AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 145 Ayah Kandung


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Karena kau kakakku tidak bisa melahirkan lagi, seumur hidupnya tak bisa melahirkan!” Mo Yihui berubah dari kaget hingga marah, berkata dengan galak, “Kalian mengkhianati kakakku! Kalau bukan karena kau mencari wanita untuk mengandung, kakakku mana bisa jadi seperti ini. Dia itu orang yang cantik dan baik hati, ini semua karena kau!”


“Plak” sekali lagi, terdengar lagi suara tamparan. Wajah Mo Yihui yang membengkak jadi semakin membesar.


Hello! Im an artic!


Tangannya yang bergetar mengelus pipinya. Mo Yihui menatapinya dengan garang, meneriaki Qin Yinuo, “Kau masih memukulku?”


Bibir dingin Qin Yinuo terangkat, menatapi Mo Yihui dan berkata sepatah demi sepatah, “Aku hendak membunuhmu! Kalau tak ada hukum yang mengatur, aku hendak membunuhmu!”


“Kau…” Mo Yihui mundur selangkah, melihat dengan jelas kebencian dalam tatapan QIn Yinuo. Tangannya terkepal erat, kukunya yang tajam menusuk tangannya, tapi tetap tidak bisa menyingkirkan kebenciannya pada Mu Xue. Kalau bukan karena wanita murahan itu, kakaknya takkan jadi seepertin ini. Takkan pergi jauh dan menikahi Han Lie.


Qin Yinuo menggerakkan tubuhnya dan menjambak rambut Mo Yihui, tangannya memegang sebuah pisau militer Swiss. Ia langsung meletakkannya di atas nadi Mo Yihui, nada suara dinginnya terdengar bagai suara dewa kematian, “Jangan paksa aku. Meski kalau ada hukum, kalau kau membuatku marah sekali lagi, maka kalau mati pun kau takkan kulepaskan!”


Hello! Im an artic!


Di dalam ruangan yang hening penuh dengan suara dingin Qin Yinuo, tatapan matanya yang gelap penuh dengan kedinginan, dirinya yang biasa anggun dan tenang jadi penuh dengan kekejaman.


“Kau mau membunuhku?” Suara Mo Yihui jadi bergetar, ia berusaha menenangkan nafasnya. Begitu melihat wajah Qin Yinuo yang dingin, dirinya tahu pria itu tidak sedang main-main.


“Benar!” Nada rendah Qin Yinuo terpengaruh oleh auranya yang dingin, sehingga suaranya dingin dan tidak berperasaan. Pisau itu menggores pelan, mengeluarkan segores bekas darah. “Kalau lebih dalam sedikit saja lagi, maka uratmu akan mengucurkan darah yang banyak. Sampai saat itu takkan ada yang bisa menolongmu! Bahkan dokter sekalipun!”


“Lebih baik kau bunuh saja aku!” Mo Yihui ketakutan setengah mati, teriakannya tajam, bernafas dengan terengah-engah.


Qin Yinuo mendorongnya keras-keras dan ia terjatuh di lantai. Rasa sakit yang pedas menyebar dari lehernya, kemudian ia mengusap air mata di wajahnya, mulai terisak.


Kemudian Qin Yinuo beranjak pergi tanpa peduli!


**


Di dalam ruang pasien rumah sakit.


Ketika Pei Lingfeng datang, di dalam ruang pasien hanya ada Qin Maoxiang dan Mu Xue. Ia dan Du Jing menerobos masuk, begitu pintu dibuka ia langsung berteriak dengan terburu-buru, “Dimana Xiao Xue? Xiao Xue? Xiao Xue dimana?”


Ia mengira ada yang tewas.


Mu Xue yang masih tertidur pulas langsung terbangun. Ia membuka matanya, dan begitu melihat Pei Lingfeng dan Du Jing, ia agak kaget, “Presiden kenapa datang?”


Wajah Pei Lingfeng pucat pasi, begitu melihat Mu Xue terduduk di atas ranjang, ia agak khawatir, langsung maju, “Xiao Xue, kau bagaimana? Apa ada yang sakit?”


Mu Xue tidak menyangkan Pei Lingfeng akan datang, maka untuk sesaat hatinya terasa hangat, “Presiden, aku tidak apa-apa. Anda tak perlu khawatir!”


Ekspresi Du Jing juga penuh dengan kekhawatiran, “Kenapa bisa begitu?”


Begitu mereka berkata, tatapan Mu Xue langsung muram. Semua salah dirinya, jika saja…ah! Dunia ini menyedihkan sekali, tidak ada “jika”!


“Sialan! Du Jing, kau pergi selidiki, hancurkan gerombolan preman itu! Sialan, berani sekali melukai keluargaku, segan hidup kah!” Nada suara Pei Lingfeng kasar, dan suaranya besar sekali.


“Presiden Pei, kau ini…?” Qin Maoxiang agak tidak senang. Meski kalau ia menyayangi bawahannya juga tak perlu seperhatian ini kan? “Ini adalah ruang pasien, kau teriak-teriak begitu akan mengganggu pasien yang sedang beristirahat!”

__ADS_1


Pei Lingfeng menoleh dan mendapati Qin Maoxiang, maka ia langsung jadi tegas, berkata tanpa sungkan, “Qin, sebenarnya ada apa? Kenapa Xiao Xue bisa keguguran? Aku harus mengurus permasalahan ini dengan anakmu itu!”


Begitu ia mengungkap kata keguguran, wajah Xiao Xue langsung pucat pasi, Qin Maoxiang tidak mampu melihatnya lagi, maka mengomel, “Pei Lingfeng, kau ini sedang berbuat apa? Jangan ungkit-ungkit masalah ini lagi, kau tidak melihat wajah Xiao Xue yang memucat kah?”


Begitu Pei Lingfeng mendengar wajah Xiao Xue memucat, ia langsung menurunkan suaranya dan berkata lembut, “Xiao Xue, beritahu aku, sebenarnya ada apa, aku akan membalaskannya untukmu! Sialan, apakah karena Qin Yinuo yang memintamu untuk mencari Mo Yilan? Kalau bukan karena Han Lie yang memberitahuku kebenaran ini, sampai sekarang aku masih bingung. Jangan takut, aku akan membalaskannya untukmu, siapapun tak boleh menyakitimu!”


“Paman, jangan ngomong lagi. Kan Han Lie sudah bilang, ini adalah kecelakaan!” Du Jing berkata dengan nada kecil. Begitu melihat wajah pucat Mu Xue, ia ikut merasa sakit hati.


“Kau ini datang untuk bertengkar ya?” Qin Maoxiang menahan dirinya untuk emosi, tapi gaya Pei Lingfeng benar-benar tak tertahankan.


“Benar! Aku tidak hanya datang untuk bertengkar, aku masih mau turun tangan!” Pei Lingfeng mengatakannya dengan emosi, kembali menjadi preman seperti bertahun-tahun lalu.


“Presiden, jangan begitu!” Mu Xue agak khawatir.


Begitu melihat Mu Xue yang khawatir, Pei Lingfeng langsung menurunkan nada suaranya dan menunjuk ke arah pintu, “Ayo, kita pergi keluar! Qin Maoxiang, kau berani berbicara denganku diluar tidak?”


“Kenapa tidak berani!” Qin Maoxiang mendengus dingin, wajahnya muram.


“Baik. Qin Maoxiang, kita bicarakan diluar!” Pei Lingfeng takut begitu Mu Xue mendengar mereka akan jadi sedih, maka ia menarik Qin Maoxiang untuk keluar berbicara.


“Bukannya sudah dibilang kalau ini adalah sebuah kecelakaan. Pei Lingfeng, kau ini kenapa mendadak muncul begitu, benar-benar deh. Kau tak seharusnya ikut campur dengan masalah privasi orang, jelas-jelas kau ini datang untuk bikin kacau!” Qin Maoxiang marah sekali, mengikutinya kelaur.


Keduanya bertengkar di sudut samping lift di koridor.


Tempat ini jauh dari ruang pasien, sehingga Xiao Xue seharusnya tidak akan bisa mendengar mereka, dan keduanya mulai berdebat, “Kecelakaan apaan, bikin kesal saja! Jelas-jelas Qin Yinuo yang tidak menjaganya dengan baik.”


“Qin Yinuo sama sekali tidak tahu tentang kehamilannya, Qin Yinuo bilang ia baru tahu kalau Xiao Xue hamil setelah ia keguguran, padahal awalnya hendak melaksanakan pernikahan bulan depan. Sialan, kenapa malah terjadi masalah seperti ini!” Qin Maoxiang juga kesal sekali. Cucu keduanya hilang sudah, sayang sekali.


“Atas dasar apa kau melarang Qin Yinuo untuk bertemu dengan Xiao Xue?” Qin Maoxiang tak pernah bertemu dengan orang sesembarangan ini, meski ia juga kesal sekali pada putranya akan masalah Mo Yilan. Tapi mendengar orang lain yang memarahi putranya, ia sendiri juga marah.


“Karena aku adalah ayahnya!” Pei Lingfeng melototkan matanya sambil berteriak.


“Apa kau bilang?” Qin Maoxiang tertegun, ia kira dirinya salah dengar!


Sementara Mu Xue yang khawatir kalau mereka berdua akan bertengkar, maka ia meminta Du Jing untuk memapahnya keluar. Tak disangka ia akan mendengar percakapan mereka.


Du Jing juga tertegun, apa kata paman?


“Pei Lingfeng, kau ini lucu sekali. Kau pasti gila karena terlalu kangen pada putrimu kan?” Qin Maoxiang mencibir.


“Dia itu putriku. Aku sudah melakukan tes DNA dengan sehelai rambut, aku punya bukti! Qin Maoxiang, aku cuma punya Xiao Xue sebagai putri kesayanganku satu-satunya, siapa yang berani mengganggu putriku, akan kuhancurkan orangnya!” Pei Lingfeng berkata dengan kejam.


Qin Maoxiang melakukan perang dingin dengannya. Begitu mendengar hal-hal yang dikatakan Pei Lingfeng, ia tahu kalau orang ini pernah menjadi kepala organisasi gelap di Kota H yang terkenal. Meski ia sudah bertobat, tapi kekuatannya tidak berkurang.


“Memang kau mau mematikan putraku?” Qin Maoxiang mengerutkan alisnya.


“Tak peduli siapapun orangnya, siapapun yang mengganggu putriku, yang membuat putri kesayanganku sedih, maka aku akan membuat orang itu takkan bisa melihat matahari esok hari lagi!”


“Kalau mematikan putraku, putrimu sendiri bisa menangis habis-habisan!” Qin Maoxiang berkata dengan kesal, “Simpan aura premanmu itu. Kalau seperti ini, memang Xiao Xue bersedia mengakuimu?”


“Apa hubungannya denganmu?” Pei Lingfeng mengerutkan alisnya, “Setidaknya harus kupukul anakmu itu sampai ia berlutut minta ampun! Tak bisa selesai begitu saja.”

__ADS_1


“Presiden, kata-katamu itu benar?” Tiba-tiba terdengar suara Mu Xue yang kaget dari belakang.


“Tentu saja benar!” Pei Lingfeng menjawab tanpa sadar, tapi kemudian ia langsung tersadar akan apa yang dikatakannya. Ia langsung menoleh dan melihat Mu Xue yang menatapinya dengan curiga sekaligus kaget, “Xiao Xue, kenapa kau ada disini!”


“Presiden, apa, apa katamu?” Mu Xue tak berani memercayai telinganya sendiri.


Begitu Qin Maoxiang melihat Mu Xue berjalan keluar, ia langsung berkata dengan gugup, “Cepat masuk. Sekarang kau tak boleh kena angin, cepat kembali ke ruanganmu!”


“Benar, benar!” Pei Lingfeng segera berkata, “Du Jing, cepat gendong Mu Xue masuk ke dalam ruangan!”


Du Jing tidak berkata apa-apa, langsung menggendong Mu Xue masuk ke dalam ruang pasien. Kemudian Qin Maoxiang dan Pei Lingfeng juga ikut masuk ke dalam ruangan.


Mu Xue masih kaget, tidak berani memercayai hal ini.


Apa kata presiden?


“Presiden, tadi apa katamu, bisa diulang sekali lagi?” Begitu dinaikkan ke atas ranjang, Du Jing menyelimutinya, sementara Mu Xue langsung bertanya.


Pei Lingfeng agak khawatir. Seumur hidupnya ia tidak pernah takut pada apaun, tapi sekarang ia malah takut kalau putrinya tidak ingin mengakui keberadaannya, maka ia berkata dengan suara bergetar, “Xiao Xue, aku ini ayahmu, ayah kandungmu!”


Mu Xue tertegun.


Kalau begitu bagaimana dengan Mu Nanbei?


Ayahnya itu bukannya Mu Nanbei kah? Ia menggeleng dengan tak percaya, “Bukan, ini tidak benar!”


“Paman, kedepannya saja baru jelaskan. Wajah Xiao Xue masih pucat, aku pergi mencari dokter dulu!”


“Pei Lingfeng, kau ini jahat sekali!” Qin Maoxiang tidak bisa meneruskan lebih jauh, “Di saat seperti ini kau memintanya mengenal identitas aslimu? Ini nih waktu seperti apa, kau tidak bisa memikirkan anakmu kah?”


“Paman, aku tidak apa-apa!” Mu Xue tersenyum kaku, tapi masih terkejut, “Aku ingin tahu kebenarannya!”


Kata presiden, ia adalah ayah kandungnya! Ia ingin tahu ada apa sebenarnya!


Sebelumnya ketika Mei Xiyun bertemu dengan orang ini langsung pingsan. Bukannya tidak ada kemungkinan dengan semua ini. Tapi, Mu Xue masih belum bisa menerima akan kenyataan yang mendadak muncul ini!


Dalam otaknya muncul segala pertanyaan yang pernah ditanyakan presiden. Kalau tiba-tiba suatu hari ini, bagaimana jika ia masih memiliki ayah kandung? Mu Xue pernah jawab kalau ia tidak pernah memikirkannya!


Tapi ia tak pernah menyangka kalau pertanyaan itu jadi nyata!


“Xiao Xue, jangan berpikir banyak. Istirahatlah dulu!” Qin Maoxiang maju selangkah dan menghalau Pei Lingfeng.


“Tak bisa, aku mau menjaga putriku!” Pei Lingfeng menghalau lagi di depan Qin Maoxiang, duduk di samping ranjang.


Qin Maoxiang melototinya, “Pei Lingfeng, hari ini aku tidak perhitungan denganmu demi Xiao Xue.”


Qin Maoxiang duduk di kursi samping.


Pei Lingfeng tidak menghiraukan ejekan Qin Maoxiang, ia berkata lembut pada Mu Xue, “Xiao Xue, ini salahku. Tunggu kau sembuh baru kita bicarakan, kau mau makan apa, kusuruh orang masakkan untukmu!”


Mu Xue menggeleng, “Presiden, tolong beritahu aku kebenarannya, kau sudah melakukan tes DNA?”

__ADS_1


Pei Lingfeng menarik nafas dalam-dalam, menatapi Mu Xue dengan tatapan rumit. Ia menyesal tak bisa menjaga mulutnya sendiri, karenanya Mu Xue jadi mendengarnya. Maka ia mengangguk dengan serius, “Benar, kau itu putriku, aku dan Mei Xiyun pernah jadi sepasang kekasih!”


__ADS_2