AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 55 Keadaan Emergency


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tidak, sebenarnya dia cukup baik terhadapku!” jawab Mu Xue.


“Kamu saja yang terlalu baik makanya dia bertindak semena-mena kepadamu!” ujar Wu JIngxuan dengan tertawa, “Sudah, tidur sana! Aku akan membangunkanmu jika para atasan sudah datang.”


Hello! Im an artic!


“Baiklah.” Mu Xue beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaganya.


Waktu telah menunjukkan pukul 6.


Semua telah disiapkan dengan sangat sempurna, namun sayangnya ada masalah di bagian model. Mereka kekurangan seorang model.


“Tuan Xiao, bagaimana ini? Kita kekurangan seorang model!” ujar Wu Jingxuan.


Hello! Im an artic!


“Nona Wu ini semua adalah kecelakaan!”


“Aku tidak perduli, kamu harus bertanggung jawab!”


“Nona Wu, kami pun tidak mengharapkan seperti ini. Kekurangan seorang model tidak akan berakibat besar.”


Pertengkaran ini membangunkan Mu Xue dari tidurnya. “Ada apa ini? Tanya Mu Xue.


“Kaki Tina keseleo, mereka tidak ada model cadangan. Kita kekurangan satu orang!” ujar Wu Jingxuan dengan kesal.

__ADS_1


“Aku akan coba menelepon agency lain untuk menanyakannya,” ujar Mu Xue.


Wu Jingxuan mendapatkan ide, “Mu Xue, kamu saja yang menggantikan model itu!”


“Aku?”


“Iya. Acara ini adalah acara penting. Sebagai penanggung jawab, kita berdua tidak bisa membiarkan acara ini sampai gagal!” “Aku, tapi aku tidak bisa…,” ujar Mu Xue hampir menangis.


“Sudah, jangan takut! Percaya kepadaku!” ujar Wu Jingxuan.


Malam telah tiba, para wartawan dan tamu sudah hadir.


Acara hampir dimulai namun Qin Yinuo tidak menemukan Mu Xue.


Waktu menunjukkan pukul 7.50. Wu Jingxuan beranjak ke belakang panggung untuk menenangkan Mu Xue, “Xiao Xue, tidak usah pikirkan bagaimana kamu harus berjalan. Santai dan bayangkan saja hal-hal yang dapat membuatmu rileks. Kamu pasti bisa!”


“Giliranmu sekarang!” teriak seseorang.


Mu Xue berjalan keluar panggung. Otaknya seperti selembar kertas putih, dia tidak dapat memikirkan hal apapun lagi.


Namun ketika melihat para penonton dia mulai merasa tenang. Bukankah hanya berjalan? Apa susahnya?


Tiba-tiba kepercayaan dirinya mulai muncul. Dengan tersenyum dia berjalan menyusuri panggung tersebut.


“Wah! Nuo, bukankah itu … itu … Xiao Xue?” Ceng Li berteriak.


Qin Yinuo tidak menyangka Mu Xue akan muncul di atas panggung.

__ADS_1


“Nuo, bagaimana dia bisa berada di atas panggung?” Ceng Li merasa sangat terkejut.


“Ide Wu Jingxuan?” Qin Yinuo menebak.


Satu jam kemudian acara catwalk pun selesai. Acara tersebut dapat dikatakan sangat berhasil.


Para wartawan berbondong menuju ke belakang panggung untuk mewawancarai Mu Xue, namun siapa sangka terdapat belasan penjaga yang menjaga di belakang panggung.


“Xiao Xue, bagus sekali!” Wu Jingxuan memujinya.


Mu Xue telah mengganti pakainnya, “Aku akan melanjutkan pekerjaanku yang lainnya.”


Bab selanjutnya Bab 56 Sebuah Perintah


“Xiao Xue, bos mencarimu!” Xiang Jing memanggilnya.


“Baik!” Mu Xue menganggukkan kepala, “Di mana dia?”


“Mobil!”


Mu Xue beranjak pergi untuk menemui Qin Yinuo. Dia masuk ke dalam mobil tersebut. Ketika Mu Xue masuk, Qin Yinuo memerintahkan supir untuk menyetir mobil tersebut.


“Pak, pekerjaanku masih belum selesai!” ujar Mu Xie dengan tenang melihat Qin Yinuo yang ingin membawanya pergi.


Qin Yinuo menatapnya, “Pak, aku masih harus bekerja,” Mu Xue kembali mengulang kalimatnya.


Dia tidak menghiraukan Mu Xue dan menganggapnya sebagai angin lalu.

__ADS_1


“Berhenti!” teriak Mu Xue.


__ADS_2