
Hello! Im an artic!
“Aku libur besok!” Dia sudah sibuk selama dua hari dan hanya ingin istirahat sekarang, dia melihatnya lalu berkata lagi, “Kamu istirahat juga besok!”
“Tapi aku sudah ambil cuti hari ini!” Song Yin berkata pelan.
Hello! Im an artic!
“Minta cuti sekali lagi!”
Mata bingung Song Yin melihat wajah tampan Yu Jinglan dengan ekspresi serius dan tidak seperti bercanda, dia mengatupkan bibirnya seolah-olah kesal karena tidak mendengar jawabannya.
Dia hanya bisa mengangguk gelisah dengan perintahnya, apakah Kakak besar Yu sudah berubah? Song Yin berpikir dalam hati.
Yu Jinglan mengerutkan keningnya ketika melihat ekspresinya yang bingung dan mulut yang dikatupkan rapat-rapat terlihat melengkung. “Aku sudah kenyang!”
Hello! Im an artic!
Yu Jinglan berdiri dan naik ke lantai atas.
Song Yin meresponnya dengan bengong. “Oh! Selamat malam!”
“Aku tunggu kamu di kamar, naik jika sudah selesai makan!” Dia berdiri di anak tangga kedua sambil mengedip-ngedipkan matanya karena melihat tangganya yang bersih lalu dia berkata.
“Aku masih harus cuci piring!” Hati Song Yin menjadi panik.
“Aku akan tunggu kamu!” Dia sudah naik ke atas.
Song Yin sangat gelisah. Setelah selesai makan dia berdiri untuk beres-beres dan tidak menyangka jika dia menghabiskan waktu selama empat puluh menit lebih. Dia pasti sudah tidur. Dia mengatakan akan menunggunya, apa artinya?
Dia naik ke lantai atas dan dia menemukan jika pintu kamar utama tidak ditutup ketika melewatinya dan Yu Jinglan yang sedang memakai baju tidur juga masih belum tidur tapi sedang duduk membaca buku di tempat tidur.
Song Yin bengong.
“Sudah selesai?” Yu Jinglan mengangkat kepalanya dan matanya yang tajam melihat wajahnya.
Song Yin mengangguk dengan gelisah, apakah dia akan tahu jika dia sengaja berlama-lama di dapur?
“Tidur di sini!” Dia berkata dengan suara berat.
Duar, seperti suara ledakan gunung berapi, dia tiba-tiba merasa malu dan merasa kedua sisi pipinya panas dan dia bahkan juga merasakan jika telinganya juga mulai panas.
Dia perlahan-lahan memegang kesepuluh jarinya dengan erat sambil menarik napas dalam-dalam, wajahnya semerah tomat karena malu sambil menunduk dan berkata, “Aku akan pergi tidur!”
Dia bahkan merasa pinggangnya terasa pegal sehingga tidak bisa berdiri tegak.
Dia takut dia menyuruhnya untuk tidur bersamanya, “Selamat malam!”
Setelah itu dia berlari ke kamar tamu dan jantungnya berdetak kencang tanpa henti.
Dini hari.
Yu Jinglan menoleh ke arah luar jendela yang sudah terang dengan hati gelisah di ruang kerja dan wajah dinginnya terlihat lebih jelas.
Amarah yang tidak jelas tiba-tiba datang menyerangnya dan matanya berubah jadi tajam dan dia segera mengambil ponselnya dan berkata dengan suara berat, “Ini aku, tolong periksa kejadian kecil yang terjadi di bar Yingsu semalam, selain itu periksa hubungan Song Sitong dengan orang-orang itu!”
“Baik, aku akan meneleponmu setengah jam kemudian.”
“Terima kasih!” Yu Jinglan perlahan-lahan berkata.
“Sama-sama, jika ada waktu datang cari aku!”
__ADS_1
Ponsel berbunyi setengah jam kemudian.
“Lan, kejadian tadi malam sangat aneh, katanya adik Song Sitong, ah, istrimu ditargetkan oleh seorang pria dan pria itu tidur bersama Song Sitong pada malam sebelumnya!”
“Baiklah!” Tangannya yang memegang ponsel menjadi kencang dan matanya yang tajam melihat ke arah pegunungan di luar jendela, tubuhnya menyebarkan aura yang lebih dingin lagi seolah-olah seperti utusan dari neraka.
Mata hitam setajam elang menyipit pada saat ini dan wajah tampan dingin sepertinya sedang memikirkan sesuatu, benar-benar ada hubungan dengannya, apakah dia ingin menjebak Song Yin? Song Sitong, aku benar-benar meremehkan dia!
Song Yin bangun dan menemukan jika Yu Jinglan tidak tidur sepanjang malam, pintu ruang kerja terbuka dan lampu juga menyala.
Dia sudah tertidur tidak lama setelah masuk ke kamar tamu dan dia tidak menyangka ternyata Yu Jinglan tidak tidur semalaman.
Karena di kulkas sudah tidak ada makanan lagi maka dia berjalan ke depan pintu, “Kakak besar Yu, apakah kamu tidak tidur semalam?”
“Ya!” Dia menoleh dari arah jendela dengan wajah dingin tanpa senyuman sambil menatap Song Yin dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak.
“Mengapa kamu tidak tidur? Bukankah kamu mengatakan sangat lelah?” Dia ingat jika dia mengatakan dirinya lelah dan terlihat jelas dia kelelahan.
“Tidak bisa tidur!” Song Yin kaget setelah mendengarnya.
“Jika begitu kamu tidur sekarang, aku akan keluar berbelanja!”
“Aku akan menyuruh orang mengantarkannya, tidak perlu keluar lagi!” Dia berubah pikiran dan tidak ingin keluar berbelanja lagi.
“Apakah bisa seperti itu?”
“Mengapa tidak bisa?” Yu Jinglan menyipitkan matanya lalu dia mengambil ponselnya dan duduk di kursi untuk menelepon. “Manajer Chen, minta bagian pembelian hotel menyiapkan beberapa sayuran dan antarkan ke vila! Oh ya, sayur, daging, ikan, udang, ya dan selebihnya kamu yang atur saja!”
Hah!
Dia bahkan menyuruh bagian pembelian hotel!
Yu Jinglan meletakkan ponselnya sambil menatap Song Yin. “Yinyin!”
Hati Song Yin bergetar sambil menunggu kata-kata selanjutnya tapi dia hanya memanggilnya tapi tidak bicara.
Tapi suara rendah yang memanggil namanya membuat hatinya bergetar.
Ada kegelisahan yang luar biasa.
Yu Jinglan sekali lagi menggerakkan bibir tipisnya, “Yinyin…..”
Song Yin tercengang.
Mata Yu Jinglan yang bersinar membuat hatinya lebih menggigil lagi. Dia mengangkat kepala untuk menatapnya. Song Yin melihat bibir tipisnya sekali lagi memanggil namanya dan dia tiba-tiba melihatnya bangun dan berjalan mendekatinya.
Dia berdiri sekitar 30 cm di depannya dan dia melihat garis merah di matanya. Sosoknya yang tinggi berdiri di depannya seolah-olah mengunci targetnya di pagi hari. Suaranya sangat rendah dan berat. “Temani aku menari setelah selesai makan!”
Song Yin tertegun lama lalu dia berkata lagi, “Bagaimana jika memakai gaun berwarna kuning muda itu?”
Bibirnya bergetar yang membuatnya lupa untuk merespon dan juga lupa untuk menjawabnya.
“Tidak bisa?” Dia mengerutkan alisnya.
Song Yin segera sadar. “Baik!”
“Gadis baik!” Yu Jinglan tersenyum dan matanya yang dalam tidak bisa dilihat.
Hanya saja Song Yin tidak sadar jika hatinya tersentuh olehnya karena dia pagi ini sangat lembut dan dia menemukan dia tidak bisa menolak jika dia bersikap lembut terutama setelah dia menyelamatkannya tadi malam.
“Tapi kamu tidak tidur, apakah kamu perlu tidur sebentar dulu?”
__ADS_1
“Kamu temani aku!”
“Aku sudah tidur!”
“Jika begitu kamu temani aku melakukan hal lain, kamu adalah wanitaku maka harus melakukan tugasmu seperti seorang wanita!” Setelah itu dia mendekatkan wajah tampan ke arahnya sambil tersenyum seolah-olah telah mengunci targetnya sejak awal.
Hati Song Yin kaget dan gemetar dan ada ketakutan, setelah pesta malam itu, dia masih merasa trauma dengan kekerasan yang dia lakukan.
“Tidak…..” Song Yin menggelengkan kepalanya dengan panik.
“Yinyin, aku tidak suka ditolak wanita terutama oleh istriku!” Song Yin merasa hatinya menjadi dingin sampai ke ujung kakinya…..
Detik berikutnya dia telah ditutupi oleh napasnya yang arogan dan mulutnya tersenyum seperti serigala, dia menunduk sehingga sosoknya yang tinggi menutupi tubuhnya yang mungil serta mulutnya yang lembut dan menciumnya dengan buas seolah-olah orang yang menderita di padang gurun selama beberapa hari yang tiba-tiba menemukan sumber air yang menghisap kemanisannya, napasnya bercampur dengan ciuman yang membawanya masuk dalam api yang panas.
Song Yin tidak bisa menolak nafsunya yang membara.
Ciumannya membuatnya mabuk dan menggulungnya…..
Tidak tahu sejak kapan, jarinya yang panjang membuka kausnya yang tipis juga bra yang menganggu lalu tangannya memainkannya.
“Uh…..” Song Yin menarik napas, dia panik, dia menjadi kacau.
Kepala Yu Jinglan menahan dahinya dan melihat wajahnya yang memerah dengan mata yang terlihat basah yang terlihat misterius.
Mulutnyaa terbuka dan menjadi kemerahan karena sedotannya, dia menghela napas lalu menunduk. Badannya menegang karena sentuhannya dan mata yang dalam membuat wajahnya lebih merah lagi.
Dia tidak berpikir banyak sambil menunduk yang sekali lagi mengisap mulutnya.
Song Yin tidak berdaya dan membiarkan dia berbuat sesukanya dengan tubuhnya.
Wajah Song Yin terlihat merah dan mempesona yang berbeda dengan dirinya yang polos. Ada lapisan kabut di matanya, bibirnya yang bengkak dengan matanya yang menyipit terlihat menggoda.
Tangannya meraba ke bagian bokokngnya dan Song Yin merasa ada cairan panas yang keluar dari tubuhnya yang membuat perutnya sakit sedangkan tangan Yu Jinglan menyentuh cairan hangat yang membuatnya mengerutkan keningnya.
Sayangnya, Song Yin datang bulan!
Dia datang begitu saja.
Ketika Yu Jinglan melihat cairan darah dari bagian bokongnya, Song Yin tidak bisa melupakan ekspresi kaget dan suram Yu Jinglan lalu dia mengumpat, “Sial!”
Tapi perutnya mulai sakit, jika tidak sakit mungkin dia tidak bisa menahan tawanya tapi sekarang benar-benar sangat sakit dan beruntung menstruasi menolongnya jika tidak dia benar-benar merasa takut karena Yu Jinglan setiap kali akan membuatnya sakit.
Wajahnya merah karena dia menatapnya sambil memegang perutnya. “Aku bukan sengaja!”
Karena dia tidak bisa mengendalikan menstruasi dan itu terjadi secara alami.
“Mengapa jumlahnya begitu banyak?” Mengapa cairannya ini bisa tembus dari baju?
“Hah!” Wajah Song Yin memerah karena jumlahnya memang sedikit tidak normal dan jumlahnya akan sangat banyak di hari pertama seolah-olah akan membuatnya kehabisan darah tapi ‘jumlah banyak’ yang keluar dari mulut Yu Jinglan membuatnya merasa malu.
Ya ampun! Mengapa dia melihat hal yang memalukan ini?
“Apakah kamu yakin jika ini datang bulan?” Dia memegang dahinya dan terasa ada keringat dingin. Hatinya kaget, ini sedikit aneh?
“Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja setelah istirahat!” Dia sudah biasa karena setiap kali akan sangat sakit terutama dua hari pertama yang membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kita pergi ke rumah sakit!” Yu Jinglan berkata sambil memapahnya.
“Tidak!” Song Yin buru-buru berkata. “Kakak besar Yu, aku tidak ingin bergerak, aku akan berbaring sebentar, benaran, aku akan baik-baik saja setelah berbaring sebentar!”
“Aku bawa kamu ke tempat tidur.” Dia menggendong Song Yin keluar dari ruang kerja dan langsung masuk ke kamar lalu meletakkannya hati-hati di tempat tidur dan menutupinya dengan selimut tipis.
__ADS_1