
Hello! Im an artic!
“Ini adalah hadiah Ayah untuk Song Qing Quan, anda lihat sendiri!” Yu jing lan mengambil sebuah buku diari yang sudah bertahun-tahun dari dalam kantong jas, berdiri dan meletakkannya di ranjang Du Li Ling.
Du Li Ling hanya melihat sejenak buku itu, mukanya langsung pucat, dia dengan tergesa-gesa mengambilnya, pada saat melihat sebuah puisi cinta, dia terbengong, mukanya semakin pucat, bibirnya menjadi ungu, berkata sendiri: “Benar-benar begini, dia benar-benar menyukainya! Benar-benar menyukainya….”
Hello! Im an artic!
Karena Du Li Ling dari awal ingin keluar dari rumah sakit, dia menarik monitor, saat ini, juga tidak bisa melihat detak jantungnya.
Yu jing lan melihat mukanya sangat parah, bibirnya gemetar, langsung berfirasat buruk. “Ibu, hatimu jangan begitu fluktuasi, aku tidak memberikan kepadamu, juga karena tidak tahu cara lain, memberikan kepadamu takut tubuhnya tidak dapat menahannya!”
Saat berkata, Du Li Ling dengat lurus membaringkan badannya ke belakang.
“Aaa!” Yu jing lan panik, dengan cepat berdiri, berteriak: “Cepat! Dokter cepat datang!”
Hello! Im an artic!
Yu jing lan menghembuskan nafas, menyimpan buku diari itu ke dalam kantongnya, melihat Ibu ditolong cepat lagi, Yu jing lan menghembuskan nafsnya lagi.
“Tuan Yu, pasien tidak bisa disinggung lagi, semua perkataan yang menyinggung mungkin akan membuat sakit jantungnya kambuh, dan akan mengakibatkan akibat yang lebih buruk, pada saat itu menyesal sudah tidak ada gunanya!” Dokter menegur dan mengatakan dengan mendalam kepada Yu jing lan .
Dia dengan dalam menhembuskan nafasnya, ekspresinya tenang, mengangukkan kepala, berkata: “Yang seharusnya datang pasti akan datang, sakit pendek daripada sakit panjang!”
Ini juga mengapa dia mengatakannya kepada Ibu, dia berharap dendam keluarga Yu dan keluarga Song berhenti di sini, jangan melukai orang lain lagi, semua orang sudah terlukai dengan parah, tidak bisa menanggung rintangan apapun lagi.
Saat dokter sekali lagi menolong Du Li Ling, Yu jing lan duduk di samping, waktu sudah jam 01.00 dini hari. Dia memegang tangan Ibu, Du Li Ling menutup mata, Yu jing lan tahu Ibunya tidak tertidur, sesudah dia ditolong dia sangat tenang, membuka mata, sepasang mata yang kosong, dengan segera memejamkannya lagi.
“Ibu, kita jangan meneruskannya lagi, bisa tidak?” Yu jing lan berkata dengan suara kecil: “Song Qing Quan tidak berbuat apa-apa, yang salah adalah Ayah, kamu dan aku, dia terus menerus bertahan, terus menerus menyerah, aku melukai kedua putrinya, Ibu! Saat mengetahui kebenaran, kesalahan aku terhadap Song Si Tong, terhadap Song Yin tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, apakah kamu bisa mengerti perasaanku?”
Du Li Ling tidak berkata apa-apa, sangat tenang.
“Ibu, Song Qing Quan jika dari awal mengatakan kebenarannya kepada aku, adegan sedih ini tidak akan terjadi. Rekaman Zhang Dong Chen ada masalah, diri Zhang Dong Chen sendiri mempunyai masalah, masalah ini masih tidak bisa diselesaikan sampai waktu mati, Ibu, kamu jangan keras kepala lagi, bisa tidak?”
“Apa aku salah?” Du Li Ling tiba-tiba berkata, dengan sangat tenang membuka matanya, melihat Yu jing lan , berkata lagi: “Apa kamu merasa aku benar-benar salah?”
“Ibu! Kita salah!” Yu jing lan berkata: “Bukankah kamu mengajariku, jika salah harus mengaku kesalahan?”
“Walaupun orientasi seksual Ayahmu bermasalah, tetapi juga benar-benar karena dia meninggal, mereka adalah kawan baik, dia juga tidak menyelesaikan dengan baik hubungannya dengan Ayahmu baru bisa membuat Ayahmu bunuh diri!”
“Jadi dia merasa bersalah, baru bisa mengatakan kepada aku saat aku ingin menikahi Song Yin, aku pasti kalah kepada dia, lagipula dia mengorbankan dirinya membuat aku salah paham kepada dia bahwa dia memperalat Song Yin sebagai buah caturnya! Membuat aku mengira di dunia ini ada Ayah yang menyakiti anaknya sendiri, itu adalah dia, walikota kota Feng.”
“Sampai hari ini aku baru tahu taktiknya sangat tinggi, rupanya dia khawatir Song Yin akan disakiti oleh aku dengan sangat dalam, karena dia sudah mengira jika aku tahu dia sangat menyayangi Song Yin, pasti akan melukai Song Yin lebih dalam. Tetapi dia mengatakan kepada aku, Song Yin hanya sebuah buah catur, mungkin dari awal aku hatiku sudah tersentuh oleh Song Yin, aku tidak rela benar-benar melukainya, aku selalu merasa dia tidak bersalah. Lagipula Song Qing Quan dari awal sepertinya sudah tahu, mungkin aku dan Song Yin akan mencintai satu sama lain! Dia menang, dia ingin Song Yin menyelesaikan dendam kedua keluarga kita, tetapi dia tidak terpikir kita begitu ekstrem, benar-benar menyiarkan rekaman itu, membuat sebuah kondisi yang tidak bisa tertolongi….”
__ADS_1
“Kamu keluar, aku ingin tenang sendiri dulu!” Du Li Ling membuka mulut dengan tenang.
Saat Yu jing lan memastikan angka di monitor tidak berombak, menganggukkan kepala. “Baik! Ibu, aku keluar, kamu berpikir lapang!”
Yu jing lan tidak bisa tenang, terpikir Song Yin dia merasa sakit hati.
Dia sendiri menanggung semua ini, anak itu mungkin adalah kepunyaannya, kalau tidak, dia bagaimana mungkin begitu terluka? Dia merasa menyesal, bersalah. Walaupun betapa benci betapa marah, juga tidak dapat menghilangkan rasa bersalah yang ada di hatinya, dia sepertinya tidak pernah melindunginya, dia tidak berhak menjadi suaminya, tidak berhak mencintainya. Arti dari cinta saja dia tidak mengerti.
Akhirnya, mata hitam yang tertutup itu terbuka kembali, matanya memerah, Yu jing lan berjalan menuju kamar pasien Song Qing Quan, saat dia tiba, Song Qing Quan kebetulan ingin ke toilet, perawat spesialis sedang membantunya, dia sangat sulit untuk pergi ke toilet, harus perlu bantuan orang lain, perawat spesialis adalah wanita, sedikit sulit memeluknya, Yu jing lan berkata kepada dia: “Aku saja!”
Kedatangan dia membuat Song Qing Quan sangat terkejut, matanya menoleh ke Yu jing lan , penuh dengan tanda tanya.
Yu jing lan tidak berkata apa-apa, memeluk dia, mengambil pot kencing, dengan suara serak berkata: “Aku bantu anda!”
Dia menggunakan Anda, sapaan yang hormat!
Song Qing Quan tiba-tiba tertawa, walaupun sudut mulut dia masih bengkok karena diakibatkan oleh stroke, tetapi terlihat, dia tertawa.
Yu jing lan dengan tajam menangkap senyuman dia itu, hatinya makin sedih, makin merasa bersalah.
Song Qing Quan pada bantuan Yu jing lan , menyelesaikan kencing, dia mengatakan kepada perawat spesialis: “Pergi ambil air, aku bantu dia mengelap badannya.”
Song Qing Quan berbaring di ranjang, dengan mata yang ramah menatap Yu jing lan .
Yu jing lan juga menatap dia, pandangan kedua pria bertatapan, mata Song Qing Quan penuh ramah tamah, melihhat Yu jing lan seperti melihat putra sendiri, ini adalah pandangan yang belum ada sebelumnya, hati Yu jing lan berdebar, jakun bergerak, merasakan sebuah rasa asam, dia menelan-nelan air liurnya, akhirnya membuka mulut: “Aku merasa bersalah kepada Anda!”
Yu jing lan terkejut. “Anda tidak menyalahkan aku?”
Song Qing Quan menganggukkan kepala.
“Tetapi aku dan Ibuku mencelakai Anda sampai begini, aku mencelakai Tong Tong sampai begitu, juga melukai Song Yin sangat dalam, apa Anda tidak menyalahkan kami?”
Song Qing Quan menganggukkan kepala lagi.
Hidung Yu jing lan merasa asam, pada saat ini, perawat spesialis membawa baskom air dan handuk bersih datang, Yu jing lan menyuruhnya pergi beristirahat, dirinya yang akan membantu Song Qing Quan mengelap badan.
Dia melakukan dengan sangat serius, sangat berhati-hati, mengelap bersih badannya, membantu menggantikan bajunya lagi, lalu duduk di situ, berbicara dengannya, mala mini, mereka tidak istirahat, Yu jing lan sedang menyesali perbuatannya kepada Song Qing Quan.
Saat hampir subuh, Song Qing Quan menunjuk laci yang ada di kamar pasien.
Yu jing lan membukanya, melihat dalamnya ada sepucuk surat, sampul surat tertulis— jing lan menantu menerima.
“Ayah….” Yu jing lan memanggil dengan suara kecil, saat ini, dia masih mengakui dia sebagai menantunya, sesudah dia melukainya dengan sangat dalam. Dia tidak pernah menganggapnya sebagai mertuanya, tetapi sekarang, sesudah bercerai dengan Song Yin, dia baru sadar, kesalahan dirinya sangat besar. Sesudah melihat hati toleran mertuanya, dia merasa dirinya begitu kekenak-kanakan, Yu jing lan tersedak berkata: “Anda tenang, aku akan memberikan kebahagiaan kepada Song Yin! Aku pasti akan mencintainya dengan baik!”
__ADS_1
Pergi dengan membawa surat itu pada dini hari, kembali ke kamar pasien melihat Ibu, dia tertidur. Yu jing lan kembali ke dalam mobil, membuka surat itu.
Hurufnya sangat bengkok, tetapi sangat serius. Terlihat ini adalah surat pertama setelah Song Qing Quan sakit.
jing lan :
Menantuku, saat kamu melihat surat ini aku berpikir kamu mungkin sudah tahu kebenaran dari hal itu, maafkan aku tidak pernah mengatakan apapun kepadamu, membuat kamu sakit hati berjuang begitu lama.
Ayahmu adalah kawan baik di kehidupanku, Kakak beradik, persaudaraan di antara kami tidak akan berubah selamanya, tidak karena seluruh sebab berubah, janji aku kepadanya, tidak pernah terlupakan, aku menepati janjiku kepadanya, tidak akan mengatakan seluruh halnya.
jing lan , kamu adalah anak Yi Tian, juga seperti anakku, berkata sejujurnya, harapan aku kepadamu lebih dalam daripada harapan aku terhadap kedua putriku itu, aku meminta maaf atas kedua putriku. Tong Tong adalah seorang yang terus terang, ada apa berkata apa, lagipula sangat suka menentang, aku tahu, kalian tidak akan bersama dengan lama. Jadi, pada akhirnya kalian putus. Berkaitan dengan putusnya hubungan kalian, aku tidak menyalahkanmu! Rekaman itu juga tidak menyalahkanmu, jika ingin disalahkan hanya bisa menyalahkan takdir! Menjadi begitu lama pegawai negri, aku tidak seharusnya takhayul, tetapi aku percaya akan takdir! Kamu juga jangan menyalahkan dirimu lagi, itu adalah takdir Tong Tong! Anak itu suka menantang, cepat atau lambat harus menanggung akibat dari perbuatannya itu.
Dan Yin Yin adalah anak yang luarnya lemah lembut, tetapi dalam hatinya keras, apapun ditahan dalam hatinya, dia cocok menjadi istrimu, aku setuju dengan kalian berdua, aku juga percaya kamu akan jatuh cinta kepada putriku. Hanya, tidak terpikir, kalian juga bercerai! Semuanya ini mungkin adalah takdir!
Saat menulis surat ini aku tidak tahu apakah kamu masih ingin bersama dengan putriku, jika bisa bersama, hargailah, tidak bisa bersama juga jangan dipaksakan, jangan karena merasa bersalah kepada keluarga kami lalu menyakiti dirimu sendiri!
Tidak peduli kapanpun, kamu seperti anakku sendiri, perasaan aku kepadamu, tidak akan kurang dari putriku selamanya….
Yu jing lan melihat surat ini, hatinya timbul berbagai rasa, dia tidak berhati yang toleran seperti ini, dia merasa hatinya begitu sempit, begitu menyedihkan.
Pagi-pagi, dia bergegas ke rumah Song.
Tidak terpikir setelah mengetuk pintu, Lan Xin melihat dia, menghembuskan nafas. “Ingin apa kamu datang?”
“Ibu! Aku datang menjemput Song Yin!” Yu jing lan dengan jujur berkata: “Aku sudah tahu kesalahanku, lagipula Song Yin sudah hamil, Ibu, biarkan aku melihat dia, bisa tidak?”
“Hamil? Dia benar-benar hamil?” Lan Xin tertegun, segera naik ke atas mencari Song Yin, Yu jing lan juga ikut naik.
Saat membuka pintu kamar, baru sadar, selimut dilipat dengan sangat rapi, di atas selimut diletakkan sepucuk surat.
Kedua orang itu terkejut.
Song Yin hilang, dia meninggalkan sepucuk surat, mengatakan dirinya pergi menenangkan hati dulu, Ibu jangan khawatir, jaga baik-baik Ayah, dia akan pulang, hanya dalam waktu singkat dia akan berada di luar sana.
“Dia pergi ke mana?” Yu jing lan hanya merasa jantungnya sudah di pegang erat-erat.
Dia mengangkat telepon, dengan tergesa-gesa menelepon Song Yin.
Telepon bordering, tetapi deringan telepon muncul di dalam kamar tidur!
Dia tidak membawa telepon.
“Dia ini sebenarnya pergi ke mana?” Xin Lan juga panik, “Apa yang terjadi pada kalian? Dia kenapa tidak memberitahu kepada aku dia hamil? jing lan , ada apa dengan kalian?”
__ADS_1
“Ibu, aku pasti akan mencari Yin Yin kembali! Anda tenang saja!” Yu jing lan melangkahkan kakinya berlari keluar, dia pergi ke mana? Apakah dia sudah pasrah dengan dirinya itu?
Duduk di kereta rel menuju kota R, Song Yin sangat tenang.