
Hello! Im an artic!
Mu Xue tidak dapat menghindari serangannya, hanya bisa terjerumus, dan terus terjerumus…….
Irama lembut Qin Yinuo, menikmati kecantikan dan keindahan Mu Xue, dia mencoba yang terbaik untuk menyenangkannya, sambil mendengarkan erangan gemetarnya, ******* yang bagaikan bisikan, kenikmatan fisik semacam ini, membuatnya kehilangan kendali sepenuhnya…….
Hello! Im an artic!
***
“Makan ini!” Qin Yinuo mengapit makanan untuk Mu Xue, sedangkan dia hanya merengut dan tidak berani menatapnya.
Kegairahan tadi membuat mereka berdua menghabiskan banyak tenaga untuk menenangkan diri, dan saat semuanya sudah selesai, setelah medan perang dibersihkan dan pakaian sudah ditata, makanan pun sudah dingin!
Mu Xue tidak pernah menyangka dia akan melakukan hal itu dengan Qin Yinuo di ruangan hotel, terutama dia sedang hamil sekarang, tiba-tiba memikirkan kehamilan ini, dia membuka mulut, tetapi tidak tahu apakah harus memberi tahunya atau tidak!
Hello! Im an artic!
Mungkin, dia masih harus memikirkannya lagi.
“Xiao Xue?” Dia tidak mendapatkan jawaban darinya, sudut bibirnya terangkat sekali lagi, tampaknya wanitanya masih sangat malu, tetapi dia suka tampilannya yang malu seperti itu, sangat lucu. “Minum sup!”
Dia sendiri yang menuangkan sup bergizi untuknya!
“Terima kasih!” Dia menundukkan kepalanya.
Dia terkejut, sedikit tidak senang. “Dua kata ini, aku tidak ingin dikeluarkan dari mulut istriku!”
“Makan!” Dia juga mengambilkan udang untuknya, dan bergumam dengan wajah yang memerah : “Mengapa begitu banyak makanan pun masih tidak bisa menyumbat mulutmu?
Qin Yinuo tersenyum. “Di dunia ini hanya ada satu benda yang bisa menyumbat mulutku!”
Dia mengerutkan kening, meliriknya dengan cepat, dan sedikit bingung.
Dia langsung memberikan jawaban. “Yaitu mulutmu!”
“Hoh!” Wajahnya mulai terbakar lagi.
Dia tahu dirinya tidak bisa menang beradu mulut dengannya, seolah-olah apapun yang dikatakannya, semua akan dibawanya ke dalam lubang, akhirnya dia memilih untuk diam, tetapi dia merasa sangat lelah untuk memakan dengan diam, sangat lapar. Dia telah “disiksa” olehnya selama setengah jam, menyebabkan seluruh tubuhnya lemas!
Dia tahu bahwa dia perlu beradaptasi. Dia tidak menginginkan dia untuk kebutuhan, tetapi hanya ingin mengatakan kepadanya bahwa dia benar-benar hanya menginginkannya, dan tidak akan menginginkan wanita siapapun, selain dia!
Dia berpikir, dia seharusnya memahami isi hatinya! Jika tidak, dia pun tidak akan berkompromi seperti itu.
Dia menatapnya dengan lembut, mengelap tangan dengan tisu basah, dan mulai membantunya mengupas lobster bubur berukuran besar. “Nah, makan ini!”
Dia mengangkat kepala melihat dia sedang mengupas lobster, tatapannya yang serius membuat hatinya menjadi hangat, dia bisa melakukan hal yang begitu teliti, melihat jari tangannya yang panjang dengan terampil memisahkan kulit lobster dengan daging lobster, kemudian meletakannya di atas piring di depannya, matanya terasa hangat, dan tidak tahan untuk berkata lagi : “Terima kasih!”
Dua kata itu lagi, Qin Yinuo mengerutkan kening, dan hanya meliriknya sekilas, tidak berkata apa-apa. Tatapannya itu benar-benar mirip dengan anak yang sedang marah, lucu dan sedikit imut.
Dia tiba-tiba teringat bahwa dia telah berkata tidak mengizinkannya mengucapkan kata “terima kasih”, mata Mu Xue perlahan-lahan menunjukkan senyuman, mengapit daging lobster yang telah dikupasnya, dan menyuapnya ke mulutnya. “Dahulukan pekerja!”
Dia terkejut sejenak, kemudian membuka mulut dan memakannya. “Makanlah!”
Dia juga mulai menikmati hasil kerja kerasnya, makan dengan sangat tenang, dia dengan cepat selesai mengupas seekor lobster, dan mulai mengupas yang kedua, jarinya yang panjang, terbagi atas sela yang jelas.
Mu Xue tanpa sadar menoleh dan memandang ke arahnya, melihat bulu matanya yang panjang dan tebal menutupi matanya ketika dia sedang mengupas lobster dengan serius, sangat enak dipandang dari sudut itu.
Melihat matanya, Mu Xue merasa sedikit tidak asing, bulu mata yang begitu panjang, eh, sepertinya Cheng Cheng juga mempunyai bulu mata yang begitu panjang!
__ADS_1
Setelah dia selesai mengupas lobster, lalu mengelap tangan dengan tisu basah lagi, kemudian menatapnya yang sedang menundukkan kepala memakan hasil kerja keras, hatinya terasa sangat puas.
“Mengapa kamu tidak makan?” Dia baru sadar bahwa dia terus menatapnya.
Qin Yinuo mengangkat kepala dan memandang ke arahnya, wajahnya yang polos membuat hatinya penuh dengan kebahagiaan yang hangat.
“Xiao Xue, aku memutuskan untuk kembali bekerja besok!” Dia memberi tahunya dengan lembut.
“Bekerja?” Dia terjeda. “Lalu bagaimana dengan Nona Mo?”
“Aku sudah berjanji dengan ayah untuk bekerja di perusahaan, masalah YiLan ada dokter dan perawat khusus yang merawatnya! Dan dia sekarang juga pulih dengan cukup baik, aku pikir konsentrasiku sudah seharusnya berganti!”
“Kamu tidak pergi mengurusinya lagi?” Dia sedikit tidak menduga.
“Bukan, aku hanya ingin meluangkan waktu padamu, jadi sekretarisku, jangan pergi ke LingFeng lagi, aku ingin melihatmu setiap hati!” Dia tahu bahwa dia tidak mungkin akan mengundurkan diri.
Gadis ini harus dibujuk dengan kelembutan, tidak bisa dibujuk dengan kekerasan, dia tidak berani memerintahnya, sekarang dia merasa dirinya berubah sepenuhnya, bahkan sifatnya pun sudah berubah, bisa-bisanya menjadi ketakutan seharian karena seorang wanita, takut dia akan dilecehkan oleh orang lain.
Dia menatapnya dengan terkejut, meskipun terharu dengan pikirannya, tetapi mengundurkan diri?
“Tidak!” Dia menggeleng.
“Kamu tidak ingin mengundurkan diri?”
“Bukan! Aku baru saja bekerja di LingFeng, sudah harus mengundurkan diri, dan Presiden Pei cukup baik terhadapku, aku tidak ingin selalu mengundurkan diri, aku tidak suka seperti itu! Melakukan sesuatu harus dalam waktu yang lama, bagaimana boleh selalu berganti-ganti!”
Karena dia, dia telah mengganti tiga kali pekerjaan dalam beberapa bulan, menyebabkan dia, orang yang sudah tamat kuliah tetapi masih seperti seorang murid yang bekerja paruh waktu di mana-mana, ini sangat tidak kondusif untuk pekerjaannya.
“Apakah kamu tidak ingin bekerja bersama ku?” Dia sedikit kecewa.
“Iya!” Dia segera menjawab.
Dia mengerutkan kening, lalu segera melunak kembali. “Istriku, kamu pikirkan baik-baik lagi, yah! Bukankah sangat baik bekerja di perusahaan keluarga kita sendiri!”
“Tidak! Itu milikmu, bukan milik keluarga kita!” Dia memotong perkataannya, dia tidak melupakan cara dia mengusirnya tanpa ampun pada saat itu!
“Kamu masih dendam?” Dia melihat matanya berputar, lalu berkata dengan murung.
“Iya! Kamu benar!” Dia lanjut memakan makanan, intinya dia tidak ingin mengundurkan diri. “Jangan menganggu selera makanku ya!”
Dia jarang sekali tidak merasa mual, seleranya cukup bagus, berpikir mungkin ini benar-benar adalah seorang putri, tenang, dan sangat jarang menyiksanya, lebih baik daripada waktu menghamili Tian Yu, mungkin ini benar-benar adalah seorang putri!
Berpikir akan mempunyai putri di masa depan, muncul wajah seorang anak yang imut bagaikan malaikat kecil di benak Mu Xue, dia tiba bisa untuk menahan senyum.
Melihatnya tersenyum, dia merasa sedikit aneh, ketika melihat ada sedikit mentega di wajahnya, dia mengulurkan tangan ke arahnya.
Mu Xue masih sedang makan, belum sempat bereaksi.
Hingga ketika jarinya menyentuh wajahnya, barulah dia terkejut.
Menatapnya dengan bingung, wajah tampannya sangat tenang dan lembut, jarinya dengan pelan menggores wajahnya.
“Ada sedikit mentega!” Katanya dengan penuh sayang : “Pikirkan baik-baik lagi ya!”
“Tidak mau!” Dia menggeleng.
Bahkwan walaupun dia sangat menyayanginya, dia juga tidak mau sepenuhnya terpengaruh olehnya.
Sepanjang waktu makan, Qin Yinuo berusaha keras dan membujuk dengan lembut pada Mu Xue, ingin dia mengundurkan diri, tetapi dia menolak. Setelah makan, Qin Yinuo memegang tangannya dan berjalan keluar dari restoran. Mu Xue mengenakan jasnya. Untungnya, dia tidak merusak stokingnya, hanya pakaiannya saja yang kusut, itu membuat Mu Xue tidak tahan mengingat kembali kegairahan tadi, wajahnya memerah……
__ADS_1
Ketika keduanya baru saja tiba di perbelokan, seorang wanita yang mempesona dengan rok kulit hitam berdiri di depan sambil memeluk tangan di depan dada, dan menghalangi jalan mereka.
Mu Xue melihat ke sana, menyadari bahwa itu adalah Mo Yihui. Sedangkan tatapannya yang dingin sengaja melihat dirinya, dan berkata kepada Qin Yinuo : “Kakak ipar, aku tidak menyangka kamu meninggalkan kakak menangis sendirian, karena datang untuk menemui cinta barumu!”
Cinta baru?
Sudut bibir Mu Xue menunjukkan kepahitan, ternyata dia dianggap cinta baru oleh orang lain? Benar-benar ironis!
Tetapi sepertinya juga tidak salah, Mo Yilan adalah cinta lama, dan dia adalah cinta baru, dalam arti tertentu, tampaknya itu benar. Tapi Mu Xue masih merasa sedikit tidak nyaman di hatinya.
“Yi Hui?” Qin Yinuo tidak menyangka akan bertemu dengan Mo Yihui di restoran ini, tetapi mengingat panggilannya tadi yang membuat hatinya sangat tidak nyaman, dia berkata dengan dingin : “Simpan kembali kata-katamu!”
Mu Xue ingin menarik kembali tangannya sendiri, tetapi malah digenggam erat oleh Qin Yinuo. Dia tidak mengizinkannya mundur, dan dia juga tidak mengizinkan orang lain untuk merendahkan wanitanya.
Mo Yihui melihat Mu Xue, dia bahkan mengenakan jas Qin Yinuo, wanita ini benar-benar licik! “Kakak ipar, bagaimana kamu bisa meninggalkan kakak sendirian?”
“Sudah aku katakan, aku bukan kakak iparmu!” Kata Qin Yinuo dengan suara rendah, tubuhnya membawa kedinginan, “Mohon kamu jangan sembarang memanggilku kakak ipar lagi! Itu juga ketidakhormatan bagi kakakmu, Mo Yilan!”
“Kakak ipar, bagaimana kamu……”
“Diam! Aku sama sekali tidak pernah menjadi kakak iparmu! Dan sekarang aku hanya menjaga YiLan dengan identitas seorang teman, mohon kamu jangan membuat istriku salah paham lagi!” Setelah Qin Yinuo selesai berkata, tangan yang menggenggam Mu Xue semakin mengerat, tampak jelas betapa pedulinya dia terhadap Mu Xue.
“Istrimu?” Wajah dingin Mo Yihui sedikit aneh. “Lalu bagaimana dengan kakakku? Penyakit kakakku baru saja membaik, dan kamu langsung meninggalkannya dan tidak memperdulikannya lagi?
“Qin Yinuo!” Mu Xue menarik tangannya. “Kamu kembali untuk menjagai Nona Mo saja!”
“Aku tahu identitasku!” Qin Yinuo memiringkan kepala melirik Mu Xue yang dengan wajah ragu, hatinya merasa sakit. Tangan besarnya mengelus keningnya yang dikerut karena cemas, “Kamu adalah istriku, ini adalah fakta yang tidak bisa diubah oleh siapapun. Malam ini aku hanya milikmu, ini juga tidak bisa diubah oleh siapapun! Yi Hui, jika kamu sangat santai, sebaiknya pulang dan jaga kakakmu, dibandingkan denganku, kamu adalah keluarganya, sedangkan aku, Qin YiNui hanya bisa dianggap sebagai teman!”
“Kakak ipar! Kamu benar-benar kejam!” Tuduh Mo Yihui.
“Sudah aku katakan, jangan panggil aku kakak ipar lagi, mohon kamu tahu diri!” Wajah Qin Yinuo segera berubah menjadi dingin, bagaikan es beku, tanpa sedikitpun kepedulian.
Dia hanya tahu bahwa, dia berutang pada Mo Yilan, tetapi tidak pada orang lain.
Dia tidak akan membiarkan siapapun melukai wanitanya, baik tubuh maupun perkataan, dia tidak akan memperbolehkan itu semua, dia ingin melindungi wanitanya, dan memberinya kebahagiaan.
Hati Mu Xue sangat terharu, merasa seluruh dadanya hangat, tampilannya sekarang sedikit menakutkan.
Tetapi, melihat tampilannya yang begitu kejam, dia bahkan tidak merasa takut, malah samar-samar melihat perlindungannya pada dirinya dari tampilannya yang dingin dan kejam itu.
Dia tahu bahwa dia sedang melindunginya.
“Baik! Lalu aku harus memanggilmu apa?” Mo Yihui mengangkat alis.
“Silahkan kamu panggil aku, Tuan Qin!” Qin Yinuo meliriknya sekilas dengan dingin.
“Haruskah kita menjadi begitu asing?” Tanya Mo Yihui. “Aku sudah memanggilmu kakak ipar sejak kamu dan kakakku memastikan hubungan berpacaran bertahun-tahun yang lalu, kamu juga tidak pernah menolak pada tahun itu, dan masih sangat senang. Di hatiku, kamu selalu adalah kakak iparku, ini tidak pernah berubah sama sekali, haruskah kamu begitu kejam?”
“Mohon panggil aku Tuan Qin!” Kata Qin Yinuo dengan suara rendah lagi.
Kemudian, dia tidak memperdulikan kekagetan Mo Yihui, dan menggandeng tangan Mu Xue, melewatinya, lalu berjalan ke arah luar.
Dia berjalan dengan sangat cepat, langkahnya sangat besar, Mu Xue berlari kecil mengikutinya, setelah keluar dari restoran, hari sudah malam, angina bertiup terasa sedikit dingin, tetapi Mu Xue malah merasa sangat hangat di dalam hatinya, melihat pria yang di sampingnya ini, dia tiba-tiba merasa image-nya begitu gagah!
Seluruh tubuhnya sepertinya ditutupi oleh lingkaran bercahaya yang besar, sebesar kaisar dewa, dan memancarkan cahaya!
Ternyata, wanita begitu mudah merasa puas, sebuah perlindungan yang tulus membuatnya berpikir meskipun harus mengorbankan semua untuk mencintai pria ini, itu semua juga pantas!
Cinta memanglah sesederhana itu!
__ADS_1