AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 69 Anak Menghilang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ia bukan anak mami?


Ia dipungut oleh mami?


Hello! Im an artic!


Cheng Cheng tertegun di depan pintu, matanya yang indah membesar, tiba-tiba memerah.


Di dalam kamar, Qin Yinuo tertegun, perasaan kacau memenuhi hatinya, bahkan ia agak senang. “Yang kamu katakan ini benar?”


Tatapan Mu Xue jatuh pada wajah Qin Yinuo, matanya sudah penuh dengan air mata. “Ya! Presiden Qin, harap jangan pernah menanyai masalah pribadiku lagi! kamu menggoreskan luka lain pada luka orang sungguh tidak berkemanusiaan!”


Qin Yinuo menatapi wajah Mu Xue yang kuat dengan pandangan rumit, ia berjalan pergi, lalu memeluknya.


Hello! Im an artic!


Mu Xue ingin melawan, tapi ia malah memeluknya dengan kuat. “Maaf! Aku tidak tahu kalau masalahnya ternyata begitu!”


Pintu tiba-tiba berbuka, Cheng Cheng hendak menanyakan sesuatu, tapi kemudian ia melihat paman memeluk mami.


“Kukira Cheng Cheng itu anakmu, tak disangka ternyata begitu!”


“Kenapa kamu begitu memaksa? Cheng Cheng itu kasihan sekali! Aku dan dia saling menjaga satu sama lain, kami telah bersama selama bertahun-tahun, kalau tidak ada dia, aku tidak tahu diriku akan bagaimana! Qin Yinuo, kenapa kamu selalu menabur garam di luka orang lain?” Ia menangis dalam pelukannya, menangis tersedu-sedu.


Ia hanya terus menenangkannya, malah tidak menyadari keberadaan sosok kecil di depan pintu yang melongo.


Anak kecil itu merapatkan bibirnya, air matanya mengalir turun, dalam otaknya hanya ada sebuah suara: Ia bukan anak mami! Ia tidak punya daddy dan mami!


Ia membalikkan tubuh, lalu berlari keluar…


“Maaf!” Qin Yinuo menahan emosinya, lalu menepuk punggungnya, tidak tahu harus bagaimana menenangkannya, tiba-tiba, ia terpikir akan Cheng Cheng. “Sst! Jangan menangis, Cheng Cheng kan hanya di kamar sebelah!”


Satu kalimat ini membuat tangis Mu Xue terdiam. Benar! Kenapa dirinya lepas kontrol akan emosi? Bagaimana kalau Cheng Cheng mendengarnya?


Qin Yinuo melirik sekilas pada pintu, pintunya terbuka, tiba-tiba ia bertanya dengan ragu: “Tadi bukannya pintunya tertutup?”


Mu Xue langsung menengadah, menyadari sesuatu. “Cheng Cheng? Cheng Cheng?”


Tidak ada jawaban.


Mu Xue berlari keluar. “Cheng Cheng, di mana? Cheng Cheng, mami sedang memanggilmu? Cheng Cheng di mana?”


Tapi Cheng Cheng tidak ada di kamar, tidak ada sosoknya, sementara komputer masih menyala, dari microphone terdengar suara ‘tit tit tit’, itu adalah Mi Ling, tadi bukannya ia masih ngobrol dengan Cheng Cheng! Sekarang tidak lagi.


“Tidak!” Mu Xue berteriak nyaring dengan ketakutan.


“Xiao Xue! Jangan khawatir, kita pergi cari!” Qin Yinuo juga agak ribut, kata-kata tadi apakah sudah didengar anak itu? Ia tidak bisa membayangkan apa perasaan anak itu ketika mendengarnya!


“Tentu kamu tidak khawatir! Kan bukan anakmu! Qin Yinuo, kuberitahu kau, kalau ada apa-apa yang terjadi pada anakku, akan kubunuh kau!” Kalau bukan karena dia, ia tidak akan meneriakkan rahasia dalam hatinya!


Mu Xue berlari pergi mengejar.

__ADS_1


Qin Yinuo ikut mengejar keluar, hujan diluar belum reda, sementara hujan di akhir musim gugur benar-benar dingin…


Mu Xue menggigil, ia melihat ke arah hujan dalam kegelapan, ketakutan setelah tidak melihat satu pun sosok manusia, kedua tangannya mengepal erat, ia berteriak: “Cheng Cheng, kamu di mana? Cepat beritahu mami, kamu di mana?”


Dibawah hujan, hanya terdengar suara teriakan Mu Xue yang penuh dengan kesedihan. “Cheng Cheng, cepat jawab mami, kamu di mana? Mami bersalah, mami hanya bercanda dengan paman, kamu itu anak mami, kamu ini buah hati mami! Nak, kamu di mana? Cepat jawab aku…”


“Cheng Cheng!” Qin Yinuo juga berlari keluar, berteriak, tapi malah tidak menemukan sosok anak itu.


Cepat sekali, keduanya basah oleh hujan, sementara Mu Xue hanya terus berlari keluar. “Cheng Cheng, kamu diamna? Beritahu mami kamu di mana? Jangan kagetkan mami, oke?”


Anak kecil itu kemana perginya?


Ia benar-benar mendengarnya? Satu-satunya kemungkinan adalah ia sudah mendengarnya! Qin Yinuo tidak bisa membayangkan bagaimana isi hati anak kecil begitu mengetahui hal ini?


Asal ia memikirkan wajah kecil itu, Qin Yinuo merasa dadanya sesak, seolah hilang nafas, kalau bernafas sedikit saja rasanya hatinya sakit, ia pikir, pasti karena dirinya yang merasa bersalah, sehingga hatinya baru sesakit ini!


“Cheng Cheng, kamu di mana? Beritahu paman, paman hanya sedang bercanda dengan mamimu, itu tidak benar!” Qin Yinuo juga ikut berteriak, tapi mau bagaimanapun ia berteriak, tidak ada jawaban.


Mu Xue sambil berlari sambil berteriak, sampai suara tangis dan teriakannya serak, ia berlari keluar dari gang, orang-orang yang lewat sambil membawa payung pun menoleh ke arahnya.


Mu Xue menarik salah satu orang yang lewat. “Tuan, apa kamu melihat seorang anak kecil berusia lima tahun? Setinggi ini?”


“Tidak!” Satu per satu orang menggeleng.


“Cheng Cheng!” Mu Xue rasanya hanya ingin menangis, tapi tidak ada air mata yang mengalir.


Qin Yinuo mengikutinya dari belakang, hatinya juga jadi ikut sakit, ia langsung menarik pergelangan tangan Mu Xue, “Xiao Xue, jangan khawatir, kita pasti bisa menemukannya!”


Ia memukul dan menendangnya, Qin Yinuo tidak bergerak, hanya memeluknya dengan erat. “Jangan menangis, aku pasti akan membantumu menemukannya!”


“Aku mau anakku, aku mau Cheng Cheng!” Siapapun tidak tahu arti penting keberadaan Cheng Cheng, Cheng Cheng adalah pilar hidupnya, kalau tidak ada Cheng Cheng, sedari awal ia sudah tidak ada lagi di dunia ini!


Tubuh keduanya basah kuyup, kelihatannya kasihan sekali, mobil yang lewat di jalanan jadi makin sedikit, Mu Xue rasa hatinya pun ikut mendingin, “Cheng Cheng…Cheng Cheng…”


“Ia tidak menginginkanku lagi… Anakku tidak menginginkanku lagi…” Mu Xue menengadah melihat langit yang gelap, kemudian ia tersenyum tipis, rasa sakit memancar dari matanya, hatinya sudah hancur sedari awal, saking tak berdayanya sampai seolah hatinya memiliki lubang hitam yang tak berdasar, lalu seolah dirinya kembali ke usia 17 tahun ketika ia kehilangan Mu Xiao, di usia 18 tahun di mana ia kehilangan anak kandungnya malam itu…


“Kenapa bahkan Tuhan pun tidak menginginkanku lagi?” Ia berteriak sedih, seolah terlalu banyak kesedihan, tapi ia pun tidak tahu bagaimana mengatakannya, wajahnya penuh dengan kepedihan yang tak bisa ditutupi…


“Xiao Xue” Qin Yinuo meletakkan tangan di bahu Mu Xue, lalu memeluknya, wajah Mu Xue menempel di dadanya, ketika tidak melihat wajahnya, barulah Qin Yinuo bisa mengontrol emosinya, ia sangat menyesal, di hari hujan seperti ini, Cheng Cheng pergi kemana?


“Qin Yinuo, kamu bajingan, bajingan…bajingan…” Mu Xue menangis sedih, ia bagai binatang kecil yang telah terluka, air matanya terus berjatuhan, ia saking tak berdayanya, saking sedihnya, kegelapan menyelimutinya, ia hanya bisa menangis sedih, anaknya hilang…


Kenapa? Kenapa? Kenapa Tuhan kejam sekali padanya? Kenapa selalu mengerjainya?


“Hu hu…” Di dalam sebuah lubang hitam, terkadang terdengar suara tangis anak kecil, “Hu Hu…aku ini anak liar, aku tidak punya daddy dan mami…Hu hu…”


“Cheng Cheng ini anak yang tidak diinginkan siapapun..hu hu…” wajah kecilnya penuh dengan air mata, ingus serta air matanya penuh, tubuh kecil bergulung di dalam sudut gelap, ia terus terisak.


“Cheng Cheng itu anak baik, kenapa harus kehilangan Cheng Cheng?”–


“Lepaskan! Aku mau cari anakku!” Mu Xue mendorongnya sekuat tenaga, berlari dengan menggila.


Di bawah hujan, tubuhnya yang kurus, seolah malah memiliki tenaga yang tak berkesudahan, Qin Yinuo rasa hatinya sakit sekali, bagai ditusuk jarum, beberapa tahun ini, wanita ini pasti menderita sekali.

__ADS_1


Tiba-tiba ia ingin memberitahu wanita ini tentang Tian Yu, tapi saat ini, ia hanya bisa mundur lagi, karena ia takut, ia takut wanita ini membencinya!


“Cheng Cheng…” Mu Xue berteriak tanpa terkendali, ekspresinya yang tak berdaya membuat orang yang melihatnya sakit hati.


Sudah lima tahun, ia sudah lima tahun bersama Cheng Cheng, seberapa banyak penderitaan, seberapa banyak air mata, seberapa banyak kebahagiaan, seberapa banyak rasa syukur, seberapa banyak kejutan, semunya sudah masuk ke dalam tulang dan darahnya.


Kalau bukan anak kandungnya memangnya kenapa? Ia mencintainya! Dia ini anaknya! Di dunia ini, mereka tidak memiliki hubungan darah, tapi sedari awal hubungan mereka sudah bagai darah daging, “Cheng Cheng! Jangan bersembunyi dari mami, oke? Mami salah, mami tidak akan bercanda lagi!”


Air mata Mu Xue terus mengalir, wajah kecil anak itu terus muncul di matanya, diantara orang yang berjalan di jalan, satu sosok anak kecil digandeng orang, diantara ketidakjelasan, Mu Xue berteriak: “Cheng Cheng…”


Ketika Qin Yinuo mengejarnya, ia sudah berlari ke arah orang yang berjalan di tengah jalan itu, ia berlari cepat sekali, tak memedulikan mobil yang lalu lalang.


Rasanya hati Qin Yinuo mencelos, “Mu Xue!”


Seemntara mobil yang melesat cepat kelihatannya takkan sempat untuk mengerem, hari yang gelap dan hujan yang turun, jalanan basah dan licin. Qin Yinuo berlari pergi, memeluknya, lalu mereka mengguling menjauh dari mobil itu, suara rem mobil yang nyaring terdengar.


“Mau mati ya!” Sopir itu mengulurkan kepalanya keluar dan memarahi, hampir saja tertabrak, “Dua orang gila! Kalau mau mati ya lompat dari gedung tinggi!”


Qin Yinuo meliriknya dengan tatapan tajam, lalu sopir itu langsung menutup mulutnya.


Mendengar suara rem yang nyaring, namun Mu Xue tetap tidak peduli, ia langsung bangkit dan tak peduli lagi pada tubuhnya yang basah kuyup, “Cheng Cheng, Cheng Cheng!”


Rasanya ia mengejar anak kecil itu bagai orang gila, “Cheng Cheng!”


“Eh! Xiao Xue, bukan! kamu salah kenal!” Qin Yinuo menggenggam pergelangan tangannya dengan erat, di bawah hujan besar, Mu Xue yang menggila membuat anak kecil itu kaget dan langsung menangis.


“Nyonya, kamu salah kenal!” Mami anak kecil itu menatap Mu Xue dengan penuh simpati, lalu membawa anaknya berjalan pergi.


Bukan!


Hati Mu Xue langsung berdenyut sakit.


“Xiao Xue Kita salah cari!” Qin Yinuo sadar karena anak kecil tetaplah anak kecil, ia tidak mungkin akan berlari terlalu cepat! “Kita pulang untuk mencari, pulang cari!”


Mata hitam Mu Xue menampakkan api menggila serta rasa kesepian. “Cheng Cheng…”


“Pulang dulu!” Suara rendah Qin Yinuo membawa rasa sakit hati.


Sementara Mu Xue tidak fokus lagi, ia membiarkan dirinya ditarik berjalan pergi ke dalam gang.


Kembali ke koridor, ia tidak melihat adanya orang, di dalam rumah juga tidak ada, mereka kan tinggal di lantai satu, Mu Xue langsung jatuh duduk di samping pintu, rambutnya yang basah kuyup menempel di pipinya, sepasang tangannya mengepal erat, kuku jarinya menusuk daging tangannya.


Qin Yinuo langsung menaikkan alisnya, pendengarannya bagus sekali. “Sst! Jangan bersuara!”


Mu Xue langsung menengadah, Qin Yinuo tiba-tiba berlari keluar.


Di lubang sebelah, terdengar suara tangisan lemah. Qin Yinuo langsung berlari masuk, “Cheng Cheng? Cheng Cheng?”


Lampu otomatis langsung menyala, Cheng Cheng merosot di bawah tangga, tubuhnya yang kecil bergetar, kelihatannya sebegitu kasihan.


Qin Yinuo langsung merasa sakit hati melihatnya, hatinya juga ikut berkedut, ia berjongkok, mengulurkan tangannya, mengeluarkan anak kecil itu dari dalam, lalu memeluknya. “Cheng Cheng, paman dan mami cuma bercanda, kamu itu anak mamimu, lihat saja sendiri kamu mirip sekali dengan mamimu!”


“Huhu…Paman…Bohong…” Anak itu terisak, “Cheng Cheng ini anak liar yang tak diinginkan siapapun…”

__ADS_1


__ADS_2