
Hello! Im an artic!
“Kalian…” Song Yin benar-benar tidak menyangka memulai bercanda seperti ini, ternyata bisa membuat Xing Jia Bai dan Wen Xiao Xing begitu kompak, mereka baru saling mengenal, tahu tidak? Menyebalkan!
Wen Xiao Xingmelihat Yu jing lan tidak berkedip, menjadi senang. “Presiden Yu__”
Hello! Im an artic!
“Sepertinya Anda membutuhkan seorang pria yang bisa melayani Anda seperti ini, jika Xing Jia Bai dan Anda begitu kompak, bagaimana kalau aku membantu kalian menyiapkan sebuah apartemen dengan pemandangan yang indah, kalian bisa mencobanya?” KataYu jing lan segera memotong perkataan Wen Xiao Xing, suasana langsung berubah.
Song Yin dapat merasakan tangan Yu jing lan menggenggam erat tangannya, tangan besar itu hangat.
“Yu jing lan , tidak disangka kau begitu munafik!” Kata Wen Xiao Xing ramah, juga berkata terus terang kepada Xing Jia Bai: “Xing Jia Bai, dia sedang menyerang kami, bilang kami mempunyai kebiasaan khusus!”
“Segalanya akan jelas dengan sendirinya!” Kata Xing Jia Bai sambil tertawa.
Hello! Im an artic!
“Kalian makan saja, aku masih ada urusan, aku pergi dulu!” Luo Wei Han tiba-tiba berdiri, dengan wajah dingin meninggalkan tempat itu.
“Eh! Kau mau ke mana?” Wen Xiao Xing mengernyit, berhenti tertawa.
“Aku tiba-tiba teringat aku masih harus menulis artikel, aku akan mengerjakannya sekarang!” Ekspresi Luo Wei Han tidak wajar, menghadapi mereka yang dengan santainya membahas tentang kebiasaan khusus sekelompok orang, ada kekosongan di dalam hatinya, merasa tidak menyenangkan. Jadi, ia tidak dapat duduk lebih lama lagi, dan ingin segera pergi dari tempat itu. “Walupun mendesak juga harus makan dulu!” Kata Wen Xiao Xing yang melihat raut wajahnya tidak begitu baik.
“Benar, Luo Wei Han!” Song Yin ikut membuka suara. “Ada hal mendesak pun harus makan, bukan?
“Aku benar-benar ada urusan!” kata Luo Wei Han memberi mereka senyuman paksa, membalikkan badan dan pergi.
Song Yin berbaring menyamping pada lengannya dengan lengan baju yang tergulung, sebuah lubang kancing di bajunya, kancingnya hilang. Song Yin tersentak, sesaat ia merasa terguncang, dengan serabutan ia berdiri. “Kakak Yu, ada yang ingin aku bicarakan dengan Luo Wei Han, aku akan segera kembali!”
Song Yin berlari keluar, “Luo Wei Han! Luo Wei Han, tunggu!”
Luo Wei Han yang telah mencapai pintu berhenti, berbalik melihat Song Yin “Ada apa?”
Song Yin melihat kepadanya, mengamati matanya, terus-menerus mengamati kedalaman matanya. Diawasi olehSong Yin demikian,Luo Wei Han menghindari tatapan matanya dengannya, “Ada apa? Song Yin?”
Song Yin dalam hatinya ia hampir dapat memastikan, benar Luo Wei Han, kancing itu, dengan kancing yang ada di bajunya sama persis, tetapi untuk alasan apa ia sampai mau menculiknya? Agar ia dan Yu jing lan bercerai? Lagipula tinggi badannya dengan tinggi badan pria malam itu hampir sama, dengan tenangSong Yin berkata: “Begini, beberapa hari yang lalu, aku diculik!”
Mendengar itu, Luo Wei Han menjadi perhatian, dengan cemas ia buru-buru bertanya: “Kapan terjadinya? Kau tidak apa-apa?”
Song Yin diam-diam mengawasi Luo Wei Han, setelah beberapa lama mengawasi, masih saja tidak bisa menebak apa tujuannya, tetapi keberadaan kancing itu tidak mungkin kebetulan saja? Tetapi ia sangat pandai berpura-pura, tidak terlihat sedikitpun kelemahannya, ataukah ia sudah salah menduga, atau Luo Wei Han sudah memperkirakannya?
“Song Yin?” Luo Wei Han tersenyum memanggilnya, sinar matanya yang hangat melihat kepadaSong Yin.
Setelah dengan seksama menilai Luo Wei Han yang ada di hadapannya, yakin bahwa selain keterkejutan belaka dan tidak ada hal lainnya lagi pada sinar matanya, ia merasa lega dan berkata: “Tidak lama ini.”
__ADS_1
Nada suara yang lambat tapi pasti, tidak ada ada kepanikan, Luo Wei Han menautkan alisnya, bertanya: “Apakah sudah diselidiki siapa orangnya?”
Song Yin tersenyum ringan, “Hm, sudah mendapatkan buktinya, tinggal diserahkan kepada polisi!”
Mendengar itu, Luo Wei Han mengayunkan tubunya sedikit, gerakan yang sangat kecil ini telah tertangkap oleh Song Yin, ia berkata “Aku hanya tidak mengerti mengapa orang itu menculikku hanya supaya aku bercerai dengan Kakak Yu? Ini adalah hal yang tidak dapat kumengerti, apakah orang itu dibayar? Apakah wanita yang menyukai Kakak Yu yang membayar pria itu?
Begitulah dugaan Song Yin, masih menilai ekspresiLuo Wei Han.
Luo Wei Han tidak tahan menaikkan alisnya, ia merasa Song Yin kelihatannya telah berubah, tidak seperti gadis manis seperti dahulu, ekspresinya acuh tak acuh, pembawaannya tenang, bahkan membuat Luo Wei Han tertegun sejenak, ia membuka suaranya: “Apa rencanamu selanjutnya? Setelah ada bukti?
“Hm! Ada sesuatu jatuh dari tubuhnya, aku telah mengambilnya!” Song Yin masih mengawasi mataLuo Wei Han, tanpa berkedip mengawasi matanya, tatapan matanya tajam sehingga membuat orang tidak dapat bersembunyi dari pandangannya.
Luo Wei Han agak terkejut, ada yang bekelebat di matanya, dengan cepat. “Begitukah? Kalau begitu harus diserahkan kepada polisi! Biarkan polisi yang menyelidikinya!”
Song Yin tersenyum “Aku takut kalau aku menyerahkannya kepada polisi, hidup orang itu akan hancur, apalagi dia tidak benar-benar menyakitiku, aku berpikir untuk mengampuninya!”
“Song Yin, kau baik sekali!” Luo Wei Han menghela napas pelan, Song Yin yang berada di depannya ini sudah berubah, menjadi lebih dewasa dan bijaksana, di dalam pandangan yang mendalam itu ada yang disembunyikannya. “Lapor polisi saja! Itu yang paling tepat untukmu, aku harus pergi sekarang!”
Song Yin menyunggingkan senyuman, pandangannya jatuh ke pergelangan tanganLuo Wei Han, kemudian tertawa perlahan “Luo Wei Han, kancingmu terlepas!”
Setelah berkata demikian, Song Yin cepat-cepat melihat ke wajahnya, pandangan yang tenang itu sekejap menjadi tajam, mengamati dengan cermat.
Luo Wei Han sedikit panik, menunduk melihat kancing yang ada di bajunya, melihat bahwa ada sebuah kancing terlepas membuat ia menjadi waspada, tetapi dengan tersenyum berkata: “Kapan kancingnya terlepas?”
“Aku punya sebuah kancing yang sama denganmu, lain kali aku akan menyerahkannya kepadamu!” Kata Song Yin sambil tertawa.
“Ya!” Song Yin dengan saksama mengawasi sejenak, segera tersenyum, dengan suara yang tenang berkata: “Luo Wei Han, kau sangat tenang!”
“Apa maksudmu?”
“Kau seharusnya mengerti maksudku!” Song Yin memandang tajamLuo Wei Han, berkata: “Masih tidak mau mengakuinya?”
“Mengakui apa?” Luo Wei Han tersentak, dengan bingung memandang Song Yin yang sedang tersenyum manis, dalam senyumnya yang tidak jelas, membuatnya tidak bisa menebak apa maksudSong Yin sebenarnya.
Song Yin mengangkat bahunya, dalam ******* ia berkata: “Luo Wei Han, kualitas emosimu sangat bagus! Tidak apa-apa!”
“Song Yin, aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan!” Wajah Luo Wei Han menjadi suram, dalam suasana yang dingin itu sikapnya menjadi dingin dan arogan “Jika kau tidak mau berterus terang, aku akan pergi sekarang!”
“Kalau begitu aku akan menyerahkan bukti kepada polisi.” Song Yin tidak menyangka setelah ia berkata demikian, Luo Wei Han masih tidak mengakuinya, apakah ia takut, ataukah dirinya telah salah menduga? Apalagi sebuah kancing tidak dapat menjelaskan sesuatu sepenuhnya.
“Song Yin!” Luo Wei Han berpikir tidak sampai tiga detik, “Kau memang harus menyerahkan bukti itu! Apalagi ada orang yang telah menculikmu, kau harus berhati-hati!”
“Hm! Baiklah, pergilah!” Kata Song Yin sambil tersenyum, melihat kekakuan di wajah Luo Wei Han, ia tidak bisa menahan rasa bahagianya, Luo Wei Han seperti ini, membuatnya menemukan beberapa petunjuk, pasti ada hubungan dengannya, Song Yin sangat yakin.
Dengan ekspresi aneh Luo Wei Han melihat Song Yin, dia mengerti bahwa Song Yin sedang memperingatkannya!
__ADS_1
“Aku pergi!” Luo Wei Han tersenyum ringan, berbalik badan dan pergi.
“Apa yang kau bicarakan dengannya?” Tanya Yu jing lan yang sudah berada di samping Song Yin yang sedang melamun menatap kepergiaan Luo Wei Han, “Mengapa kalian berbicara lama sekali?” Song Yin menoleh, melihat Yu jing lan , menenangkan dirinya sejenak, kemudian menggeleng pelan. “Bukan apa-apa, ayo kita pergi makan!”
“Yin Yin, apakah ada hal yang kau sembunyikan dariku?” tanya Yu jing lan curiga, karena tanpa alasanSong Yin berbicara begitu lama dengan Luo Wei Han, apalagi Luo Wei Han adalah pria yang tangguh.
“Kakak Yu, aku sedang berpikir, orang yang menculikku itu, apa tujuan sebenarnya?” Song Yin berkata tidak mengerti, Luo Wei Han tidak mengakuinya, ia memakai tangannya memijit kepalanya, kepalanya sakit,
“Mungkin seperti yang dikatakan Xing Jia Bai, dia menginginkanku!” Yu jing lan berkata penuh arti.
“Hah?” Song Yin tertegun “Dia seorang pria!”
“Tidak mungkinkah seorang pria menginginkanku?” Yu jing lan mengangkat alisnya.
Melihat keterkejutan di mata Song Yin, Yu jing lan tidak tahu apakah pada satu hari ia tahu bahwa Luo Wei Han memang menginginkannya, bagaimana reaksi Song Yin nantinya.
Tidak tahu apakah ia akan mengiranya seorang biseks.
“Kau belum menjawab mengapa kau mencari Luo Wei Han?”
“Aku beritahu di rumah saja, tidak jelas beritahu di sini, cepat kembali!” Kata Song Yin sambil melangkah pergi. Pada saat tiba di meja makan, terlihat Xing Jia Bai dan Wen Xiao Xing sedang bercengkerama dengan hangat.
“Kau akan ke Amerika? Aku berencana ke New York pertengahan musim gugur ini!”
“Bagus, carilah aku kalau sudah sampai, telepon aku, aku akan menjadi pemandumu!”
Melihat mereka berbicara begitu hangat, Song Yin dan Yu jing lan saling berpandangan, benar-benar di luar dugaan, kehangatan Wen Xiao Xing dan Xing Jia Bai inikah yang disebut sekali bertemu langsung akrab itu? Hanya usaha sedikit saja, sudah membuat Wen Xiao Xing danXing Jia Bai dapat berbicara tidak habis-habisnya?
Makanan telah datang, Yu jing lan mengambilkan kepiting dan menaruhnya di piring Song Yin, dengan lembut berkata: “Makanlah ini.”
Wen Xiao Xing dan Xing Jia Baimenyunggingkan senyum bersamaan. “Bukankah sudah bilang, bermesraan di rumah saja, jangan lakukan di depan kami!”
Yu jing lan melihat Xing Jia Bai danWen Xiao Xing. “Kelihatannya kalian cukup akrab, benar-benar berjodoh!”
Xing Jia Bai danWen Xiao Xing saling berpandangan, kemudian memandang Yu jing lan bersamaan berkata: “Apa maksudmu?”
“Tidak ada apa-apa, Yin Yin, makanlah!” Kata Yu jing lan sambil membantu Song Yin menambahkan makanannya. Acara makan kali ini sangat ramai.
“Presiden Yu, kali ini kau serius, bukan?” Tatapan tajam Wen Xiao Xing menghujam Yu jing lan . Xing Jia Bai menambahkan dengan senang hati, wajahnya dihiasi senyum, suaranya pun mengandung tawa, berpura-pura tidak mengerti, ia bertanya kepada Wen Xiao Xing: “Apanya yang serius?” Yu jing lan tidak berkomentar apapun, ia makan dengan anggun, membantu Song Yin membuka kepitingnya. Song Yin membuat pandangan meminta tolong kepada Wen Xiao Xing, berharap ia tidak bertanya begitu terus terang, apalagi mereka sekarang sudah mencapai suatu kesepakatan.
Sedangkan Yu jing lan menunjukkan sikap kelas atasnya, tidak berbicara kepada Song Yin, tetapi memandang penuh kasih kepadanya. Wen Xiao Xing cemberut, “Kau lebih baik jangan menyakiti Song Yin, kalau tidak kami tidak akan memaafkanmu, betul tidak, Xing Jia Bai?”
“Hm! Betul!” Xing Jia Bai mengangguk-angguk seperti penumbuk bawang.
Bibir Yu jing lan berkedut, tidak mempedulikan mereka. Apakah dalam hati mereka ia begitu buruknya?”
__ADS_1
Song Yin ikut tertawa canggung, sikapnya agak kaku, Yu jing lan sepertinya melihat sesuatu, ia mengulurkan tangannya, tangannya yang besar menyentuh sudut bibir Song Yin, membantunya membersihkan serpihan daging di bibirnya, suatu tindakan yang penuh kasih, membuat wajahnya memanas, hatinya pun menjadi hangat.