AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 43


__ADS_3

“Aneh sekali! Aku tidak perduli bagaimana kamu mengenalku, tetapi tindakanmu yang memukuli anak jelas salah! Aku tidak takut denganmu, aku akan segera melaporkannya kepada polisi!”


Hello! Im an artic!


“Mu Xue!” Qin Yinuo tidak dapat menahan amarahnya lagi.


Mendengat teriakan tersebut, Mu Xue sangat terkejut. Hampir saja ponselnya terjatuh ke atas lantai. “Kamu … Kamu adalah … Bos? Qin Yinuo?” “Iya!” jawab Qin Yinuo. Akhirnya dia mengenali suaranya juga


Hello! Im an artic!


Bagaimana bisa? Oh iya, ketika berada di Seoul, Qin Yinuo sempat mengatakan anaknya dalam masalah. Ini, ini terlalu kebetulan… “Aku akan segera mengatarkan Tianyu pulang!” ujar Mu Xue.


“Tidak perlu, aku akan menjemputnya,” jawab Qin Yinuo.


“Berjanji kepadaku bahwa kamu tidak akan memukulnya!”


“Aku tidak pernah memukulnya!” jawab Qin Yinuo.


Hello! Im an artic!


“Lihatlah! Masih saja berbohong! Apakah kamu tidak kasihan dengan anakmu?” tanya Mu Xue.


“Baik, baik, aku berjanji! Di mana kalian?” tanya Qin Yinuo.


“Baiklah! Aku berada di jalan Yong Gang nomor 1!” jawab Mu Xue. Dia tidak akan membiarkan Qin Yinuo mengetahui di mana tempat tinggalnya yang sebenarnya.Lelaki ini sagant berbaya, sudah memiliki anak istri … sebentar, bukankah Tianyu mengatakan bahwa dia tidak memiliki ibu?


“Lima menit lagi aku sampai!” jawab Qin Yinuo.


Setelah menutup telepon tersebut Mu Xue memanggil Tianyu, “Tianyu, ayahmu akan datang menjemputmu! Dia berjanji tidak akan memukulmu!”


“Tante …, apakah ayahku marah?” tanya Tianyu yang khawatir ayahnya akan marah.

__ADS_1


“Dia tidak marah dan dia telah berjanji tidak akan memukulmu!” jawab Mu Xue.


“Chengcheng, ayo ganti bajumu dan kita antar Tianyu kepada ayahnya,” perintah Mu Xue.


“Baik!” jawab Chengcheng yang sedang membuka MSN.


Dia melihat sebuah pesan masuk, setelah membacanya dia berteriak kegirangan, “Wah! Paman bilang desainku sangat bagus! Mami, aku berhasil!”


Mu Xue terdiam menatap anaknya, “Apanya yang berhasil?”


Chengcheng tersenyum dengan lebar, dia menggenggam tangan Tianyu, “Tianyu, aku ada urusan. Aku tidak bisa mengatarmu, jika ayahmu memukulmu, datang dan tinggal saja di rumahku! Aku akan membagi tempat tidurku dengamu.” Tianyu hanya menganggukkan kepalanya.


“Chengcheng, mami akan segera kembali! Tunggu di rumah ya,” ujar Mu Xue. “Sampai jumpa, Chengcheng,” Tianyu melambaikan tangannya.


“Sampai jumpa, Tianyu,” ujar Chengcheng.


“Tante, apakah aku masih boleh datang bermain?” tanya Tianyu sambil berjalan.


Mendengar suara tersebut Qin Yinuo melihat ke arah Tianyu. Dia berjongkok kemudian dengan lembutbertanya, “Kenapa kamu kabur? Bagaimana jika kamu bertemu dengan orang jahat?”


“Daddy, aku tahu aku salah. Maafkan aku!” jawab Tianyu.


“Lalu kenapa kamu mengatakan bahwa Daddy memukulmu?” suara Qin Yinuo sangat lembut.


“Maafkan aku, aku tahu aku salah!” ujar Tianyu.


“Sudah, yang terpenting kamu baik-baik saja,” ujar Qin Yinuo.


“Tante, maafkan aku. Aku telah berbohong, ayahku tidak pernah memukulku,” ujar Tianyu kepada Mu Xue.


“Sungguh?” tanya Mu Xue dengan ragu-ragu.

__ADS_1


“Iya, aku telah berbohong,” jawab Tianyu.


Mu Xue benar-benar merasa sangat canggung, “Pak, maafkan aku! Aku tidak tahu, aku kira ….”


“Tianyu, masuklah ke mobil. Tunggu daddy di dalam!” perintah Qin Yinuo.


“Baik!” jawab Tianyu.


Suasana ini beanr-benar sangat canggung. Mu Xue tidak tahu apa yang harus dia lakukan, “Pak … aku pulang dulu. Tolong jaga Tianyu baik-baik.”


“Sebentar!” ujar Qin Yinuo. Mu Xue terkejut, “Hah? Apakah masih ada hal ain?” “Bagaimana dengan bahumu?” tanya Qin Yinuo sambil menatap bahu Mu Xue. “Masih sedikit nyeri, tetapi sudah lebih baik,” jawab Mu Xue.


“Besok kamu boleh mengambil cuti!” jawab Qin Yinuo.


“Baik.” Mu Xue menganggukkan kepalanya, “Tetapi apakah gajiku akan dipotong?”


“Apakah kamu kekurangan uang?”


“Tentu saja tidak,” jawab Mu Xue berbohong. Tentu saja dia kekurangan uang.


“Besok aku akan datang menjemputmu!” Qin Yinuo menatap Mu Xue dengan tatapan sangat dalam. Mu Xue tidak mengerti, menjemputnya? Untuk apa? Untuk apa menjemputnya?


Tanpa menunggu Mu Xue menjawab, Qin Yinuo berkata, “Kenapa? Tidak boleh?” “Tidak, bukan seperti itu. Tapi aku tidak mengerti apa maksudmu. Menjemputku? Untuk apa?” tanya Mu Xue.


Qin Yinuo tersenyum, dengan sengaja dia mendekat kepada Mu Xue, “Berterima kasih kepadamu dan aku ingin mendengar lebih banyak tentang cara membesarkan anak. Apakah kamu keberatan?” “Aku … aku tidak ingin pergi!” jawab Mu Xue. Dia merasa lega saat menolak ajakan Qin Yinuo.


“Kenapa?” tanya Qin Yinuo sambil mengerutkan dahinya, “Apakah kamu tidak ingin makan bersamaku?”


“Iya,” jawab Mu Xue dengan singkat.


“Kenapa? Apa yang kamu takutkan?” tanya Qin Yinuo yang tidak terima ketika ditolak.

__ADS_1


__ADS_2