
Hello! Im an artic!
“Minggir, jangan menghalangi jalan!”
Dia menatapnya dengan bingung untuk beberapa saat sebelum berkata, “Apakah kamu mau menambah masalah untukku?”
Hello! Im an artic!
“Siapa yang menambah masalah untukmu?” Dia balik bertanya, “Heng! Kamu masih tidak merendah karena tidak perjaka lagi, kamu pikir kamu siapa?”
“Aku adalah seorang pria!” Dia berkata.
“Aku tahu! Kamu tidak perlu memberitahu karena aku tahu jika kamu adalah seorang pria!” Dia melihatnya, “Jika seperti itu, kamu tidur bersama berapa banyak wanita sebelum kenal denganku?”
Dia meletakkan tangan di pinggangnya sambil menatapnya dan dia menemukan jika dia benar-benar tinggi sehingga dia harus menghadapkan wajahnya ke atas ketika bicara dengannya.
Hello! Im an artic!
Feng Baiyi sangat kesal karena pertanyaan Su Yan, dia berkata, “Apakah kamu bisa tidak bikin onar? Apakah kamu ingin melihat video mesra Rong Hanchi dan Feng Linger tersebar keluar?”
“Ini dua masalah yang berbeda, minggir!” Dia berusaha keluar, “Aku tidak mau bicara denganmu sekarang dan tidak ingin bicara denganmu karena hatiku merasa tidak nyaman, minggir kamu, jangan bilang aku menambah masalah buatmu, alangkah baiknya jika kamu tidak menambah masalah untukku!”
Kebetulan telepon Feng Baiyi berbunyi pada saat ini dan dia mengangkatnya maka melepaskannya dan berjalan keluar.
Dia melihatnya pergi buru-buru maka Su Yan marah dan berkata, “Heng! Aku benci kamu, benci! Mengapa hatiku merasa sedih sekali?”
Apakah dia benar-benar tidak masuk akal? Dia sedang bertanya pada dirinya sendiri. Karena dia baru mengenalnya tapi hatinya sedih ketika dia memikirkan jika dia telah melakukannya bersama banyak wanita lain, hatinya tidak nyaman!
Su Yan juga turun tapi dia pergi membeli DVD dan kebetulan bertemu Chen Huilun sewaktu pulang.
Ekspresi Chen Huilun berubah dan menyapanya sambil tersenyum, “Su Yan, kebetulan sekali!”
“Benar! Kak Chen! Kita selalu bisa bertemu!” Su Yan tertawa.
“Apakah kamu mau naik?” Chen Huilun bertanya.
“Iya!” Su Yan mengangguk, “Aku membeli DVD dan aku ingin pulang menontonnya!”
“Benarkah? Film apa? Aku juga sudah lama tidak menonton film!” Chen Huilun berkata sambil merangkul tangan Su Yan, “Ayo, kita nonton bersama, membosankan sekali jika kamu menontonnya sendiri!”
“Baik!” Su Yan menyunggingkan mulutnya dan diam-diam berkata dalam hati, aku harap kamu tidak akan menyesal!
Semua film yang dia beli adalah film hantu!
Semuanya adalah film hantu yang menyeramkan, semoga wanita seperti Chen Huilun tidak takut!
Setelah masuk dan menutup pintunya, mata Chen Huilun tanpa sadar melihat sekeliling, Su Yan membuka TV dan DVD player kemudian pergi menutup gordennya sehingga ruangan terasa gelap ketika gordennya ditutup.
Chen Huilun merasa bingung, “Kenapa harus ditutup?”
Chen Huilun duduk di sofa dan dia segera mengeluarkan sesuatu lalu menempelkannya di bawah meja sewaktu Su Yan tidak memperhatikannya, semuanya ini dilakukan diam-diam! Setelah selesai, Su Yan berjalan dari arah balkon.
“Lebih asyik jika ditutup!” Su Yan kembali dan memasukkan DVD ke dalam player, “Suasana seperti ini baru cocok untuk menonton!”
Setelah itu terdengar suara yang seram yang membuat Chen Huilun kaget, “Ah…..”
“Kak Chen, aku menonton film hantu, apakah kamu yakin mau menontonnya?” Su Yan tertawa melihat Chen Huilun kaget.
__ADS_1
Wajahnya terlihat pucat sambil menunjuk adegan di layar, ada seorang hantu wanita yang lidahnya sangat panjang dan matanya penuh darah yang sedang merangkak keluar dari TV, ” Ah….. aku tidak mau menontonnya lagi!”
Chen Huilun berteriak sambil berlari keluar.
“Kak Chen, kenapa kamu penakut sekali? Haha….. aku tidak antar ya!” Su Yan duduk di atas sofa sambil menikmati filmnya sambil memeluk guling. Layar yang lebar dan DVD palyer di bawahnya, di layar ada hantu wanita dan terdengar suara efek yang menakutkan.
Wajah Chen Huilun terlihat pucat ketika dia keluar dari apartemen Feng Baiyi karena dia tidak menyangka Su Yan akan menonton film horor, dasar, gadis busuk ini benar-benar tidak mudah.
Feng Baiyi baru pulang pada malam hari tapi dia langsung mendengar suara yang mengerikan ketika dia masuk dan seluruh ruangan gelap gulita.
Dia membuka lampunya!
Dia melihat Su Yan tertidur di sofa dan TV sedang memutar film hantu.
Feng Baiyi kaget dan tidak berdaya, dia benar-benar tidak berdaya, gadis ini bahkan bisa ketiduran sewaktu menonton film horor!
Su Yan membuka matanya mungkin karena lampunya terlalu terang atau karena mata seseorang yang terlalu tajam dan bertatapan dengan Feng Baiyi.
Dia melihatnya lalu melihat ke arah TV.
Dia mencibir.
Dia juga tidak bicara.
Dia mengangkat kepalanya dan melihat Feng Baiyi berdiri di sana dan melipat tangannya di depan dadanya sambil menatapnya.
Dia meregangkan badannya dan melihat jika sudah jam delapan malam, dia belum makan dan perutnya berbunyi.
“Masih belum makan?” Dia mengerutkan keningnya.
Dia tiba-tiba berjongkok di depannya, mata yang dingin terlihat bersinar menatapnya, “Masih marah? Apakah kamu begitu mempermasalahkannya?”
Jantung Su Yan berdetak kencang karena jaraknya sangat dekat dengan suasana gelap dan film hantu yang aneh, dia tidak berani bergerak sambil menatap matanya.
Dia melihatnya untuk beberapa saat sehingga dia merasa tidak nyaman karena tatapan matanya, tapi sepertinya bukan takut tapi tidak tenang, hanya merasa tidak tenang saja. Dia tersenyum melihatnya, “Kamu…..”
Dia menggelengkan kepalanya, “Sudah, jangan nonton lagi, kamu mau makan apa?”
“Heng! Ingin makan perjaka!” Dia berkata dengan sedih, “Mengapa aku tidak bertemu dengan pria perjaka? Tidak adil!”
Tapi kekesalannya berkurang banyak melihatnya kembali dengan sikap yang baik. Tapi ketika dia mengatakan ini, dia melihat ada jejak kemarahan di matanya.
“Kenapa? Apakah memikirkannya juga tidak boleh?” Dia balik bertanya, dia mematikan TV dan menyalakan lampunya.
“Apakah kamu benar-benar harus memancing emosiku?”
Dia melihat wajahnya masih bersahabat maka Su Yan tidak tahan untuk berkata, “Aku yang sedang marah, aku marah sehingga masih belum makan? Kamu beruntung karena mendapatkan wanita polos dan baik sepertiku, mengapa kamu masih marah? Sebenarnya siapa yang membuat siapa marah? Aku yang sedang marah tahu?”
Dia melihat Su Yan untuk waktu yang lama dan berkata, “Apakah kamu benar-benar begitu mempermasalahkannya?”
Suaranya sangat pelan yang membuat merinding.
“Tentu saja! Aku tanya kepadamu, apakah kamu akan mempermasalahkannya jika aku bukan perawan?” Dia balik bertanya.
“Ya.” Dia mengangguk dengan tidak jelas, “Iya!”
“Makanya, apakah aku tidak boleh merasa kesal? Apakah kamu akan mati jika membujukku?”
__ADS_1
Dia memalingkan kepalanya tapi tetap tidak bicara.
Suaranya terus meninggi, “Apakah aku tidak boleh bertanya? Kamu tidak benar tapi orang tidak boleh bertanya?”
Dia tetap tidak bicara.
“Kamu tidak bisa mengatakan apa-apa bukan?”
Ekspresi wajahnya sangat jelek.
“Apakah setelah kamu memakanku aku tidak boleh menanyakannya?” Su Yan semakin emosi dan dia merasa puas setelah melihatnya tidak bicara maka dia mengganti topik dan bertanya, “Bagaimana dengan masalah video itu? Siapa yang melakukannya? Apakah sudah menemukannya?”
Feng Baiyi menunduk dan tiba-tiba menciumnya dengan dalam, ciuman itu sangat lama seperti tidak akan selesai dan dia baru melepaskannya setelah beberapa saat.
Dia merasa marah karena bibirnya merasa sakit, “Feng Baiyi, mengapa kamu menciumku seperti itu?”
“Apa yang harus aku lakukan?” Dia benar-benar tidak berdaya menghadapinya tapi sangat menyayanginya.
“Heng! Kamu jangan pikir aku akan memaafkanmu dengan melakukan ini!” Su Yan mendengus dingin lalu memalingkan wajahnya, bibirnya merasa sakit dan bengkak karena ciumannya, “Kamu wanita bodoh!” Feng Baiyi menghela napas tanpa daya.
“Kamu barusan mencium wanita bodoh maka kamu lebih bodoh!” Dia melawannya, “Aku sangat membencimu karena aku juga mau perjakamu! Kenapa kamu tidak menyimpannya untukku?”
Wajahnya menjadi merah dan dia berusaha terlihat tegar dan mau berpura-pura bermurah hati tapi matanya menjadi merah. Dia juga tidak tahu mengapa dirinya menjadi selemah ini dan berubah menjadi sepelit ini, berubah menjadi begitu peduli tapi semua ini adalah kata dari dalam hatinya, dia tidak ingin menutupinya karena hatinya berpkir seperti itu.
Dia merasa simpati melihat kerapuhannya.
Dia menyentuh bibirnya sambil menyipitkan mata melihat matanya yang berair, dia berkata untuk waktu yang lama, “Apakah karena teknikku kurang bagus? Apakah kamu merasa aku orang yang tidak bertanggung jawab?”
“Apa maksudnya?” Dia menghentikan air matanya sambil menatapnya dengan kaget.
“Maksudnya adalah kamu sangat bodoh, sangat sangat bodoh…..” Dia mencium bibirnya sekali lagi dengan lembut.
Tapi dia sama sekali tidak mengerti maksudnya?
“Apakah kamu sudah lapar?” Suaranya terdengar membingungkan, “Setelah masak kita coba ukuran besar itu!”
“Hah! Feng Baiyi, dasar kamu, apakah kamu begitu cabul setiap hari? Kamu membeli begitu banyak ******, apakah kamu seorang distributor?” Su Yan mendorongnya dan duduk di sofa dengan malu.
Dia hanya tersenyum lalu pergi memasak di dapur!
Su Yan masih bicara sendiri ketika duduk di sofa pada keesokan harinya, “Apa maksudnya? Apakah dia memberikan perjakanya kepadaku?”
Hari senin setelah selesai kelas, Feng Baiyi tidak pergi menjemputnya karena ada urusan di kota H dan menyuruh sopir mengantarnya pulang ke apartemen.
Pintu lift baru terbuka dan dia melihat Chen Huilun yang sedang memegang dua kantong besar, dia pergi buru-buru.
“Halo! Kak Chen, apakah kamu mau pergi?’ Su Yan menyapanya.
“Oh! Su Yan sudah pulang, benar, aku merapikan barang yang ditinggalkan Yi di rumahku dulu, aku mau membuangnya karena tidak berguna lagi.” Chen Huilun mau pergi sambil membawa barang-barang itu.
Tidak tahu apakah kantongnya yang tidak bagus atau dia sengaja melakukannya, sebuah kantong jatuh ke lantai sehingga setumpuk barang berserakan.
Su Yan kaget karena dia mengatakan akan membuang barang Yi, dia kaget karena melihat di lantai ada beberapa kotak ****** ukuran besar.
“Ah!” Chen Huilun merasa canggung lalu dia segera memungutnya dan berkata, “Kamu lihat, aku ceroboh sekali!”
Tatapan Su Yan membeku tapi dia tidak mengatakan apa-apa.
__ADS_1