
Hello! Im an artic!
Song Yin melihat pria itu sedang menyentuh punggung Song Sitong lalu Song Yin bereaksi sambil menarik Song Sitong. “Jangan sentuh kakakku!”
“Kakakmu? Adik kecil, kamu juga temani kakak minum! Kakakmu seksi dan kamu polos!”
Hello! Im an artic!
Sebuah bau alkohol yang kuat tercium sehingga Song Yin menjauhkan badannya sambil memeluk Song Sitong yang mabuk dan berkata dengan dingin, “Pergi!”
“Aduh! Adik polos ini galak sekali, kakak suka dengan gayamu! Sini, kakak cium dulu! Aku akan memuaskanmu malam ini!” Pria cabul itu mendekatinya tanpa malu sambil memeluk badan Song Yin dan Song Yin baru mau menjauh tapi Song Sitong mendorongnya sehingga dia jatuh dalam pelukan pria itu.
Dia memeluknya dengan kuat dan pria itu mencium keningnya dengan jijik.
“Ah…..” Song Yin kaget lalu mendorong pria itu dengan marah, “Pergi!”
Hello! Im an artic!
“Aku tidak mau pergi!” Pria yang didorongnya itu tertawa sambil mengarah kepadanya. “Adik imut sekali! Aku suka gadis kecil sepertimu! Brengsek, kamu berani menyiram aku!”
Pri itu tidak menyangka jika Song Yin akan menyiramnya sehingga membuatnya marah dan dia ingin datang menciumnya.
“Pergi! Pergi!” Song Yin berteriak.
Song Sitong berjalan ke luar kemudian ada pria yang memeluk pinggangnya, Song Yin melihat Song Sitong tersenyum kepada pria itu dan pria tinggi itu pergi sambil memeluk pinggangnya.
“Ah…..”
Pria cabul memeluk Song Yin lagi dan dia hampir menciumnya.
Song Yin berteriak karena ketakutan. “Jangan sentuh aku!”
Menjijikkan!
Dia meraih botol bir dalam kekacauan, “Prak, dia memecahkan botol bir sambil mengarahkan bagian botol yang pecah ke arah pria itu dengan mata yang terlihat serius, “Lepaskan aku, jika tidak aku akan menusukmu!”
“Brengsek! Mau menusukku, kamu menakuti?” Pria cabul tidak takut dengan ancamannya.
“Ah….. kamu benaran menusukku! Brengsek!” Pria itu menyeringai sambil memegang lengannya.
Tangan Song Yin memegang botol bir dan tidak menghiraukan suara teriakan pria itu dan ingin berlari ke arah luar karena kakak telah dibawa pergi seorang pria dan dia ingin pergi mencarinya, dia harus membawanya pulang malam ini jika tidak ibu akan merasa sangat bersalah.
“Nona, kamu tidak bisa pergi!” Ada dua orang pengawal yang menghampirinya, “Kamu melukai orang di bar kami maka tidak boleh pergi!”
“Itu karena dia ingin berbuat cabul kepadaku!” Song Yin segera menjelaskannya. “Kalian cepat minggir, aku mau pergi mencari kakak!”
“Maaf nona, kamu tidak bisa pergi!” Pengawalnya menghadangnya dengan sopan, “Kami harus bertanggung jawab kepada semua pelanggan karena kamu telah melukai orang maka tidak boleh pergi begitu saja!”
“Mengapa kalian bisa seperti itu?” Song Yin mengerutkan keningnya.
“Kita lapor polisi saja dan katakan di kantor polisi saja!” Pengawal berkata.
Song Yin melihat ke arah luar dengan cemas tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dan pria yang terluka olehnya juga datang menghampirinya. “Brengsek, kamu bahkan berani melukaiku, apakah kamu sudah bosan hidup!”
Pengawal menghentikan pria itu. “Tuan, kita ke kantor polisi saja dan polisi akan segera datang!”
Pada saat ini ada dua orang yang terlihat seperti polisi berjalan masuk, polisi ini datang cepat sekali? Song Yin melihat polisi memberikan isyarat mata kepada pria yang terluka ketika berada di luar dan akhirnya dia mengerti jika mereka adalah orang dalam kelompok yang sama?!
Song Yin langsung berlari ketika mereka membawanya ke sisi mobil.
“Sial, dia kabur!”
“Cepat kejar!”
__ADS_1
Song Yin berusaha sekuat tenaga berlari di jalan raya tapi posisi bar ini terletak di tempat yang dalam sehingga dia tidak tahu apakah dia bisa kabur atau tidak sedangkan di belakangnya ada tiga orang pria yang mengejarnya.
“Jangan biarkan dia kabur, cepat sedikit!”
“Tolong!” Song Yinberteriak tapi tidak ada yang berani menolongnya ketika melihatnya dikejar oleh tiga orang pria, pasti itu karena kedua orang yang memakai seragam polisi itu?
Mereka bisa mengejarnya setelah berlari sejauh 30 meter dan Song Yin sangat ketakutan ketika melihat tangan besar meraihnya.
Ketiga orang pria itu menariknya ke tempat gelap, “Brengsek, kamu berani kabur?! Wanita ******, aku mau lihat apakah kamu masih berani kabur lagi!”
Song Yin panik daan tidak tahu harus bagaimana. “Kalian mau melakukan apa? Kalian bukan polisi!”
“Heng! Kami bertiga mau dirimu, wanita sialan kamu bahkan berani menusukku!” Pria cabul mendengus dingin, “Aku akan menyiksamu malam ini!”
“Kak, tunggangi dia dan seret dia ke dalam lagipula di sini tidak ada orang!” Seorang polisi palsu yang memakai seragam berkata. “Bagaimana jika melakukannya di sini karena aku sudah tidak sabar lagi.”
Song Yin berteriak minta tolong lagi tapi tangannya ditutup oleh tangan besar yang kotor, dia berteriak sambil tertutup tangan kotor yang membuatnya mual.
Di dalam gang yang gelap, tangan pria cabul sudah mencapai bagian dalam paha Song Yin.
Song Yin memberontak dengan ketakutan dan dia hanya bisa berteriak dengan mulut tertutup
“Wanita ******, kamu berani menusukku, aku akan menyiksamu malam ini!” Mata pria itu terlihat berbahaya sambil menekan Song Yin ke tembok dan mulai merobek bajunya.
Jangan!
Song Yin berjuang mati-matian supaya tidak dicabuli para pria ini, dia menendang dan memukul dengan keras, dia ingin melepaskan diri dari pria yang menekannya dan ingin melepaskan diri dari pria yang mencabulinya, air matanya jatuh, bajunya dirobek sehingga tubuhnya kelihatan yang membuat wajahnya pucat dan ketakutan di hatinya mencapai puncaknya.
“Uh…..” Bibir pria menempel di lehernya.
Kedua pria lainnya menekan lengannya.
Lalu Song Yin menggigit tangan kasar itu. “Tolong, jangan sentuh aku!”
Wajahnya ditampar. “Brengsek, kamu menggigitku, aku akan menunggangimu malam ini!”
“Jangan!” Song Yin berteriak.
Atasannya dirobek dan memperlihatnya dadanya yang membuatnya putus asa, siapa yang bisa datang menolongnya?
Yu Jinglan menelepon Song Sitong dan mendengar suara yang berisik dan dia menduga jika dia pasti sedang berada di bar, hanya ada beberapa bar yang sering dia datangi dan dia bertanya apakah Song Yin bersamanya tapi Song Sitong menyangkalnya lalu menutup teleponnya.
Yu Jinglan tidak percaya dan merasa Song Sitong sedang berbohong maka Yu Jinglan menelepon beberapa bar dan mendapat kabar jika dia baru keluar dari bar ‘Yingsu’ dan pemilikinya memberitahunya, “Kak Yu, tadi memang ada wanita yang datang mencari Song Sitong tapi wanita itu sedang dijebak! Dan dibawa pergi oleh beberapa pria!”
“Kamu segera bantu aku mencarinya, segera cari dia!” Yu Jinglan memberikan perintah dan menebarkan aura yang menakutkan.
Bugatti meluncur dalam kegelapan dan dia hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk sampai di depan pintu bar Yingsu.
Ada orang yang melihat ke arah gang itu lalu Yu Jinglan memiringkan badan melihat ke arah gang gelap itu.
“Kasihan sekali, sepertinya wanita itu sedang ditargetkan, lapor polisi!” Di sampingnya ada seorang anak muda yang bergumam.
Yu Jinglan segera menarik anak muda itu dan bertanya, “Wanita apa?”
Anak muda itu terlihat panik sambil menjelaskan, “Ada seorang wanita yang sedang dikejar beberapa pria tadi dan tidak tahu apa yang terjadi padanya sekarang?”
“Brengsek!” Mata Yu Jinglan terlihat suram dan dia langsung berlari ke arah gang gelap itu.
“Jangan…..” Dia langsung mendengar teriakan Song Yin begitu masuk.
Tubuh Yu Jinglan bergetar dan bergegas ke sana, dia melihat Song Yin ditekan oleh seorang pria ke tembok dan tubuhnya yang kecil sedang memberontak.
Bruk…..
__ADS_1
Tubuh yang besar berguling di tanah.
Dan langsung memukul wajah pria itu.
Kedua polisi palsu yang melihat kedatangan seorang pria langsung marah dan terlihat mengerikan.
Pria cabul itu baru melihat Yu Jinglan setelah dia bangun karena dipukul.
Song Yin terhuyung sambil membelalakkan matanya karena dia tidak berani percaya bisa melihat Yu Jinglan .
“Datang dari mana bajingan ini!” Pria cabul berteriak. “Maju, pukul sampai mati!”
Mata Yu Jinglan terlihat dingin seolah-olah udara di sekitarnya ikut membeku kemudian dia menarik Song Yin ke belakangnya.
“Kakak besar Yu…..” Song Yin memanggilnya, dia takut sekali, untung saja dia datang jika tidak maka dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.
Tampang Yu Jinglan sangat menakutkan! Tapi pada saat ini Song Yin berada di belakangnya dan merasa sangat aman sambil memegang ujung jasnya dengan kuat.
“Kalian bisa memukulku?” Yu Jinglan mendengus dingin lalu membuka jasnya dan dia berbalik untuk memakaikan ke tubuh Song Yin.
“Maju……” Polisi palsu melihat dia berbalik dan langsung maju.
“Ah…… hati-hati…..” Song Yin berteriak.
Yu Jinglan memiringkan badannya dan langsung menendangnya sehingga orang itu jatuh, dia pernah mengikuti pelatihan taekwondo semasa sekolah dulu selama empat tahun sehingga mendapatkan sabuk hitam.
Orang yang ditendang langsung jatuh dan menyeringai kesakitan.
Lalu dua orang pria lainnya maju bersamaan, “Brengsek, siapa kamu? Bajingan dari mana, sebutkan namamu!”
“Kalian tidak pantas mengetahui namaku!” Auranya yang kuat membuat Yu Jinglan terlihat lebih besar, “Jika kalian tidak ingin mati maka cepat pergi!”
“Kamu tunggu saja karena aku akan membuat perhitungan denganmu!” Pria cabul berteriak kencang sambil memapah orang yang jatuh dan menghilang dalam kegelapan.
“Kakak besar Yu…..” Song Yin langsung menangis kencang sambil memakai jasnya dan dia merasa sangat hangat.
Melihat badannya yang menyusut, Yu Jinglan menelan kembali semua kemarahan dan sudah sampai di ujung mulut.
“Aku sangat takut….. aku pikir….. kotor sekali….. ” Tubuh Song Yin menggigil sambil berkata dengan suara serak, “Mereka, mereka sangat menakutkan!”
Setelah itu dia masuk dalam pelukannya sambil memeluk pinggangnya dengan erat.
Yu Jinglan tertegun dan tangannya membeku tapi akhirnya dia menepuk pundaknya. “Sudah tidak apa-apa!”
“Aku takut!” Dia menangis dengan sedih.
“Sudah tidak apa-apa!” Dia memeluknya erat-erat, “Kita masuk ke dalam mobil dulu!”
Dia melepaskannya kemudian segera memegang tangannya dengan erat dan terlihat seperti anak kecil yang tersesat dan tidak mau melepaskannya.
“Jangan menangis lagi!” Dia menangis selama setengah jam setelah masuk dalam mobil tanpa mengatakan apa-apa dan hanya menangis sehingga Yu Jinglan tidak sabar meneriakinya.
Song Yin masih tetap menagis karena dia takut sekali, dia takut orang-orang itu akan……
Ketika memikirkan adegan berbahaya tadi…..
Ah…..
Di mana kakak?
Song Yin langsung melebarkan matanya sambil menatap Yu Jinglan dengan wajah penuh air mata. “Kakak besar Yu, kakak….. apakah kamu bisa bantu aku mencari kakak?”
Kakak keluar bersama seorang pria, di mana dia sekarang? Apakah dia aman?
__ADS_1