
Hello! Im an artic!
“Wanita bodoh!” Dia berteriak dengan kesal, Qin Yinuo kemudian duduk di samping ranjang dan berkata kepada Ceng Li: “Kamu sebaiknya pergi cari tahu sudah menyinggung siapa, aku berharap kejadiaan seperti ini tidak terjadi lagi!”
“Aku segera pergi!” Ceng Li juga merasa aneh, di korea yang asing ini, dia bisa menyinggung siapa?
Hello! Im an artic!
“Iya.” Sambil mengangguk, Qin Yinuo melihat ke arah jendela, “Bawa 10 pengawas!”
Ceng Li tertegun, dia tahu Mu Xue sangat penting baginya, walaupun demi dirinya sendiri, dia hanya pernah menggunakan 4 pengawas, dan sekarang, dia demi Xiao Xue menggunakan 10 pengawas. Bisa dilihat seberapa penting Xiao Xue baginya. Tapi kenapa sekarang hatinya merasa sedikit sedih?
Waktu terus berlalu, di kegelapan, obat bius Mu Xue mulai hilang, seketika rasa sakit pedas membakar bahunya, membuat dia pelan-pelan tersadar.
Karena sakit, dia langsung bangun, dan melihat dinding putih, di mana ini?
Hello! Im an artic!
“Sudah sadar?” Qin Yinuo melihatnya dengan dingin, di matanya terbesit sedikit kelembutan.
“Manajer Ceng tidak apa-apa?” Mu Xue langsung teringat ada yang ingin membunuh Ceng Li, dia sangat khawatir.
“Sialan!” Qin Yinuo berteriak, dia baru sadar langsung khawatir Ceng Li, dia beneran sangat marah, apakah Ceng Li begitu penting!
“Kenapa kamu berteriak?” Mu Xue melihat lengannya, sakit sekali, tapi bisa menyelamatkan nyawa manajer Ceng, dia merasa wort itu, kalau saja pisau itu menusuk jantung Manajer Ceng, dia pasti sudah…?
Qin Yinuo akhirnya marah besar melihat Mu Xue yang begitu tenang, dia melihat Mu Xue sekejap, dan berlari keluar seperti angin.
Dokter memeriksa kondisi Mu Xue dan berkata: “Harus rawat inap 3 hari, setelah itu bisa dilepas jahitan dan pulang!”
Wajah yang begitu kesal dan marah.
Setelah mendengar ucapan dokter, Qin Yinuo akhir merasa tenang, ekspresi kesalnya akhirnya bisa lebih tenang.
“Manajer Ceng mana?” Mu Xue terus bertanya.
“Dia baik-baik saja, belum mati!” Qin Yinuo berkata dengan kesal. “Siapa yang memperbolehkan kamu menahan pisau itu!”
Hati Mu Xue yang tegang tadi akhirnya lega, melihat wajah tampan Qin Yinuo yang dingin itu, dia lalu berkata: “Terima kasih, CEO, baguslah kalau manajer Ceng tidak apa-apa!”
“Kamu beneran membuat aku marah!” Wajah Qin Yinuo begitu dingin dan kejam, dia ingin marah besar, wanita ini masih saja memperdulikan pria lain, demi Ceng Li dia bisa mengorbankan nyawanya?
“Nuo! Xiao Xue sudah bangun?” Ceng Li langsung datang ke rumah sakit setelah pulang dari kantor polisi, belum masuk di sudah berteriak.
Tatapan Qin Yinuo begitu tajam mengarah ke Ceng Li yang begitu panik.
“Manajer Ceng, kamu tidak apa-apa, baguslah kalau begitu!” Mu Xue tersenyum dengan wajah pucatnya itu.
“Xiao Xue! Kamu sudah sadar? Sakit kah?” Ceng LI menghentikan langkahnya, dia sudah berada di samping ranjang Xiao Xue.
Melihat wajah Ceng Li yang panik itu, bibir Mu Xue sedikit bergetar, tapi sayangnya karena lemas, suara yang keluar terdengar sedikit lemas. “Aku tidak apa-apa!”
__ADS_1
“Xiao Xue! Kamu terlalu baik hati.” Ceng Li pertama kali merasa sedih, “Wajah sudah pucat begitu masih bilang tidak apa-apa, kamu kenapa begitu bodoh? Ngapain nahan pisaunya? Daging aku keras, jadi satu tusukan tidak apa-apa! Kamu kenapa begitu bodoh!”
Tatapan Ceng Li tertuju ke wajah Mu Xue yang pucat seperti kertas putih itu, sejak bertemu dia sampai sekarang, tidak peduli kejadian An Qian yang melukainya itu, atau kejadian yang berbahaya seperti tadi, dia tidak pernah menyalahkan orang lain, tidak pernah membenci orang lain, wanita bodoh ini, kenapa begitu baik hati!
“Sudah cukup belum?” Qin Yinuo tiba-tiba berteriak. “Dia sudah harus istirahat!”
“Uuh!” Ceng Li tertegun. “Baik, Xiao Xue, kamu istirahat dulu, aku keluar dulu!”
Ceng Li mengira Qin Yinuo akan keluar, siapa tahu setelah mengusirnya keluar, dia langsung menutup pintunya! Dan di depan berdiri 10 pengawas, semuanya berpakaian hitam, dan terlihat menakutkan.
“Ceng Li begitu penting bagimu, sampai nyamamu saja tidak mau lagi, kalau aku tidak salah ingat, kamu baru kenal dengan Ceng Li bukan?” Tangan Qin Yinuo tiba-tiba mengangkat dagunya, memaksa Mu Xue menatap matanya yang tajam itu.
“Tadi itu sangat berbahaya!” Mu Xue mantap Qin Yinuo dengan tenang, dia tidak bisa berpikir lebih di kondisi seperti itu, kalau Qin Yinuo, dia juga akan mendorongnya juga, ini hanya refleks saja! “Aku tidak berpikir lebih!”
“Kalau tadi itu adalah aku?” Qin Yinuo menatapnya dengan serius, sambil menunggu jawabannya.
“Uuh! Sama!” Dia menjawabnya dengan tegas, Mu Xue berkata sambil mengangguk.
Ekspresi Qin Yinuo akhirnya melunak, “Kenapa dengan gizi kamu? Beberapa tahun ini kamu tidak makan dengan baik?”
“Beberapa tahun ini?” Mu Xue mendengar dia seperti sudah kenal dirinya beberapa tahun, “Aku anemia lagi?”
“Lagi?” Qin Yinuo mengerutkan keningnya, “Kamu pernah anemia?”
“Ooh, dulu pernah!” Dia terus badmood, makan sedikit, kerja dan belajar sangat sibuk, kehidupan juga sangat sulit, jadi wajar anemia.
Qin Yinuo tiba-tiba ingin bertanya, tapi sudah menahan diri lama, pada akhirnya dia bertanya, “Kamu sangat butuh uang?”
“Iya! Dia mengangguk, “CEO, kamu pulang saja, aku mau tidur!”
Kalau dia tidak salah ingat, bukankah dia punya 15 Miliyar? Wanita sialan ini, uang itu cukup buat dia selamanya! Tapi kenapa sekarang dia bisa sampai anemia?
“Kenapa aku tidak boleh kekurangan uang?” Mu Xue mengerutkan keningnya, “CEO, aku beneran capek, ingin tidur!”
“Baik! Kamu tidur!” Ekspresinya menjadi lembut, “Aku di sini!”
“Tapi……” di sini hanya ada satu ranjang.
“Aku tidur di sofa!” Qin Yinuo berkata.
Mungkin terlalu capek, Mu Xue langsung tertidur.
Qin Yinuo melepaskan sepatunya dan duduk di sofa, sekarang dia baru sadar kakinya sesakit apa, hanya satu tarian saja, kakinya sudah diinjak sampai merah bengkak.
Di atas ranjang, masih saja badan yang lemas itu, rambut yang berantakan menutup setengah wajahnya, dia tertidur pulas, bibir yang merah itu, terlihat seperti anak ekcil, tapi bisa menggerakkan sisi hatinya yang paling dalam.
Qin Yinuo melihat kakinya sebentar, kemudian dia memakai sepatunya, dan berjalan ke sampingnya, dia meraba pelan rambutnya, kemudian tersenyum menatapnya.
Hatinya bergejolak, dia pelan-pelan meraba pipinya, dan tiba-tiba dia merasakan rasa aman yang pelan-pelan masuk ke dalam hatinya, penuh dengan kebahagiaan.
“Jangan ganggu!” Mu Xue langsung menarik tangan yang merabanya itu, tiba-tiba membuat bahunya yang terluka itu menjadi sakit, dia berkata, “Sakit sekali.”
__ADS_1
“Jangan bergerak.” Qin Yinuo menahan tangannya yang terus bergerak itu, dia teringat kejadian wanita ini membantu Ceng Li menahan pisaunya, dia langsung cemburu.
Mu Xue yang digenggam oleh sepasang tangan besar, dia tiba-tiba merasa aman, dan tertidur lagi.
Ketika pagi hari, Mu Xue sadar dirinya tertidur di pelukan yang sangat hangat, dan pingangnya di rangkul oleh tangan.
Dia mengedipkan matanya, Mu Xue sedikit panik.
“Jangan gerak, hati-hati lukanya terbuka.” Qin Yinuo menghela nafasnya, dan memeluk Mu Xue dengan erat, dia tersenyum dengan mesra dan puas, untung wanita ini tidak apa-apa!
Nafas yang begitu lembut mengenai telinganya, Mu Xue langsung merasa tegang, sejak kapan orang ini naik ke atas ranjang?
“CEO, siapa yang menyuruh kamu naik?” Tidak melawan lagi, Mu Xue berkata lagi, “Kamu jangan menghembus nafas terus ke telingaku, geli sekali!”
Qin Yinuo tersenyum puas dengan reaksi Mu Xue, dia berkata dengan suara serak. “Pria yang bangun di pagi hari sangat berbahaya, apalagi ada orang di pelukan, tidak bisa diam saja, jadi kamu lebih baik jangan bergerak!”
Mu Xue yang kaget langsung melotot ke arahnya, wajahnya sedikit pucat!
“Jangan mengeluarkan tatapan seperti itu.” Dia tersenyum sambil mengangkat wajah Mu Xue, lalu menciumnya.
Sudah diciumnya beberapa kali, setiap kali dia masih saja terkejut, masih tidak bisa menerima rasa ketika 2 bibir bertemu.
Kali ini juga sama, ketika menciumnya dan tidak mendapat balasan, dia mulai menggodanya, dia mulai melemaskan tenaganya, seluruh badannya langsung menempel ke tubuh Mu Xue.
Wangi parfum cologne begitu enak dicium, Mu Xue membuka matanya dengan besar, lidah Qin Yinuo begitu sombong dan menerobos, bersilat dengan lidahnya.
Dia ingin mendorongnya, tapi tangan Qin Yinuo semakin erat menahannya, sama sekali tidak memberikan waktu untuk melawan, dia menciumnya dengan liar, lalu pelan-pelan menjadi lembut.
Ciuman dia, membuat Mu Xue juga bergetar. Tangannya menyentuh dadanya, dan malah terkejut oleh kehangatan dadanya.
Tangan yang tebal itu terus meraba punggungnya, membuat Mu Xue pelan-pelan melemah, dan merasakan wangi dan aura tubuhnya.
Nafas dia mulai berantakan, pelan-pelan dan tiba-tiba menjadi cepat.
TIba-tiba pintupun terbuka. “Nuo! Mau suntik……”
Suara pintu itu menarik kembali kesadaran Mu Xue, dia langsung mendorongnya, wajah yang pucat itu seketika menjadi merah.
Mata Ceng Li juga membesar! Dia melihat Qin Yinuo memeluk Mu Xue dan berbaring di ranjang, mereka berdua begitu dekat dan begitu mesra, dan tadi mereka juga saling berciuman.
Ceng Li langsung keringat dingin, astaga! Untung bukan masuk ketika sedang XOXO, kalau nggak mungkin dia harus dibunuh oleh Qin Yinuo!
Tatapan Qin Yinuo seperti panah beracun langsung mengarah ke Ceng Li.
“Kalian lanjutkan dulu, aku suruh susternya tunggu sebentar.” Ceng Li tersenyum cangung, dan menutup pintunya!
Beneran, Qin Yinuo sudah terjatuh ke dalam perangkap cinta!
Hanya saja, kenapa melihat mereka sedang berciuman, hatinya bisa terasa sakit?
“Kamu cepat bangun bisa nggak?” Mu Xue sudah mau gila, sekarang sudah dilihat orang lain, dia tidak bisa menjelaskannya lagi.
__ADS_1
Dilihat Ceng Li juga lebih baik, biar dia tidak mengganggunya lagi! Tapi melihat ekspresi kesal di wajahnya, sepertinya ingin sekali meninjunya, kenapa masuk tidak tahu ketuk pintu dulu?
Tatapan Qin Yinuo terkulai, dan mereka saling bertatapan, senyuman dia semakin dalam, dia meraba pelan pinggangnya.