AYAH, MAAFKAN AKU

AYAH, MAAFKAN AKU
Bab 179 Cinta yang Murni


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Qin Yinuo mengangguk, tatapannya dingin dan terasa jauh, “Selamat, Yilan! Kalau kau sembuh, kami pun senang!”


Ia sengaja mengatakan “Kami” dengan sura besar untuk memberitahu Mo Yilan, kalau dirinya dan Xiao Xue itu satu kesatuan, ia dan dirinya adalah kami!


Hello! Im an artic!


Mo Yilan tertegun, lalu mengerjapkan matanya. Wajahnya yang kurus menampakkan ekspresi curiga, lalu menundukkan kepalanya sambil membalikkan tubuh, seolah tengah mencari sesuatu.


Qin Yinuo dan Mu Xue saling bertatapan. Mereka bingung sekali, mereka curiga kalau Mo Yilan tidak benar-benar sembuh.


Saat ini, tiba-tiba telepon Mu Xue berdering. Dan dering teleponnya mengagetkan mereka bertiga.


Mu Xue mengeluarkan handphonenya, ternyata Han Lie. Ia melirik sekilas pada Qin Yinuo, berkata dengan pelan, “Dari Han Lie!”


Hello! Im an artic!


Mendengar kata “Han Lie”, tiba-tiba Mo Yilan berhenti. Ia tidak lagi berbicara.


Meski Qin Yinuo tidak suka pada Han Lie, tapi kalau menelepon di saat seperti ini, ia bisa menebak sesuatu. Ia melirik sekilas pada Mo Yilan, seharusnya Han Lie sedang mencari Mo Yilan kan?


Ia mengisyaratkan Mu Xue untuk menerima telepon tersebut.


“Halo! Han Lie!” Mu Xue menjawab teleponnya, “Ya, dia ada disini!”


Tebakan Qin Yinuo tak salah, Han Lie benar-benar sedang mencari Mo Yilan.


Saat ini, tiba-tiba Mo Yilan berdiri. Ia langsung masuk ke dalam pelukan Qin Yinuo, memeluknya dengan erat.


“Ah! Yilan, lepaskan!” Qin Yinuo menarik tangannya, tapi tangannya erat sekali, memeluk lehernya dengan erat. Qin Yinuo tak bisa terus menariknya, “Lepaskan tanganmu!”


Mu Xue yang sedang menelepon juga kaget, lalu ia berkata pada Han Lie alamat vila nomor 15.


“Huhuhu…Nuo, jangan usir aku! Aku tidak mau pergi!” Mo Yilan bergumam, tiba-tiba menangis.


“Kau lepaskan aku dulu!” Qin Yinuo berteriak dengan terburu-buru. Ia agak kaku, tatapannya langsung jatuh pada Mu Xue, menyadari Xiao Xue hanya menatapi mereka dalam diam.


“Xiao Xue, dia yang memelukku. Bukan aku yang memeluknya, beneran!” Qin Yinuo merentangkan kedua tangannya, tidak berani bergerak. Ia takut dirinya tak bisa menjelaskan, maka ia menjelaskan dengan terburu-buru.


Mu Xue menggeleng, melihatnya yang agak salah tingkah, ia ingin tertawa dalam hati. Ia tidak sepelit itu, tahu kalau Qin Yinuo bukannya sengaja. Tapi ia menahan senyumnya, lalu berkata dengan tenang, “Aku ingat ada yang bilang kalau dada itu milikku! Sekarang sepertinya sudah direbut orang, dan pria itu tak bisa mendorongnya! Ya, pasti orang itu terlalu cantik, tak rela dilepaskan!”


“Jangan salah paham!” Qin Yinuo langsung mengerahkan seluruh tenaga untuk mendorong Mo Yilan. Karena tenaganya terlalu kuat, Mo Yilan langsung jatuh ke atas sofa.


***


“Ah–” Mo Yilan jatuh dan berteriak rendah.


Qin Yinuo tak memedulikannya, malah berkata pada Xiao Xue, “Istriku, aku bukannya sengaja!”


“Aku sudah melihatnya!” Mu Xue menahan tawanya, “Kau hampir membuat Nona Mo terluka!”


“Kau tak menyalahkanku?” Qin Yinuo merasa lega, “Kalau tak bisa ditarik hanya bisa begitu!”


“Tak menyalahkanmu. Ini bukan kau yang sengaja!” Mu Xue menahan tawanya, berkata dengan suara rendah pada Qin Yinuo, “Han Lie bilang dia belum sembuh, tapi sudah jauh lebih membaik dibanding sebelumnya! Sekarang dia sudah kenal dengan banyak orang, juga ingat dengan hal-hal sebelumnya. Mungkin dia bisa sembuh, belum jelas!”


Qin Yinuo mengerutkan alisnya, “Belum sembuh sepenuhnya?”


Mu Xue mengangguk, “Han Lie yang bilang tadi. Katanya akan segera sampai dalam sepuluh menit. Dia mencarinya di sepanjang jalan! Jangan ganggu dia lagi!”


Ketika Mu Xue berbicara, Mo Yilan mendekat lagi.

__ADS_1


Qin Yinuo langsung menghindarinya, bersembunyi di belakang sofa, berkata terburu-buru, “Yilan, kau duduk dulu, aku ada kata-kata yang perlu diaktakan padamu!”


Mu Xue tertegun, melihat Qin Yinuo yang berlari mengelilingi sofa, sementara Mo Yilan mengejarnya di belakang. Pemandangan seperti ini agak lucu. Ia bukannya cemburu, tapi merasa Mo Yilan ini kasihan sekali, mungkin karena ia terlalu terobsesi, jatuh dalam lubang cinta yang salah. Atau mungkin ia benar-benar suka pada Qin Yinuo, atau mungkin ia tak bisa keluar dari halusinasi cintanya!


“Yilan, berhenti!” Qin Yinuo berteriak, suaranya terdengar dingin, “Diam!”


Mendengarnya yang berteriak dengan nada tinggi, tiba-tiba Mo Yilan terdiam, “Nuo, bukannya dulu kau juga suka aku berlari mengejarmu seperti ini?”


Hati Mu Xue bergetar, heh! Ternyata dulu ia juga suka berlari mengejarnya memutari sofa!


Qin Yinuo mengerutkan alisnya, menatapi Mu Xue penuh kekhawatiran. Ia terpaksa mengatai Mo Yilan, hanya saja suaranya muram sekali, “Yilan, jangan terus tidak jelas begitu, oke? Kami sudah memulai hidup baru! Harap kau juga hargai hubungan barumu! Han Lie tengah mencarimu! Kalau kau tak suka pada Han Lie, kenapa kau bisa menikah dengannya? Kau jangan seperti ibumu. Kau ini normal, sangat sehat, jangan terpengaruh oleh sosoknya. Han Lie bisa memberimu kebahagiaan, hargailah dia!”


Tiba-tiba Mo Yilan tidak berkata-kata lagi. Ia diam, bergumam pelan, “Han Lie?! Han Lie?!”


Mu Xue tiba-tiba merasa agak sedih. Sebetulnya siapa yang dicintai wanita ini?


Qin Yinuo? Atau Han Lie?


Ia menunduk menatap telepon, tiba-tiba merasa Han Lie ini kasihan sekali. Tapi ia juga merasa Han Lie sangat mulia. Ada berapa pria yang bisa menjalani hal-hal yang telah dilaluinya, siapa yang bisa terus peduli pada mantan istrinya seperti ini?


Cinta. Sebenarnya terkadang, tanpa sadar berupa hukuman pada hati orang yang mencintai! Hanya ada beberapa orang yang bisa menyadari tragedinya.


Terkadang cinta akan bertambah, tapi terkadang orang yang dicintai malah tak kunjung muncul, harus mencari orang yang benar-benar saling mencintai dan dicintai! Kalau hanya sepihak itu adalah tragedi. Ia berharap Mo Yilan benar-benar akan tersadar, jangan menyia-nyiakan Han Lie lagi…


“Nona Mo, Han Lie tengah mencarimu. Aku tak tahu sebenarnya kau itu cinta pada siapa, ini harus ditanyakan pada hatimu sendiri. Kau bertanya pada hatimu dengan tenang, apakah kau mencintai Han Lie? Kalau cinta maka hargailah dia! Jangan tunggu sampai telah terlewat baru menyesal!” Mu Xue berkata dengan tenang, “Harap kau bisa menghargai isi hatimu sendiri!”


Mo Yilan diam, tiba-tiba matanya memerah, bergumam pelan, “Han Lie…”


Saat ini, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Qin Yinuo tertegun. Ia pergi membuka pintu dan mendapai Mao Zhiyan, “Zhiyan, kau cepat sekali sampainya!”


Mu Xue menoleh dan melihat Mao Zhiyan. Tatapannya agak kaget, ia teringat akan enam tahun lalu…Ia teringat akan manajer bermarga “Mao” di perusahaan Qin, maka ia melirik sekilas pada Qin Yinuo.


Mao Zhiyan menyapa Qin Yinuo, barulah menatapi Mu Xue, kemudian ia berkata sambil tersenyum, “Nona Mu, benar-benar maaf sekali! Sebelumnya aku tak berdaya!”


Mu Xue hanya mengangguk, “Apa kabar Tuan Mao!”


“Aku datang untuk menjemput Nona Mo untuk mengantarnya pergi!” Mao Zhiyan terus tersenyum, tatapannya jatuh pada sosok yang duduk diam di atas sofa. Tatapannya berkilat, tapi kemudian langsung kembali tenang.


“Tak perlu lagi, akan ada orang yang menjemputnya!” Qin Yinuo menepuk pundaknya, “Maaf sekali sampai membuatmu datang, besok kau libur!”


“Ada orang lain??” Mao Zhiyan bingung.


Saat ini, ada lagi yang mengetuk pintu.


“Eh! Han Lie datang!” Mu Xue berkata.


Mao Zhiyan melirik dalam-dalam pada orang di atas sofa, lalu melirik apda Mu Xue yang pergi membuka pintu, ia menoleh dan berkata pada Qin Yinuo, “Presiden, kalau begitu aku pulang dulu. Kalau butuh sesuatu silahkan perintah saja!”


Qin Yinuo mengangguk, “Pergilah!”


Mao Zhiyan berjalan ke pintu, pas sekali bertatapan dengan Han Lie. Mao Zhiyan agak mengangguk, Han Lie juga mengangguk-angguk. Keduanya terhitung sedang saling menyapa.


Ketika Mao Zhiyan lewat, Han Lie menoleh menatapnya sekali lagi. Alisnya agak berkedut, tapi tidak mengatakan apapun.


Mao Zhiyan berkata pada Mu Xue, “Nona Mu, semoga Anda bahagia!”


“Terima kasih!” Mu Xue berterima kasih.


Mao Zhiyan pergi.


Mu Xue melihat Han Lie berdiri di ruang tamu, ia menatapi Mo Yilan dengan tenang.

__ADS_1


“Yilan, Han Lie datang menjemputmu!” Qin Yinuo mengingatkan.


Mo Yilan menunduk semakin dalam.


Han Lie berjalan ke samping sofa, menggandeng tangan Mo Yilan. Mo Yilan tertegun, suaranya pelan, “Lie, beritahu aku. Apakah aku ini kotor sekali?”


Suaranya rendah, tapi ketiga orang itu mendengarnya. Tubuh Han Lie membeku, “Tidak! Kau selamanya yang paling bersih dan paling murni!”


“Tidak ! Aku ini kotor, kenapa kau masih mau datang?” Tiba-tiba ia menarik tangannya sambil menutupi wajahnya, lalu terisak, “Aku bersalah padamu!”


“Ayo kita pulang!” Han Lie tak mengatakan apapun, lalu membungkukkan pingganngya dan menggendongnya.


Mo Yilan tidak berkata apa-apa lagi, bersandar dalam diam di pelukan Han Lie.


Han Lie memutar tubuhnya, melihat Mu Xue dan Qin Yinuo, “Jangan pedulikan. Dia masih butuh waktu untuk kembali sehat. Maaf sudah mengganggu kalian!”


Mu Xue menggeleng. Ia agak tersentuh, ketika Han Lie berkata “Ayo kita pulang” pada Mo Yilan, ia rasa hatinya ini hangat sekali. Ternyata dunia ini dan cinta benar-benar hal yang indah. Cinta Han Lie pada Mo Yilan benar-benar murni, membuat Mu Xue tersentuh sekali.


Ketika Han Lie membawa Mo Yilan pergi, ia masih melongo.


“Mereka sudah pergi jauh!” Terdengar suara Qin Yinuo yang berat.


Mu Xue tersadar, menatapinya dengan agak tertegun, “Kenapa?”


Mana ia sangka begitu Qin Yinuo mengulurkan lengannya, ia langsung meraih pinggang Mu Xue dan di detik berikutnya, ia memasukkan Mu Xue ke dalam pelukannya yang hangat.


“Kau tak boleh menatapi Han Lie seperti itu!” Ia mendekatinya, sengaja memasang ekspresi dingin dan mengaturnya.


***


 


“Tatapan apa?” Nafas yang hangat menyentuh telinga Mu Xue yang sensitif, membuatnya geli, tapi ia tak mengerti apa yang dikatakannya.


“Tatapan mengagumi!” Ia berkata dengan suara berat, nada suaranya penuh dengan bahaya.


“Mengagumi?” Mu Xue tertegun, matanya penuh dengan kepolosan, “Tidak ada!”


“Jelas-jelas ada ketika kau menatapinya!” Ia terus menyalahkannya, tatapannya penuh dengan api yang tidak senang.


“Qin Yinuo, kau ini terlalu bossy! Aku tidak punya masalah dengan tatapanku pada Han Lie. Hatiku ini teguh sekali, aku tahu siapa yang ada di dalam hatiku!” Mu Xue menjawab dengan cemberut. Tapi,di dalam hati Qin Yinuo penuh dengan kebahagiaan.


Qin Yinuo menatapinya dengan dekat, menatapinya dengan fokus. Ia melihat matanya yang jernih, dan sekarang barulah ia puas. “Lumayan!”


“Kau sedang cemburu?” Ia bertanya.


“Tidak ada!” Ia berkata dengan suara rendah. Ia menurunkan wajahnya, entah nada seperti apa yang digunakannya, hanya saja penyangkalan ini membuat Mu Xue tidak terbiasa.


Lalu Mu Xue bingung sesaat, ia merasa agak kaku. Ia mendorongya dan berkata pelan, “Kalau begitu makan lah…makanannya sudah dingin.”


Ia sudah berjalan ke arah meja makan.


Wajah Qin Yinuo yang dingin tiba-tiba tersenyum. Ia berjalan ke arahnya dengan sosoknya yang tinggi ini.


Ia langsung menarik pergelangann tangan Mu Xue, “Marah?”


“Tidak, untuk apa marah?” Ia berkata dengan cepat, “Makanlah, aku sudah mengantuk setengah mati!”


Sekarang sudah jam empat subuh.


“Apakah kalau aku tidak cemburu kau jadi kecewa?” Ia menariknya, tidak membiarkannya menghindar.

__ADS_1


__ADS_2