
Hello! Im an artic!
Jelas sekali, tamu itu adalah seorang pria, dan lagi tamu pria yang menginginkan Mu Xue. “Nona, apa nama Anda?”
Mu Xue tersenyum, “Tuan, silahkan makan di lantai dua!”
Hello! Im an artic!
“Nona beritahu aku namamu maka aku langsung naik! Ini adalah kartu namaku.” Pria itu kelihatannya percaya diri sekali, sambil berkata ia mengeluarkan kartu namanya, Mu Xue tidak menerimanya, maka orang itu langsung menyematkannya dalam tangan Mu Xue, sementara Mu Xue kagetnya sampai langsung menarik tangannya kembali, tapi tangannya langsung ditangkap oleh pria itu.
“Tuan!” Mu Xue tersenyum, berharap orang itu bisa menahan diri. “Harap lepaskan!”
Di lantai atas, Qin Yinuo melihat kejadian ini dari jauh, wajahnya langsung muram.
Ia berjalan turun dengan langkah besar-besar, datang ke samping mereka.
Hello! Im an artic!
Begitu orang itu melihat Qin Yinuo yang , ia langsung merasa aneh, “Kamu ngapain?”
Mu Xue menghindar, begitu berbalik tatapannya langsung bertemu dengan sepasang mata yang galak, hanya saja ia menatapi orang di samping Mu Xue, bukan dirinya.
Ketika ia tertegun, Qin Yinuo langsung menarik pergelangan tangannya, lalu satu tangan lainnya menarik pergelangan tangan orang tersebut, kemudian meremas kuat pergelangan tangan orang tersebut, dan ia melepaskan tangan Mu Xue. Saat ini barulah Qin Yinuo menarik Mu Xue ke belakangnya, berkata pada orang tersebut: “Ia tidak menginginkan kartu namamu, memangnya kamu tidak tahu?”
“Apa hubungannya denganmu?” Orang itu menelan ludah, tapi begitu melihat aura Qin Yinuo, orang itu akhirnya pergi dengan tidak rela.
Mu Xue berdiri di belakangnya, hatinya rumit sekali, berdiri di hall pada hari pertama, ia tak tahu bagaimana mengatasi situasi ini. Qin Yinuo membantunya mengurusi masalah ini, kalau tidak orangnya entah sudah diapakan orang itu, dalam suatu waktu, perasaannya pada pria ini rumit sekali, dan di situasi ini mereka berdua lagi-lagi jadi aneh.
Qin Yinuo membalikkan tubuhnya, tidak berkata-kata, malah memanfaatkan kesempatan ini untuk melihatnya lebih dekat.
“Terima kasih!” Mu Xue berkata dengan suara rendah.
“Ikuti aku!” Ia menarik meraih pergelangan tangannya sekali lagi, lalu menariknya berjalan keluar.
“Hei! kamu lepaskan, aku sedang kerja!” Mu Xue berteriak dengan nyaring.
“Tidak perlu kerja lagi!” Ia berkata dengan nada rendah.
Mu Xue menatapi sosok punggungnya yang ramping, ia menariknya keluar dengan langkah besar-besar, para satpam yang berjaga di pintu luar melihatnya pun jadi tak bisa berkata-kata, bisa langsung menebak kesulitan yang tengah dihadapi Mu Xiang.
Sebenarnya pria ini ingin berbuat apa? Dalam hatinya ia selalu tidak jelas dengan alasan kemunculan pria ini, ia selalu datang tiba-tiba dan melakukan hal yang aneh.
Sampai ia memasukkan Mu Xiang ke dalam mobilnya, bugatti tersebut melesat di jalanan, akhirnya Mu Xue menyerah untuk melawan.
“Cheng Cheng di mana?” Ia tiba-tiba bertanya.
“Kamu mau ngapain?” Ia bertanya dengan was-was.
“Pergi menjemputnya!” Qin Yinuo tahu kejadian semalam karena dirinya, ia membuat Mu Xue mengatakan rahasianya, ia sudah menyuruh orang untuk pergi memeriksa kehidupan Mu Xue selama lima tahun terakhir, maka cepat sekali ia sudah tahu apa yang dialami wanita ini selama lima tahun ini.
“Menjemputnya untuk apa?” Ia tidak mengerti, melototinya. Begitu melihat bulu mata hitam dan lebat yang menutupi sepasang mata tajamnya itu, rasanya matanya malah memancarkan sebuah sinar yang berkilat.
Qin Yinuo sambil menyetir sambil merokok, ia sudah mengisap dua batang.
__ADS_1
Bau nikotin menyebar, Mu Xue menatapinya sambil melongo, untuk sesaat ia melamun.
“Memang kamu tenang, semalam setelah ia menangis begitu lama, kamu membiarkannya seorang diri di TK?” Qin Yinuo berkata, suara dinginnya terdengar ragu.
Mu Xue langsung tersadar, sambil menggigit bibir ia berkata: “Kalau tidak tenang masih bisa bagaimana lagi? Sudah jadi begini!”
Ia memuntahkan kepulan asap putih, berkata pelan, “Alamat, beritahu aku alamat!”
“Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan? Qin Yinuo!” Ia bertanya.
Pria itu malah menjawab dengan hambar: “Memang tidak boleh kalau aku peduli sedikit padanya?”
Mendengar kalimatnya, ia menatapi wajah yang rasanya minta dipukul itu, wajah yang bisa memabukkan jutaan wanita, tapi saat ini rasanya ia ingin merobek wajahnya, meletakkannya di lantai, lalu menginjak-injaknya berkali-kali, barulah dikembalikan ke kepalanya, lihat saja apakah ia masih bisa searogan ini!
“Anakku tak perlu dipedulikan orang lain!” Ia berkata dengan tidak senang, tidak mengerti mengapa dirinya selalu bertemu orang ini, emosi Mu Xue memang jelek sekali.
“Kalau ini sih perlu tanya anakmu! Atau mungkin ia membutuhkan seorang daddy, dengan begitu, baru sehat untuk pertumbuhan seorang anak!” Ia berkata. Dirinya merokok, mengemudi, berbicara, melakukan ketiganya sekaligus.
Mu Xue tertegun, apa maksudnya?
Membutuhkan seorang daddy?
Bukannya ini akan ada dengan sendirinya kalau berjodoh? Dan lagi, kalau anaknya tidak memiliki seorang daddy apa hubungannya dengannya?
Ia tidak berniat, sejak dulu tidak berniat mencari seorang daddy untuk anaknya, tenggorokan Mu Xue tertekan, ia menahan emosinya, “Kamu katakanlah! Sebenarnya kamu ingin bagaimana! Qin Yinuo! Anakku perlu seorang daddy atau tidak itu urusan kami, tak ada hubungannya denganmu kan? kamu tidak merasa ya tindakanmu yang begitu akan memengaruhi hidup orang lain?”
Pria yang menyebalkan ini, kenapa tidak kunjung lenyap saja.
Baru bilang kalau mereka tidak akan saling mengenali satu sama lain ketika bertemu, tapi kenapa sekarang ia langsung datang ke restoran untuk mengganggunya! Dan lagi sekarang ia tidak tahu apa tujuannya, kalau diganggu dengan mendapat imbalan sih boleh, tapi kan tidak ada? Pria ini tidak kekurangan uang, tidak kekurangan wanita, Mu Xue benar-benar tidak tahu apa maksudnya? Jangan-jangan orang kaya itu kerjaannya mengganggu orang-orang?
“Benar kah? Kenapa aku tidak merasa menganggu hidupmu? Ada kah?” Suaranya tersembunyi rasa aneh yang misterius.
“Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?” Mu Xue mendengus dingin.
“Ingin menjadi daddy Cheng Cheng!” Qin Yinuo berkata dengan santai.
“…” Mu Xue melongo.
“Jangan salah paham! Aku tidak hendak mengejarmu!” Qin Yinuo menambahkan dengan anehnya. “Ini adalah dua hal yang berbeda!”
Wajahnya memerah. Ternyata pikirannya berlebihan! Untung saja ia tidak menanyakannya.
“Maksudku adalah, aku ingin memberi kasih ayah pada anakmu, tapi bukannya ingin memberi kasih cinta antara pria dan wanita padamu, aku tidak suka cinta, aku selalu langsung naik ranjang, kalau kamu butuh, aku bisa sekalian membantumu!”
Wajahnya memerah luar biasa, tapi ini karena marah. Kenapa pria ini sangat tidak bisa berkata-kata? Ia berbeda sekali dengan imagenya dulu, ia sama sekali telah memutarbalikkan image seorang Presiden Qin!
“Aku tidak punya waktu untuk ribut-ribut denganmu!” Mu Xue memutar bola matanya, “Kamu jangan ganggu kami lagi, anakku kuat sekali, ia tidak butuh seorang daddy!”
“Itu harus tergantung Cheng Cheng sendiri!” Rokok membakar pelan diantara jari Qin Yinuo, sudah membakar habis ke puntungnya. Ia bahkan sudah lupa untuk mengisapnya.
“Puntung rokokmu sudah hampir jatuh!” Mu Xiang mengingatkan sambil menggertakkan gigi.
“Eh!” Qin Yinuo menggoyangkan rokoknya, langsung menjatuhkan puntung rokok itu di asbak dalam mobil.
__ADS_1
“Kalau begitu sudah fix, beritahu alamatnya padaku, jangan biarkan aku bertanya untuk ketiga kalinya, atau kamu coba saja!” Nada suaranya tetap tenang, tapi untuk sesaat langsung membuat Mu Xue merasa dingin.
Kedinginan ini, membuatnya terpaksa mengatakan alamat tersebut.
Tapi dalam hatinya ia sangat tidak nyaman, ia berkata dingin, “Tuan Qin! Aku tidak tahu aku telah bersalah di bagian mana padamu, kenapa Anda senang sekali mempermainkanku, tapi sekarang aku sudah tidak bekerja di tempatmu, bukan anggota perusahaan Qin,bisa tidak anda jangan seperhatian ini padaku dan anakku?”
“Tidak bisa!” Ia terus mengemudi.
Sialan, bahkan ketika memegang kemudi pun pria ini ganteng sekali.
“Qin Yinuo!” Ia marah, meneriakkan namanya, “Bisa tidak kamu jangan terus menggangguku lagi? Aku sudah diganggu habis-habisan olehmu! Kalau bukan karena kau, Cheng Cheng tidak akan tahu, kalau anakku memiliki trauma, akan kukutuk kamu selamanya!”
“Trauma itu bisa disembuhkan dengan kelembutan, asal kita memberikannya kehangatan, akan meleleh pelan-pelan!” Qin Yinuo menghela nafas perlahan, lalu menaikkan sudut bibirnya, berkata santai, “Sekarang aku ini ingin membawanya pergi bermain! Kalau kamu tidak ingin pergi, kamu bisa turun dari mobl, kembali ke restoran dan biarkan para pria bermain-main denganmu!”
Atas dasar apa ia membawa anaknya pergi bermain? Ia kira dirinya siapa?
“Jangan harap kamu ingin membawa anakku pergi keluar seorang diri!” Ia tidak percaya pada Qin Yinuo, ia tidak tahu apa tujuan sebenarnya orang ini, astaga, kepalanya sudah mau pecah!
“Kalau begitu menurut lah! Aku suka wanita penurut!” Ekspresinya santai, tapi kata-kata yang dikeluarkannya membuat orang ingin muntah darah.
Melihat wajahnya yang ganteng, Mu Xue merasa hatinya jadi berdenyut, ia kesal, tiba-tiba ia tersadar. Kenapa dirinya bisa terpancing emosinya semudah ini oleh pria ini, kenapa setiap kali bertemu dengannya, dirinya bukan lagi Mu Xue yang diam itu?
Cepat sekali, ia menenagkan emosinya, maka ia juga jadi dingin. “Presiden Qin, terima kasih atas kasihmu itu, kamu juga punya anakmu sendiri, kalau kamu menginginkan rasanya memberi kasih ayah, kamu bisa mencari Tian Yu, bukannya Cheng Cheng!”
“Ya! Benar juga, kalau begitu sekalian kita jemput TIan Yu, hari ini tidak kerja, aku bawa dua anak ini keluar main!” Ia mengatakan, “Ya! Idemu ini bagus sekali, maka begitu saja!”
“Qin Yinuo!” Tiba-tiba wajahnya jadi murung lagi.
Tenang. Tenang. Tarik nafas dalam-dalam.
Mendengar suara nafasnya yang tidak tenang, Qin Yinuo tersenyum, ia marah kah? Rasanya dirinya tidak mengatakan apapun? “Jangan-jangan kamu tidak menginginkan anakku Tian Yu merasakan kasih ibu? Mu Xue, lebih baik kita buat suatu kesepakatan, kita tidak akan saling berhutang pada siapa pun, kuberi kasih ayah pada anakmu, dan kamu juga memberi kasih ibu pada anakku, ini adil kan?”
“Kalau kamu ingin memberi kasih ibu pada Tian Yu, kamu bisa pergi menikah, cari wanita lembut dan baik hati untuk menjaganya!”
“Kalau begitu kenapa kamu tidak mencari seorang pria? Kenapa kamu tidak menikah dengan seorang pria? Selama beberapa tahun ini kamu menjaga anak seorang diri, untuk apa kamu bersusah payah begitu?” Kata-katanya berat sekali, langsung memecah masuk ke dalam hati Mu Xue, membuat telinganya berdengung.
“Aku tidak berhak!” Ia membuang mukanya, menatap pada pemandangan jalanan diluar jendela, hatinya malah seolah dipenuhi asap tebal. Sejak ia kehilangan kepolosan dirinya di usia tujuh belas tahun dulu, ia sudah kehilangan hak untuk ini!
Tangan Qin Yinuo yang memegang setir langsung mengerat, setelah terdiam sesaat, ia berkata pelan: “Kamu punya trauma dalam dirimu?”
“…” Itu adalah rahasia yang dikubur dalam-dalam di hatinya, ia tidak akan memberitahukan pada siapapun, selamanya tidak akan memberitahukannya pada siapapun, hanya tiga bulan, kata Tuan Rubah tiga bulang, maka dirinya bisa bertemu dengan putranya, ia bisa menahan tiga bulan lagi!
“Mungkin segalanya tidak seburuk yang kamu pikirkan!” Ia mengatakannya dengan tidak yakin.
Mu Xue langsung menutup mulutnya, ia benar-benar tidak bisa berkomunikasi dengan orang ini, ia tidak tahu harus berkata apa. Ketika mobil ini sampai ke TK anaknya, Mu Xue langsung turun, setelah Qin Yinuo menghentikan mobilnya juga ikut berjalan masuk, pas sekali mereka datang di jam istirahat siang, tapi Cheng Cheng sepertinya berada di daerah bermain TK, ia duduk seorang diri di pojokan!
Melihat sosok itu, sosok yang kecil, duduk begitu saja di pojokan sambil menunduk, kelihatannya sedang tidak seenang, hati Mu Xue langsung berdenyut.
Masalah itu daya pukulnya terlalu besar untuknya!
Qin Yinuo juga mengikutinya, begitu menengadah melihat Cheng Cheng, jangan-jangan anak ini sama seperti Tian Yu, introvert? Padahal anak ini kan sebenarnya lincah sekali! Tidak tahu kenapa, hatinya juga jadi ikut sakit, ia langsung menarik tangan Mu Xue, “Jangan khawatir! Kita pergi dengar apa yang dikatakannya!”
Keduanya masuk dengan penuh hati-hati, mendengar Cheng Cheng sedang berbicara dengan boneka.
__ADS_1
Mu Xue langsung berhenti, karena sosok Cheng Cheng terlihat sangat kesepian, sama sekali tidak menyadari kalau Qin Yinuo tengah memegang tangannya.
Ia melihat kepala kecil Cheng Cheng yang tertunduk ketiduran, mulutnya menggumamkan sesuatu, alisnya berkedut, Mu Xue juga mengerutkan alisnya, jangan-jangan Cheng Cheng saking kagetnya sampai jadi bodoh?