
Hello! Im an artic!
“Daddy……” Mata Tian Yu memerah. “Tidak mau mami mati, tidak mau…”
“Baik, baik, daddy tarik kembali kata-katanya, daddy tidak bilang mami, daddy tidak bilang siapa pun!” Qin Yinuo mengalah.
Hello! Im an artic!
“Kalau begitu minta maaf dong sama mami!” Tian Yu mengucek matanya.
“Ini…” Wajah Qin Yinuo sudah hampir hijau.
Mu Xue ingin tertawa tapi tidak berani, ini pertama kalinya dirinya merasa bahagia ketika dilindungi orang lain, meski kedua anak ini masih kecil sekali, tapi ia luar biasa bahagia! Ia pikir, saat ini dirinya adalah ibu yang paling bahagia di seluruh muka bumi.
“Tian Yu, sepertinya daddymu tidak bisa minta maaf loh!”
Hello! Im an artic!
“Cheng Cheng!” Qin Yinuo tiba-tiba merasa apakah dirinya telah berbuat sesuatu yang salah pada Cheng Cheng? Tiba-tiba ia menatapi mata Cheng Cheng, saat ini, Tian Yu mendadak berkata: “Wah! Mata Cheng Cheng sama dengan mata daddy!”
Mu Xue tertegun, ia berpikir, jangan-jangan Cheng Cheng adalah anak yang dilahirkan Qin Yinuo dengan wanita lain!
Qin Yinuo juga kaget sekali, tapi ia hanya tahu kalau dirinya memiliki Tian Yu sebagai satu-satunya anak. Karena belum pernah ada wanita lain yang melahirkan anaknya! Ia selalu melakukan pencegahan dengan baik. Ia percaya diri sekali akan ini, selain Tian Yu, tidak ada anak lain! “Tian Yu, pergilah bermain!”
“Tian Yu, menurutku sebaiknya kamu tetap ikut marga daddymu, cukup aku yang ikut marga mami!” Tiba-tiba Cheng Cheng tertawa, tawanya agak licik, heh, kalau tidak ingin menikahi mami masih ingin memperdaya mami pula. Kalau punya mata yang sama dengannya apa hebatnya.
“Tidak mau! Aku juga mau satu marga dengan mami!” Tian Yu jadi keras kepala.
Qin Yinuo tak bisa berkata-kata! “Mu Xue, kamu jangan bawa pergi anakku!”
Nada suaranya seperti tengah menyalahkan, sekaligus juga agak kecewa.
Mu Xue membalikkan badannya, ia puas sekali. Tapi kemudian ia menutupi suasana hatinya. “Ini bukan salahku!”
Ini kan karena dia sendiri yang tak memiliki pesona, bukan salahnya. Tapi bagaimana mungkin Tian Yu bisa mengikuti marganya, karena dia kan cucu keluarga Qin, ia juga tidak akan setuju kalau Tian Yu mengikuti marganya. Asal Qin Yinuo tidak keterlaluan, ia juga tidak akan melakukan hal yang berlebihan!
“Tian Yu, Cheng Cheng, kita pergi makan, oke?” Qin Yinuo memutuskan untuk merayu kedua anak ini agar memihak padanya. Ia harus mendapatkan mereka dahulu, kalau dengan begini terus Mu Xue yang dapat untung, dan dirinya rasanya jadi seorang diri.
“Tak mau!”
“Tak mau!”
Kedua anak itu menentang bersamaan.
Qin Yinuo gagal, ia mengelus hidungnya, rasanya agak muram. Kenapa dirinya mengenaskan sekali saat ini?
“Mami pergi masak dulu!” Mu Xue jadi makin senang, ia tersenyum puas.
Qin Yinuo melirik sekilas pada apartemen ini, hanya ada dua kamar. Ia mulai berkata: “Anak-anak, bukankah kita harus cari tempat tinggal lain, atau bukankah kita harusnya segera pulang?”
“Tidak mau! Aku mau bersama mami!”
“Tapi di sini tak cukup tinggal!” Qin Yinuo berkata.
“Aku tidur bersama Kak Cheng Cheng!” Selesai berkata, Tian Yu bertanya pada Cheng Cheng, “Aku boleh tidur bersamamu tidak?”
__ADS_1
“Ya! Menurutku boleh!” Cheng Cheng mengangguk.
“Kalau begitu daddy dan mami tinggal sekamar!” Selesai mengatakan ini, Qin Yinuo melirik sekilas pada Cheng Cheng. Ia tengah menebak kalau Cheng Cheng pasti akan gugup, karena ternyata benar, telinga anak itu langsung memerah.
“Tian Yu, malam kamu tidur dengan mami, aku tidur dengan daddymu!” Cheng Cheng mengatur. Ia tidak takut padanya! Kalau paman mau bersama mami, maka tunggulah setelah menikah!
“Baik! Aku benar-benar bisa tidur bersama mami kah?” Tian Yu jelas-jelas senang sekali, saking senangnya sampai ia tak memercayainya.
“Ya, boleh!” Cheng Cheng melirik sekilas pada Qin Yinuo sambil menantang.
Mu Xue tengah sibuk-sibuk di dapur, merasa suasana agak aneh.
Qin Yinuo gagal total, maka ia berjalan pintu dapur, berkata pada Mu Xue: “Pindah untuk tinggal di apartemen atas gunung sana!”
“Kenapa?” Ia menaikkan alisnya.
“Kalau kubilang pergi ya pergi!” Nada suaranya berat, sebegitu bossy-nya.
Mu Xue tengah mencuci sayur. Tiba-tiba, handphonenya berdering. Ia mengelap tangannya, lalu mengeluarkan handphonenya dari kocek dan mengangkatnya. Ini adalah telepon dari Mi Ling.
“Mu Xue, ayo keluar kita pergi karaoke!”
“Tapi sekarang aku tak bisa!” Mu Xue melirik sekilas ke sekitar, Qin Yinuo tengah bersender di pintu dapur, melihatnya menelepon. Di bawah pancaran lampu, wajahnya setengah terang dan setengahnya gelap, wajahnya yang dingin jadi emosi, wajahnya saking muramnya membuat orang-orang tak bisa bernafas, rambut hitamnya menutupi sepasang matanya yang tajam.
“Bukannya Cheng Cheng tinggal di sekolah? Ayo keluar, ayo!”
“Benar-benar tak bisa!” Mu Xue berkata dengan tergesa-gesa. “Tunggu ketika aku tak sibuk, kutraktir kau, oke?”
Setelah berkata demikian, barulah Mi Ling melepaskannya. Ia menutup teleponnya dengan senang, kemudian ia menoleh pada Qin Yinuo dan senyumnya menghilang, kemudian terus mencuci sayur.
Setelah sesaat, ia menoleh dan mendapati pria itu masih berdiri di pintu. Ia diam saja, seolah tengah memikirkan sesuatu. Maka ia menoleh, melirik sekilas pada wajahnya dari samping. Terpikir akan kata-kata anak-anak tadi, Qin Yinuo kelihatannya seperti menyerah.
Qin Yinuo jadi semakin curiga, tadi itu telepon dari siapa? Ia tidak bisa pergi sekarang? Jangan-jangan itu telepon dari pria? Ia ingat wanita ini sebelumnya punya pacar, dan saat ini ia senang sekali setelah menerima telepon tersebut, dan masih bilang pula mau traktir orang tersebut, benar-benar bedebah, sejak kapan sikap wanita itu pernah sebaik ini padanya?
Tatapan Qin Yinuo jatuh pada wajah Mu Xue, melihatnya tersenyum sambil menunduk. Wajahnya yang putih dan ekspresinya yang malu-malu, jelas sekali sedang senang, tapi entah senang untuk siapa.
Qin Yinuo menaikkan alisnya dengan tidak senang, bertanya dengan suara dingin: “Telepon dari siapa?”
Mu Xue tertegun. Mendengar nama suaranya, kenapa ia mencurigainya bagai tengah mencurigai seorang istri yang berselingkuh? Untuk seketika, terdapat rasa sesak di dadanya. Setelah agak baikan, ia berkata, “Teman!”
“Teman apa?”
“Teman baik!” Ia melototinya, kemudian menunduk. Untuk apa ia mengaturnya? Dan atas dasar apa Mu Xue perlu menjelaskan padanya? Dan lagi Mi Ling itu Wanita, jadi ia tenang.
“Kamu itu wanita yang sudah menjadi ibu, jadi perhatikan sikapmu!” Ia berkata dengan muram.
Mu Xue tertegun, ia jadi memanas. “Psikopat!”
Qin Yinuo langsung membalikkan tubuhnya, “Kamu bilang apa?”
Mu Xue tertegun, menengadah melihat ekspresi yang muram itu. Ia melihat raut mukanya yang tidak enak dilihat, tetap tidak mengatakan apapun. Lalu menunduk, dengan anehnya ia menjelaskan padanya. “Mi Ling mencariku pergi karaoke, tapi aku tak punya waktu, setelah bisa berkumpul dengan Tian Yu, aku tak ingin pergi, aku mau bersama anakku!”
Ia mengatakan semuanya, bahkan dirinya sendiri juga tak tahu mengapa ia ingin menjelaskannya. Dan setelah mendengar penjelasannya, Qin Yinuo tertegun sesaat, barulah ekspresinya meleleh, gunung es itu menghilang, maka ia tersenyum. “Heheh…”
Begitu ia tersenyum, ekspresinya yang muram langsung menghilang. Suasanya jadi lebih hangat, bagai langit yang telah bersih dari awan hitam. “Ternyata adiknya Mi Lei! Kukira pria!”
__ADS_1
Nada rendahnya yang senang masuk ke telinga Mu Xue, begitu mendengarnya, ia langsung menengadah, pria itu tengah menatapinya, tatapannya bagai api yang tengah meneranginya, maka Mu Xue langsung menunduk, terus mencuci sayur.
Qin Yinuo berjalan mendekat, tangannya yang panjang diulurkan ke baskom sayuran, ia mencuci bersamanya. Gerakan ini membuat Mu Xue saking kagetnya sampai menengadah, sementara Qin Yinuo hanya mengerdipkan matanya, menampakkan sikap humorisnya. “Kubantu kau, ibu dari anak-anak!”
Melihat jari panjangnya yang ikut merebut sayur di dalam baskom, Mu Xue merasa kaku. Tiba-tiba tangan besarnya bersentuhan dengan tangannya, mengagetkan Mu Xue sampai cepat-cepat menarik kembali tangannya.
“Daddy mau jadi paman tukan masak ya?” Tiba-tiba Tian Yu berlari kemari, wajah kecilnya menatap Qin Yinuo, sementara Cheng Cheng berdiri di belakangnya. Kenapa Qin Yinuo rasa si Cheng Cheng terlihat licik.
“Paman, karena paman membantu mamiku mencuci sayur, maka malam ini aku akan meminjamkan ranjangku setengah pada paman! Mami, malam ini mami tidur sama Tian Yu, aku tidur dengan paman!”
“Ah!” Mu Xue tertegun, kalau diatur begitu…memang bagus, maka ia mengangguk, lalu menggeleng lagi. “Kamu dan Tian Yu tidur sama mami, paman tidur sendiri!”
“Baik!” Cheng Cheng mengangguk.
“Tidak baik!” Qin Yinuo menggeleng. “Aku mau bersama mami kalian, aku ini daddy! Cheng Cheng, ayo, panggil aku daddy!”
“Kalau begitu menikahlah dengan mami! Sekarang terlalu awal!” Cheng Cheng menepuk pundak Tian Yu. “Adik, ayo kita pergi bermain!”
“Ya, kita lepaskan robot itu lalu pasang lagi, oke?”
“Bailk! Kuajarkan kamu caranya melepaskan dewa perang lalu bagaimana dipasangkan lagi!”
Wajah Mu Xue memerah, kata-kata anak ini sangat memaksa. Ia melihat wajah Qin Yinuo yang jadi murung, maka ia berkata pelan: “Kamu tenang saja, aku akan menjelaskan pada anak-anak, kamu tak perlu khawatir! Aku takkan menikah denganmu! Kita bisa menjadi teman, tapi semua ini hanya demi anak-anak. Aku tidak akan mencurigai segala sesuatu, dan kamu takkan mencurigaiku akan segala sesuatu!”
Qin Yinuo menatapinya selama sesaat, tidak berbicara. Wajahnya muram, kaku sekali, tiba-tiba mulutnya berkata: “Selain tidak bisa menikah, aku bisa memberikanmu yang lain!”
Hatinya bergetar, “Apa maksudmu?”
“Diriku seluruhnya milikmu! Hanya saja tidak ada status untukmu!” Ia berkata pelan: “Kalau dikatakan dengan cara lain kamu ini memiliki seorang pemuda jomblo yang kaya, selain aku tidak bisa memberimu sertifikat, sisanya bisa. Aku akan menjalankan segala tanggung jawabku layaknya pria yang telah menikah, dan kamu juga! Bagaimana? Begini adil kan?”
Mu Xue tertegun, dirinya tidak mengerti, tidak paham, sangat tidak paham. Untuk seketika, Mu Xue rasa dirinya bagai waktu yang lupa berdetak?
Apa maksudnya? Dirinya ini miliknya? Maksudnya ia akan menjadi miliknya selamanya bagai pria yang telah menikahinya? Hanya saja tidak memiliki sertifikat nikah?
Ia ingin menanyakan maksudnya, tapi tidak tahu bagaimana menanyakannya.
“Tak mengerti?” Ia menaikkan alisnya.
Ia mengangguk, lalu menggeleng.
“Kalau tak mengerti ya lakukan seperti kataku, asal kamu mendengar kata-kataku itu cukup!” Ia berkata pelan: “Jadi wanita yang menurut, tak usah banyak berkata-kata, tak usah banyak masalah, begitu baru bisa senang!”
Mendengar kata-katanya, Mu Xue sangat sangat tidak mengerti. Ia merasa aneh, bahkan tidak mengerti, kenapa? Kalau ingin menjalankan tanggung jawab pernikahan, kenapa tidak bisa menikah? Ia benar-benar tidak mengerti! Tapi sudahlah, orang seperti ini, bukan orang yang bisa diraihnya!
“Kamu itu sudah menikah?” Ia bertanya.
Qin Yinuo tertegun, tatapannya menajam. “Tidak ada!”
“Oh!” Mu Xue pikir, mungkin karena pria ini tidak ingin menikah. “Kenapa dulunya kamu mencari orang untuk melahirkan anak?”
Ia langsung terhenti, ekspresi wajahnya tak enak dipandang.
Mu Xue langsung menutup mulutnya, menyadari mungkin ini adalah pertanyaan yang tak seharusnya ditanyakan. Ini adalah maslaha pribadinya, ia memiliki hak untuk menjaga privasinya. Setelah sesaat, ia bergumam: “Aku segera memasak nasi, kamu pergilah temani mereka bermain!”
“Aku membantumu! Mereka bisa main sendiri!” Qin Yinuo tidak mengatakan apapun lagi, tidak menjelaskan. Tapi ia membantunya membawakan sayuran.
__ADS_1
“Tapi aku tak membutuhkanmu membantuku!” Ia berkata dengan pelan. “Aku bisa sendiri!”
Seolah menandakan suasana diantara hubungan mereka yang membaik, wajah Qin Yinuo tersenyum perlahan.