
Hello! Im an artic!
4 mata bertatapan, Lu Chennian menggeser tenggorokkannya, sedikit menunduk, melewati Song Yin.
Ketika ia berjalan melewatinya, Song Yin berkata dengan rendah : “Kakak senior Lu, maaf!”
Hello! Im an artic!
Lu Chennian menegangkan tubuhnya, tersenyum, “Aku yang seharusnya mengatakan maaf! Aku sudah melihat berita kemarin, aku tau, kamu memang tidak pernah menyukaiku! 3 tahun lalu, orang yang kamu cinta adalah Yu Jinglan , 3 tahun kemudian, juga sama mencintainya. Song Yin, kamu harus bahagia!”
Lu Chennian membelakanginya, berkata dengan tulus.
“Terima kasih, kakak senior Lu, kamu juga!”
“Hm!”
Hello! Im an artic!
“Masih teman?” Tanya Song Yin.
“Jika kamu mau, tentu saja iya!”
Song Sitong juga berjalan keluar dari café, melihat kedua orang itu berbicara saling membelakangi, tersenyum dan berkata : “Yin Yin, kakak senior Lu mu sudah pulang!”
Song Yin diam menatap Song Sitong, tiba-tiba merasa dia sangat kasihan. “Kakak, kamu sudah lama tidak pulang! Pulanglah malam ini, kita berbincang!”
“Baik!” Song Sitong menajamkan bibirnya, “Mau coba menghitung denganku? Baiklah, nanti malam saja kita perhitungkan, hitung dengan sangat jelas dan detail!”
Rumah keluarga Song.
Jarang sekali Song Sitong pulang sekali, langsung masuk ke kamar Song Yin. “Aku yang menyimpan semua suratnya, jika sejak awal aku tau kamu menikah dengan Yu Jinglan , aku tidak akan melakukan hal yang membuat diriku sendiri terluka.”
Song Yin mengerti maksudnya, namun hatinya sedikit sakit, menghadapi kakaknya, ia merasa sakit. “Kakak, bukankah kita orang yang paling dekat di dunia ini?”
“Dulu iya!” Song Sitong tertawa dingin. “Disaat aku belum tau kamu adalah anak kandung ayah, kita adalah orang paling dekat, namun setelah aku tau bahwa ibumu merebut ayah dari ibuku, kamu merebut ayahku, kita bukan lagi keluarga, namun kita menjadi musuh!”
“Namun dalam tubuh kita mengalir darah yang sama!”
“Jika mau menyalahkan, salahkan saja ibumu, begitu tidak tau malu, mau bersama dengan ayahku, walaupun menjadi selingkuhan juga rela, teringat ibuku merasa menderita, aku tidak dapat tidak membenci kalian!”
“Maaf!” Mengenai hal ini, ia Song Ying sungguh tidak tau harus berkata apa. “Kakak, aku hanya bisa bilang maaf!”
“Saat ini, si tuan besar sudah tidak menyukaiku, kamu, kamu yang sudah merebut rasa cinta dia padaku, ibumu merebut posisi ibuku, ibuku mati karena dirimu!”
Hatinya semakin sakit!
“Aku sangat memandang rendah kamu dan ibumu!” Song Sitong berkata dengan geram, “Aku sangat memandang rendah orang munafik seperti kalian. Song Yin, aku beritahu kamu, kejadian ketika di bar, kamu hampir diperkosa orang, itu aku yang mengaturnya, aku yang menyuruh orang untuk memperkosamu, membuatmu tau apa itu derita yang sebenarnya, lihat apakah Yu Jinglan masih menginginkanmu atau tidak!”
“Apa?” Song Yin terkejut, terdiam. “Kakak?!”
“Benar! Aku! Yu Jinglan mencurigaiku, memang aku yang melakukannya! Sayangnya, membiarkanmu melarikan diri!”
Seketika pintu terbuka, Lan Ying berdiri di depan pintu, membuka besar matanya, bertanya dengan tak percaya : “Tong Tong, apa yang kamu katakan? Kamu berbuat apa pada Yin Yin?”
“Tante, aku bilang, aku menyuruh orang untuk memerkosanya, namun sayangnya tidak berhasil, tidak terduga Yu Jinglan datang begitu tepat waktu, sangat tidak kebetulan! Jika ada kesempatan, aku masih akan tetap melakukannya, sebaiknya kalian berhati-hati.”
“Dia adalah adik kandungmu!” Tiba-tiba raut wajah Lan Ying berubah, menjadi pucat.
“Ibuku juga adalah adik kandungmu, kamu berani merebut pria dengannya, ganti rugi, kamu harus membayar ini semua!” Intonasi Song Sitong begitu dingin, perkataannya seperti sebuah pisau yang menusuk hati Song Yin dan Lan Ying.
“Tong Tong, kenapa kamu berubah menjadi begitu menakutkan? Kamu bukan anak seperti ini! Dulu kamu sangat bijaksana!” Sampai saat ini Lan Ying tidak berani percaya dengan kata yang dikatakan Song Sitong.
“Kebijaksanaanku sudah dirusak oleh kalian! Saat ini siapapun jangan membahas bijaksana denganku, siapapun tidak pantas. Aku bisa bersikap bijaksana kepada semua orang didunia ini, namun tidak kepada kamu dan Song Yin, ini adalah hutang kalian pada ibuku!”
__ADS_1
Hati Song Yin sangat sakit, iya, semua kata Song Sitong sangat benar, mereka telah merebut kebahagiannya!
Tubuh Lan Ying goyah, seperti sudah tidak kuat berdiri, Song Yin bergegas menopang ibu.
Air mata Lan Ying mengalir, menggigit bibirnya, menahan air matanya, berkata : “Tong Tong, tante bersalah padamu, ini semua salah tante, kamu jangan salahkan Yin Yin, semua ini tidak berhubungan dengannya, dia adalah adik kandungmu, selain dia, apa ada orang lagi yang mengalir darah yang sama denganmu? Kalian ada keluarga! Kalian ada keturunan yang sama, kenapa saling melukai!”
“Tante, aku memang orang seperti ini, orang yang akan membalas jika ada dendam! Maaf, aku tidak begitu murah hati memaafkan kalian, sungguh! Aku masih bisa melakukan hal yang lebih kelewatan lagi, ini tidak pasti, kalian harus berhati-hati!” Song Sitong mengangkat bahunya, berjalan keluar, sambil berjalan sambil berbicara : “Kalian boleh beritahu ayah, bilang saja aku mengancam kalian, aku benar tidak takut!”
Baru saja ia berjalan ke depan pintu, tiba-tiba satu sosok bayangan membuat Song Sitong terkejut.
“Pak ” Suara itu, terdengar sangat jernih.
Song Yin dan Lan Ying terkejut.
“Ayah…” Song Ying berteriak rendah.
“Qing Quan.”
Song Qingquan berdiri didepan pintu dengan wajah muram, ia mengangkat tangan dan menampar Song Sitong. “Bajingan, apa kamu masih manusia?”
“Aku bukan manusia, aku bukan manusia, kamu juga bukan manusia!” Song Sitong tidak ada rasa takut sama sekali, berkata dengan dingin. “Rumah ini, aku juga sudah muak, kembalikan kebahagiaan untuk kalian, aku tidak akan kembali lagi!”
Selesai berkata, Song Sitong memegang wajahnya, berjalan keluar.
“Kakak. ” Song Yin mengejarnya.
“Berhenti, Song Yin, jangan mengejar!” Kata Song Qingquan. “Dia bukan kakakmu, mulai hari ini, aku Song Qingquan tidak mempunyai putri seperti dia!”
“Qing Quan….salahku….semua salahku… ” Lan Ying menangis terisak-isak.
“Salahku!” Song Qingquan menghela nafas, mengulurkan tangan, memeluknya dengan pelan.
Hati Song Yin bertambah sakit, jika malam itu, ia benaran diperkosa, jika Kakak Yu tidak sempat datang, ia tidak berani memikirkan kelanjutannya.
Dia adalah kakak kandungnya! Kenapa bisa begitu kejam? Kepalanya sangat sakit!
Yu Jinglan duduk disofa, berbaring malas diatas sofa, mata hitamnya melihat Song Yin, tatapannya sangat tajam.
Melihat dia berjalan masuk, ia menutup pintu, kelihatannya sangat terkejut, karena tidak ada mobil dibawah, jadi dia baru masuk dengan tenang, ia masih belum menenangkan emosinya, masih tidak tau bagaimana menghadapi Yu Jinglan .
“Sini!” Melihat Song Yin, memerintah dengan datar.
Suaranya sangat lembut dan memikat, namun ada sedikit dingin.
Tangan Song Yin yang menggenggam kunci bergetar, menarik nafas dalam, berdiri di samping pintu, tidak bergerak, tidak berbicara.
“Masih marah?” Tanya Yu Jinglan .
Song Yin tidak tau mau berkata apa.
“Sini, duduk disisiku!” Kata Yu Jinglan lagi.
Beberapa saat kemudian, Song Yin melihat tidak ada emosi dalam tatapannya, baru mendekatinya, mengedipkan mata, sedikit bingung, duduk didepannya menatap tatapan matanya yang dingin.
Tatapan mereka berdua dingin, bertatapan dalam waktu lama.
Akhirnya, beberapa saat kemudian.
“Pulang saja?” Kata Yu Jinglan , suaranya rendah, tatapannya lembut dan menawan.
Song Yin mengedipkan matanya, seketika melihat Yu Jinglan yang berbeda, satu kata pulang? Membuat hatinya terkepal dengan keras, merasa tercekik, jantungnya berdebar kuat.
Song Yin menatapnya, ingin menanyakan beberapa pertanyaan.
__ADS_1
“Apa, apa aku masih menjadi caturmu?”
Dia terdiam sejenak, mengangkat alisnya. “Bukan!”
“Lalu aku apa?”
“Wanitaku!”
Tiba-tiba Song Yin menaikkan kepalanya, air matanya terjatuh! Hatinya sangat kacau, teringat dengan perkataan ayah, hatinya sangat bingung, akhirnya, ia berkata : “Menunggu selesai sidang, boleh?”
Yu Jinglan terdiam sejenak, mengangguk. “Iya.”
Song Yin sedikit terkejut, tidak terpikir ia akan menyetujuinya, kemudian, ia berdiri, “Tutup pintu dan jendela dengan baik pada malam hari, aku pergi dulu!”
Tubuh Song Yin menegang, juga ikut berdiri, melihat Yu Jinglan tidak bergerak berdiri didepannya, hati Song Yin gemetar, menaikkan kepalanya, melihat tatapannya yang lembut dan juga ada sedikit kesedihan. Tiba-tiba Yu Jinglan mengulurkan tangannya, memeluknya dengan erat.
Song Yin ketakutan, “Lepaskan aku!”
Namun ia semakin mengeratkan pelukannya, seperti sedang takut kehilangan sesuatu.
“Ibu sudah kembali ke Jepang!” Yu Jinglan berkata dengan lembut di samping telinganya.
Ternyata ibu mertuanya sudah pergi, Song Yin melegakan nafas.
Song Yin dipeluk dengan sangat erat, namun pelukan erat Yu Jinglan terasa aneh pada saat ini, membuat Song Yin sedikit sesak. Sesak ini bukan karena ia tak dapat bernafas, namun karena kelembutannya, dan intonasinya ketika berkata kata pulang.
“Kelak jika ia datang, kamu tinggal disini!” Suara Yu Jinglan terdengar dalam, ia mengarahkan kepalanya ke leher Song Yin, mencium wewangian tubuhnya.
Song Yin mengulurkan tangannya, mau memeluknya, namun ia menarik kembali lagi, ia takut Yu Jinglan tak mau melepaskannya jika ia memeluknya.
Yu Jinglan akhirnya melepaskannya, mencium dahinya dengan lembut, berkata : “Selamat malam!”
Kemudian, dia benar pergi!
Suara pintu ditutup terjatuh ke hati Song Yin, seperti sedang mimpi, begitu tidak nyata, apa ini mimpi? Seperti sedang menginjak awan, seperti menginjak bulu.
Song Yin berdiam diri ditempat, tidak bergerak. Air mata terus berjatuhan, tetes demi tetes, seperti mutiara yang terputus, namun hatinya terasa lembut.
Malam sedikit sejuk.
Pria berdiri dibawah, mengambil ponselnya, “Xiao Chen, bawa mobil kedepan pintu!”
Ia memadamkan rokok ditangannya, menolehkan kepala melihat keatas, kemudian berbalik badan dan berjalan pergi.
Malam gelap gulita.
Hong Jing.
Yu Jinglan kembali ke rumah di Hong Jing, tidak ingin pulang rumah, karena rumah itu sangat kosong, merasa sangat lelah.
Baru saja masuk ke kamar, ponselnya berdering. Tanganya terhenti sejenak, sebuah nama terlintas di pikirannya, tiba-tiba mengulurkan tangannya, mengambil ponsel dan melihat siapa.
Hanyalah tampilan layar, namun ia malah memperlambat gerakannya lagi. Menekan tombol angkat, tidak terdengar emosi dari intonasinya, berkata : “Kenapa menelepon pada jam segini?”
“Ada waktu?” Terdengar suara Mu Xue.
“Ee…. ”
“Aku sudah di depan pintumu! Bukalah!”
Terdiam sejenak, telepon masih tersambung, sudah terdengar suara ketukan pintu. Membuka pintu, melihat Mu Xue, Yu Jinglan terkejut mengangkat alisnya. “Hari ini kamu juga tinggal disini?”
“Hm!” Mu Xue tersenyum, berjalan masuk, menatap Yu Jinglan . “Lan, mau minum bersama?”
__ADS_1
“Kesepian?” Yu Jinglan melepaskan jasnya, sedikit lelah, memijit alisnya.
“Apa aku hanya datang mencarimu ketika kesepian?” Mu Xue tersenyum pelan, “Ketika senang tidak boleh mencarimu?”