AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 613 Aku Seorang Pria Sejati


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Benaran tidak bisa kembali lagi! Dia jelas tahu jika tidak bisa kembali lagi tapi hatinya merasa tidak tega, wajah tampannya terlihat menderita dan matanya terlihat sangat putus asa, dia akhirnya berkata sambil menahan sakit hatinya setelah waktu yang lama, “Yanyan, maaf! Pakai bajumu!”


Su Yan menarik napas lega lalu berjongkok mengambil bajunya yang basah dan dadanya ada bekas ciuman kasar Rong Hanchi, dia memakai bajunya.


Hello! Im an artic!


“Kakak Chi, aku pergi dulu!” Dia berkata.


“Yanyan, hal yang terjadi barusan…..” Rong Hanchi berkata dengan sedih, dia melihat dia yang semakin jauh darinya sehingga hatinya merasa sakit.


“Aku sudah melupakan hal barusan!” Su Yan segera berkata, “Aku juga mohon Kakak Chi melupakannya! Hargai orang yang ada di sisimu!” Su Yan pergi setelah berkata.


Rong Hanchi kaget setelah mendengarnya dan terlihat sangat putus asa.


Hello! Im an artic!


Hujan masih turun sewaktu keluar dari apartemen Lan Si dan hari hampir gelap.


Ponselnya berdering tapi dia seolah-olah tidak mendengarnya.


Langit sudah hampir gelap!


Dia memakai baju yang dirobek dan Su Yan melihat sekeliling yang sedang hujan, dia keluar dari apartemen dan berjalan dalam hujan, dia meringkuk di tengah hujan dan merasa sangat dingin, tidak tahu apakah hujan atau air matanya yang mengalir di wajahnya.


“Tuan muda, sudah sampai.” Sopir berkata.


Zuo Shaofeng turun sambil membawa payung lalu melihat badan yang ramping dan hatinya merasa sakit, dia segera menghampirinya dengan payung, “Wawa…..”


Dia adalah Zuo Shaofeng!


Su Yan menoleh dengan bingung setelah mendengar suara orang yang datang memegang payung, payung hitam besar menutupi hujan yang ada di atas kepalanya, Su Yan menatapnya dengan kaget, matanya terlihat penuh perhatian dan berdiri di depannya sambil memanggilnya dengan lembut, “Wawa!”


“Mengapa kamu ada di sini?” Dia bertanya.


Dia melihatnya berada di bawah hujan dengan baju yang telah dirobek, dia tampak sedih dan kesepian membuat dia yang selalu ekspresif terlihat penuh perhatian dan kekhawatiran, “Rong Hanchi telah menyakitimu?”


“Aku baik-baik saja.” Su Yan menggelengkan kepalanya.


Zuo Shaofeng melihat rambutnya yang berantakan dan ada bekas ****** di lehernya dan bajunya dirobek.


Dia menghela napas lalu memeluk tubuh kurusnya dan tidak menanyakan apa-apa lagi, dia berkata pelan di telinganya, “Sudah, sudah tidak apa-apa, sudah tidak apa-apa!”


Su Yan awalnya mau meronta tapi pelukannya sangat hangat, hangat sekali.


Keraguannya berhenti dan menyandarkan diri dalam pelukannya, “Aku merasa lelah dan ingin tidur!”

__ADS_1


“Tidurlah!” Dia berkata.


Dia benar-benar memejamkan matanya, setelah kepanikan dan lepas dari bahaya, dia merasa dirinya lemas, tidak tahu dia tertidur atau pingsan.


Zuo Shaofeng menggendongnya naik ke mobil dengan erat dan berkata dengan pelan di telinganya, “Wawa, pulang ke rumah bersama kakak!”


Di sebuah apartemen mewah di Kota Lu.


Zuo Shaofeng menggendong Su Yan yang sedang demam tinggi dan meletakkannya di tempat tidurnya dan hati-hati menyelimutinya dengan selimut tebal.


Kehujanan membuatnya demam tinggi dan dia sudah merasa ada yang tidak beres sepanjang perjalanan pulang, seluruh badannya terasa panas, mulutnya bergumam tapi tidak tahu apa yang dia katakan.


Dia merasa hatinya sakit sambil melihat wajahnya, dia memikirkan apa yang telah dilakukan oleh Song Baikuan dan bahkan mengatakan Su Yan adalah putrinya, tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang membakar dadanya.


Ponsel Su Yan berbunyi lagi.


Zuo Shaofeng melihat nama di atas layar ‘Feng Baiyi’ lalu mengangkatnya, “Halo!”


“Kamu?” Feng Baiyi tidak melihat Su Yan begitu dia keluar dari ruang pertemuan maka dia terus meneleponnya tapi tidak dijawab. Begitu teleponnya terhubung tapi yang mengangkatnya adalah Zuo Shaofeng.


“Wawa berada di tempatku dan menerima sedikit pukulan!” Zuo Shaofeng berkata, “Malam ini tidak pulang! Jangan menelepon lagi!”


“Apa yang terjadi? Kalian ada di mana?” Feng Baiyi bertanya karena wanitanya tidak mungkin menginap di tempat pria lain bahkan pria itu kerabatnya juga tidak boleh, “Aku akan pergi menjemputnya!”


“Periksa saja jika kamu punya kemampuan!” Zuo Shaofeng berkata dengan kesal karena dia bahkan tidak menjaga Wawa dengan baik, dia membuka jendela dan melemparkan ponselnya keluar.


Selimutnya sangat hangat dan tidur nyenyak semalaman, Su Yan meregangkan ototnya sambil tersenyum, setelah itu dia membuka matanya sambil melihat sekelilingnya lalu dia kaget melihat ruangannya, dia ada di mana?


Dia memikirkan semua yang terjadi lalu matanya terlihat bersinar dan hatinya merasa sedih. Tempat tidur siapa ini? dia membuka selimutnya dan menemukan dia tidak memakai apa-apa. Dia kaget lalu duduk dan selimutnya terlepas sehingga dia berteriak, bagaimana dia naik ke atas tempat tidur.


Di ruang tamu, Zuo Shaofeng sedang minum teh dengan santai dan tiba-tiba mendengar suara teriakan di dalam kamar maka dia segera bangun dan mendorong pintunya serta bertanya dengan panik, “Ada apa?”


“Ah!Keluar.” Su Yan berteriak karena malu, dia memungut selimut dan membungkus dirinya, “Zuo Shaofeng, aku dan kamu?”


Mengapa dia tidak memakai baju?


Ini adalah adegan yang memalukan, Zuo Shaofeng kaget dan tiba-tiba tertawa lalu dia menggodanya, “Wawa telah dewasa dan sudah bisa malu di depan pria ya?”


“Ada apa ini, di mana bajuku?” Dia berkata dengan gugup, Su Yan tidak merasa ada yang salah dengan tubuhnya, seharusnya tidak terjadi apa-apa, tapi siapa yang membuka bajunya?


Zuo Shaofeng melihat Su Yan yang terlihat malu, dia tersenyum lalu berjalan ke lemari dan mengambil baju tidurnya, “Pakai ini dulu karena bajunya telah robek juga basah, jika kamu memakai baju itu tadi malam maka mungkin saja kamu masih demam sekarang!”


“Kamu, kamu yang membuka bajuku?”


“Benar! Aku yang membukanya!” Zuo Shaofeng berkata dengan santai tapi dia tidak melihat apa-apa karena dia menutup matanya sewaktu melepasnya.


“Bagaimana kamu boleh melepas bajuku?” Dia mengerutkan keningnya dan merasa lebih malu lagi.

__ADS_1


“Apakah aku tidak peduli melihatmu demam?” Dia balik bertanya, “Tenang saja, aku adalah pria sejati dan tidak melihat apa-apa! Cepat keluar dan makan, setelah makan maka seharusnya Feng Baiyi akan datang menjemputmu!”


“Oh ya, di mana ponselku?” Su Yan kaget karena dia tidak pulang semalaman, bukankah Feng Baiyi akan sangat mengkhawatirkannya.


…..


Wajah Zuo Shaofeng terlihat membeku setelah mendengar Su Yan menanyakan ponselnya, “Cepat pakai bajunya dan keluar makan, aku sudah lapar sekali karena sedang menunggumu!”


Dia segera pergi setelah mengatakannya. Dia tidak tahu apakah Wawa akan marah jika tahu dia melemparkan ponselnya ke luar jendela? Seharusnya Feng Baiyi sudah menemukan tempatnya.


Su Yan melihat bajunya dan memakainya dengan patuh.


Bajunya sangat besar sehingga dia harus menggulung kaki celana dan lengan bajunya, terlihat seperti sedang memakai baju kostum tapi setidaknya bisa menutupinya, dia berjalan keluar dan melihat ada makanan di atas meja, dia benar-benar lapar! Dia menelan ludahnya dan ingin makan, ada bakpao yang terlihat enak.


“Ayo makan! Apakah bisa kenyang dengan melihatnya?” Dia melihat Su Yan tergiur dan Zuo Shaofeng berkata lalu menarik badannya untuk duduk di kursi dan matanya terlihat penuh kasih sayang, “Makanlah selagi panas.”


“Ya.” Dia seolah-olah terbiasa dengan kasih sayangnya, Su Yan tersenyum senang maka dia mulai makan tanpa sungkan sedangkan Zuo Shaofeng yang ada di samping hanya melihatnya.


Su Yan melihat bakpao yang ada di depannya, dia menggigitnya tapi isinya yang panas membuatnya kaget sehingga dia mengipas mulutnya, “Panas, panas.”


“Hati-hati.” Dia melihat Su Yan yang polos dan tampangnya menyedihkan membuat Zuo Shaofeng menggelengkan kepalanya, dia mengambil tisu untuk menyeka mulut Su Yan yang berminyak lalu menyodorkan gelas untuknya, “Minum dulu.”


“Terima kasih.” Dia berkata dengan samar sambil meminumnya, air dingin akhirnya mengurangi mulutnya yang panas lalu dia tersenyum canggung, dia melirik pria yang ada di depannya dan dia melihatnya dia sedang menatapnya dengan penuh perhatian.


Dia memikirkan pertemuan selama beberapa kali dengannya dan teringat pelukannya yang hangat, Su Yan mengerutkan keningnya dan merasa dia sangat familier, di tubuhnya seolah-olah ada aroma yang familier.


Tapi semalam dia yang mengganti bajunya? Dia juga seorang pria, dia tidak percaya jika dia tidak melihatnya diam-diam? Dia sangat ingin menanyakannya, apa yang terjadi sebenarnya.


Zuo Shaofeng tersenyum setelah menemukan dia diam-diam meliriknya, “Katakan saja apa yang kamu pikirkan.”


Tidak perlu bertingkah seperti orang yang ditindas sambil menatapnya dengan kasihan, ingin bicara tapi tidak berani.


“Malam tadi…..” Su Yan berkata dengan ragu, meskipun dia merasa tidak ada yang terjadi semalam tapi dia tetap ingin menanyakannya.


“Apa yang terjadi semalam?” Zuo Shaofeng mengerutkan keningnya sambil melihatnya terbata-bata dan dia benar-benar ingin tertawa.


“Tidak apa-apa!” Su Yan menggelengkan kepalanya, tubuhnya bisa merasakan jika tidak terjadi apa-apa, dia hanya menggantikan bajunya saja.


“Apakah kamu berpikir aku bertindak cabul sewaktu kamu tidur? Bukankah aku sudah memberitahumu jika aku adalah seorang pria sejati?” Matanya yang dalam terlihat bersinar, Zuo Shaofeng tertawa karena merasa lucu, “Aku masih belum kelaparan sehingga akan memakan siapa saja bukan?”


“Uhuk, uhuk, uhuk…..” Su Yan tersedak ketika mendengar dia berkata seperti itu, berarti tidak ada.


“Tuan muda, Feng Baiyi sudah masuk ke gedung apartemen!” Ketika sedang makan terdengar suara orang melapor dari luar pintu, “Mungkin akan segera tiba!”


“Hah…..” Su Yan menghentikan makannya, dia menatap Zuo Shaofeng sambil melototkan matanya lalu dia melihat baju yang dia pakai dan berkata, “Habislah, dia akan marah, dia sangat cemburu. Aku harus sembunyi dulu, jangan beritahu dia jika aku ada di sini!”


“Apakah kamu bisa sembunyi?” Zuo Shaofeng tidak menyangka jika Feng Baiyi akan datang, ini sudah batas toleransi Feng Baiyi karena dia baru datang pagi ini bukan? Tapi sikap Su Yan membuatnya merasa kaget, “Wawa!”

__ADS_1


__ADS_2