
Hello! Im an artic!
Mu Xue yang seperti ini benar-benar tidak tenang, segugup ini dirinya. Mirip sekali malam itu lima tahun lalu, tiba-tiba Qin Yinuo rindu sekali, ia rindu pada rasa pertama kali, ternyata wanita yang memberikan dirinya dengan bersih bisa membuat seorang pria rindu sekali!
“Aku pergi melihat keadaan anak-anak!” Mu Xue tidak ingin terus kaku, setiap kali bersamanya, ia sangat tidak bebas.
Hello! Im an artic!
Selesai berkata, ia pergi seolah seperti tengah melarikan diri.
Di belakangnya terdapat tatapan yang tajam, seolah tengah ingin membaca isi pikirannya, terus mengunci tatapannya pada sosok Mu Xue, sementara hati Mu Xu semakin bergetar.
Mereka sudah main seharian di taman bermain, makan dan minum, anak-anak juga sudah mulai kelelahan.
“Ayo kita pulang!” Mu Xue melihat langit, hari sudah tidak awal alagi, ia hendak pergi membeli bahan masakan, hari ini yang makan empat orang, ia harus melakukan persiapan.
Hello! Im an artic!
“Baik! Kita pulang dan tante memasak!” Tian Yu yang berteriak pertama.
“Kamu sudah mamakan sesoresan!” Qin Yinuo kehabisan kata-kata.
“Tapi masakna tante enak!” Tian Yu berkata.
“Kalau begitu ayo kita pulang!” Qin Yinuo merasa ini bagaikan rasa satu keluarga!
Mobil berhenti di lapangan parkir, “Mami, kita pergi membeli sayur bersama!”
“Ya! Cepat sedikit!” Mu Xue memerintahkan.
Baru turun, banyak orang yang langsung menoleh, satpam di pintu juga berkata: “Tuan dan Nyonya, anak kembar anda imut sekali!”
Mu Xue tertegun, ia tertawa kaku, tidak tahu harus berkata apa.
Qin Yinuo malah tersenyum. “Terima kasih!”
Kedua anak itu pergi mengambil dorongan, Mu Xue dan Qin Yinuo berjalan di belakang, ia mendekat dan berkata pada Mu Xue: “Kalau Tian Yu dan Cheng Cheng benar-benar adalah kembar pasti bagus sekali!”
Ia melirik, sementara Qin Yinuo menoleh tiba-tiba, Mu Xue langsung jatuh pada tatapannya, hatinya bergetar, ia mengakui, mata pria itu memilliki daya tarik.
“Kalau benar, itu artinya kamu sedang berhalusinasi!” Mu Xue tertawa setelah berkata. “Mereka sama sekali tidak mirip!”
“Kan beda ******! ke depannya kita bisa bilang mereka itu kembar beda ******! Kenapa kurasa Tian Yu dan Cheng Cheng itu agak mirip?” Qin Yinuo mengerdipkan matanya.
Tawa Mu Xue langsung menghilang. “Benar mirip, banyak yang bilang Cheng Cheng mirip denganku, mungkin mukaku ini pasaran sekali!”
Qin Yinuo tak bisa berkata-kata! Hatinya agak curiga, berdasarkan yang seharusnya, Tian Yu kan lebih mirip dengan Mu Xue! Tapi kenapa Cheng Cheng malah lebih mirip dengannya dibanding Tian Yu?
Saat ini teleponnya berbunyi, Qin Yinuo mengeluarkan handphonenya, berkata pada Mu Xue, “Kalian pergilah beli, aku mau angkat telepon!”
“Ya!” Mu Xue pergi memilih bahan masakan dengan anak-anak, di supermarket, banyak yang menoleh ke arahnya serta kedua anak di sampingnya.
“Tian Yu, kamu ingin makan apa?” Mu Xue menatapnya sambil bertanya.
“Apa saja boleh, asal masakan tante!” Tian Yu menjawab dengan menurut.
Di sisi lainnya, Qin Yinuo tengah mengangkat telepon.
“Tuan muda!” Terdengar suara dari seberang.
“Katakan!”
__ADS_1
“Hasil pemeriksaan yang anda inginkan sudah keluar hasilnya, memang Nona Mu lima tahun lalu memungut seorang anak, dan dalam lima tahun ini ia tidak memiliki teman lawan jenis yang tinggal bersamanya, catatannya sangat bersih! Mu Cheng sudah berusia lima tahun, berdasarkan catatan waktu, tidak mungkin ia adalah anak kandung Nona Mu!”
Qin Yinuo mengangguk. “Kamu yakin setelahnya ia tidak melahirkan anak lagi?”
“Ya, sangat yakin!”
“Baik!” Ia mengangguk, “Berikan laporan detail besok ke kantorku!”
Menutup teleponnya, tatapannya jatuh pada ketiga orang yang telah memilih makanan itu, tatapannya lembut, atau mungkin bahkan dirinya juga merasa kaget, ternyata kehidupan biasa seperti ini adalah yang paling diinginkannya!
Ia pergi mengikuti mereka, menatapi Mu Xue yang bengong mentapi buncis.
“Beli ini kah? Belilah ini, ini paling bagus!” Qin Yinuo memilih bungkusan yang paling baik, paling mahal!
Mu Xue malalh memukul tangannya. “Ini tidak bisa, kita pergi beli yang harga diskon!”
Qin Yinuo tertegun.
“Paman, ada sayur diskon loh! Dulu sayur yang kami beli itu diskon semua, kamu ini foya-foya sekali, mami benci pada orang yang foya-foya!” Cheng Cheng menjelaskan.
Hati Qin Yinuo rasanya sakit sekali, ia selalu membeli barang-barang diskon kah?
Tapi pada akhirnya mereka masih mengikuti keinginan Qin Yinuo, mereka membeli yang paling segar dan mahal, tentu saja ia yang bayar, ia memilih setumpuk makanan dengan bossy, setelahnya membelikan setumpuk makanan ringan pada anak-anak, tak peduli dengan protesnya Mu Xue, ia langsung memasukkannya ke dalam keranjang.
Ketika membuka pintu bagasi mobil, Mu Xue melihat sebuah kotak besar, kotak yang besar sekali! Kenapa tidak asing rasanya?
Ia bengong.
Qin Yinuo juga melihat ke arah tersebut, kemudian menoleh melihat wajah Mu Xue yang memerah, awalnya ia merasa agak aneh, tapi kemudian ia mengerti, ia melirik sekilas pada kotak itu. “Entah apa yang dipikirkan si penjual, orang itu menyuruh anak kecil menjual barang-barang dewasa! Tak perlu menyiksa anak-anak seperti ini kan?”
Mu Xue tidak tahu harus berkata apa! Tapi ia juga tidak hendak mengalah. “Sementara kamu juga membeli sebegitu banyak, kamu juga bukan orang baik!”
Ketika makan, tiba-tiba bel berbunyi.
Tiba-tiba sebuket bunga muncul di hadapan setelah pintu dibuka, lalu di belakang bunga itu muncul sebuah wajah ganteng. “Xiao Xue, ini untukmu!”
Mendengar suara rendah itu, Mu Xue tertegun, ia langsung bertatapan dengan Zeng Li. “Kakak Zeng, kenapa kamu datang?”
Zeng LI memberikan sebuket mawar champagne pada Mu Xue, ia berkata dengan agak kelelahan: “Aku datang untuk minta makan, kenapa, tidak menerimaku kah? Belakangan aku kelelahan setengah mati, entah apa yang dilakukan Nuo, beberapa hari ini ia tidak disana terus, rasanya mau bikin aku kelelahan setengah mati!”
Sambil berkata ia berjalan masuk.
Sementara di dalam rumah, ketiga wajah langsung menoleh menatapnya.
“Ah, Nuo! Kenapa kamu di sini?” Ia bergetar, kelelahan Zeng Li langsung lenyap, ia melotot melihat wajah Qin Yinuo yang menatapnya dengan muram.
Melihat Zeng Li yang kaget hingga membelalakkan matanya, lalu melihat mawar di tangan Mu Xue, rasanya Qin Yinuo ingin melempar sebuah batu pada orang ini, kesal sekali, kenapa ia tidak bisa berkata-kata. Setelah lama sekali, barulah ia berkata pelan: “Kamu juga kenapa di sini?”
Mendengar kata-kata Qin Yinuo, Zeng Li terpikir akan pengalamannya sebelumnya yang mengenaskan, maka ia melototi Qin Yinuo dengan kesal, “Kalau bukan karena Presiden memintaku lembur, memang bisa aku baru pulang kerja sekarang? Aku sudah bosan makan masakan di restoran, datang untuk minta makan!”
Setelah mendengus dingin sambil mengomel, Zeng Li berjalan kemari.
“Paman Li, cepat duduk! Duduk di dekatku sini!” Cheng Cheng sudah berlari ke arahnya, membantu Zeng Li menarik kursi.
Tatapan Zeng Li jatuh pada kedua anak ini, ia agak tidak mengerti. “Tian Yu juga datang? Ini rasanya seperti perkumpulan makan keluarga?”
“Apa kabar Paman Li!” Tian Yu berdiri untuk menyapa Zeng Li.
“Kakak Zeng, aku pergi mengambilkan satu set peralatan makan untukmu!” Mu Xue meletakkan buket bunga itu di rak samping.
Tatapan Qin Yinuo jatuh pada bunga itu, merasa buket bunga itu terlalu menarik perhatian mata.
__ADS_1
“Duduklah, Paman Li!” Cheng Cheng tersenyum, mata besarnya yang indah jadi berbentuk seperti setengah bulan, “Paman Li, ini pertama kalinya mamiku menerima bunga dari lelaki!”
Sambil berkata, Cheng Cheng melirik sekilas pada Qin Yinuo, jelas sekali maksud yang ingin diungkapkannya, paman, kamu terlalu bodoh! kamu bahkan tak tahu kalau mau mengejar wanita ya harus beri ia bunga!
“Duduklah!” Qin Yinuo menatapi Zeng Li, matanya seperti sedang menilai, namun ketenangan mata itu membuat orang bergetar. Ketajaman tatapannya langsung disadar Zeng Li.
Ia sudah melihat banyak, maka ia sudah terbiasa, bahkan ia sudah memiliki antibodi untuk itu, ia tidak merasakan apapun lagi. Tapi di keadaan seperti ini, Zeng Li berpikir, mungkin ini waktu yang salah untuk memberikan bunga?
“Kakak Zeng, ini untukmu!” Mu Xue memberikannya mangkok dan sumpit.
Zeng Li malah berkata: “Aku pergi mencuci tangan!”
Ia tidak lupa untuk mencuci tangan sebelum makan!
Kedua anak itu duduk di samping meja sambil menunggu Zeng Li, Qin Yinuo malah masuk dalam pikirannya sendiri. Ia menyalakan rokok, hatinya jadi kesal.
“Daddy, kan kita sudah mau makan?”
“Ya! Paman, kalau makan jangan merokok lagi dong?” Cheng Cheng berkata penuh perhatian: “Tidak baik untuk tubuh, Paman Li saja tidak merokok!”
Artinya jelas sekali, kalau kamu memiliki kebiasaan buruk dibanding paman Li!
Qin Yinuo hanya mengisap sesaat, lalu ia jadi kesal, merokok salah, tidak merokok juga salah!
Rokoknya menyala diantara jarinya, mengeluarkan asap putih.
Namun tiba-tiba ia mematikannya, lalu menengadah menatap Mu Xue dengan diam, seolah ia tengah memikirkan sesuatu. Setelah sesaat kemudian, barulah ia berkata dengan tenang: “Baik! Paman tidak merokok lagi!”
“Paman penurut!” Cheng Cheng menepuk-nepuk bahunya.
“Semuanya sedang menunggu? Maaf ya!” Zeng Li mengembangkan senyumnya.
Mu Xue membawa semangkok sup lagi, lalu Zeng Li langsung menyambut sup yang dibawanya, ia mencicipinya sesaat, wanginya yang kental harum sekali, bercampur dengan rasa iga, ia menatap Xiao Xue dan berkata: “Sup yang dimasakmu bisa dibandingkan dengan buatan koki.”
Mendengar kata-katanya, Mu Xue tidak bisa menahan tawa, “Kakak Zeng, kamu jangan puji aku!”
“Ini benar, kalau tidak aku tidak akan datang untuk minta makan! Oh ya Nuo, jangan bilang kamu dan anakmu juga datang untuk minta makan!”
“Paman Li, masakan tante enak sekali, seperti rasa ibu!” Tian Yu berkata.
Mu Xue menelan ludah, langsung melirik sekilas pada Qin Yinuo.
Bibir Qin Yinuo terangkat, tidak mengatakan apapun.
“Rasa ibu?” Zeng Li menaikkan alisnya. “Ini pertama kalinya kudengar!”
“Paman Li bukannya juga suka pada masakan tante?” Tian Yu berkata dengan curiga. “Kalau begitu paman datang untuk apa?”
“Tian Yu, makan!” Saat ini, Qin Yinuo yang terus terdiam tiba-tiba berbicara. Suaranya pelan sekali, namun begitu didengar orang tetap terasa dingin dan muram.
“Bosan!” ia berkata pelan, tangan Qin Yinuo menyerang kaki Zeng Li di bawah meja, Zeng Li geser sesaat untuk menghindari pukulannya, tapi Qin Yinuo bertindak seolah tidak ada yang terjadi, ia terus makan.
“Sungguh tak kusangka kamu yang setiap hari ada di dalam perusahaan, gerakan tubuhmu malah bagus sekali.” Ia menghindari pukulan Qin Yinuo, Zeng Li berkata dengan tidak senang, “Nuo! Sebenarnya kamu kapan baru pergi kerja? Aku capeknya setengah mati!”
Tatapan tajam Qin Yinuo jatuh pada Zeng Li, sampai Zeng Li tidak tahan ditatapi dan langsung melambaikan tangannya, saat ini barulah ia mengembalikan tatapannya, “Kalau makan jangan bahas masalah kerja!”
“Paman jatuh sakit!” Cheng Cheng menambahkan.
“Hah? Sakit?” Zeng Li menaikkan alisnya. “Sakit apa?”
“Demam!” Cheng Cheng berkata lagi. “Paman, lain kali kalau demam juga tinggal di rumahku ya, mamiku akan menjagamu!”
__ADS_1
“Bagus sekali, memang kamu tidak berharap paman cepat sembuh ya, lain kali kalau demam aku pasti akan meminta mamimu menjagaku!” Zeng Li mengerdipkan matanya, suaranya senang seekali.
Mu Xue langsung menengadah, melihat Zeng Li yang tersenyum padanya, “Kakak Zeng, Presiden itu tubuhnya panas! Sehingga…”