AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 600 Benar-benar Berpura-pura


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Feng Baiyi membuang muka dengan panik dan berkata dengan parau: “Kalau begitu cepatlah bangun, kita langsung keluar setelah makan ……”


“Pergi kemana! Aku sangat lelah!” Su Yan cemberut, ekspresinya tidak senang. “Tapi aku ingin sekali pergi, semua karena kamu, membuatku kelelahan seperti ini!”


Hello! Im an artic!


Dia menatapnya, melihat lekuk tubuhnya yang indah, lalu menghela nafas tak berdaya. Ia membungkuk, memeluknya, kemudian mengecup keningnya dengan lembut: “Kalau kamu tidak ingin pergi juga boleh ……”


Tetapi dia tiba-tiba memeluk lehernya, “Aku ingin pergi, tetapi juga tidak ingin pergi. Ingin tidur, tetapi juga ingin bermain!”


Tubuhnya yang lembut menekan dadanya yang keras membuat jantung pria itu berdebar seketika dan nafasnya pun ikut menjadi sulit. Ia mendorongnya dengan lembut, menatap matanya yang masih mengantuk. Menahan keinginan untuk menciumnya dalam-dalam, lalu sedikit mengecup di pipinya, “Kamu yang memutuskan!”


“Tenggorokanku sedikit sakit!” Su Yan mengerutkan kening dan menyentuh lehernya.


Hello! Im an artic!


“Hehe ……” Suara tawa yang teredam tersebut terdengar keluar dari dalam tenggorokan Feng Baiyi. Melihat wanita kecil yang sedang marah di sampingnya, Feng Baiyi kembali mencium keningnya, dan merangkul pinggangnya. Dari tawanya tersebut mengandung sebuah jawaban yang sangat dalam, “Karena kamu berteriak terlalu keras tadi malam.”


Dia tidak merasakan ada masalah ketika tidak membicarakannya, tetapi begitu dia berbicara sebuah rasa amarah segera sampai kepada pipinya yang malu. Su Yan menggertakkan gigi dan tersenyum pada pria yang kesenangan tersebut. Meskipun mereka memiliki hubungan yang paling dekat, meski mereka telah memiliki pengalaman yang paling intim baik itu di luar, di rumah, atau pun di kantor. Tetapi sialnya, dia masih tetap tersipu secara tidak sadar ketika dia membicarakan tentang berolahraga di tempat tidur.


***


“Feng Baiyi, mulai sekarang, jangan pernah berharap untuk dapat naik ke tempat tidurku!” Pipinya menyala seperti api, tetapi dia tidak tahu apakah itu karena marah atau karena malu. Tanpa mengenal ampun, Su Yan segera menarik tangan serigala tersebut menjauh dari tubuhnya. Wajah merah kecilnya itu penuh dengan amarah, tetapi ketika pipi yang dingin dan tanpa ampun tersebut memerah dengan malu-malu, itu semakin memberikan sebuah pesona yang tak terlukiskan.


“Aku tidak terlalu tertarik dengan naik ke tempat tidur, aku hanya tertarik untuk menaiki dirimu.” Meskipun itu bukanlah sebuah kata yang aneh, tetapi ketika Feng Baiyi mengatakannya dari mulutnya sendiri yang dingin dan tegas tersebut. Su Yan seketika tertegun, dan perasaan yang aneh tersebut malah membuatnya tertawa.


“Boneka, kita hari ini tidak keluar, ya?” Tawanya tidak cukup menawan, tidak cukup genit, tetapi itu membuat hati Feng Baiyi menjadi hangat.


“Tidak! Aku ingin keluar!” Pandangan Su Yan bertemu dengan tatapan provokatifnya yang dalam dan jahat. Dengan segera ia membuka selimut dan mencoba untuk bangun dari tempat tidur. Tetapi, naas karena sepasang tangan yang besar berhasil menyapu tubuhnya dari belakang. Dan tubuhnya yang tinggi dan kekar tersebut menekannya pada saat yang bersamaan, membuat Su Yan kembali mengangkat alisnya tak berdaya.


“Feng Baiyi, turun kamu.”


“Bertukar denganmu di atas.” Senyuman yang jahat tersebut semakin memudarkan sosoknya yang dingin dan serius tersebut di masa lalu. Dengan cepat, Feng Baiyi segera memegang pinggang Su Yan, dan dengan kuat memposisikannya untuk terduduk di atas pinggangnya dengan stabil, “Posisi seperti ini mungkin sangat bagus.”


“Kamu, mesum.” Rona merah kembali muncul di wajahnya, Su Yan menatap pria yang berada di bawahnya tersebut dengan lemah, “Lepaskan aku, aku benar-benar lelah.”


“Boneka, sekali saja.” Wajah dingin tersebut menunjukkan sebuah ekspresi yang memohon dengna sangat polos. Feng Baiyi dengan kasar menarik tubuh Su Yan ke bawah, membuatnya terjatuh ke dadanya, dan pada saat yang bersamaan mencium bibirnya dengan penuh gairah.


Setelah melakukan itu, waktu telah berlalu lebih dari dua jam. Sambil berbaring di tempat tidur dengan terengah-engah, wajah merah Su Yan seakan menunjukkan ekspresi yang frustrasi dan lemah. Dia menunjuk ke arah Feng Baiyi dengan satu jari, “Bukankah kamu bilang hanya sekali?”


“Boneka, jika aku benar-benar hanya bisa melakukannya sekali, kamu harus menangis.” Setelah diberi makan dengan kenyang, Feng Baiyi tersenyum puas dan bangga. Sambil perlahan mengeringkan tetesan air di tubuhnya sesaat setelah mandi, ia lalu bercanda sambil tersenyum. “Ayo pergi, tidur di mobil.”


Su Yan tidak mengerti bagaimana seorang pria dapat memiliki kekuatan fisik yang sangat baik. Dia telah sangat lelah, mati rasa, dan sakit. Melihat Feng Baiyi yang masih penuh dengan semangat, sepertinya dia tidak lelah? “Aku tidak mau kemana-mana, aku hanya ingin istirahat di rumah!”


“Tidak jadi keluar?” Feng Baiyi mengangkat alisnya, dan dia bersiap untuk menerjang kembali.


“Jangan datang lagi!” Teriak Su Yan.

__ADS_1


Hari-hari bahagia selalu berlalu dalam sekejap, dan dalam sekejap hari telah berganti menjadi hari senin lagi.


Feng Baiyi mengajaknya menjenguk Chen Huilun. Begitu dia memasuki pintu, mata Chen Huilun yang semula suram tiba-tiba menjadi cerah ketika melihat Feng Baiyi. Layaknya bola api yang menyilaukan, “Yi, kamu datang!”


“Ya! Bagaimana pemulihanmu?” Feng Baiyi tidak melangkah maju, melainkan hanya berdiri jauh di ujung tempat tidur.


Chen Huilun menunduk lalu mengangkat kepalanya dan melirik sekilas ke arah Feng Baiyi. “Dokter mengatakan bahwa aku sudah bisa keluar dari rumah sakit akhir pekan ini!”


Dari awal sampai akhir, Chen Huilun sama sekali tidak memandang kepada Su Yan. Su Yan yang melihat tatapannya hanya tertuju pada wajah Feng Baiyi, hanya bisa menghela nafas. Sepertinya wanita ini sangat menyukai Feng Baiyi!


“Aku akan bertanya pada dokter! Aku akan melihat apakah kamu bisa keluar dari rumah sakit atau tidak!” Feng Baiyi melirik kepada Su Yan dan mengatakan ini kepada Su Yan.


Su Yan mengangguk dan melihatnya yang sama sekali tidak melihat kepada Chen Huilun. Dia berpikir bahwa pertemuannya dengan Chen Huilun kali ini berbeda dari sebelumnya. Dia tampak sangat dingin, dan dia berpikir bahwa dia mungkin benar-benar memanfaatkan Chen Huilun, dan hatinya pun menjadi sedikit rumit.


“Selamat, kamu akan keluar dari rumah sakit minggu depan. Kakak Chen!” Su Yan adalah orang yang paling bahagia, karena itu berarti bahwa masalahnya sudah bisa berakhir.


“Apa yang harus diselamatkan. Tubuhku sudah tidak seperti dahulu kala. Dan aku sudah sangat berterima kasih padamu karena masih hidup! Su Yan, aku sungguh berharap kamu dapat menabrakku hingga mati saat itu, dan tidak pernah bangun lagi. Mungkin itu adalah yang terbaik untukku!” Nada suara Chen Huilun sangat tidak berdaya, dia menggigit bibirnta dan berkata dengan pelan: “Terkadang, hidup tidak lebih baik daripada mati!”


“Mengapa kamu bisa berpikir seperti itu?” Su Yan berkata dengan cemas.


“Aku tidak menyangka peristiwa kecelakaan mobil ini akan membuat Yi mengenalmu! Mungkin ini adalah takdir! Aku tidak akan menutupinya, aku menyukai Feng Baiyi. Aku telah mengenalnya lebih dari sepuluh tahun, dan aku telah mencintainya lebih dari sepuluh tahun!” Chen Huilin tampak hampir menangis, tetapi dia masih membicarakan kekhawatirannya. “Tetapi dia malah menikah denganmu! Harapan ku telah hancur! Sudahlah, semoga kalian berbahagia!”


Su Yan paling tidak bisa melihat seorang wanita cantik yang menangis tersedu-sedu, jadi dia segera menghiburnya. “Kakak Chen, apakah kamu benar-benar menyukai Feng Baiyi? Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku sudah menikah dengannya, maaf!”


“Itu adalah masa lalu. Sekarang aku sudah tidak suka dengannya. Aku bahagia melihat kalian bahagia!” Chen Huilun berkata sambil menghela nafas, memegang tangan mungil Su Yan, dan berkata dengan menyedihkan: “Su Yan, bisakah kamu sering-sering mengunjungiku? Aku sangat bosan sendirian.”


“Ya.” Hati Su Yan sebenarnya sangat lembut. “Baiklah! Aku akan mengunjungimu setelah kelas!”


“Hehe …… Oke!” Su Yan tersenyum canggung. Meskipun Chen Huilun telah mengatakannya dengan terus terang, dia masih sangat gelisah. Entah kenapa, dia menggelengkan kepalanya. “Aku tidak khawatir kepada Feng Baiyi!”


“Kalau begitu aku lega!” Kata Chen Huilun, lalu dia kembali menatap kepada Su Yan. “Jangan biarkan Yi tahu mengenai apa yang kita bicarakan, oke? Aku tidak ingin merepotkannya!”


Su Yan terkejut dan tiba-tiba merasa bahwa Chen Huilun sedikit membuat-buat. Karena dia tidak ingin Feng Baiyi mengetahuinya, tetapi mengapa dia memberitahukan itu kepadanya? Ini sangat kontradiktif sekali. Kalau diam-diam mencintainya, maka biarkan saja di dalam hati. Kalau sudah mengatakannya, tetapi malah tidak ingin orang itu mengetahuinya, bukankah itu hanya berpura-pura. Tetapi Su Yan tetap mengangguk. “Aku tidak akan mengatakannya!”


“Apa yang tidak akan kamu katakan?” Feng Baiyi telah kembali tanpa terlalu banyak ekspresi di wajahnya. Seperti biasa. Dingin. “Dokter mengatakan, bahwa apabila tidak terjadi apa-apa, kamu sudah bisa keluar dari rumah sakit minggu ini!”


“Ya!” Chen Huilun mengangguk dengan patuh.


“Aku masih ada urusan di kantor. Boneka dan aku akan pergi dulu!” Feng Baiyi berkata sambil menghampiri dan meraih tangan Su Yan.


Su Yan tercengan dan buru-buru berkata: “Aku ingin menemani kakak Chen di sini!”


Feng Baiyi menoleh dan menatap Chen Huilun, lalu dia berkata: “Lupakan saja. Su Yan kembalilah dengan Yi. Aku baik-baik saja! Kamu tidak perlu menemaniku!”


“Aku tidak ada kelas sore ini, aku akan menemanimu!” Dia kembali berpikir bahwa dia telah setuju dengan Chen Huilun dan tidak dapat mengingkari janjinya.


“Boneka, Huilun tidak perlu kamu temani. Kamu tidak mempersulitnya itu sudah sangat bagus sekali, ayo pergi!” Setelah Feng Baiyi selesai berbicara, dia meraih tangan Su Yan dan berjalan keluar terlepas dari Su Yan yang berusaha melepaskan diri tersebut.


Chen Huilun mengepalkan tinjunya di tempat tidur, menatap bayang-bayang punggung mereka yang pergi. Tiba-tiba dia memejamkan matanya.

__ADS_1


“Aku sudah berjanji akan menemaninya!” Kata Su Yan sambil berjalan.


“Dia belasan tahun lebih tua darimu, perbedaan generasimu terlalu banyak, kalian tidak ada pembahasan yang sama!” Ucapnya dingin.


“Kalau begitu, kamu juga sepuluh tahun lebih tua dariku! Kita juga memiliki perbedaan generasi!” Teriak Su Yan, memikirkan kata-kata Chen Huilun, dia merasa sedikit kesal di dalam hatinya, “Kalian berdua hampir seumuran. Perbedaan umur tiga tahun, tidak terlalu besar. Percintaan antara wanita yang lebih tua daripada pria sudah sangat populer. Kenapa kamu tidak menikahinya?”


Keduanya berjalan menuju lift. Su Yan menekan tombol lift, dan keduanya menunggu lift.


Dia terdiam, menatap wajahnya dengan berkilauan. “Apakah kamu cemburu? Apa yang dia katakan padamu?”


“Tidak mengatakan apa-apa!” Su Yan menggelengkan kepalanya.


“Bohong!” Katanya serius.


Pintu lift terbuka dan keduanya masuk ke dalam. Tidak ada orang lain di dalam lift, hanya mereka berdua!


“Katakan padaku, apa yang dia katakan?” Ucap Feng Baiyi dengan serius.


“Tidak apa-apa!” Su Yan menggelengkan kepalanya dan berencana untuk mengatakannya. Tetapi dia tidak bisa menahan amarahnya. Seorang pria yang terlalu tampan benar-benar menyebalkan. Dia selalu dikhawatirkan oleh wanita lain. Sungguh berbahaya!


“Mengapa kamu cemberut?” Di ruang lift yang kecil, aura penindasan pada dirinya seakan memaksa Su Yan mundur ke pojokan.


“Uh! Mana ada?” Balasnya.


Dia mengulurkan tangannya dan memeluknya. Merasa dirinya yang tiba-tiba dipeluk dengan erat, seluruh wajahnya tenggelam di dalam tubuh tinggi yang lembut tersebut. Su Yan mencoba untuk meronta, tetapi tangan yang memeluknya tersebut semakin mempererat pelukannya.


“Jangan bergerak, biarkan aku memelukmu.” Suara Feng Baiyi jatuh ke telinga Su Yan. Dan bisikan dari Feng Baiyi tersebut seakan seperti sebuah mantra langsung menembus titik akupuntur Su Yan. “Dia mengatakan bahwa dia menyukaiku, bukan?”


“Kamu mendengarnya?” Dia mengangkat kepalanya untuk mencari tahu situasinya. Sebelum dia dapat melihat wajahnya, bibir merahnya tersebut dengan cepat disambar oleh bibir Feng Baiyi yang panas. Sensasi seperti kesemutan segera menyebar ke seluruh raganya melalui tiap sel ……


(Tidak dapat dideskripsikan) ……


“Siapa yang mengijinkanmu untuk berjanji untuk menemaninya?”


“Hah? Kamu benar-benar mendengarnya?” Dia terkejut.


“Aku tidak pernah menyukainya!” Ucapnya berbisik kepada Su Yan sambil bernafas seraya menjelaskan, “Bagiku, dia hanyalah seorang keluarga, teman! Itu saja!”


Dia meletakkan bibirnya tepat di telinga Su Yan yang tertutupi oleh rambut hitamnya tersebut, sambil menciuminya dan menambahkan. “Kamu harus selalu menemaniku di masa depan. Dan harus selalu menemaniku setiap pulang sekolah!”


“Tidak menyukainya? Awalnya siapa yang sangat ingin memakanku begitu mengetahui bahwa dirinya tertabrak olehku? Kamu juga mengatakan apabila dia mati, kamu akan membuat diriku hidup segan mati pun tak mau!” Dia mengeluarkan kata-katanya yang lama dan membalasnya.


“Pada waktu itu aku tidak tahu bahwa kamu adalah boneka Su!” Katanya.


Mencium bibirnya lagi, ia menghalangi dirinya yang ingin terus berceloteh. Ciuman tersebut berubah menjadi sentuhan di antara bibir, dan rasa lembut bagaikan bulu angsa tersebut mengalir melalui pembuluh darah terus hingga ke sudut tubuh yang paling rahasia.


“Apa …… Uh …… Maksudmu?”


“Pejamkan matamu.”

__ADS_1


Saraf Su Yan dikendalikan oleh bibir yang mendominasi, dan keraguannya telah dilarikan entah kemana oleh rasa intim pada mulutnya tersebut. Layaknya anak bayi, dia kehilangan kekuatannya untuk bergerak.


__ADS_2