
Hello! Im an artic!
“Angkat kepalamu!” Qin Yinuo tersenyum, suaranya terdengar lebih magnetis lagi. “Kamu begitu suka berbicara sambil menatap ujung kaki?”
“Ah!” Wajahnya langsung memerah, dia mengangkat kepalanya dengan canggung, lalu mereka saling bertatapan.
Hello! Im an artic!
Melihat mata Qin Yinuo yang begitu hitam dan dalam, kalau tidak hati-hati mungkin saja terjatuh ke dalamnya.
“Sanggup atau tidak sanggup?” Dia bertanya dengan serius.
“Bisa!” Mu Xue menarik nafas dalam-dalam dan menjawab dengan serius.
Tidak peduli apapun, dia juga harus mencobanya, di dunia dia tidak ada kegagalan, karena, dia tidak memperbolehkan dirinya gagal, dia masih harus membesarkan Cheng Cheng. Cheng Cheng adalah sumber kepercayaan dirinya!
Hello! Im an artic!
“Bagus sekali! Aku hanya ingin mendengar jawaban yang pasti.” Dia berkata.
“Terima kasih bimbingan CEO!” Mu Xue berterima kasih.
“Ayo, makan bersama!” Dia menatapnya.
“Apa?” Dia tercengang, dia mengira dirinya salah dengar.
“Berberes dan pulang kerja, kita makan bersama!” Dia meminum kopinya, dan berdiri, badan yang tinggi itu langsung mengeluarkan aura yang begitu menekan.
__ADS_1
“CEO, maaf, aku masih ada urusan lain! Aku pergi dulu!” Dia hanya menjemput anaknya, sudah malam, astaga, dia akan telat lagi!
Dia berlari keluar dengan cepat, Qin Yinuo tertegun, ini pertama kali, dia ditolak oleh wanita!
Melihat Mu Xue yang berlari pergi, Qin Yinuo juga mengikutinya, Mu Xue yang turun dan keluar dari kantornya langsung berlari ke arah tempat pemberhentian bus.
Tapi bus sepertinya ingin bermusuhan dengannya, sampai sekarang belum datang!
Qin Yinuo membawa Bugati birunya dengan pelan-pelan keluar dari kantornya, ketika melihat ke samping, di tempat pemberhentian bus dia melihat sesosok yang ramping, dia sedang melihat jam dengan panik.
Dia menatap tajam ke sosok itu.
Mu Xue sedang menunggu bus dengan panik, tiba-tiba dia merasakan ada sebuah tatapan ke arahnya.
Dia langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah jalan raya, tidak ada orang juga, semuanya mobil yang berlalu larang, dia menggelengkan kepalanya.
“Xiao Xue, ngapain saja kamu? Aku sudah menjemput Cheng Cheng, kamu tidak perlu buru-buru, langsung pulang ke rumah saja!” Mi Lin berkata dengan lantang.
“Terima kasih, Mi Lin!” Dia masih panik tadi, ternyata anaknya sudah dijemput oleh Mi Lin. Baguslah kalau begitu, ketika membayangkan ekspresi kecewa Cheng Cheng, hatinya langsung merasa sakit.
Hari ini capek sekali, dan juga sangat tegang, tapi ketika teringat Cheng Cheng, semua jerih payah ini berarti.
Hari ini dia melihat CEO dan sekretaris An sedang berciuman, dan CEOnya malah seperti tidak terjadi apapun dan tidak memecatnya, sepertinya CEOnya bukan orang yang suka mendendam hal kecil, dia melihat tangannya yang memerah itu, untung dia juga nggak dipecat karena kopi tumpah itu, Mu Xue hanya bisa tersenyum, seperti dirinya telah memenangkan lotere.
Tatapan Qin Yinuo terus mengarah ke Mu Xue, Bugatinya dengan pelan-pelan melewatinya, dan dia melihat ke kaca belakang, bayangan kecil itu malah terlihat semakin jelas.
“Acara tahunan di akhir pekan ini, Xiao Xue, kamu sudah menyiapkan gaun?” He Jing bertanya.
__ADS_1
“Perlu gaun kah?” Mu Xue tercengang, “Boleh tidak ikut nggak?”
“Nggak donk! Mana boleh tidak ikut?”
Baru saja bicara, Sekretaris Gao langsung datang dan mengumumkan, “Sabtu ini acara tahunan kantor, lokasi di hotel Jinya, wanita memakai gaun, dan pria memakai jas!”
“Uuh!” Mu Xue langsung mengerutkan keningnya, gaun ya! Mahal sekali!
Dia menyambut hari sabtu ini dengan penuh ketakutan.
Untung, Mi Lin punya gaun, dan ukuran badan mereka sama, Mu Xue terpaksa meminjamnya.
Mi Lin mencarikan sebuah gaun berwarna putih, sedikit bergaya Brasil, setelah Mu Xue memakainya, Mi Lin dan Cheng Cheng bengong melihatnya.
“Xiao Xue, harusnya kamu memakain gaun seperti ini, dan menampikan tulang mu yang indah itu, dan juga dada yang begitu membanggakan, astaga, semua pria pasti kan mimisan melihatnya!”
“Tante Mi Lin, mami kalau memakai baju begini tidak ada yang melindunginya mana bisa, tidak bisa, aku harus pergi, aku akan melindungi mami, tidak boleh membiarkan para hidung belang mendekatinya!” Cheng Cheng terlihat panik.
“Ha! Bocah, lebih baik begitu, biar sekalian carikan papa untukmu!”
“Aku tidak butuh papa, aku ingin cepat dewasa dan menyuruh mami menikah dengan aku.” Cheng cheng berkata sambil menepuk dadanya. “Aku bisa melindungi mami!”
“Hehe!” Mi Lin tertawa. “Bocah kecil ini, kamu malah bilang begitu! Tunggu kamu bear, mami kamu sudah tua!”
“Mami aku tidak akan tua!” Cheng Cheng berteriak, “Tante Mi Lin juga tidak akan tua!”
“Iya! Kami tidak akan tua, aneh kalau tidak akan tua!” Mi Lin tertawa terbahak-bahak, kalau tidak tua, dia akan menjadi kura-kura berusia seribu tauhn.
__ADS_1
“Sudah, jangan ketawa lagi, aku bisa nggak kayak begini?” Mu Xue melihat dirinya di cermin. “Sepertinya tidak bisa, terlalu menarik perhatian, aku harus lebih merendah diri.”