AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 451 Tiba-Tiba Meninggal


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Song Yin tidak berkata apa-apa, hanya ekspresinya sangat berat.


Dalam perjalanan, semuanya tidak berkata lagi.


Hello! Im an artic!


Sampai di rumah sakit.


Sudah beberapa jam kemudian.


Song Yin berlari cepat.


“Yin Yin, lambat sedikit, hati-hati!” Yu jing lan berteriak dari belakang.


Hello! Im an artic!


Masuk ke dalam lift, langsung menuju kamar pasien.


Song Yin mendengar suara tangisan, tiba-tiba terbengong, dalam hatinya ada firasat buruk, apa Ayah dia?


“Qing Quan—kamu kenapa meninggalkan aku?” Suara Ibu yang menangis keras.


Hati Song Yin tertusuk lagi, semakin putus asa.


“Yin Yin, jangan tergesa-gesa! Jangan lari!” Yu jing lan takut dia tergelincir, dirinya mnegikutinya di belakang.


Tetapi, tiba di kamar pasien, mereka bengong.


Lan Xin tergeletak di ranjang merengek.


Song Si Tong juga sedang menangis.


Lalu orang yang berada di ranjang, seluruh mukanya sudah ditutupi oleh sprei.


“Ayah—Ayah–” Song Yin dengan seketika mengeluarkan air matanya, dia berteriak keras, suara yang kasihan itu beserta penyesalan. “Ayah…”


“Mengapa bisa begini?” Yu jing lan terkejut, beberapa hari yang lalu masih baik-baik saja, kenapa tiba-tiba begini? Tiba-tiba meninggal!


Ketua Gao melihat Yu jing lan , berjalan kemari menjelaskan: “Tuan Yu, kami telah berusaha semaksimal mungkin, wali kota Song sangat khusus, tidak tahu pengaruh apa, tubuh yang sudah lemah itu dengan seketika tidak bisa ditahan lagi, membuat banyak tempat sel darah kecil mengalami pendarahan, langsung ke kondisi koma! Tetapi ini bukan yang alasan utama yang merenggut nyawanya, kami tidak terpikir sudah menahan pendarahan, tetapi malah menyumbat sel darah jantung, kekentalan darahnya terlalu tinggi, menahan darah, malah menyumbat sel darah, akhirnya membuat jantung tiba-tiba berhenti berdetak!”


Yu jing lan mengangguk kepala, orangnya sudah tiada, dia juga percaya rumah sakit sudah melakukan pertolongan yang lengkap, tetapi tetap tidak bisa tertolong kembali.


“Yin Yin….” Yu jing lan memeluknya, Song Yin malah menyangganya, tergeletak di depan ranjang.


“Ibu…. Ayah dia….” Song Yin menggigit bibirnya, air mata seperti manic-manik yang benangnya putus, jatuh ke bawah.


“Yin Yin, Ayah kamu sudah tiada….sudah tiada…” Lan Xin juga penuh dengan air mata, kedua Ibu anak ini saling memeluk dan menangis.


“Aku yang tidak baik, kenapa aku pergi? Aku tidak melihat wajah Ayah yang terakhir kali….aku tidak baik….wuuu….aku tidak baik!”


“Anakku….” Lan Xin juga menangis.


Song Yin menangis sebentar, berbaring di samping ranjang, berlutut di situ, dengan tangan gemetar membuka sprei.


Song Qing Quan dengan sangat tenang berbaring di situ, wajahnya sangat tenang, bibirnya tertutup, tidak terlihat menderita, tetapi hati Song Yin terpecah belah. “Ayah….aku anak tidak berbakti, maaf…maaf…”

__ADS_1


Di saat terakhir dia tidak berada di sisinya.


Song Si Tong juga menangis, menangis sampai mukanya penuh dengan air mata, tersedu-sedu, tidak ada tenaga sedikitpun.


Jian Yi dari belakang memeluk Song Si Tong. “Tong Tong, jangan nangis!”


Xing Jia Bai juga tidak terpikir akan begitu, dia memarkir mobilnya, sampai di sana, nyatanya melihat kondisi seperti ini.


Sesudah Song Yin menangis, berubah menjadi semakin diam. Biasanya perkataan dia tidak banyak, saat ini makin sedikit lagi.


Acara pemakaman Song Qing Quan ditetapkan pada tiga hari kemudian, siapapun tidak menyangka dia bisa begitu cepat meninggal dunia.


Juga tidak ada orang terpikir, kuburannya berada di samping Yu Yi Tian, sebelah Yu Yi Tian ada dua kuburan kosong, membeli banyak tahun, satu di kiri satu di kanan, Song Qing Quan dimakamkan di sebelah kiri.


Saat pemakaman, direktur Luo datang, menurut penyusunan Song Qing Quan saat hidup, memindahkan ke sini abu Lan Yan dari kuburan yang lain, menguburkannya bersama dia.


Sampai semua sanak keluarga pergi, hanya tersisa Song Yin, Yu jing lan , Lan Xin, Song Si Tong, Jian Yi dan Xing Jia Bai, dan juga Luo Wei Han, direktur Luo menjelaskan: “Sebelah kanan ini punya aku, tengah adalah Yi Tian, kami bertiga sudah berjanji, sesudah meninggal dikuburkan di pemakaman yang sama! Kami adalah kawan terbaik saat dulu, juga saudara terbaik! Mereka sudah tiada, hanya tersisa aku, Wei Han, jika Ayah meninggal, makamkan di sebelah kanan sini!”


Luo Wei Han tersedu-sedu memanggil: “Ayah…”


“Orang pasti akan meninggal, jangan sedih! Orang yang meninggal sudah tiada, kita harus tegar, biarkan mereka pergi dengan tenang!” Direktur Luo berjalan ke sisi Lan Xin, “Kakak ipar, turut berduka!”


“Terima kasih!” Lan Xin juga sudah tenang.


Karena Song Qing Quan tiba-tiba meninggal, tiket pesawat Song Si Tong dibatalkan, sementara tidak pergi.


“Terima kasih kepada kalian, kalian pulang saja, aku ingin berada di sini sebentar!” Lan Xin berkata lagi.


“Ibu!” Song Yin sedikit mengkhawatirkannya.


Mengangguk kepala, Song Yin tidak memaksa.


Semuanya meninggalkan kiburan.


Tetapi sampai di depan pintu kuburan, bertemu dengan Du Li Ling yang memakai baju cheongsam hitam dan tangannya mengambil bunga krisan yang berwarna putih, sangat jelas, semuanya terbengong, dan Du Li Ling melihat mereka, juga terbengong.


“Ibu, kamu kenapa keluar? Dokter tidak mengizinkanmu keluar dari rumah sakit!” Yu jing lan berjalan ke sana.


Du Li Ling melihatnya, dengan dingin, melihat lagi Song Yin, melihat lagi semua orang, pada akhirnya pandangannya ke arah Jian Yi, lalu berkata: “Jian Yi, aku besok pulang ke Tokyo, kamu pasti kamu tidak ingin pergi bersamaku?”


Jian Yi dengan serius mengangguk kepala. “Aku tidak pergi!”


“Baik! Sangat baik!” Du Li Ling tidak berkata apa-apa lagi, sedikit mengangkat dagu, berjalan melewati mereka.


Song Si Tong tiba-tiba berlari keluar, menghalang di depannya, dengan tajam bertanya: “Kamu mengatakan apa lagi ke Ayahku? Kamu melukainya apa lagi? Kamu mencelakai Ayahku!”


Semua orang terkejut, hati Yu jing lan juga semakin terkejut, dengan putus asa melihat Song Yin, dia juga tidak percaya, “Kakak, apa yang kamu katakan?”


“Aku melihat dia pergi lagi ke kamar pasien Ayah, kemudian, kemudian Ayah tiba-tiba koma, aku tidak tahu dia mengatakan apa kepada Ayah, awalnya masih baik-baik saja, tiba-tiba langsung tiada…”


Perkataan Song Si Tong langsung membuat Du Li Ling tercanggung, tetapi dia sepertinya tidak ada ekspresia apa-apa, hanya melihat Song Si Tong, lalu melihat semuanya.


“Ibu! Ada apa dengan hal ini? Kamu kenapa lari ke sana lagi?” ekspresi Yu jing lan sedikit tidak sabar, tidak terpikir, juga tidak menyangka, jika hal ini berkaitan dengan Ibu sendiri, kalau begitu dia dan Song Yin bagaimana seterusnya? Song Yin pasti akan membencinya sekali?


“Kakak, kamu melihat dengan mata kepala sendiri dia ke kamar pasien Ayah?” Song Yin juga tidak percaya, dengan gelisah memegang lengan tangan Song Si Tong.


Song Si Tong dengan sangat serius mengangguk kepala, sudut matanya ada air mata. “Aku dengan mata kepala sendiri melihat dia berjalan keluar dari kamar pasien Ayah, aku bertengkar dengannya, lalu dia pergi, Ayah menjadi tiba-tiba koma!”

__ADS_1


Song Yin mendengar jawaban yang pasti, tidak berkata apapun, dengan perlahan mengangkat pandangannya, melihat ke Du Li Ling, pandangannya dingin, dengan suara kecil: “Anda mengatakan apa kepada Ayahku?”


Perkataannya tidak cepat dan tidak lambat, tetapi mengandung ketidak acuhan yang dingin sekali, ada sebuah kekuatan yang tidak bisa ditolak.


Du Li Ling juga sangat tenang, melihat Song Yin, mengangkat alis bertanya kembali: “Menurutmu?”


“Kamu benar-benar pergi menganggu Ayahku?” hati Song Yin yang awalnya sudah sedih dan berat, sekarang menjadi tidak tahu apa yang dirasakannya.


Du Li Ling menghembuskan sebuah nafas, di pandangan heran semua orang, berkata dengan sangat tenang: “Aku pergi mengatakan beberapa hal dengannya!”


“Ibu! Apa yang kamu katakan? Kamu kenapa pergi ke sana lagi? Apa kamu tidak bisa berhenti?” Yu jing lan sudah hampir meledak, “Kenapa aku berkata begitu banyak kepadamu kamu masih tidak mengerti? Kematian Ayah tidak ada kaitannya dengan dia!”


Du Li Ling sedikit terbengong, matanya sedikit redup, dengan lama tidak bergerak, hanya melihat Yu jing lan .


Tidak ada ekspresi di wajahnya, kata-katanya sangat tenang. Melihat mata Yu jing lan , matanya tidak tergerak, seperti kematian Song Qing Quan adalah sebuah hal yang sepele, tidak ada kaitannya dengan dia.


Sepasang alis Yu jing lan mengerut, hatinya bertambah marah. “Ibu, aku benar-benar kesal kepadamu, semuanya sampai hari ini, kenapa kamu melakukan itu?”


Mata Du Li Ling kaku, menyesap bibir, lalu, bertanya: “Aku adalah Ibumu, aku begitu jahat di hatimu?”


Mata Song Yin diam, sampai saat ini, menyangkal Du Li Ling Ayah juga tidak akan kembali lagi.


Pertanyaan Du Li Ling membuat Yu jing lan tidak bisa berkata apa-apa, membuat Song Yin terdiam, juga membuat Jian Yi merasa sanksi, wajah Xing Jia Bai diam, Luo Wei Han tenang dan mencurigai, mata Luo Cheng Dong terlihat sedih, lalu sepasang mata Song Si Tong dengan kejam melotot Du Li Ling.


Suasana ini menyebarkan sebuah kesedihan yang mendalam, langit juga gelap, waktu seperti pasir yang berada di lubang-lubang jari, sedikit demi sedikit terlewati.


Song Si Tong duluan menuduh dengan tajam: “Apa kamu juga termasuk aorang baik? Kamu berbuat apa hatimu jelas, apa masih perlu kami mengatakan sekali lagi?”


“Orangnya sudah tiada, kamu sudah puas?” Luo Cheng Dong juga bertanya. “Li Ling, kehidupan yang penuh kedendaman di hati sangat sulit dilewati?”


Du Li Ling ditanya Luo Cheng Dong sampai tubuhnya kaku, mendengus dingin. “Tidak membalas budi orang bukan orang yang mulia, tidak membalas dendam tidak ada hak menjadi manusia!”


“Kalau begitu kamu masih tetap menganggap Ayahku adalah musuhmu?” Song Yin tiba-tiba membuka mulut. “Jadi kamu tidak peduli dengan apapun juga ingin membalas dendam? Walaupun dendam itu hanya sebatas lelucon, kamu juga tidak akan melepaskannya? Apa hidupmu berarti? Anakmu yang satu-satunya juga kamu peralat, di matamu hanya terasa sedikit saja, tetapi kamu lihat sendiri, di sisimu masih ada orang? Apa kamu tidak merasakan tengah malam kamu sangat kesepian? Seorang yang hatinya penuh dengan dendam, apa berarti tetap hidup di dunia ini lagi?”


Hati Du Li Ling tergetar, ketenangan di matanya mulai terpecah belah.


Song Yin berkata lagi: “Ayahku sudah tiada, dia pasti tidak menginginkan kami mempersulit kamu, karena kamu pernah menjadi istri Paman Yu, tetapi itu juga hanya adalah pernah, kami mengalah kepadamu, karena sedikit perasaan dulu di antara Ayahku dan Paman Yu. Tetapi hari ini, apa hak kamu untuk berada di depan kuburan Paman Yu dan Ayahku? Kamu sudah menikah lagi, tidak bermarga Yu lagi!”


Mengatakan kepada Du Li Ling beberapa kata ini, Song Yin memegang tangan Song Si Tong. “Kakak, ayo kita pulang ke rumah!”


Song Si Tong awalnya ingin berselisih, tetapi mendengar perkataan Song Yin, juga biarkan saja, melotot Du Li Ling yang ekspresinya sudah pucat, pergi bersama Song Yin.


Song Yin tidak melihat Yu jing lan , seperti tidak orang ini, Yu jing lan merasa tersakiti.


Du Li Ling menundukkan kepala, sebentar lagi mengangkat kepala, melihat mereka, seperti sedang memikirkan apa, dengan lama, dia tetap memutuskan pergi ke kuburan.


Yu jing lan melihat Jian Yi, lalu dia mengangguk kepala, mengikuti Du Li Ling.


Yu jing lan dengan langkah besar mengejar Song Yin, dengan cepat, mengejar Song Yin, menarik tangannya, dengan putus asa membuka mulut: “Yin Yin…”


Song Si Tong melihat Yu jing lan mengejar kemari, berkata kepada Song Yin: “Aku pergi dulu ke dalam mobil menunggumu!”


“En!”


“Yin Yin, maaf!” Yu jing lan sangat sedih.


Mendengar perkataan Yu jing lan , Song Yin dengan perlahan berpaling, melihat mata hitam yang mencolok itu, Song Yin hanya dengan tenang mengatakan: “Pulang istirahat saja, jangan mengikutiku lagi!”

__ADS_1


__ADS_2