AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 171 Ancaman Pertemanan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kalau begitu ditetapkan begitu saja! Menikahnya pakai topeng, sungguh berarti! Kalau kau benar-benar tak bisa menerimanya, kau juga bisa pakai saja! Aku pasti takkan berkomentar, yang penting aku akan memakai ini untuk menikah di gereja!” Ia mengumumkannya, hatinya berbunga-bunga. Melihat Qin Yinuo yang semenderita ini ia senang sekali!


Ternyata kalau disayangi oleh pria yang dicintai rasanya seindah ini, dirinya semakin suka!


Hello! Im an artic!


“Istriku!” Melihatnya tertawa, hatinya juga muncul sebuah perasaan yang aneh. Ia sudah punya ide. Ia tak takut wanita itu tidak berkompromi, yang penting ia takkan membiarkan istrinya menikah dengan memakai topeng itu! Ia takut semua orang akan mengira mengapa ia menikah dengan memakai topeng seperti ini, takutnya orang-orang akan berkata dirinya memiliki hobi tertentu.


“Istriku, kemari!” Tiba-tiba ia berkata dengan suara serak.


Mu Xue kaget, tiba-tiba sadar akan sesuatu dan menelan ludah, “Untuk apa?”


Qin Yinuo menatapinya. Topeng itu sudah mengungkit keinginannya. Maka ia langsung berdiri, dan selimut terjatuh dari tubuhnya, menampakkan tubuhnya yang kuat dan terekspos sepenuhnya, sementara di bagian tertentu, saat ini tengah…berdiri tegak.


Hello! Im an artic!


“Ah– Qin Yinuo, kau berandal!” Mu Xue berteriak, membalikkan tubuhnya dan hendak melarikan diri.


Tapi Qin Yinuo langsung menarik pinggangnya.


“Ah– Hmph–” Bibirnya ditutupi olehnya.


Di bawah topeng, perasaan geli membuat wajah Mu Xue memerah.


“Istriku, jangan pakai topeng, oke?” Ciuman panas Qin Yinuo yang bertenaga melelehkan Mu Xue di dalam mulutnya.


Bibirnya yang seksi menyedot bibir Mu Xue, lidahnya yang panas langsung masuk, mengajak lidah Mu Xue untuk menari bersamanya.


“Oke?” Ia bertanya lagi.


“Tidak…” Suaranya sudah melembut.


“Oke?” Ia terus bertanya, menghujani seluruh tubuhnya dengan ciuman.


“Tidak, yang penting kalau kau menggunakan cara seperti ini aku takkan menyetujuinya! Kalau tidak aku takkan menikah!” Ia berkata dengan cepat. Hatinya sudah memastikan untuk tidak berkompromi.


***


Akhirnya Mu Xue menurunkan topengnya, “Qin Yinuo, jangan cari masalah. Aku sudah lapar, perutku berbunyi keroncongan!”


Saat ini Mu Xue benar-benar kelaparan setengah mati. Ia melirik pada jam, sudah pukul dua dini hari.


Saat ini, perutnya benar-benar berbunyi keroncongan.


“Aku juga lapar!” Ia berkata dengan kecewa, tapi ia masih kasihan karena Mu Xue belum makan dan dirinya telah membuatnya kelelahan setengah mati, “Aku akan pesan makan antar!”


“Di jam seperti ini ada pesan antar kah?” Ia benar-benar tak bisa berkata-kata melihat pria ini.


Melihat wajah Mu Xue yang memerah, wajah Qin Yinuo langsung melembut, “Kalau begitu kumasak untukmu!”


“Baik! Aku mau makan masakanmu!” Ia berkata.


Maka Qin Yinuo hanya bisa bangkit berdiri dan memakai pakaian, lalu turun untuk memasak!


Setengah jam kemudian, orang itu tidak kunjung naik, sehingga Mu Xue juga ikut turun.


Di dapur, Qin Yinuo tengah berdiri di sana, ia bengong menatapi bahan masakan. Alisnya bertautan, seolah tidak tahu harus bagaimana. Mu Xue ingat sebelumnya Qin Yinuo tak bisa mencuci sayuran. Ketika mencuci, ia membuat sayuran itu semuanya lembek. Bagaimana bisa Mu Xue membiarkan tuan besar seperti ini memasak.


Maka Mu Xue segera melipat lengan bajunya, “Biar aku saja!”


“Tidak!” Qin Yinuo menoleh melihatnya, tidak sadar kalau dirinya sudah berdiri lama sekali di dapur, “Aku sudah bilang kalau aku akan memasak untukmu!”

__ADS_1


“Tuan besar, bisa tidak tunggu aku kenyang baru makan sarapan buatanmu besok pagi. Kalau seperti ini sih sampai besok pagi kau juga takkan selesai masak, aku takut saat itu diriku bisa kelaparan sampai mati!” Mu Xue tertawa sambil menggeleng, tapi ia sangat tersentuh karena Qin Yinuo hendak memasak untuknya.


“Kau ajarkan aku saja, takkan sulit!” Memangnya sesulit berbisnis kah? Ia benar-benar tak percaya!


Melihat wajah ganteng yang kebingungan itu, Mu Xue berjinjit dan mengecup bibirnya, “Sudah, anak baik, pergilah beristirahat, biar aku yang melayanimu saja!”


Qin Yinuo tertegun. Jarang ia bisa seinisiatif begitu. Baru saja dirinya hendak berinisiatif, tiba-tiba Mu Xue melepaskannya dan mulai bekerja.


Qin Yinuo bagai seorang anak kecil yang mengelus bibirnya dengan polosnya, lalu melihat wanita yang menyibukkan dirinya, sebuah perasaan bahagia yang mendalam muncul.


Sepuluh menit kemudian, Mu Xue sudah selesai menggoreng telur dan memasak dua mangkok mi. Di atasnya masih diletakkan daun peterseli pula, “Sini, bawa keluar masakannya!”


Qin Yinuo menerimanya. Begitu ia melihat daun peterseli, ia mengerutkan alisnya, tidak berkata apa-apa.


Keduanya terduduk dan Mu Xue berkata, “Begini sajalah. Sudah terlalu larut, aku lapar setengah mati! Kenapa kau tidak makan?”


Qin Yinuo menggeleng, “Bukan, aku tidak makan daun peterseli!”


“Eh! Bagaimana bisa! Cheng Cheng juga tidak makan!” Mu Xue tertawa, “Qin Yinuo, terkadang aku benar-benar curiga kalau Cheng Cheng itu anak yang kau buang keluar?”


“Bagaimana mungkin!” Qin Yinuo mengelak, lalu berkata dengan serius sekali, “Xiao Xue, aku benar-benar tak separah itu. Kau jangan berpikir seperti ini! Tapi kau tenang saja, meski Cheng Cheng bukan putra kandungku, aku akan sama menyayanginya!”


“Aku tak curiga!” Mu Xue tertawa, “Ayahmu jauh lebih baik pada Cheng Cheng dibanding Tian Yu, atau mungkin dia benar-benar suka sama Cheng Cheng! Anak kita kalau dibandingkan sama Cheng Cheng benar-benar terlalu introvert!”


“Salahku!” Ia berkata, “Kalau sedari awal dia tumbuh di sisimu, mungkin sekarang dirinya akan jauh lebih baik! Tapi sekarang Tian Yu sudah jauh lebih ceria dibanding dulu. Kita harus percaya diri!”


“Ya!” Ia mengangguk, “Tapi kau makanlah sedikit daun peterseli, baik untuk tubuh loh!”


“Tak mau, aku bisa alergi!”


“Cheng Cheng juga bisa alergi!” Mu Xue berkata lagi.


“Kalau begitu kujadikan dia sebagai anak kandungku saja…”–


Pei Lingfeng membawa Wu Jingxuan berkeliling di mal untuk membeli peralatan bayi, tapi siapa sangka ia akan bertemu dengan Mi Ling.


Ia langsung menerobos ke hadapan mereka, “Paman Pei, kakak Jingxuan? Kalian?”


Ia sadar dirinya tak bisa berkata-kata, hatinya memiliki sebuah firasat buruk, tapi ia ingin bertanya sejelas-jelasnya.


“Mi Ling?” Wu Jingxuan juga kaget sekali melihat Mi Ling, “Kau datang berjalan-jalan di mal?”


“Oh si Miling, sudah beberapa lama kau tak datang bertamu di rumah, paman Pei harus berterima kasih benar-benar karena kau telah merawat Xiao Xue dan Cheng Cheng bertahun-tahun. Aku harus berterima kasih padamu!” Pei Lingfeng berkata sambil tersenyum.


“Eh! Tak apa-apa!” Mi Ling mengangguk dengan kaku, “Paman Pei, maaf, aku ingin berbicara dengan Kakak Jingxuan!”


Ia menarik Wu Jingxuan ke sebuah sudut, “Kak Jingxuan, kenapa kau bersama Paman Pei? Kalian? Kenapa kalian membeli peralatan bayi? Kau hamil?”


Wu Jingxuan menggigit bibirnya, tiba-tiba berkata, “Mi Ling, kau tak usah menebak-nebak lagi. Sama seperti apa yang kau lihat, dia adalah ayah dari anakku!”


Rasanya otak Mi Ling hampir meledak Ia menatapi Wu Jingxuan dengan tak percaya, “Kakak Jingxuan, kau…”


“Mi Ling, aku sudah memulai hidup baru, juga sudah memutuskan untuk menemani di sisi pria ini, menjaga anak kami dan melalui hari-hari kami dengan baik!” Mengatakan ini, ia hanya ingin benar-benar memutus masa lalunya, ia benar-benar ingin memulai hidup baru.


“Tidak!” Mi Ling menggeleng, “Aku tak percaya! Aku tak percaya!”


“Iya, benar! Xiao Xue saja sudah menerimanya!”


“Dia tahu?” Suara Mi Ling jadi meninggi, “Kenapa dia tak memberitahuku? Dia tahu anak ini adalah adiknya?”


Wu Jingxuan mengangguk, menjelaskan, “Masalah ini bukan salah Xiao Xue. Aku yang memintanya untuk tidak bilang, kalau mau salahkan ya salahkan aku!”


Mi Ling tak bisa menahan diri, “Kenapa kau bisa bersama Paman Pei? Dia jauh lebih besar darimu! Dia itu ayahnya Xiao Xue!”

__ADS_1


“Jarak lima belas tahun tak tergolong banyak!” Wu Jingxuan berkata pelan.


“Jangan-jangan selama bertahun-tahun ini, karena dia, kau dan abangku baru…”


Wu Jingxuan tidak berbicara, hitungannya mengakui.


Tiba-tiba Mi Ling berkata dengan marah, “Ternyata kau suka pria tua seperti ini, dan tidak suka pada abangku. Karena dia lebih berduit dari abangku kah?”


“Mi Ling, restuilah aku!” Wu Jingxuan berkata pelan.


“Tidak! Aku tak bisa, abangku tahu tidak?” Ia berkata lagi.


“Seharusnya!” Wu Jingxuan berkata.


“Aku mengerti!” Mi Ling membalikkan tubuhnya, “Baik, aku mengerti!”


“Mi Ling!” Wu Jingxuan hendak meneriakinya, tapi ia sudah berlari cepat!


“Kenapa?” Pei Lingfeng berlari kemari dengan bingung, “Mi Ling kenapa?”


“Tak apa-apa!”


Mi Ling berlari keluar dari mal, dalam sekejap ia bertabrakan dengan Du Jing yang baru menyetop mobilnya, “Nona Mi? Kau…”


“Du Jing!” Mi Ling tertegun, tapi ia hanya menatapinya dengan penuh kemarahan, lalu berlari lagi!–


Ketika Mu Xue menerima panggilan, terdengar suara dingin milik Mi Lin, “Mu Xue, kita sudah kenal berapa lama?”


“Mi Ling?” Xiao Xue tertegun, “Kau kenapa?”


“Jawab aku!” Nada suara Mi Ling tetap sangat dingin.


“Sepuluh tahun!” Mu Xue berkata.


“Kalau begitu kenapa kau tidak memberitahuku kalau Wu Jingxuan hamil akan anak ayahmu? Kau tahu tidak seberapa berharapnya aku kalau dia akan menjadi kakak iparku?”


“Mi Ling, aku…” Xiao Xue tidak tahu harus berkata apa, untuk sesaat hatinya kacau, karena ia tahu kalau Mi Ling tahu akan hal ini, ia pasti sedih sekali.


***


“Xiao Xue, berikanlah ia sedikit waktu untuk menerima, Mi Ling butuh waktu!” Qin Yinuo menatapi Mu Xue dengan khawatir, “Kalau kau mencarinya seperti ini, belum tentu bisa ketemu!”


“Tidak! Qin Yinuo, kau tidak memahami Mi Ling. Dia bukannya marah karena masalah Wu Jingxuan, tapi marah kenapa aku tidak memberitahunya. Dia pasti merasa aku telah membohonginya!” Mu Xue masih meneleponnya dengan terburu-buru, tapi handphonenya sudah dimatikan sedari awal.


Mu Xue berdiri di atas jalanan, hatinya mencelos. Ia terburu-buru serta khawatir sekali, Mi Ling pasti marah sekali! Dirinya benar-benar tak sengaja!


Menununduk menatapi handphone, ia menelepon lagi ke telepon rumah keluarga Mi, Mi Ling tidak ada di rumah. Setelah menelepon pada Mi Lei, katanya ia juga tidak menemukan Mi Ling, karena handphonenya dimatikan!


Qin Yinuo melihat wajah Mu Xue yang pucat pasi. Mereka sudah mencari lama sekali diluar, tapi belum kunjung menemukan Mi Ling, ia tahu seberapa penting Mi Ling untuk Mu Xue!


Mu Xue menghela nafas panjang, bergumam, “Aku benar-benar tak ingin kehilangan Mi Ling, aku harus membuatnya memaafkanku!”


Qin Yinuo tak berkata-kata lagi, hanya mengulurkan tangannya dan menggenggam tangannya.


Sepuluh jari mereka bertautan. Diri mereka yang semesra itu. Ia menggenggam tangan Mu Xue, seolah tengah memberinya kekuatan dalam diam. Telapak tangannya seolah tengah memberi kehangatan ke dalam hatinya.


Tapi, siapa yang bisa memberikan kekuatan pada Mi Ling saat ini? Ia pasti terluka! Memikirkan hal ini, kekesalan memenuhi hati Mu Xue.


“Ayo pergi, kita pulang dulu. Mencarinya di jalanan seperti ini juga tidak benar.” Qin Yinuo berkata dengan suara rendah, menggenggam tangannya melewati kerumunan dan berjalan ke arah mobil.


“Tapi…” Hati Mu Xue sedih sekali. Ia mengeratkan bibirnya, tidak lagi mengatakan apapun.


Hanya saja ia terus gagal menghubungi Mi Ling, hatinya tidak tenang. Ia benar-benar sulit untuk tenang, hatinya sedih sekali. Ia mengerutkan alisnya, benar-benar tidak bisa tenang.

__ADS_1


Kata-kata Mi Ling berputar dalam kepalanya, ia terus merasa hatinya khawatir. Ketika memikirkan Mi Ling yang berkata, “Mu Xue, kau ini teman seperti apa”, tangannya penuh dengan keringat, hatinya semakin tidak enakan.


Benar, dirinya ini teman seperti apa?


__ADS_2