik sosok di tengah hujan deras itu, Su Yan membuang muka dengan sedih, “Ayo jalan!”


Mobil itu melaju dengan cepat!


Rong Hanchi memandang mobil Veyron yang melaju semakin jauh itu dengan tatapan kosong, hatinya terasa seperti lubang koSong Yang hampa. Yanyan-nya, dia tidak bisa membiarkannya menikah dengan Feng Baiyi, tidak bisa…


Feng Ling’er juga melihat mobil kakaknya pergi dan Rong Hanchi seperti sudah kehilangan nyawanya, dia pun menatap Rong Hanchi dengan iba, “Chi, bagaimana kalau kita pulang saja?”


Rong Hanchi menggelengkan kepalanya, “Kamu pulang saja dulu!”


Dia tidak mempedulikan Feng Ling’er dan masuk ke dalam mobil, dia ingin pergi untuk mengejar Su Yan. Tapi Feng Ling’er malah berdiri di depan mobilnya, Rong Hanchi membunyikan klaksonnya dengan tergesa-gesa, tetapi Feng Ling’er tetap tidak ingin pergi.


Mu Siyuan berlari dengan membawa payung Song Yan. Dia mau tidak mau harus keluar. Dia melihat kakaknya terburu-buru untuk mengejar Su Yan, sedangkan Feng Ling’er menghalangi mobilnya. Jika tidak berhati-hati, Feng Ling’er pasti akan celaka. Dasar, gadis bodoh, dia bahkan berani menghalangi mobil kakak.


“Ling’er!” Mu Siyuan mengangkat payung di atas kepalanya. “Kamu ingin mati?”


“Kak Siyuan, bantu aku menahan Chi, aku mohon, tolong bantu aku!” Pada saat ini, Feng Ling’er bukan lagi seorang putri dari keluarga kaya raya, sekarang ini dia hanyalah seorang wanita yang sedang mengemis karena menginginkan cinta suaminya.


“Kakak!” Mu Siyuan menyerahkan payung pada Feng Ling’er, lalu berlari untuk mengetuk kaca jendela mobil, pakaiannya juga ikut basah karena kehujanan.


Pintu mobil akhirnya terbuka, Feng Ling’er pun bergegas menghampirinya, tetapi Rong Hanchi hanya mengucapkan 3 patah kata kepada Mu Siyuan . “Antar dia pulang!” Lalu mobil itu melesat dengan kencang seperti anak panah yang sedang dilontarkan.


“Kakak!”


“Chi…”


Di bawah air hujan, mobil melaju kencang, memercikkan air ke tanah, tapi malah terasa begitu sepi.


Feng Ling’er akhirnya tidak bisa menahan tangis.


“Ling’er, biar aku antar kamu pulang dulu!” Saat menoleh, Mu Siyuan melihat Feng Ling’er yang begitu rapuh, dia pun mengulurkan tangannya untuk menarik lengan Feng Ling’er. “Pulanglah dulu, jika terus seperti ini kamu akan masuk angin!”


“Aku tidak mau pergi! Kak Siyuan, bisakah kamu membantuku menemukan Chi?”


“Apakah kamu layak seperti ini demi dirinya?” Mu Siyuan meraung, sambil menarik Feng Ling’er yang sedang menangis untuk masuk ke dalam dekapannya, dia memeluk Feng Ling’er dan membawanya masuk ke gedung.


Hujan turun dengan sangat deras, Su Yan melihat alat penyapu air hujan yang terus berayun, juga menyaksikan mobil-mobil yang lewat. Dia pun mengangkat kepalanya dan memaksa untuk menahan air mata yang hampir jatuh dari matanya. Dia tersenyum pahit, semuanya sudah berakhir!


Dia ingin memberikan status baru untuk dirinya, tetapi bukan istri Feng Baiyi.


Sepanjang jalan, mereka berdua tidak berbicara, mobil terus melaju, sampai akhirnya Feng Baiyi bicara duluan, “Apa kamu tahu apa artinya jika kamu pulang bersamaku?”


Su Yan mengerutkan kening. “Aku bukannya ingin ikut pulang denganmu, aku hanya ingin meninggalkan tempat itu, biarkan aku turun sekarang!”


Feng Baiyi hanya diam tanpa kata dan terus mengemudi.


Ferrari merah tiba-tiba menyusul mereka, ada di samping mobil Feng Baiyi.

__ADS_1


__ADS_2